HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Unsur-Unsur Bahasa yang Dimasukkan dalam Campur Kode pada Komunikasi Lisan Siswa kelas VII Tsanawiyah Pesantren Moderen Dār Komunikasi Lisan Siswa kelas VII Tsanawiyah Pesantren Moderen Dār
4.1.1 Penyisipan Unsur Bahasa yang Berwujud Kata
a. Penyisipan unsur bahasa yang berwujud kata antara bahasa Arab (BA) dengan bahasa Indonesia (BI)
Dialog (1)
A1 :
؟ وظف ٜف اراٍ
/māẔā fi fals?/
„apa yang ada di kelas?‟
B1
:
kursiوظف ٜف
/fi fasl kursi/
„di kelas ada kusi‟
A2 :
اَغىا ٜف اراٍ
؟ /māẔā fi as samāi?‘apa yang ada di langit?
B2 :bintang
اَغىا ٜف
/fi samāi ada bintang/
„Di lagit ada bintang‟
Pada dialog (1) terjadi campur kode bahasa Indonesia dalam bahasa Arab oleh penutur B1 : papan tulis
وظف ٜف
/fi fasl papan tulis/ „di kelas ada papan tulis‟dan B 2 : bintang
اَغىا ٜف
/fi samāi ada bintang/„
Di lagit ada bintang‟. Pada kalimat yang di ucapkan oleh penutur B1 dan B2 terdapat penyisipan unsur bahasa berupa kata kursi dan bintang yang di dalam bahasa Indonesia tergolong dalam kata benda (nomina), dan bahasa Arab sebagai bahasa matriknya.Dialog (2)
A:
ِيَٞىا ٚىا ةٕرا ذٝسا
/uridu aẔhabu ila almīlan /
„saya mau ke lapangan‟
B: ngapai
ٜف ِيَٞىا
? /ngapai fi almīlan?/„ngapai di lapangan?‟
A1 : Olahraga
ٜف ِيَٞىا
‘fi almilan olahraga‟
Di lapangan olahraga
Pada dialog (2) ini terjadi campur kode bahasa Indonesia dalam bahasa Arab oleh penutur B: ngapai
ٜف ِيَٞىا
?/ngapai fi almīlan?/„ngapai di lapangan?‟. A1 : Olahragaٜف ِيَٞىا
‘fi almilan olahraga‟ Di lapangan olahraga. Terdapat penyisipan unsur bahasa berupa kata ngapai di dalam bahasa Indonesia merupakan kata yang tidak baku yang tergolong dalam kata tanya, sedangkan olahraga di dalam bahasa Indonesia tergolong dalam kata kerja (verba). Dalam kalimat B dan A1 menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa matriknya.Dialog (3) A1 :
لَيق شؼرعأ
/asta ‘iru qalamuki/
„saya pinjem pulpen mu‟
B1 : satu
لاإ اّأ ًاٍ
/qalamun ana ilā satu/
„pena saya cuma satu‟
A1 : pelit
دّأ
/pelit anti/
„pelit kamu‟
Pada dialog (3) ini terjadi campur kode bahasa Indonesia dalam bahasa Arab oleh penutur B1 : satu
لاإ اّأ ًاٍ
/qalamun ana ilā satu/ „pena saya cuma satu‟dan A1 : pelitدّأ
/pelit anti/ „pelit kamu. Terdapat penyisipan unsur bahasa berupa kata satu di dalam bahasa Indonesa tergolong dalam kata bilangan (numeralia), dan kata pelit dalam bahasa Indonesia tergolong dalam kata sifat (adjektiva). Dalam hal ini kalimat yang diupkan oleh B1 dan A2 menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa matriknya.Dialog (4) A :
حيطػ ِذّ دٍ
‘mata nahnu utlah’
kapan kita keluar?
B : Besok
حيطػ ِذّ
„besok nahnu utlah’
Besok kita libur
Pada dialog (4) ini terjadi campur kode bahasa Indonesia dalam bahasa Arab oleh penutur B: Besok
حيطػ ِذّ
„besok nahnu utlah’besok kita libur. Terdapat penyisipan unsur bahasa berupa kata besok dalam bahasa Indonesia tergolong dalam kata keterangan waktu. B menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa matriknya.Dialog (5) A : ؟ٜٕ اراَى
‘limaza hiya?’
Kenapa dia ? B : sakit
يه
„hiya sakit‟
Dia sakit
Pada dialog (5) ini terjadi campur kode bahasa Indonesoa dalam bahasa Arab oleh penutur B : sakit
يه
„hiya sakit‟ dia sakit. Terdapat penyisipan unsur bahasa berupa kata sakit di dalam bahasa Indonesia tergolong dalam kata sifat(adjektiva). Dalam hal ini penutur B menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa matriknya.
b. Penyisipan unsur bahasa yang berwujud kata antara bahasa Indonesia (BI) dengan bahasa Arab (BA)
Dialog (1)
A1 : Lagi ngapai di kelas ? B1: Saya lagi ngelap
ةرنٍ
/Saya lagi ngelap maktabun/
„Saya lagi ngelap meja‟
A2 : Banyak yang di lap ? B2 : ya, ada
جششػ
meja/ya, ada ‘asyarah meja/
„ya, ada sepuluh meja‟
Pada dialog (1) ini terjadi campur kode bahasa Arab dan bahasa Indonesia oleh penutur B1 : Saya lagi ngelap
ةرنٍ
/Saya lagi ngelap maktabun/„dan B2 ya, ada
جششػ
meja /ya, ada ‘asyarah meja/. Pada kalimat tersebutterdapat penyisipan unsur bahasa berupa kata
ةرنٍ /
maktabun/ „meja‟ yang di dalam bahasa Arab tergolong dalam isim muzakkar, danجششػ /
‘asyarah/„sepuluh‟ yang di dalam bahasa Arab tergolong dalam /ismu al-adadu/ “bilangan”.
Dalam hal ini kalimat yang di ucapkan oleh penutur A1 dan A2 menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa matriknya.
Dialog (2)
A1 :Saya pinjem
ٌيق ?
/Saya pinjem qolamun/
„Saya pinjem pena‟
B1 : Boleh, ada
ٜف
lemari/Boleh, ada fi lemari/
„Boleh, ada di lemari‟
A2 : Saya ambil ya B2 :
ٌؼّ
/
naam/„ya‟
Pada dialog (2) ini terjadi campur kode bahasa Arab dan bahasa Indonesia oleh penutur A1 : Saya pinjem
ٌيق ?
saya pinjem /saya pinjem qalamun/B1 : Boleh, ada
ٜف
lemari /Boleh, ada fi lemari/ „Boleh, ada di lemari‟.Dalam kalimat tersebut terdapat penyisipan unsur bahasa berupa Kataٌيق
/
qolamun/‟pena‟ di dalam bahasa Arab tergolong dalam isim mufrad muzakkar, sedangkann kataٜف /
fi/ ‘di dalam‟ di dalam bahasa Arab tergolong dalam huruf jar. Dalam hal ini kalimat yang di ucapkan oleh siswa A2 menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa matriknya, sedangkan kalimat yang diucapkan oleh siswa B2 menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa matriknya.Dialog (3)
A1 : Kamu pergi ke
ذجغٍ
untuk les alqur‟an ? /Kamu pergi ke masjid untuk les alqur‟an?/„Kamu pergi ke mesjid untuk les alqur‟an?
B1 : Tidak saya lagi
غٝشٍ
/
Tidak saya lagi marid/„Tidak saya lagi sakit‟
A2 : Kamu sudah kirim
حىاعس
?/Kamu sudah kirim risalatun?/
„Kamu sudah kirim surat?‟
B2 :
ضى اخ /
Khalash/„Sudah‟
Pada dialog (3) ini terjadi campur kode bahasa Arab dalam bahasa Indonesia oleh Penutur A1 : Kamu pergi ke
ذجغٍ
untuk les alqur‟an ? /Kamu pergi ke masjid untuk les alqur‟an?/ „kamu pergi ke mesjid untuk les alqur‟an?, B1: tidak saya lagi
غٝشٍ /
tidak saya lagi marid/„tidak saya lagi sakit‟, dan A2: Kamu sudah kirimحىاعس
? /Kamu sudah kirim risalatun?/ „kamu sudah kirim surat?‟. Pada kalimat tersebut terdapat penyisipan unsur bahasa berupa kataذجغٍ
/
masjid/ „masjid‟ di dalam bahasa Arab tergolong salam isim mufrod muzakkar, kataغٝشٍ
/marid/ „sakit‟ di dalam bahasa arab tergolong dalam isim mufrod muzakkar, dan kataحىاعس
/risalatun/ „surat‟ di dalam bahasa Arab tergolong isim mufrod muzakkar. Dalam dialog ini B2 menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa matriknya.Dialog (4) A1 :
؟ دّأ ٚىا
/Ila aina ant?i/
„Mau kemana kamu?‟
B1 : Mau ke
فظقٍ
/Mau ke maqṣaf/
„Mau ke kantin‟
A2 :
؟ ِٝشرشذ اراٍ
/MāẔā tasytariyna?/
„Mau beli apa?‟
B2 : Mau beli
بشش
/Mau beli syirbun/
„Mau beli minuman‟
A3 : Saya titip satu
ٌؼؽ
/Saya titip satu ṭa’amun/
„Saya titip satu kue‟
B3 : Ya boleh, sini
ظى٘يف
nya/Ya boleh, sini fulŪs nya/
„Ya boleh, sini uangnya‟
Pada dialog (4) ini terjadi campur kode bahasa Arab dalam bahasa Indonesia oleh Penutur A1 : mau ke
فظقٍ
/mau ke maqṣaf/„mau ke kantin‟,
B2 : mau beliبشش
/mau beli syirbun/ „mau beli minuman‟, A3 : saya titip satuٌؼؽ
/saya titip satu ṭa’amun/ „saya titip satu kue‟, B3 : ya boleh, sini
ظى٘يف
nya /yaboleh, sini fulŪs nya/ „ya boleh, sini uangnya‟. Pada kalimat tersebut terdapat
penyisipan unsur bahasa berupa kata
فظقٍ
/maqṣaf/ „kantin‟ di dalam bahasa Arab tergolong dalam isim mufrod muzakkar,ٌؼؽ
/ṭa’amun/ „kue‟ di dalam bahasa Arab tergolong dalam isim mufrod muzakkar.ظى٘يف
nya / fulŪs /„uang‟di dalam bahasa Arab tergolong dalam isim mufrod muzakkar. Dalam hal ini kalimat yang di ucapkan oleh penutur A1, B2, A3, B3, menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa matriknya.Dialog (5)
A1 : Hari ini ada
حػاٝس ?
/Hari ini ada riyāḍatun?/
„Hari ini ada olahraga?‟
B1 :
ٌؼّ
/naam/
„ya‟
A2 : Dimana ?
B2 : Mungkin
ٜف
lapangan basket /Mungkin fi lapangan basket/„Mungkin di lapangan basket‟
Pada dialog (5) ini terjadi campur kode bahasa Arab dalam bahasa Indonesia oleh penutur A1 : hari ini ada
حػاٝس ?
/hari ini ada riyāḍatun?/„hari ini ada olahraga?‟, dan B2 : mungkinٜف
lapangan basket /mungkin fi lapangan basket/„mungkin di lapangan basket‟. Pada kalimat tersebut terdapat penyisipan unsur bahasa berupa kataحػاٝس ?
/riyāḍatun?/ „olahraga?‟di dalam bahasa Arab tergolong dalam isim mufrad muannas. Kataٜف
/ fi/ „di‟ dalam bahasa Arab tergolong dalam Huruf jar. Dalam hal ini kalimat yang ucapkan oleh siswa A1 dan B2 menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa matriknya.Dialog (6)
A1 : Kamu melihat Indah ?
B1 : Indah baru saja
ةٕر
ke mesjid /Indah baru saja Ẕahaba ke mesjid/„Indah baru saja pergi ke mesjd‟
A2 : Sudah berapa lama ? B2 : Baru 5 menit
Pada dialog (5) ini terjadi campur kode bahasa Arab dalam bahasa Indonesia oleh penutur A1 : Indah baru saja
ةٕر
ke mesjid /Indah baru saja Ẕahaba ke mesjid/ „Indah baru saja pergi ke mesjd‟. Pada kalimat tersebut terdapat penyisipan unsur bahasa berupa kataةٕر
/Ẕahaba/ „pergi‟ dalam bahasa Arab tergolong dalam fi’l madi. Dalam hal ini kalimat yang diucapkan oleh penutur A1,A2 dan B2 menggunakan bahasa Indonesia sebagai bajasa matriknya.