TINJAUAN PUSTAKA
3. Penyerapan Tenaga Kerja
Keberhasilan suatu pembangunan ekonomi dipengaruhi oleh faktor produksi.Faktor produksi sering didefinisikan sebagai setiap hal yang diperlukan secara teknis untuk memproduksi suatu barang atau jasa. Faktor-faktor produksi tersebut diantaranya yaitu bahan pokok peralatan gedung, tenaga kerja, mesin dan modal yang secara garis besar dapat dikategorikan menjadi input manusia dan non manusia Mankiw (2009).
Menurut Koncoro (2002) penyerapan tenaga kerja adalah banyaknya lapangan kerja yang sudah terisi yang tercermin dari banyaknya jumlah penduduk bekerja. Penduduk bekerja terserap dan tersebar di berbagai sektor perekonomiaan. Terserapnya penduduk bekerja disebabkan oleh adanya permintaan akan tenaga kerja. Oleh karena itu, penyerapan tenaga kerja dapat dikatakan sebagai permintaan tenaga kerja.
Penyerapan tenaga kerja merupakan jumlah tertentu dari tenaga kerja yang di gunakan dalam suatu unit usaha. “penyerapan tenaga kerja merupakan jumlah angkatan kerja yang bekerja yang tersedia di suatu daerah”.
Penyerapan tenaga kerja berkaitan dengan jumlah tenaga kerja yang di butuhkan oleh perusahaan atau instansi tertentu, permintaan tenaga kerja ini di pengaruhi oleh perubahan tingkat upah dan perubahan faktor-faktor lainyang mempengaruhi tingkat permintaan suatu produksi. Antara lain naik turunnya permintaan pasar akan hasil produksi dari perusahaan yang bersangkutan, tercermin dari besarnya volume produksi, harga-harga barang modal yaitu nilai mesin atau alat yang digunakan dalam proses produksi.
Dengan demikian apabila mengacu pada uraian di atas, bahwa dapat disimpulkan bahwa permintaan tenaga kerja adalah keseluruhan hubungan antara berbagai tingkat upah dan jumlah tenaga kerja yang di minta untuk di pekerjakan. Jadi yang di maksud dengan penyerapan tenaga kerja dalam penelitian ini adalah jumlah atau banyaknya orang yang bekerja di berbagai sektor dalam hal ini sektor industri selain itu penyerapan tenaga kerja merupakan jumlah tertentu dari tenaga kerja yang digunakan dalam suatu unit usaha tertentu atau dengan kata lain penyerapan tenaga kerja adalah jumlah tenaga kerja yang bekerja dalam suatu unit usaha.
Indonesia merupakan negara keempat terbatas penduduknya. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah angkatan kerja di indonesia cukup besar.
Namun harus disadari bahwa jumlah tenaga kerja yang banyak ini justru
menjadi fenomena yang cukup memprihatinkan bagi negara yang besar ini.
Tenaga kerja yang besar menjadi masalah yang besar karena jumlah angkatan kerja yang tidak berimbang dengan jumlah pengangkatan kerja atau ke-butuhan industri akan tenaga kerja. Selain itu karena kebanyakan tenaga kerja indonesia yang belum memiliki skill yang memadai untuk kegiatan industri.
Pasal 1 Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang: Ketenaga kerjaan di sebutkan bahwa tenaga kerja adalah “setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun masyarakat”. Pengertian tenaga kerja menurut Undang-Undang No.13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan di atas sejalan dengan pengertian tenaga kerja menurut konsep ketenaga kerjaan pada umunya sebagaimana di tulis oleh Payaman j. Simanjuntak yang di kutip oleh Lalu Husna bahwa pengertiaan tenaga kerja atau manpower adalah mencakup penduduk yang sudah atau sedang bekerja, yang sedang mencari kerja dan melakukan pekerjaan lain seperti sekolah dan mengurus rumah tangga.
Jadi semata-mata dilihat dari sebatas umur maksimum.
Secara praktis pengertian tenaga kerja dan bukan tenaga kerjadi di bedakan hanya oleh batas umur di tiap-tiap negara memberikan batas umur yang berbeda. Angkatan kerja dan pasar tenaga kerja disini di jelaskan bahwa besarnya penyediaan atau supply tenaga kerja dalam masyarakat adalah jumlah orang yang menawarkan jasanya untuk proses produksi. Diantara mereka sebagian sudah aktif dengan
kegiatannya yang menghasilkan barang atau jasa. Mereka di golongkan yang kerja atau employed persons. Atau sebagian lain di golongkan yang setiap bekerja atau sedang mencari pekerjaan. Mereka dinamakan pencari kerja atau pengangguran.Jumlah yang berkerja dan pencari pekerja dinamakan angkatan kerja atau labor force.
Banyak sedikitnya jumlah angkatan kerja tergantung komposisi jumlah penduduknya. Kenaikan jumlah penduduk terutama yang termasuk dalam usia kerja atau menghasilkan angkatan kerja yang banyak tersebut di harapkan akan mampu memacu kegiatan peningkatan ekonomi yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun pada kenyataannya, peningkatan jumlah penduduk tidak selamanya memberi dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.
a. Jenis-Jenis Tenaga Kerja
1) Tenaga kerja terdidik/Tenaga ahli/Tenaga mahir
Tenaga kerja terdidik adalah tenaga kerja yang mendapatkan suatu keahlian atau kemahiran pada suatu bidang karena sekolah atau pendudukan formal dan nonformal.Contohnya seperti sarjana ekonomi, insinyur doktor dan lain sebagainya.
Tenaga kerja terlatih adalah tenaga kerja yang memiliki keahlian dalam bidang tertentu yang didapat melalui pengalaman kerja.Keahlian terlatih ini tidak memerlukan pendidikan karena yang di butuhkan adalah latihan dan melakukannya berulang-ulang sampai bisa dan menguasai pekerjaan tersebut.Contohnya supir, tukang masak dan lain sebagainya.
2) Tenaga kerja terdidik dan tidak terlatih
Tenaga kerja tidak terdidik dan terlatih adalah tenaga kerja kasar yang hanya mengandalkan tenaga saja.Contonya kuli, buruh angkut, buruh pablik, serabutan dan lain sebagainya.
Penyerapan tenaga kerja berkaitan dengan jumlah tenaga kerja yang di butuhkan oleh perusahaan atau instansi tertentu, permintaan tenaga kerja ini di pengaruhi oleh perubahan tingkat upah dan perubahan faktor-faktor lainyang mempengaruhi tingkat permintaan suatu produksi. Antara lain naik turunnya permintaan pasar akan hasil produksi dari perusahaan yang bersangkutan, tercermin dari besarnya volume produksi, harga-harga barang modal yaitu nilai mesin atau alat yang digunakan dalam proses produksi.
Dengan demikian apabila mengacu pada uraian di atas, bahwa dapat disimpulkan bahwa permintaan tenaga kerja adalah keseluruhan hubungan antara berbagai tingkat upah dan jumlah tenaga kerja yang di minta untuk di pekerjakan. Jadi yang di maksud dengan penyerapan tenaga kerja dalam penelitian ini adalah jumlah atau banyaknya orang yang bekerja di berbagai sektor dalam hal ini sektor industri selain itu alam suatu unit usaha tertentu atau dengan kata lain penyerapan tenaga kerja adalah jumlah tenaga kerja yang bekerja dalam suatu unit usaha.
Indonesia merupakan negara keempat terbatas penduduknya.
Hal ini menunjukkan bahwa jumlah angkatan kerja di indonesia cukup besar. Namun harus disadari bahwa jumlah tenaga kerja yang banyak ini justru menjadi fenomena yang cukup memprihatinkan bagi
negara yang besar ini. Tenaga kerja yang besar menjadi masalah yang besar karena jumlah angkatan kerja yang tidak berimbang dengan jumlah pengangkatan kerja atau ke-butuhan industri akan tenaga kerja. Selain itu karena kebanyakan tenaga kerja indonesia yang belum memiliki skill yang memadai untuk kegiatan industri
.
4. Sektor Industri dan Industri Kecila. Pengertian Industri
Istilah industri berasal dari bahasa latin, yaitu industria yang artinya buruh atau tenaga kerja. Istilah industri dapat digunakan secara umum dan luas, yaitu semua kegiatan mannusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dalam rangka mencapai kesejahteraan.
Defenisi industri menurut Sukirno (2009) adalah perusahaan yang menjalankan kegiatan ekonomi yang tergolong dalam sektor sekunder.
Kegiatan itu antara lain adalah pabrik pembuatan rokok. Industri merupakan suatu kegiatan ekonomi yang mengolah barang mentah, bahan baku, barang setengah jadi atau barang jadi untuk dijadikan barang yang lebih tinggi kegunaannyapenyerapan tenaga kerja merupakan jumlah tertentu dari tenaga kerja yang digunakan Industri memiliki peran sebagai sektor pemimpin (leading sector). Peran sektor pemimpin dalam kaitannya dengan keberhasilan sebuah pembangunan adalah dengan adanya pembangunan industri, maka di harapkan akan dapat memacu dan mendorong pembangunan sektor lainnya.
Pertumbuhan industri yang cukup cepat akan mendorong adanya perluasan peluang kerja yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapat serta permintaan masyarakat.
Adanya peningkatan daya beli itu menunjukkan bahwa perekonomiaan tersebut tumbuh dan sehat. Hubungan antara aktivitas pertumbuhan ekonomi dan kesempatan kerja terlihat jika terdapat pertumbuhan ekonomi maka mengakibatkan meningkatnya aktivitas kegiatan ekonomi demikian sebaliknya, pertumbuhan sektor industri adalah proses kenaikan jumlah unit usaha industri. Pertumbuhan sektor industri diukur dengan indikator antara lain jumlah unit sektor usaha industri mengalami kenaikan dan pendapatan dari sektor industri meningkat.
Pertumbuhan sektor industri merupakan bertambahnya jumlah unit usaha dalam perindustrian, baik pada industri besar, menengah maupun industri kecil. Dengan adanya pertambahan jumlah unit usaha di suatu daerah maka lapangan kerja akan bertambah sehingga permintaan ataupun penyerapan tenaga kerja juga akan semakin meningkat. Dalam penelitian ini, penyerapan tenaga kerja di ukur dengan menggunakan indikator tingkat pengangguran dan tingkat penyerapan tenaga kerja dalam berbagai sektor.
b. Industri Kecil
Menurut Depertemen Perindustrian dan Perdagangan (Depperindag), Industri kecil adalah suatu kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah, bahan setengah jadi menjadi barang yang lebih tinggi untuk penggunaannya dalam hal ini proses industrialisasi.
Pemerintah diharapkan mampu menciptakan iklim berusaha yang kondusif dan membuat regulasi-regulasi yang dapat menguntungkan semua pihak yang terlibat dalam perekonomian daerah, dengan
demikian regulasi itu dapat merangsang tumbuhnya industri-industri baru baik yng berbasis lokal maupun eksport.
Salah satu kebijakan pemerintah yang cukup efektif dalam pengembangan dunia industri adalah penyelenggaraan pendidikan dalam latihan bagi pengusaha khususnya mengenai penguasaan teknologi dan manajemen, serta penyediaan informasi pasar dengan membuka pasar komoditi di tiap-tiap ibu Kota Provinsi.
c. Peran dan Bentuk-Bentuk Usaha
Menurut Amirullah dan Hadjanto (2005) menyatakan bahwa peran usaha kecil dalam perekonomian suatu negara adalah kontribusi dalam mengatasi masalah ekonomi makro, seperti pengangguran dan supplay utama bahan baku bagi peran menengah dan besar, peran lain usaha kecil meliputi:
1) Penciptaan lapangan kerja, 2) Peningkatan inovasi,
3) Penopang bagi usaha menengah dan besar.
Sedangkan bentuk kecil yang umum ditemukan meliputi:
1) Bisnis jasa 2) Bisnis eceran 3) Bisnis distribusi
4) Agribisnis dan pertanian 5) Bisnis manufaktur
Selanjutnya bahwa fungsi dan peran usaha kecil sangat besar dalam kegiatan ekonomi masyarakat. Fungsi dan peran itu meliputi penyediaan barang dan jasa, penyerapan tenaga kerja, pemerataan
pendapat, sehingga nilai tambah bagi produk daerah, dan peningkatan taraf hidup masyarakat.
d. Manfaat dan Pengembangan Industri Kecil
Pengembangan industri memiliki peranan yang sangat penting dalam pencapaian sasaran pembangunan industri, maka kebutuhan masyarakat dalam negeri di bidang industri dapat terpenuhi, sehingga mengurangi ketergantungan pada barang impor, serta dapat meningkatkan ekspor hasil-hasil industri sendiri.Oleh sebab itu dapat perlu keterkaitan antara industri kecil, industri menengah dan industri besar sehingga pengembangan industri besar dan menengah dapat secara langsung merangsang pengembangan industri kecil sehingga dapat bersaing dengan pasar internasional.
Menurut Mudrajad Kuncoro (2013) Pembangunan industri kecil adalah cara yang di nilai besar peranannya dalam pengembangan industri manufaktur. Pengembangan industri kecil akan membantu mengatasi masalah pengangguran mengingat teknologi yang di gunakan adalah teknologi padat karya sehingga bisa memperbesar lapangan kerja dan kesempatan usaha, yang pada gilirannya mendorong pembangunan daerah dan kawasan pedesaan.
e. Teori Industrialisasi
Industrialisasi sebenarnya merupakan satu jalur kegiatan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dalam arti tingkat yang lebih maju maupun taraf hidup yang lebih bermutu. Dengan kata lain, pembangunan industri itu merupakan suatu fungsi dari tujuan pokok kesejahteraan rakyat. Bukan merupakan kegiatan mandiri untuk hanya
sekedar mencapai fisik saja.
Industrialisasi juga tidak terlepas dari usaha untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia dan kemampuannya di manfaatkan secara optimal sumber daya alam dan sumber daya lainnya.
Hal ini berarti pula sebagai usaha untuk meningkatkan produktifitas tenaga manusia serta usaha untuk meluaskan ruang lingkup kegiatan manusia. Dengan demikian, dapat di usahakan secara
“Vertikal” semakin besarnya nilai tambah pada kegiatan ekonomi dan sekaligus secara “horizontal” semakin luasnya lapangan kerja produktif bagi penduduk yang semakin bertambah ;
Table 2.1
Jenis-Jenis Industri Kecil di Kabupaten Gowa
No Jenis-jenis industri kecil
1. Makanan, minuman dan tembakau
2. Tekstil, pakaian jadi dan kulit 3. Kayu (tidak termasuk furniture) 4. Kertas, penerbitan dan percetakan
5. Kimia, karet dan plastic
6. Galian bukan logam
7. Furniture,pengolahan lain dan jasa reparasi