BAB II LANASAN TEOR
E. Penyusunan Laporan Arus Kas
Sifat kas yang paling penting adalah sebagai alat pembayaran seketika pada saat diperlukan. Oleh karena itu deposito yang dibatasi penggunaannya tidak dapat disertakan dalam setara kas. Pembatasan deposito biasa dilakukan sehubungan dengan perikatan utang-piutang. Prihadi (2011:78- 81), dalam laporan arus kas biasa dikenal tiga aktivitas, yaitu aktivitas operasi, aktivitas investasi, dan aktivitas pendanaan (financing).Aktivitas operasi adalah aktivitas penghasil utama pendapatan perusahaan (principal revenue-producing activities) dan aktivitas lain yang bukan merupakan aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan.
Arus kas dari aktivitas operasi terdiri dari:
a. Penerimaan kas dari penjulalan barang dan pemberian jasa. b. Penerimaan kas dari royalti, fees, komisi dan pendapatan lain. c. Pembayaran kas kepada pemasok barang dan jasa.
d. Pembayaran kas kepada dan untuk karyawan.
e. Penerimaan dan pembayaran kas oleh entitas asuransi sehubungan dengan premi, klaim, anuitas, dan manfaat polis lain.
f. Pembayaran kas atau penerimaan kembali (restitusi) pajak pengasilan kecuali jika dapat diidentifikasikan secara khusus sebagai bagian dari aktivitas pendanaan dan investasi.
g. Penerimaan dan pembayaran kas dari kontrak yang dimiliki untuk tujuan diperdangangkan atau diperjualbelikan (dealing).
Aktivitas dalam arus kas operasi dapat dilaporkan dalam bentuk langsung atau tidak langsung. Perbedaan kedua metode lebih kepada format. Hasil perhitungan kedua metode akan sama. Perbedaan kedua metode adalah sebagai berikut:
a. Metode langsung: dengan metode ini kelompok utama dari penerimaan kas bruto dan pengeluaran kas bruto terungkapkan.
b. Metode tidak langsung: dengan metode ini laba atau rugi bersih disesuaikan dengan mengoreksi pengaruh dari transkasi bukan kas, penangguhan (deferral) atau akrual dari penerimaan atau pembayaran
kas untuk operasi di masa lalu dan masa depan, dan unsur penghasilan atau beban yang berkaitan dengan arus kas investasi atau pendanaan.
Kieso (2002:374) berpendapat bahwa laporan arus kas mengklasifikasikan penerimaan kas dan pembayaran kas berdasarkan kegiatan operasi, investasi, dan pembiayaan. Karakteristik transaksi dan peristiwa lainnya dari setiap jenis kegiatan adalah sebagai berikut:
a. Kegiatan operasi melibatkan pengaruh kas dari transksi yang dilibatkan dalam penentuan laba bersih, seperti penerimaan kas dari penjualan barang dan jasa, serta pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan untuk memperoleh persediaan serta membayar beban.
b. Kegiatan investasi umumnya melibatkan aktiva jangka panjang dan mencakup pemberian serta penagihan pinjaman, dan perolehan serta pelepasan investasi dan aktiva produktif jangka panjang.
c. Kegiatan pembiayaan melibatkan pos-pos kewajiban dan ekuitas pemegang saham serta mencakup perolehan kas dari kreditor dan pembayaran kembali pinjaman, serta perolehan modal dari pemilik dan pemberian tingkat pengembalian atas, dan pengembalian dari, investasinya.
Aktivitas operasi merupakan aktivitas yang menjadi tumpuan perusahaan untuk menghasilkan arus kas. Untuk mampu melakukan kegiatan operasi, perusahaan perlu berinvestasi. Secara khusus aktivitas
investasi adalah perolehan dan pelepasan aset jangka panjang serta investasi lain yang tidak termasuk setara kas.
Menurut Darsono (2005: 22) aktivitas investasi adalah perolehan dan pelepasan aktiva jangka panjang serta investasi lain yang tidak termasuk setara kas. Arus kas dari aktivitas investasi mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas sehubungan dengan sumber daya yang bertujuan untuk menghasilkan pendapatan arus kas masa depan.
Arus kas dari aktivitas investasi akan terdiri dari:
a. Pembayaran kas untuk membeli aset tetap, aset tidak berwujud dan aset jangka panjang lain, termasuk biaya pengembangan yang dikapitalisasi dan aset tetap yang dibangun sendiri.
b. Penerimaan kas dari penjualan aset tetap, aset tak berwujud dan aset jangka panjang lain.
c. Pembayaran kas untuk instrumen utang atau instrumen ekuitas entitas lain dan kepemilikan dalam ventura bersama (selain pembayaran kas untuk instrumen yang dianggap setara kas atau instrumen yang dimiliki untuk diperdangankan atau diperjualbelikan).
d. Pernerimaan kas dari penjualan instrumen utang atau instrumen ekuitas entitas lain dan kepemilikan dalam ventura bersama (selain penerimaankas dari instrumen yang dianggap setara kas atau instrumen yang dimiliki untuk diperdangangkan atau diperjualbelikan).
e. Uang muka dan pinjaman yang diberikan kepada pihak lain (selain uang muka dan kredit yang diberikan oleh lembaga keuangan).
f. Penerimaan kas dari pelunasan uang muka dan pinjaman yang diberikan kepada pihak lain (selain uang muka dan kredit yang diberikan oleh lembaga keuangan).
g. Pembayaran kas sehubungan dengan kontrak future, forward, opsi, dan swap, kecuali jika kontrak tersebut dimiliki untuk tujuan diperdagangkan atau diperjualbelikan, atau jika pembayaran tersebut diklasifikasikan sebagai aktivitas pendanaan.
h. Penerimaan kas dari kontrak future, forward, opsi, dan swap, kecuali jika kontrak tersebut dimiliki untuk tujuan diperdagangkan atau diperjualbelikan, atau jika pembayaran tersebut diklasifikasikan sebagai aktivitas pendanaan.
Menurut Darsono (2005: 22) aktivitas operasi adalah aktivitas pendapatan utama perusahaan (principal revenue-producing activities) dan aktivitas lain yang bukan merupakan aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan. Jumlah arus kas yang berasal dari aktivitas operasi merupakan indikator yang menentukan apakah dari operasi perusahaan dapat menghasilkan arus kas yang cukup untuk melunasi pinjaman, membayar dividen dan melakukan investasi baru tanpa mengandalkan pada sumber pendanaan dari luar. Menurut Darsono (2005: 23) aktivitas pendanaan adalah aktivitas yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah serta komposisi modal dan pinjaman perusahaan.
Investasi perusahaan seringkali diikuti dengan pencarian dana. Hal ini dilakukan karena seringkali arus kas operasi saja tidak mampu menutupi kebutuhan investasi. Secara umum sumber dana berasal dari kreditor berupa utang atau dari investor berupa ekuitas.
Arus kas pendanaan akan terdiri dari:
a. Penerimaan kas dari emisi saham atau instrumen modal lain.
b. Pembayaran kas kepada para pemilik untuk menarik atau menebus saham entitas.
c. Penerimaan kas dari penerbitan obligasi, pinjaman, wesel, hipotek, dan pinjaman jangka pendek dan jangka panjang lain.
d. Pelunasan pinjaman.
e. Pembayaran kas oleh lessee untuk mengurangi saldo liabilitas yang berkaitan dengan sewa pembiayaan.
Terdapat hubungan/keterkaitan antara investasi dengan operasional yaitu pada:
a. Persediaan setelah dijual menjadi harga pokok penjualan.
b. Karena aktiva tetap digunakan, maka akan aus. Keausan itu dicerminkan dalam biaya penyusutan aktiva tetap.
c. Akibat dari penjualan barang, maka piutang bertambah atau kas bertambah.
d. Akibat dari operasional, misalnya membayar gaji dan sebagainya maka kas akan menurun.
Sedangkan keterkaitan/hubungan antara pendanaan dengan operasional adalah pada:
a. Biaya bunga bank b. Laba ditahan
Klasifikasi arus kas masuk dan arus kas keluar melalui aktivitas- aktivitas operasi seperti aktivitas operasi dari arus kas masuk diperoleh dari transaksi penjualan barang dan transaksi pengembalian atas pinjaman (bunga) dan ekuitas (dividen), sedangkan dari arus kas keluar diperoleh dari transaksi kepada pemasok, kepada karyawan untuk jasa yang diberikan, kepada pemerintah untuk membayar pajak, kepada kreditor untuk membayar bunga, dan kepada pihak lain untuk membayar beban yang merupakan pos-pos laporan laba rugi. Aktivitas investasi melalui arus kas masuk diperoleh dari transaksi penjualan properti, pabrik, dan peralatan, dari penjualan sekuritas hutang atau ekuitas entitas lain, dan dari penagihan pokok pinjaman yang diberikan kepada entitas lain, sedangkan dari arus kas keluar diperoleh dari transaksi untuk membeli properti, pabrik, dan peralatan, untuk membeli sekuritas hutang atau ekuitas entitas lain, dan untuk memberikan pinjaman kepada entitas lain. Pada aktivitas pembiayaan dari arus kas masuk diperoleh dari transaksi penjualan sekuritas ekuitas dan dari penerbitan hutang (obligasi dan wesel), sedangkan pada arus kas keluar
diperoleh dari transaksi kepada pemegang saham sebagai dividen dan untuk melunasi hutang jangka panjang atau memperoleh kembali modal saham yang merupakan pos-pos kewajiban jangka panjang dan ekuitas (Kieso 2002: 375).
Penyusunan laporan arus kas melibatkan tiga langkah pokok yaitu:
1. Menentukan perubahan dalam kas. Prosedur ini bersifat langsung karena perbedaan antara saldo awal dan akhir kas dapat dengan mudah dihitung dari pemeriksaan atas neraca perbandingan.
2. Menentukan arus kas bersih dari kegiatan operasi. Titik awal yang berguna dalam Menentukan arus kas bersih dari kegiatan operasi adalah memahami mengapa laba bersih harus dikonversi. Menurut prinsip- prinsip akuntansi yang diterima umum, sebagian besar perusahaan harus menggunakan dasar akuntansi akrual yang mensyaratkan bahwa pendapatan dicatat ketika dihasilkan (earned) dan beban dicatat ketika terjadi (incurred). Prosedur ini rumit, melibatkan analisis atas laporan laba-rugi tahun berjalan dan neraca komparatif serta data transaksi tertentu.
3. Menentukan arus kas besih dari kegiatan investasi dan pembiayaan. Semua perubahan lain dalam akun-akun neraca harus di analisis untuk menentukan pengaruhnya terhadap kas.
Terdapat dua metode atau teknik penyusunan arus kas yaitu metode langsung dan metode tidak langsung. Pada metode langsung, arus kas
disusun berdasarkan buku besar kas perusahaan selama satu periode. Sedangkan pada metode tidak langsung, arus kas disusun berdasarkan perubahan pada komponen neraca (Darsono 2005:90). Kieso (2002: 378- 379), mengatakan bahwa konversi laba bersih menjadi arus kas bersih dari kegiatan operasi dapat dilakukan baik dengan metode langsung maupun tidak langsung. Kedua metode tersebut adalah:
1. Metode langsung
Metode langsung (juga disebut metode laporan laba-rugi) melaporkan penerimaan kas dan pengeluaran kas dari kegiatan operasi. Selisih di antara kedua jumlah tersebut adalah arus kas bersih dari kegiatan operasi. Dengan kata lain, metode langsung mengurangi penerimaan kas operasi dengan pengeluaran kas operasi. Metode langsung (direct method) menunjukkan laporan penerimaan kas dan pengeluaran kas secara ringkas. Transaksi yang terjadi pada arus kas operasi dalam metode ini meliputi penerimaan pelanggan, pembayaran pemasok, pembayaran kepada karyawan, pembayaran bunga, dan pembayaran pajak. Transasksi yang terjadi pada arus kas aktivitas investasi meliputi pembelian aktiva tetap, penjualan aktiva tetap, dan pembayaran investasi jangka panjang. Sedangkan transasksi arus kas aktivitas pendanaan meliputi penambahan pinjaman jangka pendek, penambahan pinjaman jangka panjang, pembayaran dividen, dan penambahan modal.
2. Metode tidak langsung
Metode tidak langsung (atau metode rekonsiliasi) dimulai dengan laba bersih dan kemudian dikonversi menjadi arus kas bersih dari kegiatan operasi. Dengan kata lain, metode tidak langsung menyesuaikan laba bersih dari pos-pos yang mempengaruhi pelaporan laba bersih tetapi tidak mempengaruhi kas. Untuk menghitung arus kas bersih dari kegiatan operasi, pembebanan nonkas akan dikurangkan. Transaksi arus kas operasi yang terdapat dalam metode ini meliputi laba bersih, penyesuaian, penurunan piutang, peningkatan persediaan, peningkatan hutang dagang, dan penurunan biaya dibayar dimuka. Transaksi arus kas dari aktivitas investasi meliputi peningkatan aktiva tetap, penurunan aktiva tetap, dan peningkatan investasi jangka panjang. Sedangkan transaksi arus kas dari aktivitas pendanaan meliputi peningkatan pinjaman jangka pendek, peningkatan pinjaman jangka panjang, pembayaran dividen, dan penambahan modal.
Perbedaan penggunaan kedua metode ini bukan bertujuan untuk memanipulasi data keuangan dari perusahaan, melainkan untuk memberikan informasi yang berbeda sesuai dengan kebutuhan dari para stockholders dan masing-masing metode mempunyai pendukung masing-masing. Dalam metode tidak langsung lebih banyak digunakan oleh perusahaan, karena lebih mudah untuk diterapkan dan juga lebih mudah merekonsiliasikan perbedaan antara laba bersih dan arus kas bersih yang dihasilkan oleh
aktivitas operasi. Sedangkan metode lansung lebih banyak digunakan oleh para pemakai laporan keuangan terutama para bankir yang akan memberikan pinjaman karena lebih mencerminkan pemasukan dan pengeluaran kas secara langsung.
Pemilihan antara metode langsung dan tidak langsung ini hanya mempengaruhi kepada aktivitas operasinya saja, sedangakan pada aktivitas pendanaan dan aktivitas investasi tidak memiliki pengaruh apa-apa.