Bab 3. Metode Penelitian
3.3. Penyusunan Intervensi
Seperti yang telah dijelaskan pada subbab 2.3, peneliti akan memberikan modifikasi kognitif perilaku untuk meningkatkan self esteem N (dengan teknik restrukturisasi kognitif, visualisasi, dan memperbaiki penampilan diri). Penyusunan intervensi dalam bab ini mencakup tujuan, alat ukur dan instrumen, dan indikator keberhasilan intervensi. (Adapun rancangan penyusunan intervensi dapat dilihat dilampiran).
3.3.1. Tujuan Intervensi
Secara umum, intervensi ini bertujuan untuk mengetahui apakah modifikasi kognitif perilaku dapat meningkatkan self esteem N. Secara spsesifik, modifikasi ini menggunakan teknik restrukturisasi kognitif, visualisasi, dan memperbaiki penampilan diri. Tujuan N mengikuti intervensi adalah N dapat mengidentifikasi pikiran negatifnya, N dapat menata ulang pikirannya sehingga memiliki alternatif pikiran yang realistis, serta N dapat menguasai cara visualisasi dan memperbaiki penampilan diri.
3.3.2. Alat ukur Penelitian
Untuk mengukur keberhasilan intervensi ini perlu dilakukan pengumpulan data. Guindon (2010) berpendapat bahwa satu bentuk pengukuran tidak cukup untuk mengetahui self esteem seseorang sehingga penting juga untuk memotret
self esteem melalui wawancara, observasi perilaku atau penilaian (rating) dari
orang lain. Berbagai sumber dan metode akan memberikan bukti dan pengukuran yang lebih akurat mengenai self esteem. Dalam penelitian ini, peneliti menetapkan alat ukur program intervensi berupa self esteem menggunakan Rosenberg Self
Esteem Scale, daftar cek perilaku, dan wawancara yang akan digunakan sebelum
dan sesudah intervensi.
3.3.2.1. Rosenberg Self Esteem Scale
Alat ukur self esteem yang digunakan dalam penelitian ini adalah
Rosenberg Self esteem Scale (RSES). Menurut Ariyani (2004) kelebihan dari
dapat dikerjakan dalam waktu relatif singkat serta telah memuhi skala validitas dan reliabilitas yang baik. Dari kelebihan tersebut, peneliti mempertimbangkan penggunaan skala ini. Adapun pernyataan dalam skala ini adalah sebagai berikut:
Tabel 3.1 Rosenberg Self Esteem Scale (terjemahan) No Pernyataan
1 Secara keseluruhan saya puas dengan diri saya.
2 Pada saat-saat tertentu saya merasa tidak ada sesuatu pun yang baik dalam diriku.
3 Saya merasa saya memiliki sejumlah kualitas diri yang baik.
4 Saya mampu melakukan berbagai macam pekerjaan sebagaimana orang lain.
5 Saya merasa bahwa saya tidak memiliki banyak hal untuk dibanggakan. 6 Saya merasa tidak berguna pada waktu-waktu tertentu.
7 Saya merasa bahwa saya adalah seorang yang berharga, setidaknya pada dasarnya saya sama dengan orang-orang lain.
8 Saya berharap saya lebih dapat menghargai diri saya sendiri. 9 Secara keseluruhan, saya cenderung menganggap diri gagal. 10 Saya memiliki sikap yang positif terhadap diri saya.
Instrumen pengukuran self esteem ini memiliki nilai koefisien reliabilitas
alpha cronbach sebesar 0,8054. Hasil ini menunjukkan bahwa skala ini reliabel
untuk mengukur self esteem. Menurut (http://www.bsos.umd.edu/socy/ Research/rosenberg.htm) skala ini terdiri dari empat pilihan jawaban dengan rentang 1-4 (pilihan sangat setuju, setuju, tidak setuju, dan sangat tidak setuju). Nilai tertinggi dari skala ini adalah 40 sementara 10 adalah nilai terendah. Pengelompokan kategori dalam self esteem dapat diketahui melalui total skor dari skala ini yaitu sebagai berikut:
Tabel 3.2 Kategorisasi Self Esteem
Skor Kategori
< 25 self esteem rendah
25-35 Self esteem sedang/normal
>35 self esteem tinggi
Dari tabel 3.2 menunjukkan bahwa kategori self esteem terbagi tiga dimana kategori self esteem rendah memiliki total skor < 25, kategori self esteem sedang
3.3.2.2. Daftar Cek Perilaku
Dalam pelaksaan intervensi, peneliti menyusun daftar cek perilaku berdasarkan ciri-ciri individu dengan self esteem rendah menurut Branden (1994). Daftar cek perilaku ini terdiri dari 18 pernyataan yang merupakan rating perilaku/pikiran/perasaan N selama satu minggu. Jarak waktu satu minggu ini merupakan satu minggu sebelum diberikan intervensi dan satu minggu setelah diberikan intervensi. Dalam daftar cek perilaku ini digunakan rating 1-4 dimana 1 berarti tidak pernah, 2 berarti jarang (1-3 kali dalam satu minggu ke belakang), 3 berarti sering (lebih dari tiga kali seminggu ke belakang), 4 berarti selalu (hampir setiap saat). Berikut adalah item dalam daftar cek perilaku:
Tabel 3.3 Daftar Cek Perilaku No Pernyataan yang harus di rating
1 Saya mudah putus asa
2 Saya merasa tidak berarti dalam hidup ini 3 Banyak masalah yang saya sulit atasi
4 Saya merasa hidup saya penuh dengan kegagalan 5 Saya malas menanggapi pendapat/arahan orang lain 6 Saya takut menghadapi kegiatan yang baru
7 Saya tidak yakin dengan prestasi di sekolah nanti 8 Saya kuatir dengan masa depan saya
9 Saya merasa tidak memiliki harapan hidup
10 Saya memandang orang lain yang patut disalahkan atas peristiwa pahit yang saya alami
11 Saya mudah marah tanpa sebab yang jelas
12 Saya mengeluhkan masalah kehidupan yang saya jalani 13 Saya pesimis untuk mencapai hal yang saya inginkan 14 Saya tidak sebahagia orang lain
15 Saya tidak memiliki orang yang saya percaya 16 Saya mudah terganggu dengan kritikan orang lain
17 Saya cemas dengan berbagai penilaian orang lain akan diri saya 18 Saya gugup berhadapan dengan orang lain
Data yang diperoleh dari hasil ini akan diolah dengan menjadikan median maksimal sebagai acuan. Terdapat empat pilihan jawaban (rating 1-4) sehingga diperoleh median maksimal 2,5. Setelah itu dilakukan penghitungan rata-rata skor, bila skor berada di bawah nilai median maksimal dapat disimpulkan bahwa N telah menunjukkan ciri self esteem tergolong tinggi (dengan memberi jawaban jarang/ tidak pernah). Sedangkan bila nilai berada di atas nilai median maksimal,
maka N menunjukkan ciri self esteem rendah (dengan memberi jawaban selalu atau sering).
3.3.2.3. Wawancara
Peneliti menyusun pedoman wawancara yang berisi pertanyaan yang akan diajukan kepada N dan orang tuanya pada saat pra dan pasca intervensi. Wawancara dengan orang tua diperlukan untuk melengkapi data, sementara dengan N agar memperdalam perubahan yang terjadi terkait intervensi. Pertanyaan wawancara pada N dan orang tua dibuat berdasarkan ciri-ciri karakteristik self esteem pada individu menurut Branden (1994). Aspek pertanyaan untuk N, diantaranya:
1. Deskripsi diri Hal apa saja menarik dalam dirimu (minta N untuk menyebutkan 5 dan merating hasilnya dari 1-5)? Hal apa saja yang kurang menarik dalam dirimu (minta N untuk menyebutkan 5 merating hasilnya dari 1-5)?
2. Tujuan hidup Bagaimana perasaanmu dalam kehidupan yang kamu jalani saat ini? (sebelumnya diprobing mengenai perasaannya ketika di sekolah dan di rumah)? Apa cita-citamu saat ini? Apakah kamu telah yakin dengan cita-citamu?
3. Usaha dalam diri Apakah kamu memiliki masalah dalam dirimu (diprobing terkait masalah penampilan diri dan prestasi belajar)? Bagaimana caramu menyelesaikan masalah tersebut?
4. Pembinaan hubungan sosial Bagaimana hubunganmu dengan orang lain (keluarga dan teman)? (minta N untuk merating hasilnya dari 1-5) Apa perasaanmu saat berhubungan dengan orang lain?
Sementara itu pertanyaan yang diajukan kepada orang tua N adalah sebagai berikut:
1. Aspek deskripsi diri: Apa saja sikap positif serta negatif yang dimiliki N? 2. Aspek tujuan hidup: Bagaimana rencana-rencana hidupnya kelak? 3. Aspek usaha dalam diri: Bagaimana usaha N untuk meraih cita-citanya?
4. Aspek pembinaan hubungan sosial: Bagaimana hubungan N dengan anggota keluarga? dengan teman-temannya?
Pada pasca intervensi, peneliti kembali mewawancarai N dan orangtuanya untuk mengetahui ada atau tidaknya perubahan yang dirasakan setelah menjalani intervensi. Pertanyaan yang diajukan adalah seperti diatas dengan tambahan pertanyaan antara lain:
1. Adakah perubahan yang dirasakan N (atau orang tua N) setelah N mengikuti intervensi?
2. Bagaimana perilaku N saat ini bila dibandingkan dengan sebelum mengikuti intervensi?
3.3.3. Kriteria Keberhasilan Intervensi
Program intervensi ini dapat dikatakan berhasil jika terjadi perubahan self
esteem N setelah program dilaksanakan yang ditandai dengan:
1. Peningkatan Skala Rosenberg Self Esteem Scale (RSES) pada N. Peneliti menentukan indikator keberhasilan, bila ada kenaikan minimal sebanyak lima poin dalam sepuluh item di skala RSES maka artinya program modifikasi kognitif perilaku dapat meningkatkan self esteem N. Sementara itu bila kenaikan kurang dari lima poin dalam sepuluh item di skala RSES maka artinya intervensi ini tidak dapat meningkatkan self esteem N.
2. Adanya perubahan jawaban N dari daftar cek perilaku. Semakin sedikit perilaku dari kriteria self esteem rendah yang dimiliki N menunjukkan bahwa semakin tingginya self esteem N. Hal ini menunjukkan bahwa intervensi yang dilakukan sesuai untuk dapat meningkatkan self esteem N. Sementara itu, semakin banyak perilaku yang ditampilkan dari kriteria self
esteem rendah maka menunjukkan bahwa semakin rendahnya self esteem
N. Hal ini berarti bahwa intervensi yang dilakukan tergolong tidak dapat untuk meningkatkan self esteem N.
3. Adanya perubahan jawaban N dan orang tua N dalam wawancara sebelum dan sesudah intervensi. Berdasarkan pertanyaan wawancara, peneliti membagi kedalam empat aspek yaitu deskripsi diri, usaha dalam diri, tujuan hidup, dan pembinaan hubungan sosial.