2. Statip 3. Stop watch 4. Penggaris ( besi ) 5. Beban gantung
IV. PROSEDUR EKSPERIMEN
Percobaan I
a. Gantungkan 1 beban (w) = 0,5 N pada pegas sebagai gaya awal (F0) b. Ukur panjang awal (X0) pegas dan catat hasilnya ada table di bawah
Laboratorium Fisika FSAINTEK UIN - SU Hal 38
c. Tamabahkan satu beban dan ukur kembali panjang pegas ( l ) .Catat hasil pengamatan ke dalam table.
d. Ulangi langkah c dengan setiap kali menambah 1 beban untuk melengkapi table di bawah.
Percobaan II
a. Pasang 1 beban pada pegas
b. Tarik beban ke bawah sejauh ±2cm dan siapkan stopwatch di tangan. c. Lepaskan beban, bersamaan dengan menekan (menghidupkan)
stopwatch.
d. Hitung sampai 10 getaran dan tepat pada saat itu, matikan stopwatch. Di catat hasil pengamatan ke dalam tabel
e. Hitung waktu untuk 1 getaran (periode, T) dan lengkapi isian tabel. f. Ulangi langkah a sampai e dengan simpangan 3 cm.
g. Ulangi langkah b sampai f dengan setiap kali menambah 1 beban.
V. DATA PERCOBAAN Percobaan I X0=………m ; F0= ……...N W (N) ∆F = (w – F0 ) N X (m) ∆X = ( X - XO) m 0,5 1.0 1.5 2.0 2.5 Percobaan II Simpangan (m) Massa Beban (kg) Waktu (t) untuk 10 Ayunan (sekon) Periode (T) (Sekon) T2 (Sekon) 0,02 …
Laboratorium Fisika FSAINTEK UIN - SU Hal 39 ….
…. …. ….
VI. ANALISA DATA
Percobaan I
a. Buatlah grafik pertambahn gaya pegas (∆F) terhadap pertambahan
panjang (∆X)
b. Dari grafik tentukan tetapan pegas (k) dari persamaan (1)
Percobaan II
a. Buatlah grafik hubungan massa beban (m) terhadap T2 untuk masing
– masing simpangan
Laboratorium Fisika FSAINTEK UIN - SU Hal 40
M - 4 PENETAPAN MASSA JENIS ZAT CAIR DENGAN “AREOMETER”
I. TUJUAN EKSPERIMEN
- Menentukan massa jenis berbagai-bagai zat cair misalnya air, larutan garam, larutan gula, syrup, minyak tanah dan lain-lain.
- Membuktikan hukum Archimedes
II. TEORI EKSPERIMEN
Prinsip : Hukum Archimedes
Sebuah benda yang dicelupkan kedalam zat cair akan mendapatkan tekanan ke atas yang sama dengan berat zat cair yang dipindahkannya.
Jadi akan berkurang beratnya sebesar berat zat cair yang dipindahkannya.
- Suatu benda akan melayang dalam zat cair, bila berat zat cair yang didesaknya sama dengan berat benda itu sendiri. Ini bisa terjadi bila massa jenis benda sama dengan massa jenis zat cair tersebut .
Laboratorium Fisika FSAINTEK UIN - SU Hal 41 - Suatu benda akan tenggelam dalam zat cair, bila berat benda itu lebih
besar dari massa jenis zat cair.
- Suatu benda akan terpung dalam zat cair, bila massa jenis benda lebih kecil dari massa jenis zat cair, sehingga berarti juga berat zat cair yang dipindahkan sama dengan berat benda seluruhnya.
(Disini volume zat cair yang dipindahkan lebih kecil dari volume benda tersebut oleh karena tidak semua bagian benda yang tenggelam).
Dalam hal ini tekanan kebawah yang disebabkan oleh berat benda diimbangi oleh tekanan keatas oleh zat cair yang dipindahkan oleh bagian yang tenggelam dari benda tersebut. Bila massa jenis zat cair makin besar maka makin sedikit bagian yang tenggelam dari benda itu. Prinsip inilah yang dipakai untuk areometer.
Areometer adalah sebuah benda celup dari kaca yang mempunyai skala yang langsung dapat menunjukkan berapa massa jenis zat cair itu. Areometer ini merupakan sebuah tabung kaca yang mempunyai skala timah pemberat baian bawah sehingga titik beratnya terletak sangat rendah. Angka- angka skala ini semakin kebawah semakin besar, dan angka-angka dibuat sesuai dengan kebutuhannya untuk mengukur massa jenis zat cair apa yang dignakan). Misalnya aerometer untuk mengukur massa jenis air, larutan garam, larutan gula, syrup kita pakai yang berskala 1000-2000. Untuk minyak tanah kita pakai yang berskala 0,700-1,000.
Untuk zat cair yang mempunyai massa jenis di luar batas-batas tersebut maka kita pakai aerometer yang berskala kira-kira sesuai dengan massa jenis zat cair tersebut. Pada percobaan ini juga harus kita perhatikan perubahan-perubahan massa jenis sehubungan dengan perubahan temperaturnya. Sebagaimana kita ketahui bahwa massa jenis berbanding terbalik dengan temperatur atau dengan kata lain makin tinggi temperatur, makin kecil massa jenisnya. Hal ini dapat kita lihat dalam rumus berikut:
Laboratorium Fisika FSAINTEK UIN - SU Hal 42
Selain itu, harus diingat bahwa untuk air adalah keistimewaannya yaitu apa yang disebut dengan “anomali air”. Yang dimaksud dengan anomaly air ialah kelainan air dari sifat-sifat pemuaian yang terjadi pada temperature 0oC s/d 4oC. Pada temperature ini, ia mempunyai sifat yang bertentangan dengan hokum pemuaian.
Disini bila air dipanaskan dari 0oC ⟶ 4oC, maka volumenya bukan bertambah besar melainkan berkurang. Sedangkan massa jenisnya juga bertambah besar. Bila didinginkan dari 4oC ke 0oC maka volumenya bertambah besar da massa jenisnya semakin kecil. Jadi, disini seolah- olah massa jenis berbanding lurus dengan temperatur, lihat tabel massa jenis air pada temperatur.
Jadi, dapatkah kita mengerti bahwa :
Pada 0oC ; volume air besar sedang massa jenisnya kecil.
Pada 4oC ; volume air paling kecil dan massa jenisnya paling kecil.
Dalam pembacaan harus yang kita baca adalah permukaan yang paling rendah dari miniskus. Ini disebabkan karena permukaan zat cair yang tidak rata, melainkan mempunyai kecekungan atau kecembungan yang kita sebut dengan miniskus. Cekung atau cembungnya suatu miniskus tergantung pada adhesi dan kohesi.
Bila adhesi lebih besar dari kohesi maka permukaannya cekung.
Bila kohesi lebih besar dari adhesi maka permukaannya cembung. Kohesi adalah gaya tarik-menarik dari molekul-molekul sejenis (disini daya tarik menarik antara molekul-molekul air itu sendiri). Sedang adhesi adalah daya tarik- menarik antara molekul-molekul berbeda (disini dayay tarik menarik antara molekul air dengan molekul-molekul dinding tabung). Juga dalam membaca dijaga supaya jangan terjadi kesalahan parallax dan untuk ini pembacaan harus dilakukan dalam bidang
horizontal.
Laboratorium Fisika FSAINTEK UIN - SU Hal 43
Areometer dengan pembagian skala
Gelas Ukur
Sendok dan pengaduk
Termometer
Neraca