• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV KOMANDO, KENDALI, DAN KOMUNIKASI

PENYUSUNAN RPKB

Dalam upaya mendapatkan RPKB yang baik, penyusunannya dibagi ke dalam beberapa tahapan utama yang terdiri dari persiapan, penyusunan dan pengesahan. Masing-masing memiliki komponen masing-masing dan hasil akhirnya adalah terdapatnya dokumen RPKB milik daerah yang telah disahkan sebagai produk kebijakan daerah di bidang penanggulangan bencana. Keseluruhan proses penyelenggaraan penyusunan RPKB di tingkat provinsi dan kabupaten/kota dilaksanakan oleh pemerintah daerah masing-masing, sebagai penanggung jawab utama dalam urusan pemerintah bidang penanggulangan bencana di daerah. Secara teknis, BPBD mengkoordinir dan mengorganisir pelaksanaan penyusunan RPKB. Perlu diperhatikan beberapa hal tahapan penyusunan mulai dari persiapan hingga pengesahan, terutama metodologi, materi lokakarya, peserta, penyelenggara, narasumber, fasilitator dan kerangka waktu setiap tahapan.

3.1 Dasar-dasar pelaksanaan penyusunan RPKB A. Penanggung jawab penyusunan RPKB

Pemerintah daerah adalah penanggung jawab penyusunan RPKB di tingkat wilayah kewenangannya masing-masing. Inisiatif dan dukungan penyusunan RPKB dapat datang dari pihak manapun, namun pemegang tanggung jawab tetap berada pada pemerintah daerah sebagaimana ketentuan peraturan perundang-undangan.

B. Sumber data dan informasi

Dalam mendukung proses penyusunan RPKB, khususnya pada tahap workshop, memerlukan data dan informasi awal untuk dianalisis yang hasilnya dapat diolah lebih lanjut. Sumber data yang digunakan adalah data resmi pemerintah, baik yang bersifat kebencanaan maupun non kebencanaan. Data kebencanaan misalnya dokumen KRB, RPB, produk hukum dan kebijakan terkait penanggulangan bencana lainnya. Sedangkan data yang bersifat non kebencanaan seperti data aset daerah yang ada di OPD yang bertugas di bidang pengelolaan aset daerah (BPKAD), data sumberdaya manusia milik daerah/ASN daerah yang dapat ditemukan di Badan Kepegawaian Daerah, dan data-data lain seperti kebijakan pembangunan berjangka milik daerah (RPJMD) yang terdapat di Bappeda dan daerah dalam angka. Sepanjang dimungkinkan dan bersifat terbuka untuk publik, informasi strategis lainnya, terutama yang dimiliki instansi vertikal juga dapat dijadikan sebagai data/informasi pendukung.

C. Alur Workshop

Untuk standarisasi proses workshop sehingga menghasilkan dokumen RPKB sesuai yang diharapkan, alur workshop penyusunan RPKB merujuk pada kerangka modul/materi yang dikembangkan oleh BNPB. Modifikasi dan penyesuaian yang diperlukan dapat dilakukan dengan mempertimbangkan efektifitas dan setelah melalui proses konsultasi dengan BNPB.

D. Narasumber

Narasumber adalah seseorang yang karena kompetensi jabatan dan/atau keahliannya, baik dari unsur pemerintah maupun non pemerintah berperan menyampaikan arahan dan memaparkan materi yang mendukung pengetahuan, pemahaman dan motivasi peserta tentang situasi risiko bencana di daerah, pentingnya keberadaan kerangka kerja bersama untuk penanggulangan kedaruratan bencana multi ancaman serta pentingnya berbagi peran sesuai potensi sumberdaya masing-masing.

E. Fasilitator penyusunan RPKB

Merupakan yang berdasarkan keahlian, keterampilan, pengetahuan dan pengalamannya ditugaskan oleh BNPB atau BPBD membantu proses penyusunan RPKB di dalam workshop.

Fasilitator dapat berasal dari unsur pemerintahan maupun non pemerintahan. Dalam pemilihan fasilitator, BPBD yang akan menyusun RPKB mengkonsultasikan ke BNPB tentang kebutuhan tenaga fasilitator yang akan ditugaskan.

F. Pihak yang terlibat atau peserta

Pihak utama yang dilibatkan dalam proses penyusunan RPKB adalah semua unsur perangkat pemerintah daerah atau OPD. Selanjutnya yang harus dilibatkan adalah instansi pemerintah vertikal yang ada di daerah. Kemudian dapat mengikut sertakan unsur dari non pemerintah sesuai kebutuhan sebagai pendukung proses penyusunan seperti FPRB atau lembaga terkait lainnya. Di setiap daerah komposisi OPD berbeda-beda, untuk itu perlu merujuk pada peraturan daerah setempat tentang pembentukan OPD sekaligus untuk mendapatkan informasi tentang tugas pokok dan fungsinya (Tupoksi) masing-masingnya dalam menjalankan pemerintahan di situasi normal.

Informasi awal tentang daftar OPD dan tupoksinya akan membantu dalam mengidentifikasi dan menyepakati siapa akan melakukan apa di saat situasi darurat bencana.

3.2 Tahapan Penyusunan RPKB A. Tahap Persiapan

Sebagai langkah awal dalam pelaksanaan penyusunan RPKB, BPBD melaksanakan beberapa tahap mulai dari persiapan berupa penjajakan dukungan politis kepala daerah karena yang akan disusun nantinya menjadi dokumen kebijakan daerah yang proses untuk menghasilkannya melibatkan banyak pemangku kepentingan di pemerintahan. Tahap persiapan lainnya adalah konsultasi dengan BNPB, pengumpulan dan analisis data awal hingga sosialisasi persiapan.

Identifikasi pihak-pihak yang akan terlibat dalam penyusunan merupakan salah satu hasil dari pengolahan data yang berhasil dikumpulkan. Demikian juga halnya dengan data aset milik daerah yang potensial dikerahkan atau dimanfaatkan untuk penanganan kedaruratan akibat bencana.

B. Tahap Workshop Penyusunan

Penyusunan RPKB dilaksanakan melalui workshop dengan materi sesuai dengan modul yang dikembangkan oleh BNPB. Tahap lokakarya penyusunan dilakukan dalam tiga hari yang didahului dengan paparan tentang pengenalan situasi risiko bencana berdasarkan KRB atau RPB, pentingnya RPKB, perlunya berbagi peran dan mekanisme pengerahan sumberdaya disaat penanganan kedaruratan bencana. Draft awal dokumen rencana RPKB akan dimatangkan melalui rapat-rapat finalisasi oleh tim perumus/tim kecil guna penyempurnaan draft awal. Tidak tertutup kemungkinan adanya perbaikan draft yang memerlukan data tambahan dari berbagai sumber terkait di daerah.

C. Tahap Konsultasi Hasil dan Pengesahan

Sebagai dokumen kebijakan, rancangan dokumen RPKB yang dihasilkan tim penyusun perlu dikonsultasikan. Konsultasi terbuka dilakukan terhadap semua pihak pemangku kepentingan penanggulangan bencana di daerah dan juga kepada BNPB. Setelah perbaikan dan diangap sudah final, rancangan tersebut dipaparkan dihadapan Kepala Daerah, Forkompinda dan para pimpinan OPD dalam rapat presentasi hasil. Setelah disempurnakan dan disetujui sesuai hasil rapat presentasi tersebut, BPBD bersama Biro Hukum/Bagian Hukum memproses pengesahan dokumen RPKB menjadi Keputusan Kepala Daerah.

Lebih rinci masing-masing tahapan di dalam penyusunan RPKB dapat dijelaskan sebagaimana tabel dibawah ini:

No Komponen Tahapan

Persiapan Penyusunan Konsultasi Hasil dan Pengesahan

7. Output yang dihasilkan

1. Arahan dan dukungan politis kepala daerah 2. Pemangku

pemerintahan yang akan terlibat 3. Komitmen

perangkat

pemerintahan yang akan terlibat 4. Data dan informasi

(KRB, RPB, Perda Pembentukan OPD, data aset daerah, data SDM pemda dan instansi vertikal, dll)

1. Rancangan dokumen RPKB

2. Rancangan Keputusan Kepala Daerah

1. Dokumen RPKB final 2. Dokumen Keputusan

Kepala Daerah

3.3 Pembiayaan

Pelaksanaan penyusunan RPKB di daerah menggunakan dana yang bersumber dari APBD, atau dapat dibiayai APBN pada bagian Anggaran kementerian dan lembaga serta sumber lain yang tidak mengikat sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

BAB IV

Dokumen terkait