BAB III METODE PENELITIAN
E. Metode dan Alat Pengumpulan Data
1. Penyusunan Blue Print
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode skala. Ada dua jenis skala yang dibuat oleh peneliti danakan diberikan kepada responden dalam penelitian ini. Bagian pertama mengukur Keterlibatan Orang Tua dalam Pendidikan dan bagian kedua untuk mengukur Motivasi Berprestasi pada Siswa. Jenis skala dalam penelitian ini menggunakan skala model Likert untuk mengukur kedua variabel. Dengan menggunakan skala Likert, maka variabel yang diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pernyataan atau pertanyaan (Sugiyono, 2014). Skala
33
Likert meminta responden untuk menyatakan kesetujuan-ketidaksetujuannya dalam sebuah kontinum respon dari setiap pernyataan atau aitem untuk mengukur atribut psikologis tertentu (Supratiknya, 2014).
Kedua skala tersebut disusun dengan teknik summated rating dari Likert. Subjek diminta untuk memilih salah satu dari empat alternatif jawaban yang disediakan untuk setiap pernyataan, yaitu SS (sangat sesuai), S (sesuai), TS (tidak sesuai), STS (sangat tidak sesuai). Isi pernyataan kedua jenis skala dibedakan menjadi dua kategori, yang pertama adalah pernyataan favorable yaitu pernyataan yang jika disetujui dapat menunjukkan ciri bahwa responden mendukung atribut yang diukur dan pernyataan unfavorable yaitu pernyataan yang jika disetujui, maka menunjukkan bahwa subjek menolak atribut yang diukur (Supratiknya, 2014).
Masing-masing pilihan jawaban memiliki skor atau nilai yang berbeda sesuai dengan jenis pernyataannya. Pemberian skor untuk jawaban “Sangat Sesuai” pada pernyataan favorable adalah 4, demikian seterusnya hingga skor 1 untuk pilihan jawaban “Sangat Tidak Sesuai”. Sedangkan pilihan jawaban “Sangat Sesuai” pada pernyataan unfavorable, akan diberi skor 1, demikian seterusnya hingga skor 4 untuk pilihan jawaban “Sangat Tidak Sesuai”. Berikut adalah tabel skor penilaian untuk skala keterlibatan orang tua dan motivasi berprestasi:
34 Tabel 1.
Skor Penilaian Skala
Favorable Skor Unfavorable Skor
Sangat Sesuai 4 Sangat Sesuai 1
Sesuai 3 Sesuai 2
Tidak Sesuai 2 Tidak Sesuai 3
Sangat Tidak
Sesuai 1
Sangat Tidak
Sesuai 4
a. Skala Keterlibatan Orang Tua dalam Pendidikan
Skala keterlibatan orang tua ini disusun berdasarkan jenis tipe keterlibatan orang tua menurut Epstein dalam Sheldon & Epstein (2005), yaitu pada aspek parenting, berkomunikasi, volunteering, belajar di rumah, pengambilan keputusan, berkolaborasi dengan masyarakat. Skala ini terdiri 36 item yang terbagi dalam item favorable dan unfavorable. Blue print skala keterlibatan orang tua dapat dilihat pada tabel 2:
35 Tabel 2.
Tabel Blue Print Skala Keterlibatan Orang tua
Aspek Indikator
Komposisi Item
Favorable Unfavorable Jumlah
Parenting Berkomunikasi Volunteering Belajar di rumah Pengambilan keputusan Berkolaborasi dengan masyarakat Mampu memberikan kenyamanan Membangun pertukaran informasitentang program sekolah dan kemajuan anak Mampu memberikan bantuan di luar atau di dalam sekolah Mampu mendorong
anak dalam
pembelajaran
Orang tua mendidik, memberi
masukan/kebebasan kepada anak sesuai dengan pengalaman yang dialami dan dimiliki oleh orang tua
Anak mampu bekerja
sama dengan masyarakat 3 3 6 3 3 6 3 3 6 3 3 6 3 3 6 3 3 6 18 18 36 Total
36
Skala ini dibuat berdasarkan enam aspek dan masing masing memiliki indikator. Pada aspek pertama yaitu parenting memiliki indikator yang mampu memberikan anak kenyamanan. Aspek keduaa berkomunikasi memiliki indikator yang dapat membangun pertukaran informasi tentang program sekolah dan kemajuan pada anak. Aspek ketiga volunteering memiliki indikator anak mampu memberikan bantuan di luar atau di dalam sekolah. Aspek keempat belajar di rumah memiliki indikator yang mampu mendorong anak dalam pembelajaran. Aspek kelima pengambilan keputusan Orang tua memiliki indikator mendidik, memberi masukan/kebebasan kepada anak sesuai dengan pengalaman yang dialami dan dimiliki oleh orang tua. Dan aspek terakhir adalah berkolaborasi dengan masyarakat yang memiliki indikator anak mampu bekerja sama dengan masyarakat. Proses dari keenam aspek ini memberikan gambaran tentang penerimaan pengalaman, perasaan dan sikap oleh individu atau kelompok lain. Keenam aspek dan enam indikator tersebut akan digunakan sebagai tolak ukur dalam pembuatan skala.
b. Skala Motivasi Berprestasi
Skala ini disusun berdasarkan karakteristik motivasi berprestasi menurut McClelland (dalam Huffman, 2000) yang mengemukakan mengenai motivasi berprestasi yang tinggi seperti memilih tugas yang
37
cukup sulit, tekun, memiliki tanggung jawab pribadi, memerlukan umpan balik, dan inovatif. Skala ini terdiri dari 52 item yang terbagi dalam item favorable dan unfavorable. Pernyataan tersebut merupakan rangkaian kalimat yang menyatakan sesuatu tentang aspek yang akan diukur. Blue print skala motivasi berprestasi dapat dilihat pada tabel 3:
38 Tabel 3.
Tabel Blue Print Skala Motivasi Berprestasi
Aspek Indikator Favorable Unfavorable Jumlah Pemilihan tugas Memilih tugas yang
cukup sulit
Menghindari tugas yang sangat sulit
Memilih tugas yang melibatkan kompetisi Meraih kesempatan untuk unggul dari yang lain
Melakukan sesuatu secara efisien
Unggul pada bidang yang diminati 2 2 4 2 2 4 2 2 4 Inovatif Umpan balik 2 2 4 2 2 4 2 2 4 Menyukai tugas 2 2 4 dengan hasil yang
jelas
Mencari situasi untuk 2 2 4 mendapatkan feedback
Menyukai kritik dan 2 2 4 saran dari orang yang
berkompeten Bertanggung jawab Tekun Total Menjadi pribadi 2 2 4 bertanggung jawab dalam tugas
Merasa puas dapat 2 2 4 menyelesaikan tugas
dengan baik
Bertahan ketika tugas 2 2 4 semakin sulit
Mampu bertanggung 2 2 4 jawab menyelesaikan
tugas tepat waktu
39
Skala ini dibuat berdasarkan aspek pemilihan tugas yang memiliki indikator memilih tugas dengan tingkat kesulitan cukup sulit dan menghindari ketika memilih tugas dengan tingkat kesulitan sangat sulit. Aspek inovatif memiliki indikator memilih tugas yang memiliki tantangan sedang, senang bekerja sendiri dan bersaing untuk lebih unggul dari yang lain, aktif mencari informasi baru, unggul pada bidang yang diminati, mengerjakan tugas dengan cara yang berbeda dan efisien. Aspek umpan balik memiliki indikator lebih suka berada di bawah situasi yang langsung mendapatkan umpan balik kinerja dan lebih suka menerima kritik dari evaluator yang berkompeten. Aspek bertanggung jawab memiliki indikator menyukai situasi atau tugas yang menuntut tanggungjawab pribadi atas hasil-hasilnya, dan merasa puas ketika dapat menyelesaikan tugas dengan baik. Aspek tekun memiliki indikator bertahan pada tugas ketika menjadi sulit.