B. Tahapan Gegar Budaya atau Culture Shock yang Dialami oleh Tokoh
3. Fase Penyesuaian dan Pemulihan
Dalam fase penyesuaian dan pemulihan, pendatang mampu mengatasi perma- salahan-permasalahan dan menciptakan zona nyaman. Pendatang mulai mengerti ni- lai budaya, komunikasi dan perilaku sehingga membuat pendatang merasa nyaman. Dalam hal itu, Corinne juga mengalami beberapa kejadian yang membuat ia mu- lai pulih dari masa fase krisis dan mampu menyesuaikan dengan budaya Samburu. Kejadian-kejadian yang dialami Corinne tersebut, yaitu Corinne mulai merasakan pertalian dengan orang-orang Masai saat mereka menampilkan sebuah tarian. Selain itu, Corinne merindukan momen di saat ia bermain kartu dengan orang-orang Ma- sai yang berkunjung ke rumahnya dan ia mulai menyayangi kambing sebagai hewan ternak masyarakat Samburu.
Setelah melalui berbagai kesulitan dalam fase krisis, tahapan yang dialami Corinne selanjutnya adalah fase penyesuaian dan pemulihan. Dalam fase ini Corinne mulai memahami nilai budaya suku Samburu, cara berkomunikasi, keyakinan yang dianut penduduk lokal, perilaku dan sebagainya. Penyesuaian Corinne yang pertama ditandai dengan timbulnya rasa bangga dan seakan Corinne memiliki hubungan per- saudaraan yang erat dengan orang-orang Masai. Dia mulai merasa nyaman berada di dekat orang Masai dan senang ketika melihat sebuah pertunjukan tarian Masai. Hal tersebut diperjelas dengan kutipan di bawah ini.
Ich fühle mich verbunden mit diesen Menschen und bin so stolz auf dieses Volk, als wären alle meine Brüder. Es ist unglaublich, wie elegant sie sich bewegen und welche Aura sie verströmen. Mir schießen Tränen in die Augen bei diesem mir unbekannten Gefühl von Heimat. Mir scheint, ich habe meine Familie, mein Volk gefunden. (Hofmann, 2000: 43) Aku merasakan suatu pertalian dengan orang-orang ini dan sangat bangga terhadap mereka seolah mereka saudaraku sendiri. Sulit di- percaya betapa anggun gerakan mereka, dan aura yang mereka pancarkan sungguh mengagumkan. Air mataku mengucur ketika merasakan hal ini, sesuatu yang tidak kusadari sebelumnya, seolah aku menemukan keluar- gaku, kaumku.
Corinne menemani Jelly dan Eric untuk menonton tarian Masai di hotel. Wa- laupun Corinne sudah pernah melihat tarian Masai, ia tetap antusias melihat tarian Masai yang sangat memukau. Corinne sangat kagum dan merasa ada sebuah pertalian persaudaraan. Kejadian tersebut diperjelas dengan kalimat “Ich fühle mich verbunden mit diesen Menschen und bin so stolz auf dieses Volk, als wären alle meine Brüder” (Aku merasakan suatu pertalian dengan orang-orang ini dan sangat bangga terhadap mereka seolah mereka saudaraku sendiri). Kekaguman terhadap gerakan tarian Ma- sai yang indah membuat air mata Corinne jatuh dengan sendirinya. Dia merasa telah menemukan keluarganya di Kenya.
Sama halnya dengan kutipan di atas, Corinne dapat menyesuaikan diri dengan nilai budaya suku Samburu. Di saat Corinne menghadiri sebuah acara tarian di Ma- lindi, ia merasa sangat bangga terhadap para pria Masai dengan tariannya yang sangat memikat. Kejadian tersebut diperkuat dengan kutipan berikut.
Trotzdem bin ich wahrscheinlich die stolzte Frau in diesem Raum. Beim Anblick der tanzen den Männerüberkommt mich dieses mir nun schon bekannte Gefühl der Dazugehörigkeit. (Hofmann, 2000: 56)
Aku barangkali wanita yang paling bangga di ruangan itu. Ketika menon- ton para pria Massai ini menari, aku kembali merasakan keakraban yang tak asing.
yang menghinggap di dalam diri Corinne. Dia merasakan kembali kehangatan se- buah keluarga. Hal tersebut diperjelas dengan kalimat “überkommt mich dieses mir nun schon bekannte Gefühl der Dazugehörigkeit” (aku kembali merasakan keakraban yang tak asing).
Selama Corinne hidup bersama di lingkungan Samburu, ia mulai pulih dari masa krisis dengan cara bersosialisasi dengan masyarakat Samburu. Pada malam ha- ri, biasanya Corinne mengahabiskan waktu dengan bermain kartu bersama dengan penduduk sekitar. Namun, semenjak Corinne pergi menuju Swiss dan ia datang kem- bali ke gubuk Priscilla, hampir tidak ada orang yang datang berkunjung dan Corinne sangat merindukan momen indah tersebut.
Vor einiger Zeit ist mir aufgefallen, daß seit meiner Rückkehr mit Lke- tinga unser Haus fast nie mehr Besuch hat. Jetzt vermisse ich es ein wenig, denn die Abende mit Kartenspielen waren immer lustig. (Ho- fmann, 2000: 103)
Sempat terpikir olehku bahwa sejak aku kembali bersama Lketinga, ham- pir tidak ada lagi orang yang datang berkunjung.Aku agak merindukan hal itu karena malam-malam bermain kartu sangat menyenangkan.
Corinne mengajarkan orang samburu cara memainkan kartu dan mereka meng- habiskan waktu malam bersama dengan asyik bermain kartu. Corinne sangat merin- dukan momen indah tersebut.
Kerinduan Corinne terhadap masyarakat samburu beserta suasananya terjadi lagi di saat ia terbaring sakit. Corinne dirawat di rumah sakit beberapa bulan karena mengidap penyakit hepatitis sehabis melahirkan Napirai. Penyakit hepatitis dapat menular sehingga Corinne tidak bisa pergi ke mana-mana. Corinne tidak menyukai hal tersebut, ia dikarantina dan tidak boleh menyusui Napirai selama enam minggu. Kondisi tersebut membuat Corinne depresi. Dia juga sangat merindukan Lketinga dan kehidupannya di Barsaloi. Hal tersebut diperjelas dengan kutipan berikut.
Auch das Gezirpe der Grillen und das Zwitschern der Vögel vermisse ich sehr. Langsam überkommt mich eine Depression. Ich denke viel über mein Leben nach und fuhle deutlich, daß mein Heimweh Barsaloi und dessen Bewohnern gehört. (Hofmann, 2000: 344)
Aku bahkan merindukan bunyi jangkrik dan nyanyian burung. Lambat launaku merasa depresi. Aku memikirkan kehidupanku dan merin- dukan Barsaloi serta penghuninya.
Kerinduan Corinne sedikit terobati ketika Lketinga datang untuk membesuk Corinne. Lketinga menjenguk Corinne bersama prajurit lainnya. Corinne mengang- kat Napirai dan menunjukkannya kepada Lketinga. Mereka pun tertawa bahagia wa- laupun Lketinga hanya dapat melihat Corinne dan Napirai dari panel kaca. Kedatang- an Lketinga memberikan energi yang positif terhadap Corinne.
Corinne tidak hanya mulai menyayangi lingkungan dan masyarakat Samburu, tetapi juga hewan ternak. Ketika Corinne melangsungkan pesta pernikahannya ber- sama Lketinga, ia membeli kambing untuk dipotong. Namun, ada rasa sedih yang terbesit di hati Corinne ketika ia harus merelakan kambing-kambing untuk disembe- lih. Berikut kutipannya.
Unsere Ziege will ich nicht töten, da ich inzwischen jede kenne. (Ho- fmann, 2000: 241)
Aku tidak ingin menyembelih kambing karena aku semakin menya- yangi mereka.
Corinne sudah terbiasa menemani Lketinga mengembala kambing. Seiring berjalannya waktu Corinne mulai menyayangi kambing dan tidak tega jika harus me- lihat kambing-kambing dipotong untuk dihidangkan dalam pesta pernikahan. Dalam kondisi tersebut Corinne mulai menguasai unsur-unsur nilai budaya Samburu.