BAB II KAJIAN PUSTAKA
4.1 Gambaran Umum
4.2.2 Peran Edukasional
Pada dasarnya peran edukasional memiliki empat peran khusus yaitu membangkitkan kesadaran masyarakat, menyampaikan informasi, mengonfrontasikan, dan pelatihan. Dari keempat peran khusus tersebut hanya pelatihan yang dilaksanakan oleh LMI (Lembaga Manajemen Infaq) dikarenakan pelatihan merupakan sebuah peran edukasional yang paling spesifik, sebab memfokuskan pada sebuah upaya untuk mengajarkan pada sebuah kelompok masyarakat tentang cara-cara untuk melakukan sesuatu hal secara lebih khusus dan lebih luas. Peran ini merupakan sebuah peran penting dalam wujud pelaksanaan partisipasi atau peran serta yang dilaksanakan oleh LSM-LMI. Hal itu pula yang mendasari LSM-LMI untuk melaksanakan pelatihan-pelatihan bagi para bunda PAUD, di dalam sebuah pelatihan mempunyai beberapa sasaran kajian yang ingin diteliti terdiri dari :
Bentuk pelatihan yang diberikan LSM-LMI kepada para bunda PAUD Tunas Kreatif bentuknya sangat sederhana sebab hanya berupa tatap muka secara langsung dengan pembimbing yang telah ditunjuk, sehingga dapat tercapai interaksi secara langsung antara kedua belah pihak. Hal tersebut ssesuai dengan pernyataan yang dikemukakan oleh Sekretaris Program Mbak Iza Zuniawan menjelaskan bahwa :
“Ya..kami menyadari betul bahwa untuk mengajar anak-anak pada usia yang dini tidaklah mudah, hal tersebut perlu dilatarbelakangi oleh pendidikan ataupun kebiasaan dalam mengajar. Untuk itu LMI mempunyai inisiatif untuk memberikan tambahan pelatihan bagi seluruh bunda PAUD, melalui pelatihan secara hubungan langsung atau sejenis pelatihan non-formal.”(Hasil wawancara pada tanggal 7 Mei 2010)
Pendapat itu didukung oleh Staff Pelaksana Program Mbak Wulan yang menyatakan bahwa :
“Guna menunjang kepiawaian dalam mengajar, LMI memberikan tambahan pelatihan bagi para bunda melalui pelatihan non-formal sehingga bisa diperoleh interaksi langsung antar bunda dengan pengajar.”(Hasil wawancara pada tanggal 7 Mei 2010)
Hal yang sama pun dikemukakan oleh pengurus PAUD Tunas Kreatif Ibu Dyah Eko P, menjelaskan bahawa :
“LMI memang sangat membantu para bunda, mbak. Dengan memberikan pelatihan yang dilaksanakan dengan cara tatap muka secara langsung dengan pembimbing atau pengajarnya.”(Hasil wawancara pada tanggal 8 Mei 2010)
b. Materi Pelatihan
Materi-materi yang diberikan kepada para bunda PAUD Tunas Kreatif menyesuaikan dengan materi-materi yang berasal dari PKK Kota, namun pembimbing juga memberikan materi tambahan yang
sifatnya lebih kepada praktek. Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Program LMI, Mbak Iza Zuniawan bahwa :
“Pada intinya LSM-LMI tidak memiliki kurikulum khusus untuk memberikan pelatihan kepada para bunda PAUD Tunas Kreatif, LMI hanya memberikan materi yang sesuai dengan materi-materi PAUD.”(Hasil wawancara pada tanggal 10 Mei 2010)
Senada dengan pernyataan yang dikemukakan oleh Staff Pelaksana Program “Sekolah Pintar” Mbak Wulan yang menjelaskan bahwa :
“Sebenarnya, kami tidak mempunyai kurikulum khusus untuk memberikan bimbingan kepada para bunda PAUD, namun materi-materi yang kami berikan disesuaikan dengan pendidikan anak usia dini gitu mbak, ya materinya seperti metode pengajaran, cara penyampaian materi kepada murid serta penjelasan mengenai bahan-bahan yang bisa digunakan untuk mengajar supaya anak didik tidak merasa jenuh dengan materi-materi yang sama serta tambahan lagu-lagu bagi para bunda dalam mengajar.”(Hasil wawancara pada tanggal 10 Mei 2010)
Pernyataan di atas didukung dengan data sekunder mengenai materi-materi yang diberikan setiap bulan pada saat pelatihan bunda PAUD Tunas Kreatif, sebagai berikut :
Materi Pelatihan Bunda PAUD Bulan Januari sampai Mei Tahun 2010
No. Bulan Materi yang Disajikan
1. Januari Metode mengajar yang baik dan benar.
2. Februari Materi tentang seni seperti cara bernyanyi yang baik dengan menggunakan
gerakan.
3. Maret Materi tentang agama dan moral seperti tentang cara berdoa yang baik dan
bersikap sopan.
4. April Mengulas kembali tentang cara-cara mengajar yang baik dan benar
5. Mei Mengulas kembali materi tentang seni yaitu memberi tambahan lagu-lagu untuk
mengajar. Sumber : LMI Tahun 2010
Hal yang sama juga diungkapkan oleh pengurus PAUD Tunas Kreatif Ibu Dyah Eko bahwa :
“Kami disana diajarkan banyak hal ya seperti cara mengajar anak didik yang baik, cara bernyanyi serta diberikan tambahan lagu-lagu, lalu diberikan materi tentang cara berdoa yang baik bagi anak-anak, jadi kami sangat senang sebab ilmu kami bertambah.”(Hasil wawancara pada tanggal 11 Mei 2010)
c. Pembimbing Pelatihan
Pelatihan yang dilaksanakan oleh LSM-LMI merpakan sebuah kepedulian yang besar terhadap peningkatan mutu bagi bunda-bunda PAUD Tunas Kreatif. Oleh sebab itu, pengajar atau pembimbing dalam pelatihan tersebut merupakan orang yang berpengalaman, seperti yang diungkapkan oleh Sekretaris Program LMI, Mbak Iza
Zuniawan yang menjelaskan bahwa :
“Pembimbing para bunda PAUD adalah Bunda Herny seorang Kepala Sekolah KBIT Asy-Syifak.”(Hasil wawancara pada tanggal 10 Mei 2010)
Hal yang sama juga diungkapkapkan oleh Staff Pelaksana Program Mbak Wulan, bahwa :
“Pembimbing atau pembina pelatihan adalah berasal dari sekolah KBIT (Kelompok Bermain Islam Terpadau) Asy-Syifak, beliau bernama Bunda Herny seorang Kepala Sekolah ditempat tersebut yang telah mempunyai pengalaman mengajar selama bertahun-tahun.”(Hasil wawancara pada tanggal 10 Mei 2010)
Pernyataan di atas, didukung pula oleh Ibu Dyah Eko selaku pengurus PAUD Tunas Kreatif bahwa :
“Yang memberikan bimbingan kepada para bunda, namanya Bu Herny beliau seorang Kepala Sekolah Asy-Syifak. Beliau sangat sabar dalam memberikan tambahan ilmu kepada para bunda.”(Hasil wawancara pada tanggal 11Mei 2010)
d. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Pelatihan
Pelaksanaan pelatihan yang diadakan oleh LSM-LMI pun dijalankan dengan sungguh-sungguh, melalui pelaksanaan pelatihan secara rutin setiap bulan dengan durasi waktu yang cukup untuk menyampaikan materi tentang PAUD. Hal itu seperti yang dikemukakan oleh Sekretaris Program Mbak Iza Zuniawan, bahwa :
“Ehm..pelatihan tersebut dilaksanakan setiap bulan dan dilaksanakan di kantor LMI di Nginden. Lalu biasanya pelatihan itu dilaksanakan selama 90 menit atau 1 jam setengah.”(Hasil wawancara pada tanggal 10 Mei 2010)
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Staff Pelaksana Program “Sekolah Pintar” Mbak Wulan, bahwa :
“Pelaksanaan pelatihan diselenggarakan setiap bulan pada tanggal 10. Pelatihan itu dilakukan di kantor LMI Nginden,mbak. Jadi pelatihan itu tidak dilaksanakan di tempat luar dan waktu pelaksanaannya pada pagi hari ya selama 90 menit yang dilaksanakan pada pukul 09.00 pagi sampai pukul 10.30 WIB.”(Hasil wawancara pada tanggal 10 Mei 2010)
Pernyataan di atas didukung oleh pengurus PAUD Tunas Kreatif Ibu Dyah Eko yang menjelaskan bahwa :
“Ya..memang setiap bulan tanggal 10 kami datang ke kantor LMI Nginden untuk mengikuti pelatihan yang diadakan oleh LMI. Ya.. pelatihan itu diadakan pada pagi hari selama satu setengah jam”(Hasil wawancara pada tanggal 11 Mei 2010)
e. Tujuan Pelatihan
Pada dasarnya sebuah pelatihan yag dilaksanakan oleh LSM-LMI tentu mempunyai tujuan yang baik dan mulia. Hal tersebut tergambar dalam visi dan misi LMI sendiri. Seperti yang dipaparkan oleh Sekretaris Manajemen Program LMI Mbak Iza Zuniawan, menjelaskan bahwa :
“LMI khususnya pada program sekolah pintar ingin membentuk sebuah pribadi dari para bunda PAUD Tunas Kreatif agar lebih mandiri dan mampu memberikan sebuah materi-materi yang sangat beragam sehingga para anak didik mendapat materi-materi yang berkualitas.”(Hasil wawancara pada tanggal 7 Mei 2010)
Pernyataan itu didukung pula oleh staff pelaksana program Mbak Wulan, yang menjelaskan bahwa :
“Ehm...sejujurnya tujuan adanya pelatihan ini guna memberikan tambahan ilmu bagi para bunda PAUD yang latar belakang pendidikannya kurang sesuai dengan bidang pendidikan. Ya..kurang lebih itu tujuan adanya pelatihan tersebut.”(Hasil
wawancara pada tanggal 7 Mei 2010)
Hal yang sama pun diungkapkan oleh pengurus PAUD Tunas Kreatif Ibu Dyah Eko P memaparkan bahwa :
“Dengan adanya pelatihan tersebut, bunda PAUD merasa menjadi lebih percaya diri dan lebih mempunyai kemampuan untuk mengajar para anak didik dengan lebih mantap.”(Hasil wawancara pada tanggal 8 Mei 2010)
f. Partisipasi dalam Pelaksanaan Pelatihan
Dalam pelaksanaan sebuah kegiatan seperti pelatihan tentunya diharapkan sebuah peran serta atau partisipasi dari para bunda PAUD Tunas Kreatif, sebab pelatihan ini mempunyai manfaat untuk mengembangkan potensi mereka. Dan kesadaran akan pentingnya pelatihan tersebut telah dirasakan oleh para bunda di PAUD Tunas Kreatif, hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh Sekretaris Manajemen Program LMI, Mbak Iza Zuniawan, menyatakan bahwa :
“Para bunda PAUD Tunas Kreatif mempunyai minat yang cukup besar terhadap pelaksanaan kegiatan pelatihan, meskipun dari 8 orang bunda PAUD yang hadir hanya 5 sampai 6 orang saja, tapi ya sudah lumayan bagus lah..”(Hasil wawancara pada tanggal 7 Mei 2010)
Hal yang senada juga diungkapkan oleh Staff Pelaksana Program “Sekolah Pintar” Mbak Wulan, yang menjelaskan bahwa :
“Peminantnya cukup lumayan, ya jika diprosentase dari jumlah bunda PAUD Tunas Kreatif kurang lebih berkisar 70 % lah.”(Hasil wawancara pada tanggal 7 Mei 2010)
Pernyataan di atas didukung dengan data sekunder dari hasil absensi para bunda PAUD Tunas Kreatif selama lima bulan dari bulan
Januari sampai bulan Mei 2010 yang terlampir dari lampiran dua hingga lampiran 6 yang dibuat menjadi rekapan absensi supaya memudahkan untuk melihat kedatangan para bunda selama 5 bulan berturut-turut, yaitu :
Tabel 4.12
Rekapan Absensi Kehadiran Bunda PAUD Tunas Kreatif Selama 5 Bulan (Januari-Mei 2010)
Sumber : LMI Tahun 2010
Pernyataan di atas didukung pula oleh pengelola PAUD Tunas Kreatif Ibu Dyah Eko P yang menjelaskan bahwa :
“Ya...kalau bunda di sini lumayan banyak datang ke pelatihan itu tapi ya terkadang ada yang tidak bisa hadir karena kepentingan keluarga.”
Berdasarkan beberapa pemaparan di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa LSM-LMI telah berupaya memberikan peranannya dalam bidang edukasional, akan tetapi dari keempat peran khusus tersebut hanya satu peran yang dilakukan yaitu pelatihan karena
No. Bulan Jumlah (Orang) Prosentase (%)
1. Januari 5 18,52 2. Februari 5 18,52 3. Maret 6 22,22 4. April 6 22,22 5. Mei 5 18,52 Jumlah 27 100
pelatihan merupakan peran yang paling spesifik diantara keempat peran khusus yang lainnya. Dan pelatihannya tersebut telah disusun dengan sangat rapi yaitu dilaksanakan satu bulan sekali secara rutin setiap tanggal 10 dengan durasi waktu 90 menit serta melibatkan pembina yang berpengalaman dibidangnya, selain itu materi-materi yang diberikan juga sangat bermanfaat bagi para bunda dan sesuai dengan kurikulum yang ditetapkan oleh PKK Kota Surabaya dan partisipasi para bunda yang cukup baik telah mencapai 70 % serta mempunyai tujuan untuk menjadikan para bunda menjadi lebih mandiri dan memiliki kemmapuan untuk mengajar dengan lebih baik. Sehingga peran edukasional yang dilaksanakan oleh LSM-LMI tetap mencapai sasaran sesuai dengan yang diharapkan.
4.2.3 Peran Representasional