BAB II STRUKTUR ORGANISASI (TUPOKSI) A. Penyusunan Alur Tupoksi Tugas Pokok pengadilan Agama berdasarkan pasal 49 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 jo. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 jo. Undang-Undang Nomor 50 Tahun 2009 adalah memeriksa, memutus dan menyelesaikan perkara-perkara di tingkat pertama antara orang-orang yang beragama Islam di bidang : Perkawinan; Kewarisan; Wasiat; Hibah; Wakaf; Zakat; Infaq; Shadaqah dan Ekonomi Syari’ah. Di luar tugas pokok tersebut, Pengadilan Agama Putussibau melaksanakan fungsi membantu dan bekerja sama dengan instansi pemerintah dan masyarakat berupa : a. Melayani permohonan pertolongan pembagian harta peninggalan di Luar sengketa (P3HP) pasal 107 ayat 2 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 jo. Undang-undang Nomor 3 Tahun 2006; b. Memberikan keterangan, pertimbangan dan nasehat tentang Hukum Islam kepada instansi pemerintah dalam wilayah Hukum Pengadilan Agama Putussibau (pasal 52 ayat (1) UU No. 7 Tahun 1989) jo. Undang-undang Nomor 3 Tahun 2006; c. Bekerjasama dengan instansi lain (Pemerintah Daerah Kapuas Hulu) untuk mengadakan sosialisasi tentang hukum (khususnya masalah Hukum Perkawinan); d. Dan tugas-tugas serta kewenangan lain yang diberikan Undang-Undang Dalam undang Nomor 7 tahun 1989 diperbaharui dengan Undang-undang Nomor 50 tahun 2009 Pengadilan Agama yang merupakan Pengadilan tingkat Pertama mempunyai susunan Organisasi Pengadilan Agama yang terdiri dari Ketua, Wakil Ketua, Hakim, Panitera/Sekretaris, Wakil Panitera, Wakil Sekretaris, Panitera Muda Gugatan, Panitera Muda Permohonan, Panitera Muda Hukum, Kepala Urusan Umum, Kepala Urusan Kepegawaian, Kepala Urusan Keuangan, Panitera Pengganti dan Jurusita/Jurusita Pengganti yang mempunyai tugas pokok dan fungsi antara lain : A. KETUA 1. Bertanggung jawab terhadap jalannya peradilan di wilayah hukum Pengadilan Agama Putussibau baik dibidang Administrasi maupun teknis; 2. Menyusun program kerja pegawai Pengadilan Agama Putussibau setiap tahun anggaran; 3. Menetapkan pembagian kerja pegawai Pengadilan Agama Putussibau setiap tahun anggaran; 4. Memberikan bimbingan serta petunjuk kepada pejabat-pejabat Pengadilan Agama Putussibau; 5. Menyelenggarakan rapat dinas berkala dengan pejabat-pejabat di Pengadilan Agama Putussibau; 6. Melakukan pembinaan mental, teknis yustisial dan administrasi terhadap semua pegawai Pengadilan Agama Putussibau; 7. Melakukan pengawasan terhadap jalannya peradilan dan menjaga agar peradilan diselenggarakan dengan seksama dalam teknis peradilan , administrasi peradilan , dan tingkah laku perbuatan Hakim dan Panitera serta pejabat lainnya; 8. Melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas-tugas di bidang manajemen peradilan dan pengembangan serta realisasi anggaran dan barang-barang inventaris milik Negara; 9. Mengambil keputusan dibidang kepegawaian, keuangan dan umum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku; 10. Bertindak selaku Pembina / penasehat KORPRI, Dharma Yuktikarini, IKAHI, PTWP, KPN Al-hikmah dan lain-lain dalam lingkungan Pengadilan Agama Putussibau; 11. Memberi petunjuk / nasehat kepada para pencari keadilan dalam mengajukan gugatan / permohonan; 12. Mengambil langkah-langkah kebijakan dan keputusan di bidang kepegawaian, keuangan dan umum sesuai dengan wewenangnya berdasarkan ketentuan yang berlaku; 14. Membuat DP.3 bagi Hakim dan Panitera / Sekretaris dengan memperhatikan dan menilai prestasi kerja bawahannya; 15. Bertindak selaku pimpinan Pengadilan Agama bersama Wakil Ketua, dengan tugas berpedoman kepada Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor : 2 tahun 1988; 16. Melaksanakan tugas-tugas lain yang ditentukan oleh atau berdasarkan Undang-Undang; 17. Melakukan pembinaan dan memberikan motivasi kepada aparatur baik yang berkenaan dengan Sumber Daya Manusia maupun Sarana dan Prasarana berkenaan dengan tugas adminitrasi umum; 18. Memerintahkan, memimpin dan mengawasi eksekusi sesuai dengan ketentuan yang berlaku; 19. Melakukan koordinasi dengan Pemda dan instansi lainnya juga antar sesama instansi di lingkungan penegak hukum serta dapat memberikan keterangan , pertimbangan dan nasehat kepada instansi pemerintah di daerah, apabila diminta; 20. Melaksanakan pengawasan Internal untuk mengamati apakah tugas yang dikerjakan berdasarkan rencana kerja ketentuan yang berlaku serta melaporkan hasil pengawasan tersebut kepada Ketua Pengadilan Tinggi Agama Pontianak; 21. Menetapkan / menetukan hari-hari tertentu untuk melakukan persidangan perkara; 22. Membagi perkara gugatan, permohonan dan ekonomi syariah kepada Hakim untuk disidangkan; 23. Dapat mendelegasikan wewenang kepada Wakil Ketua untuk membagi perkara gugatan dan permohonan dan Ekonomi Syariah serta menunjuk Hakim untuk menyidangkannya; 24. Menunjuk Hakim untuk mencatat gugatan atau permohonan secara lisan; 25. Menetapkan panjar biaya perkara yang dituangkan dalam Surat Keputusan Ketua dalam bentuk Surat Keputusan Berdasarkan Ketua Pengadilan Agama dan Ketua Pengadilan Negeri; 26. Memerintahkan kepada Juru sita / Jurusita Pengganti untuk melakukan pemanggilan, agar terhadap termohon eksekusi dapat dilakukan teguran (aanmaning) untuk memenuhi putusan yang telah berkekuatan hukum tetap, putusan serta merta, putusan provisional dan pelaksanaan/eksekusi putusan lainnya; 27. Memerintahkan kepada Jurusita / Jurusita Pengganti untuk melaksanakan Somasi (teguran untuk membayar ); 28. Berwenang menangguhkan eksekusi untuk jangka waktu tertentu dalam hal ada gugatanperlawanan;Berwenang menangguhkan eksekusi dalam hal ada permohonan PK hanya atas perintah Ketua Mahkamah Agung RI ; 29. Menetapkan biaya Jurusita;Menetapkan biaya eksekusi ; 32. Menyediakan buku khusus untuk anggota hakim Majelis yang ingin berbeda pendapat dengan kedua anggota Hakim Majelis lainnya dalam memutuskan perkara serta merahasiakannya ; 33. Mengawasi pelaksanan Court Calender dan mengumumkannya pada pertemuan berkala Hakim; Minutasi harus selesai pada waktunya terutama pada perkara yang diajukan banding; Meneliti Court Calender dan membina Hakim agar memutus perkara yang diserahkan kepadanya paling lama enam bulan; 32. Mengevaluasi laporan mengenai penanganan perkara-perkara yang dilakukan Hakim dan Panitera Pengganti, selanjutnya mengirimkan laporan dan hasil evaluasinya secara periodic Kepada Pengadilan Tinggi Agama Pontianak dan Mahkamah Agung Republik Indonesia; 33. Memberikan izin berdasarkan ketentuan Undang-Undang untuk membawa keluar dari ruang Kepaniteraan daftar , catatan , risalah , berita acara , serta berkas perkara; 34. Meneruskan Surat Edaran Mahkamah Agung ( SEMA ) , Peraturan Mahkamah Agung atau Pengadilan Tinggi Agama yang berkaitan dengan hukum dan perkara kepada para Hakim, Panitera Wakil Panitera, Panitera Muda, Panitera Pengganti dan Jurusita Sita; 35. Melakukan Eksaminasi terhadap putusan Hakim Pengadilan Agama Putussibau yang telah berkekuatan hukum tetap pada awal Desember dan atau menjelang kenaikan pangkat Hakim yang bersangkutan; 36. Melakukan pemeriksaan keuangan secara mendadak dan membuat berita acara penutupan Buku Kas; 37. Mengevaluasi perbuatan dan kegiatan para Hakim, seluruh Pejabat Kepaniteraan / Kesekretariatan Dan pegawai dibuat secara berjenjang; 38. Memimpin jalanya sidang-sidang pengadilan dan mengawasi pelaksanaan tugas yang ada diwilayah hukumnya; 39. Menjadi contoh teladan dalam perilaku sebagai pejabat peradilan yang berakhlakul karimah; 40. Membuat kebijakan umum dibidang kepaniteraan dan kesekretariatan; 41. Memberikan arahan dalam pelaksanaan kebijakan umum; 42. Melakukan pengawasan terhadap penggunaan dan pengelolaan anggaran dan barang milik Negara; 43. Melakukan pembagian tugas pejabat-pejabat di bawahnya dan mendelegasikan sebagian wewenangnya; 44. Melakukan koordinasi dengan Wakil Ketua, Panitera / Sekretaris dan instansi eksternal; 45. Menyampaikan usul / saran dan laporan secara hirarkhis; 46. Merencanakan dan melaksanakan rapat-rapat koordinasi secara berkala; 47. Menyelenggarakan pembinaan mental dan disiplin pegawa;. 48. Menunjuk salah seorang Hakim sebagai pejabat yang melaksanakan tugas kehumasan; 49. Melakukan tugas pengawasan atas pekerjaan penasehat hukum yang dikoordinasikan dengan Pengadilan Negeri setempat, dan melaporkan hasil pengawasannya kepada Ketua Pengadilan Tinggi Agama, Ketua Mahkamah Agung dan Menteri Kehakiman dan HAM. B. WAKIL KETUA 2. Menjadi contoh teladan dalam prilaku sebagai pejabat peradilan yang berakhlakul karimah; 3. Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas-tugas pengadilan; 4. Memimpin jalannya sidang-sidang peradilan dan melakukan pengawasan terhadap jalannya peradilan; 5. Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan administrasi peradilan sesuai dengan pola Bindalmin sekaligus sebagai koordinator pengawasan; 6. Melakukan pengawasan terhadap penggunaan dan pengelolaan anggaran dan barang milik Negara; 7. Memimpin rapat-rapat Tim Promosi dan Mutasi ( TPM ); 8. Menyampaikan usul / saran dan laporan kepada ketua pengadilan; 9. Melakukan konsultasi dan koordinasi dengan ketua dan panitera / sekretaris pengadilan; 10. Mengkoordinir pengawasan yang di lakukan terhadap Hakim pengawasan bidang; 11. Melakukan Pengawasan-pengawasan terhadap Pengelolaan/administrasi keuangan (DIPA). C. HAKIM A. Menerima, memeriksa dan mengadili serta menyelesaikan perkara ( melakukan persidangan ) dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : 1. Mengkonstantir artinya membuktikan benar tidaknya peristiwa / fakta yang diajukan para pihak dengan pembuktian melalui alat-alat bukti yang sah, menurut hukum pembuktian, yang diuraikan dalam duduk perkaranya dan berita acara persidangan, Adapun bentuk konstatiring ialah meliputi: a. Memeriksa identitas para pihak; b. Memeriksa kuasa hukum para pihak ( bila ada ); c. Mendamaikan pihak-pihak; d. Memeriksa syarat-syaratnya sebagai perkara; e. Memeriksa seluruh fakta / peristiwa yang dikemukakan para pihak; f. Memeriksa syarat-syarat dan unsur-unsur setiap fakta / peristiwa; g. Memeriksa alat bukti sesuai tata cara pembuktian; h. Memeriksa jawaban, sangkalan, keberatan dan bukti-bukti pihak lawan; i. Mendengar pendapat atau kesimpulan masing-masing pihak; j. Menerapkan pemeriksaan sesuai hukum acara yang berlaku; 2. Mengkualifisir peristiwa / fakta yang telah terbukti itu, yakni menilai peristiwa itu termasuk hubungan hukum apa atau yang mana, menemukan hukumnya bagi peristiwa yang telah dikonstatiring itu untuk kemudian dituangkan dalam pertimbangan hukum. Penuangan pertimbangan hukum dalam surat putusan adalah meliputi : a. Mempertimbangkan syarat-syarat Formil perkara; b. Merumuskan pokok perkara; c. Mempertimbangkan beban pembuktian; d. Mempertimbangkan keabsahan peristiwa atau fakta sebagai peristiwa atau fakta hukum; e. Mempertimbangkan secara logis, kronologis dan yuridis fakta-fakta hukum menurut hukum pembuktian; f. Mempertimbangkan jawaban, keberatan dan sangkalan-sangkalan serta bukti-bukti lawan sesuai hukum pembuktian; g. Menemukan hubungan hukum peristiwa-peristiwa / fakta-fakta yang terbukti dengan petitum; h. Menemukan hukumnya, baik hukum tertulis maupun yang tidak tertulis dengan menyebutkan sumber-sumbernya; i. Mempertimbangkan biaya perkara; 3. Mengkonstituir, yaitu menetapkan hukumnya yang kemudian dituangkan dalam amar putusan ( dictum ), yang berisi : a. Menetapkan hukumnya dalam amar putusan; b. Mengadili seluruh petitum; c. Mengadili tidak lebih dari petitum,kecuali undang-undang menetukan lain; B. Memimpin, membimbing dan memprakarsai jalanya persidangan serta mengawasi terhadap pembuatan berita acara persidangan, dalam hal ini Hakim berwenang untuk : 1. Menetapkan hari sidang; 2. Memerintahkan memanggil para pihak; 3. Mengatur mekanisme sidang; 4. Mengambil prakarsa untuk kelancaran sidang; 5. Melakukan pembuktian; 6. Mengakhiri sengketa; C. Membuat penetapan atau putusan perkara yang ditanganinya, bersumber dari hasil pemeriksaan yang dicatat secara lengkap dalam berita acara persidangan dan berdasarkan BAP ( Berita Acara Persidangan ) tersebut maka disusun keputusan yang memuat : 1. Tentang duduk perkara yang menggambarkan pelaksanaan tugas hakim dalam mengkonstatir kebenaran fakta atau peristiwa yang diajukan; 2. Tentang pertimbangan hukum yang menggambarkan pokok pikiran hakim dalam mengkualifisir kebenaran fakta-fakta yang telah terbukti tersebut serta menemukan hukumnya bagi peristiwa tersebut, disini hakim merumuskan secara rinci, kronologis dan hubungan satu sama lain dengan didasarkan pada hukun atau peraturan perundang-undangan yang secara tegas disebutkan hakim; 3. Amar putusan yang memuat hasil akhir sebagai konstitusi atau penentuan hukum atas peristiwa atau fakta yang telah terbukti; D. Meminutir berkas perkara. Minutering atau minutasi ialah suatu tindakan yang menjadikan semua dokumen resmi dan sah. Minutasi dilakukan oleh pejabat pengadilan sesuai dengan bidangnya masing-masing, namun secara keseluruhan menjadi tanggung jawab hakim yang bersangkutan. Minutasi meliputi surat-surat yang berupa : 1. Surat Gugatan / Permohonan; 2. Surat Kuasa Untuk Membayar ( SKUM ); 3. Penetapan Majelis Hakim ( PMH ); 4. Penetapan Hari Sidang ( PHS ); 5. Relaas Panggilan; 6. Berita Acara Persidangan; 7. Bukti-Bukti Surat; 8. Penetapan-penetapan Hakim; 9. Penetapan / putusan akhir; 10. Surat-surat lainnya dalam berkas perkara; E. Melaksanakan tugas-tugas lain atas perintah ketua pengadilan, diantaranya ialah : 1. Sebagai rohaniwan (untuk hakim peradilan agama) sumpah jabatan; 2. Memberikan penyuluhan hukum; 3. Melayani riset untuk kepentingan ilmiah; 4. Tugas-tugas lain yang diberikan kepadanya; 5. Menerima dan membuat gugatan lisan bagi pihak yang tidak bisa membaca dan menulis; 6. Pengawas bidang yang sesuai dengan surat penunjukan Ketua yang akan di tentukan kemudian. D. PANITERA / SEKRETARIS 1. Tugas Sebagai Panitera a. Bertindak selaku unsur pimpinan tengah Pengadilan dalam pelaksanan tugas satuan kerja; b. Memimpin dan menyelenggarakan administrasi Kepaniteraan Pengadilan; c. Membantu Hakim dengan menghadiri dan mencatat jalannya sidang Pengadilan, membuat penetapan / putusan majelis; d. Menyusun Berita Acara Persidangan; e. Melaksanakan penetapan dan putusan Pengadilan; f. Membuat semua daftar perkara yang diterima di kepaniteraan; g. Membuat salinan penetapan atau putusan pengadilan menurut ketentuan peraturan perundang-undangan; h. Bertanggung jawab mengurus berkas perkara, putusan, dokumen, akta, buku daftar, biaya perkara uang titipan pihak ketiga, surat-surat bukti dan surat-surat lainnya yang disimpan di kepaniteraan; i. Memberitahukan putusan verstek dan putusan diluar hadir; j. Membuat akta sebagai berikut: Permohonan banding; Pemberitahuan adanya permohonan banding; Penyampaian Salinan memori / kontra Memori Banding; Pemberitahuan membaca / memeriksa berkas perkara (inzage); Pemberitahuan Putusan Banding; Pencabutan Permohonan Banding; Permohonan Kasasi; Pemberitahuan adanya Permohonan Kasasi; Pemberitahuan Memori Kasasi; Penyampaian Salinan Memori Kasasi / kontra Memori Kasasi; Penerimaan kontra Memori Kasasi; Pencabutan Memori Kasasi; Pemberitahuan Putusan Kasasi; Permohonan Peninjauan Kembali; Pemberitahuan adanya permohonan peninjauan kembali; Penerima / penyampaian jawaban permohonan peninjauan kembali; Pencabutan Permohonan Peninjauan Kembali; Penyampaian salinan putusan peninjauan kembali kepada pemohon peninjau kembali; Pembuatan akta yang menurut undang-undang diharuskan dibuat oleh panitera. k. Melegalisir surat-surat yang akan dijadikan bukti dalam persidangan; l. Pemungutan biaya-biaya pengadilan dan menyetorkannya ke kas Negara;. m. Mengirimkan berkas perkara yang dimohonkan banding, kasasi dan n. Melaksanakan, melaporkan dan mempertanggung jawabkan eksekusi yang diperintahkan Ketua Pengadilan; o. Melaksanakan dan mengawasi pelaksanaan pelelangan yang diperintahkan oleh Ketua Pengadilan; p. Menerima uang titipan pihak ketiga dan melaporkannya kepada Pengadilan; q. Membuat akta cerai; r. Melaksanakan Rapat dibidang Kepaniteraan; 2. Sebagai Sekretaris a. Memimpin satuan kerja; b. Melaksanakan tugas-tugas kesekretariatan Pengadilan; c. Melaksanakan kebijakan umum yang dibuat oleh pimpinan Pengadilan; d. Menyusun program kerja tahunan; e. Merencanakan, melaksanakandan mengendalikan pelaksanan pengelolaan anggaran dan barang milik Negara; f. Menilai prestasi kerja bawahannya dalam bentuk DP3; g. Menyiapkan rapat-rapat TPM; h. Menyampaikan usul / saran dan laporan kepada pimpinan Pengadilan; i. Melakukan konsultasi dan koordinasi dengan pimpinan Pengadilan dan pejabat yang ada dibawahnya. E. WAKIL PANITERA 1. Membantu panitera sesuai dengan pendelegasian wewenang yang diberikan; 2. Membantu pimpinan Pengadilan dalam membuat program kerja jangka pendek dan jangka panjang, pelaksanaannya serta pengorganisasiannya; 3. Bertanggung jawab kepada Panitera atas pengelolaan administrasi perkara baik mengenai pendaftaran perkara, administrasi keuangan, pengaturan arsip perkara dan hal lain yang berhubungan dengan perkara; 4. Membuat perencanaan pelaksanaan tugas-tugas penerimaan perkara, pengelolaan keuangan perkara, arsip, laporan dan tugas kepaniteraan lainnya; 5. Bertanggung jawab terhadap penyusunan statistik perkara dan dokumentasi peradilan serta pelayanan dibidang hukum syara’, sumpah, isbat ru’yat hilal; 6. Melakukan koordinasi dengan pejabat dan antar pejabat yang ada dibawah pimpinannya, para hakim dan panitera pengganti dalam tugas penyelesaian perkara; 7. Mengevaluasi pelaksanaan tugas dibidang administrasi perkara sebagi bahan kebijaksanaan pimpinan; 8. Menyelesaikan konsep-konsep surat sesuai dengan disposisi atasan dan atau mengarahkan kepada petugas yang ditunjuk; 9. Melaksanakan Waskat dan tindak lanjutnya bila terjadi penyimpangan dan mengambil langkah sesuai dengan peraturan perundang-undangan; 10. Mengkoordinir pembagian tugas-tugas Jurusita Pengganti untuk pemanggilan dan tugas-tugas kejurusitaan lainnya serta menerima laporan hasil pelaksanaan tugas tersebut; 11. Membuat DP-3 bagi Panitera Muda, Panitera Pengganti dan Jurusita; 12. Melaksanakan tugas Panitera apabila Panitera berhalangan; 13. Membantu Hakim dengan mengikuti dan mencatat jalannya sidang Pengadilan; 14. Melaksanakan tugas yang didelegasikan kepadanya; 15. Membantu Panitera untuk secara langsung membina, meneliti dan membantu mengawasi pelaksanaan tugas administrasi perkara, antara lain ketertiban dalam mengisi buku register perkara, membuat laporan periodik dan lain-lain; 16. Melaksanakan tugas lain yang ditentukan oleh Panitera dan atau pimpinan Pengadilan Agama Putussibau. 1. Membantu Hakim dengan mengikuti dan mencatat jalannya sidang Pengadilan; 2. Melaksanakan administrasi perkara, mempersiapkan persidangan perkara, menyimpan berkas perkara yang masih berjalan dan urusan lain yang berhubungan dengan masalah perkara gugatan; 3. Memberi nomor register pada setiap perkara yang diterima di kepaniteraan gugatan; 4. Mencatat setiap perkara yang diterima ke dalam buku daftar disertai catatan singkat tentang isinya; 5. Menyerahkan salinan putusan kepada para pihak yang berperkara apabila diminta; 6. Menyiapkan perkara yang dimohonkan Banding, Kasasi atau Peninjauan Kembali; 7. Menyerahkan arsip berkas perkara kepada Panitera Muda Hukum; 8. Melaksanakan tugas-tugas lain yang ditentukan Panitera / Wakil Panitera atau Pimpinan Pengadilan Agama Putussibau; 9. Membuat DP-3 para staf di lingkungannya. G. PANITERA MUDA PERMOHONAN 1. Menerima, mencatat dan memproses surat-surat masuk dan keluar pada kepaniteraan gugatan / permohonan sesuai dengan disposisi; 2. Membantu pimpinan Pengadilan dalam membuat program kerja jangka pendek dan jangka panjang, pelaksanaannya serta pengorganisasiannya; 3. Menerima dan meneliti berkas perkara permohonan; 4. Mencatat berkas perkara pada buku register permohonan ( ditunjuk petugas khusus meja II ); 5. Menyerahkan berkas perkara yang masuk setelah dilengkapi penetapan Majelis Hakim, Penetapan Hari Sidang dan formulir SP.3,SPJT kepada Wakil Panitera; 6. Membuat jadwal persidangan Hakim dan Panitera Pengganti yang ikut bersidang ( rekapitulasi sidang ); 7. Menyimpan berkas perkara yang masih berjalan; 8. Menyerahkan berkas perkara yang telah diminutasi kepada Panitera Muda Hukum ; 9. Menyusun dokumentasi perkara dan yurisprudensi; 10. Melakukan pengawasan dan tindak lanjut hasil pengawasan ( TLHP ) dimaksud; 11. Membuat DP-3 para staf di lingkungannya; 12. Bertanggung jawab terhadap pengetikan surat-surat dalam lingkup tugasnya; 13. Melaksanakan tugas-tugas lain yang ditentukan Panitera / Wakil Panitera atau pimpinan Pengadilan Agama Putussibau; 14. Melaksanakan tugas sebagaimana panitera muda gugatan dalam bidang perkara permohonan; 15. Yang masuk dalam perkara permohonan ialah permohonan pembagian warisan di luar sengketa, permohonan legalisasi akta ahli waris dibawah tangan, dan lain-lain. H. PANITERA MUDA HUKUM 1. Menerima, mencatat , mengolah / memproses surat-surat masuk dan keluar pada urusan kepaniteraan hukum; 2. Membantu pimpinan Pengadilan dalam membuat program kerja jangkka pendek dan jangka panjang, pelaksanaannya serta pengorganisasiannya; 3. Menghimpun, mengelola, mengkaji data perkara untuk laporan Pengadilan Agama Putussibau; 4. Menyajikan statistik perkara serta menghimpun dokumentasi perkara serta yurisprudensi; 5. Menerima, menyusun dan menyimpan arsip perkara; 6. Membuat laporan administrasi kepaniteraan ( laporan bulanan, kwartalan, semesteran, dan laporan tahunan ); 7. Menyiapkan Salinan Putusan Pengadilan dan memberikannya kepada pihak dan kepada Kantor Urusan Agama; 9. Melaksanakan pengawasan dan menindaklanjuti Hasil Pengawasan ( TLHP ) terhadap stafnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku; 10. Membuat DP-3 bagi staf di lingkungannya; 11. Bertanggung jawab terhadap pengetikan surat-surat dalam lingkup tugasnya; 12. Membantu Hakim untuk mengikuti dan mencatat jalannya sidang Pengadilan; 13. Melaksanakan tugas-tugas lain yang ditetapkan oleh Panitera / Pimpinan Pengadilan Agama Putussibau; 14. Melaksanakan permintaan sidang Rukyat Hilal. I. PANITERA PENGGANTI 1. Membantu Hakim dengan melakukan persiapan, mengikuti dan mencatat jalanya sidang Pengadilan; 2. Membantu Hakim dalam hal membuat penetapan hari sidang, membuat penetapan sita Jaminan, membuat berita acara persidangan yang harus selesai sebelum sidang berikutnya, membuat penetapan-penetapan lainnya dan mengetik putusan / penetapan sidang; 3. Melaporkan kepada panitera muda gugatan / permohonan dan melaporkan kepada meja untuk dicatat dalam register perkara tentang adanya penundaan sidang serta alasan-alasannya, amar putusan sela (bila ada), perkara yang sudah putus beserta amar putusannya, dan kepada kasir untuk diselesaikan tentang biaya-biaya dalam proses perkara tersebut; 4. Menyerahkan berkas perkara kepada panitera muda gugatan / permohonan yang dikerjakan oleh petugas meja III apabila telah selesai diminutasi; 5. Melaksanakan tugas lain dibidang perkara yang ditetapkan oleh Ketua / Panitera; 6. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diperintahkan oleh atasan / pimpinan. J. JURUSITA 1. Melaksanakan semua perintah yang diberikan oleh Ketua Pengadilan / Ketua Sidang & Panitera; 2. Melakukan pembinaan kepada Jurusita Pengganti; 3. Melakukan Pengawasan kepada Jurusita Pengganti; 4. Melaksanakan Tugas-tugas Jurusita Pengganti; 5. Melaksanakan tugas lain atas perintah Panitera dan Pimpinan Pengadilan. K. JURUSITA PENGGANTI 1. Melaksanakan semua perintah yang diberikan oleh Ketua Pengadilan / Ketua Sidang & Panitera; 2. Melaksanakan tugas-tugas yang diperintahkan oleh atasan / Pimpinan; 3. Menyampaikan pengumuman-pengumuman, teguran-teguran dan pemberitahuan putusan Pengadilan menurut cara-cara berdasarkan ketentuan undang-undang; 4. Melaksanakan semua perintah yang diberikan oleh Ketua Pengadilan, Ketua Sidang dan Panitera; 5. Membuat berita acara penyitaan, yang salinan resminya diserahkan kepada pihak-pihak yang berkepentingan, antara lain BPN setempat bila terjadi penyitaan sebidang tanah; 6. Melakukan penyitaan atas perintah ketua pengadilan dan dengan teliti melihat lokasi batas-batas tanah yang disita beserta surat-surat yang sah; 7. Melakukan tugas pelaksanaan putusan dan membuat berita acara yang salinan resminya disampaikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan; 8. Melakukan penawaran pembayaran uang titipan pihak ketiga serta membuat berita acaranya; 9. Panitera karena jabatannya juga pelaksanaan tugas Kejurusitaan; 10. Melaksanakan tugas di wilayah Pengadilan yang bersangkutan; 11. Melaksanakan tugas lain atas perintah Panitera dan Pimpinan Pengadilan. L. WAKIL SEKRETARIS 1. Membantu sekretaris sesuai dengan pendelegasian wewenang yang diberikan; 2. Membantu pimpinan Pengadilan dalam membuat program kerja jangka pendek dan jangka panjang, pelaksanaannya serta pengorganisasiannya; 3. Bertanggung jawab kepada Sekretaris atas pengelolaan Administrasi Umum baik mengenai Kepegawaian Organisasi dan Tatalaksana, Keuangan, bagian Umum serta hal lain yang berhubungan dengan Kesekretariatan; 4. Membuat perencanaan pelaksanaan tugas-tugas Kepegawaian, Keuangan, Bagian Umum serta tugas Kesekretariatan lainnya; 5. Melakukan koordinasi dengan pejabat dan antar pejabat yang ada dalam jajaran Kesekretariatan; 6. Mengevaluasi pelaksanaan tugas di bidang Administrasi Kesekretariatan sebagai bahan kebijakan pimpinan; 7. Menyelesaikan konsep-konsep surat sesuai dengan disposisi atasan atau Dalam dokumen KATA PENGANTAR. Akhirnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam pembuatan Laporan Tahunan ini kami sampaikan terima kasih. (Halaman 14-39)