• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAJIAN PUSTAKA

3. Peran Guru dalam Mengembangkan Motorik Anak TK

Dalam mengembangkan berbagai kemampuan dasar anak TK peran guru sangatlah penting. Dalam merencanakan kegiatan fisik atau motorik seorang guru membutuhkan latar belakang yang kuat untuk memilih kegiatan fisik atau motorik yang bermakna dan sesuai bagi anak didiknya. Guru juga perlu menentukan tingkat keberhasilan yang sesuai

dengan kemampuan anaknya. Guru perlu mempelajarai tingkat kemampuan anak didiknya sehingga dapat menentukan jenis kegiatan dan ukuran keberhasilan yang sesuai dengan tahap perkembangan anak (Muhammad as`adi 2010: 21).

Guru mempunyai peran yang penting dalam pengembangan fisik motorik anak yang dapat dilakukan melalui bermain. Disekolah, gurulah yang menentukan apa aktivitas fisik atau olahraga yang dapat dilakukan anak sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangannya. Guru juga berperan dalam menumbuhkan minat anak terhadap berbagai kegiatan motorik anak seperti jenis olahraga, menggambar, melipat kertas dan lain - lain. Peran gurulah yang dapat mengarahkan dan menumbuhkan minat anak untuk mengikuti semua kegiatan fisik motorik tersebut dengan tujuan agar gerakan motorik kasar dan halus anak dapat dikembangkan dengan baik.

Guru dapat membantu mengembangkan minat dan rasa percaya diri anak dan perasaan mampu melakukan berbagai kegiatan fisik motorik yang sesuai untuk anak TK. Pengembangan motorik anak yang baik akan meningkatkan kemampuan dan kekuatan otot – otot anak. Perkembangan kekuatan otot tersebut diimbangi dengan perkembangan dalam mengkoordinasikan gerakan antara otot yang satu dengan otot yang lain. Apabila gerakan motorik kasar anak dapat berkembang dengan baik

maka keterampilan motorik halus yang telah dimiliki anak juga akan meningkat.

Guru perlu menentukan tujuan yang akan dicapai. Guru perlu menentukan gerak dan keterampilan yang perlu dikuasi anak melalui pelaksanaan beberapa kegiatan pembelajaran. Guru juga perlu menentukan apa dan bagaimana cara menilai hasil belajar anak serta melaporkan hasilnyaa kepada orang tua anak didik.

Guru juga bertanggung jawab dalam membantu mengembangakan keterampilan motorik anak TK dengan cara merencanakan dan mengatur secara baik,lingkungan belajar dan proses belajar anak untuk mencapai tujuan pengembangaan motorik anak TK. Untuk meningkatkan gerakaan motorik anak maka yang dapat dilakukan guru adalah :

a. Menyediakan peralatan atau lingkungan yang memungkinkan untuk melatih keterampilan motoriknya

b. Memperlakukan anak dengan sama

c. Memperkenalkan berbagai jenis keterampilan motorik

d. Meningkatkan kesabaran guru karena setiap anak memiliki jangka waktu sendiri dalam menguasai suatu keterampilan

e. Aktivitas fisik yang diberikan ke anak harus bervariasi

f. Berilah anak – anak aktivitas fisik yang memungkinkan anak menikmati dan dapat mencapai kemampuan yang diharapkan sesuai perkembangannya.

g. Saat melakukan aktivitas fisik yang menempatkan anak bersama beberapa anak lain

4. Menggambar

Menggambar adalah proses membuat gambar dengan cara menggoreskan benda-benda seperti pensil dan pena. Hasil dari proses ini berupa susunan garis. Adapun proses membuat gambar dengan cara melumurkan bahan warna seperti cat, pada bidang datar (misalnya kanvas, papan, triplek dan hardboard). Hasil dari menggambar berupa tata susunan warna.

Menurut Sumanto (2005:5) menggambar merupakan suatu perbuatan seseorang dalam usahanya untuk mengungkapkan buah pikiran, sehingga bermakna visual pada suatu bidang dan hasilnya disebut gambar.

Bentuk dapat diartikan sebagai wujud, bangun atau rupa. Bentuk-bentuk yang terdapat di sekitar kalian berasal dari Bentuk-bentuk atau pola dasar geometris (lingkaran,kubus,bola dan sebagainya) sehingga terjadi segala macam bentuk. Secara garis besar bentuk dapat digolongkan menjadi dua macam, yaitu bentuk geometris dan bentuk organis.

a.Bentuk geometris adalah bentuk-bentuk tertentu yang terukur dan dapat didefinisikan,misalnya : bujur sangkar, persegi panjang, bola, limas dan lingkaran.

b.Bentuk organis adalah bentuk alamiah yang sudah mengalami perkembangan, tidak lagi terukur dan sukar didefinisikan, misalnya : bentuk pohon, orang atau hewan.

Menggambar bentuk merupakan kegiatan untuk mewujudkan ilusi (bayangan atau angan-angan) melalui gambar ilusi dapat mengenai benda yang sedang dilihat atau digambar. Hasil dari menggambar bentuk adalah terwujudnya gambar yang realistis,artinya gambar yang dibuat itu harus menampakan kesan berisi dan terbuat dari bahan tertentu.Jadi,dapatlah didefinisikan menggambar bentuk adalah menggambar dari benda-benda sesuai dengan sifat-sifat benda tersebut (Sumanto, 2005:7).

Dalam bidang seni rupa, terdapat 2 (Dua) bentuk, yaitu: 1). Bentuk Figuratif (bentuk nyata sesuai dengan aslinya) 2). Bentuk Nonfiguratif (bentuk yang tidak nyata)

Selain itu, dapat juga digolongkan dalam:

1). Bentuk Abstrak, merupakan bentuk yang tidak nyata atau tidak meniru benda yang ada di alam

2). Bentuk Geometris, merupakan bentuk yang beraturan

3). Bentuk Non-geometris, merupakan bentuk yang tidak beraturan

4). Bentuk Stilasi, merupakan bentuk yang dihasilkan dari modifikasi bentuk hewan maupun tumbuhan. Contohnya pada batik.

5). Bentuk Visual Realistis atau Naturalis, bentuk yang ada di alam dan dibuat sesuai dengan kondisi aslinya.

Dengan Kata lain, pengertian gambar bentuk adalah gambar yang dibuat sesuai dengan kondisi aslinya.

Prinsip – prinsip Menggambar Bentuk:

1). Perspektif, merupakan prinsip menggambar sesuai dengan penglihatan. Objek gambar yang dekat digambar lebih besar, tinggi, dan jelas

2). Proporsi, merupakan perbandingan antara bagian yang satu dengan bagian yang lain secara menyeluruh

3). Komposisi, diartikan dengan susunan atau letak objek gambar yang menyatu

4). Gelap-Terang (Half – Tone). Bagian benda yang terkena cahaya akan tampak terang (putih atau warna muda). Sedangkan yang tidak terkena cahaya berkesan gelap (hitam atau warna tua).

5). Bayang – bayang (Shadow) untuk menunjukkan kesan tiga dimensi (realis).

Langkah – Langkah Menggambar Bentuk:

1). Pengamatan : kegiatan mengenali objek yang akan digambar 2). Sketsa : gambar dasar (gambar yang belum jadi

4). Menentukan teknik dengan menyesuaikan alat dan bahan yang digunakan. Bila menggunakan pensil gambar (warna), teknik arsir atau dusel lebih cepat. Dahulukan warna muda dan warna gelap tidak harus hitam.

5). Sentuhan akhir dengan memberikan penekanan pada karya gambar bentuk. Pendekatan yang Digunakan dalam Menggambar Bentuk yaitu Pendekatan Dengan Model, berarti dalam menggambar tersedia benda yang menjadi objek gambar.

Keuntungan pendekatan dengan model: 1). Objek gambar lebih jelas

2). Ketepatan sudut gambar lebih terjamin

Pendekatan tanpa model, mempunyai arti bahwa kegiatan menggambar tidak disertai adanya contoh atau benda sebagai objek gambar.

Teknik Menggambar Bentuk:

1). Teknik linear merupakan teknik menggambar dengan menjadikan garis sebagai unsur utama.

2). Teknik Blok merupakan cara menggambar dengan menggunakan satu warna

3). Teknik arsir merupakan cara menggambar dengan garis–garis sejajarah atau menyilang untuk menentukan gelap terang objek gambar sehingga tampak seperti tiga dimensi.

4). Teknik Dusel merupakan cara menentukan gelap terang pada gambar dengan menggoreskan pinsil dalam posisi miring /rebah.

5). Teknik Pointilis merupakan cara menentukan gelap – terang dengan memberi titik – titik padat untuk bagian gelap dan titik – titik yang jarang untuk bagian yang agak terang.

6). Teknik Aquarel merupakan cara menggambar dengan menggunakan sapuan tipis pewarna cat air, sehingga hasilnya tampak transparan atau tembus pandang.

7). Teknik Plakat merupakan cara menggambar menggunakan bahan cat air atau cat poster dengan sapuan warna tebal, sehingga hasilnya tampak pekat dan menutup (Zaidin, 2012).

Dokumen terkait