• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peralatan Tambang Bawah Tanah

Dalam dokumen Catatan Dari Bawah Tanah Proses Kemenjad (Halaman 28-35)

Peralatan tambang bawah tanah merupakan alat yang umum digunakan dan khususnya dirancang untuk tambang bawah tanah.

Pengankutan tambang bawah tanah adalah usaha atau cara mengeluarkan bijih atau bahan galian lain atau kebutuhan tambang bawah tanah atau dari hasil penambangan bawah tanah.

Peralatan dan pengangkutan tambang bawah tanah adalah bagian dari disiplin ilmu pertambangan yang mempelajari seluk beluk peralatan tambang bawah tanah dan proses pengeluaran bahan galian dari bawah permukaan tanah kepermukaan tanah.

Tujuan dari peralatan dan pengenalan tambang bawah tanah yaitu :

1. Untuk mengetahui seluk beluk tambang bawah tanah 2. Untuk mengetahui system tambang bawah tanah

3. Untuk merancang peralatan yang digunakaan sesuai dengan metode yang digunakan. Factor-faktor yang diperhatikan dalam pemilihan tambang bawah tanah :

1. Dimensi / ukuran endapan deposit 2. Arah dan kemiringan

3. Kedalaman endapan bijih dari permukaan 4. Umur tambang

5. Letak atau posisi ore body

6. Sifat fisik/kimia dari ore body dan country rock 7. Swell factor

8. Air tanah

9. Biaya penambangan 10.Fasilitas yang tersedia

11.Kecenderungan ore body untuk pecah atau hancur Macam-macam cara transportasi, yaitu :

1. Manual haulage 2. Mechanical haulage 3. Transport raise 4. Hoisting

Aktivitas penambangan bawah tanah

1. Blasting (pembongkaran)

Peledakan dilakukan untuk melepskan batuan dari batuan induknya atau untuk memperkecil ukuran atau lebih mudah diangkut dengan menggunakan bahan peledak. Tujuan peledakan Tambang Bawah Tanah

- Menghasilkan ruang untuk gudang, jalan saluran dan pembuatan trowongan - Mengambil material/pembongkar material

Factor-faktor yang mempengaruhi peledakan:

- Jenis batuan - Density batuan - Struktur batuan

- Jenis bahan peledak, cara atau teknik peledakan

Dasar-dasar peledakan Tambang Bawah Tanah:

- Peledakan bawah tanah dilakukan kearah satu bidang bebas. Sedangkan peledakan dipermukaan kearah dua bidang bebas.

- Tempat ledakan lebih terbatas, bahan peledak, jenis bahan peledak umumnya low eksplosif

Factor-faktor yang harus diperhatikan dalam pemilihan bahan peledak pada Tambang Bawah Tanah:

1. Sifat bahan peledak

- Api penyalaannya kecil

- Temperature peledakannya relative rendah - Tidak menghasilkan gas beracun

2. Disesuaikan dengan material yang diledakkan 3. Partikuler set dari standart blasting

4. Besarnya biaya.

2. Mucking (pemuatan/loading)

Pemuatan pada Tambang Bawah Tanah istilahnya hamper sama dengan pemuatan tambang terbuka (tb) yaitu pemuatan broken ore, dimuat keatas alat angkut untuk selanjutnya diangkut keluar permukaan (pengangkutan)

Macam-macam alat muat yang digunakan a. Continous loader

b. Scraper c. Coal catter

d. Lhd (load haul dump) e. Overshoot loader f. Gathering arm loader

3. Hauling (pengangkutan)

Kegiatan pengangkutan Tambang Bawah Tanah adalah

- Usaha atau cara untuk mengeluarkan bijih hasil penambangan ke permukaan - Kegiatan pengangkutan dimulai dari tempat penambangan ke penampungan

sementaraselanjutnya ke mulut shaft kemudian ke happer, lori, atau langsung ke dump truck untuk diangkut kepermukaan atau:

a. Dari tempat penambangan ke penampungan sementara b. Dari penampungan ke mulut shaft (hosting dengan lori)

c. Dari penampungan ke hopper (belt conveyord) lori ataupun langsung ke truck lewat incline.

Macam-macam jalan masuk ke Tambang Bawah Tanah dan alat angkut yang sesuai:

1. Shaft vertical : incline kombinasi 2. Tunnel

3. Adit

Jenis-jenis alat angkut :

1. Shaft : cage, skip, pipa/pompa, kenekan.

2. Tunnel/adit : lokomotif dan lori, truck, belt conveyord, lhd, pipa/pompa, shuttle car Jenis jalan pengangkutan :

1. Auxiliary haulage digunakan untuk mengangkut material dari stop eke chute atau dari stop eke loading point

2. Main haulage ialah mengangkut material dari pit bottom ke shaft station/keluar tambang. Macam-macam alat angkut :

Alat angkut mekanis :

1. Cage skip 2. Truck 3. Belt conveyord 4. Lori-lokomotif 5. Lhd 6. Rope haulage 7. Hoisting

8. Pipa pompa dan sutlle.

System pengangkutan Tambang Bawah Tanah

Pengangkutan Tambang Bawah Tanah merupakan upaya untuk mengeluarkan ore dari permukaan kerja ke permukaan tanah, ataupun pengiriman alat dan bahan dari permukaan kedalam tambang dan pengangkutan bawah tanah rancangan system pengangkutan yang baik harus mencakup secara keseluruhan. Pengangkutan didalam Tambang Bawah Tanah dibagi menjadi 3 yaitu:

1. Gathering haulage adalah system pengangkutan yang langsung berhubungan atau berhadapan dengan permukaan kerja.

2. Auxalary/secondary haulage adalah system pengangkutan yang mengangkut material dari penambangan ke penampungan sementara.

3. Main haulage adalah system pengangkutan yang mengangkut material dari penampungan sementara ke mulut shaft, ke happer langsung kepermukaan tanah.

Macam-macam cara pengangkutan

1. Manual hauling adalah penangkutan dengan menggunakan tenaga manusiandengan bantuan alat sedrhana dan atau hewan

2. Mechanical hauling adalah pengangkutan dengan alat-alat mekanis 3. Transport raise adalah pengangkutan dengan mengguakan system grafitasi

(ore press atau ore chute atau menggunakan raise).

4. Hoisting adalah pengangkutan dengan menggunakan kerekan. Peralatan berbeda dengan peralatan tambang terbuka yakni dalam hal :

1. Geometri 2. Fungsi 3. Kekuatan

Jenis peralatan dan pengangkutan pada tambang bawah tanah tergantung pada beberapa hal seperti :

1. Geometri endapan : bentuk, ketebalan, kemiringan dan struktur.

2. Karakteristik endapan adalah jenis endapan, kadar kekuatan, kondisi struktur, kondisi pelapukan.

3. Karakteristik batuan samping 4. Posisi endapan terhadap permukaan 5. Kondisi air tanah

Macam-macam peralatan Tambang Bawah Tanah: 1. Alat pemboran - Rock drill - Drill jumbo - Drill rigs 2. Alat muat/gali - Overshoot loader - Continous loader - Gathering arm loader - Scraper

- Goal chutter

- Lhd (load haul dump)

3. Alat angkut - Truck - Belt conveyord - Lori + lokomotif - Lhd - Rope haulage - Hoisting

- Pipa + pompa dan chage/skip

A. Scrafer

Penggunaan scraper pada tambang bawah tanah apabila metode gravitasi tidak bias dimanfaatkan 30o– 35o, penggunaan scraper dapat menurunkan biaya

development, meningkatkan produksi, dan menurunkan biaya timber. Factor-faktor yang mempengaruhi pemilihan scrafer ;

1. Sifat Material dan kondisi lantai kerja 2. Sudut adalah digging angle

3. Kapasitas scrafer dan berat buatan

4. Typy hoist yang digunakan dipengaruhi oleh tempat kerja

Untuk daerah naik atau turun pengaruhnya terhadap sudut gali, untuk daerah naik digging angle relative besar dan material yang digali ditarik lebih sedikit, sedangkan untuk daerah turun digging angle relative kecil dan material yang digali relative besar. Hal-hal yang dibutuhkan untuk menetukan tipe dan ukuran scrafer :

1. Kondisi material yang akan dipisahkan berat, basah, kering atau lengket, ukuran material.

2. Tonage yang diinginkan : perjam pada jarak rata-rata, perjam pada jarak terjauh, waktu produksi.

3. Kondisi tempat kerja : luas, lebar, panjang front kerja, jarak tempuh rata-rata dan maksimum, kondisi lantai (kasar, licin), arah angkut material, gardien lantai kerja (naik-turun)

4. Tenaga yang tersedia: tekanan udara, listrik

5. Maksud pemakaian scrafer untuk pekerjaan persiapan, produksi dan pengisian.

Alat muat

Klasifikasi scrafer berdasrkan jumlah hoistnya scrafer diklasifikasikan menjadi 2 :

1. Single drum hoist

- Konstruksi, sebuah motor penggerak, 2 buah drum, sebuah tail rape, sebuah mainrape, sebuah shape, sebuah scrafer.

- Aplikasi cocok untuk daerah dimensi sempit dengan produksi sedikit.

2. Double drum hoist

- Konstruksi sebuah motor penggerak, 2 buah drum, sebuah tail rape, sebuah main rape, sebuah shape, sebuah scrafer.

- Aplikasi cocok untuk daerah dimensi sempit dengan produksi besar.

3. Tree drum hoist

- Konstruksi sebuah motor penggerak, 3 buah drum 3 buah amin rope, 2 buah tail rope, 2 buah toil shafe, sebuah scafer

- Aplikasi cocok untuk daerah dimensi stope luas dan produksi luas.

Dalam dokumen Catatan Dari Bawah Tanah Proses Kemenjad (Halaman 28-35)

Dokumen terkait