BAB II LANDASAN TEORI
A. Guru
3. Peran Guru dalam Proses Pendidikan
Guru dalam melaksanakan perannya harus mampu melayani peserta didik yang dilandasi dengan kesadaran, keyakinan, kedisiplinan dan tanggung jawab secara optimal sehingga memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan siswa-siswi secara optimal, baik fisik maupun psikis. Peranan guru dalam pendidikan menjadikan guru sebagai pahlawan yang berjasa dalam pelaksanaan proses pendidikan.
Di sekolah siswa mendapatkan bantuan dan bimbingan belajar dari guru melalui penyampaian informasi dan praktik berupa pengetahuan, keterampilan serta pembentukan sikap atau prilaku untuk membentuk siswa menjadi warga negara yang baik dan cerdas.18
17
Undang-undang No.20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Pasal 1.
18
Tubagus Ali Rachman Puja Kesuma, “Pengaruh Pemahaman Siswa Tentang Konsep Budaya Politik Terhadap Karakteristik Aspirasi Pemilih Pemula Di SMA Al-Kautsar Kota Bandar Lampung”, Elementary :Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 2017, Vol. 2 No.1, h. 75.
Menurut Imam Wahyudi beberapa peran guru yang berpengaruh terhadap pelaksanaan pendidikan disekolah dan perlu dipahami antara lain guru sebagai pendidik dan pengajar, guru sebagai anggota masyarakat, guru sebagai administrator dan guru sebagai pengelola pembelajaran, yaitu :19
a. Guru sebagai pendidik dan pengajar
Bahwasannya setiap guru berperan melakukan transfer ilmu pengetahuan, mengajarkan dan membimbing ana didiknya serta mengajarkan tentang segala sesuatu yang berguna bagi mereka dimasa depan.
Pendidikan adalah orang yang bertanggung jawab terhadap berlangsungnya proses pertumbuhan dan perkembangan potensi anak didik, baik potensi kognitif maupun potensi psikomotoriknya. b. Guru sebagai anggota masyarakat
Seorang guru harus mampu berinteraksi dan berkomunikasi dengan lingkunga secara baik mengenai administrasi sekolah dan segala sesuatu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran disekolah.
c. Guru sebagai administrator
Seorang guru berperan melaksanakan semua administrasi sekolah yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
19
Imam Wahyudi, Mengejar Profesionalisme Guru, (Jakarta : Prestasi Pustaka, 2012) h. 46
d. Guru sebagai pengelola pembelajaran
Bahwasannya guru berperan aktif dalam menguasai berbagai metode pembelajaran dan memahami situasi belajar didalam maupun diluar sekolah.
Mengenai peran guru sebagai seorang pendidik, terdapat beberapa peranan guru sebagaimana dijabarkan oleh E.Mulyasa sebagai berikut :20
a. Guru sebagai pendidik
Seorang guru harus memiliki standar kualitas pribadi tertentu yang mencakup disiplin, wibawa, tanggung jawab dan kemandirian. Guru sebagai pendidik yang menjadi tokoh, panutan dan identifikasi bagi para peserta didik dan lingkungannya.
b. Guru sebagai pengajar
Sebagai seorang pengajar guru harus mampu melaksanakan pembelajaran dan membantu siswa dalam mengembangkan potensi yang dimiliki peserta didik dengan baik dan tepat.
c. Guru sebagai pembimbing
Guru membimbing dan mengarahkan peserta didik dalam menata masa depan mereka, membekali dan bertanggung jawab terhadap bimbingannya.
20
d. Guru sebagai pelatih
Guru melatih peserta didiknya dalam mengembangkan kemampuan dan keterampilan mereka secara intelektual, afektif dan psikomotorik.
e. Guru sebagai penasehat
Guru berperan aktif dalam memberikan arahan dan bimbingan konseling kepada siswa.
f. Guru sebagai pembaharu
Guru berperan memberikan ide-ide dan pandangan masa depan kepada peserta didik.
g. Guru sebagai model dan teladan
Guru dijadikan tokoh atau model panutan yang dicontoh dan ditiru oleh peserta didik.
Menurut Nanang Hanafi dan Cucu Suhana peran guru adalah sebagai pendidik, pengajar, pemimpin, supervisor, administrator, motivator, fasilitator dan pembimbing yaitu :21 a. Guru sebagai pendidik
Guru berperan sebagai pendidik, yaitu memiliki kewajiban untuk melakukan reformasi kelas, sehingga diberi otonomi untuk melakukan inovasi dan perubahan di lingkungan kelasnya. Dengan peran yang diberikannya, guru dapat dengan leluasa untuk
21 Nanang Hanafi dan Cucu Suhana, Konsep Strategi Pembelajaran, (Bandung : PT Refika Aditama, 2012) p.108.
memahami, mengarahkan dan mengembangkan peserta didik dalam aspek intelektual, moral, emosional dan kinestetik.
Peran guru sebagai pendidik memiliki tanggung jawab yang lebih dalam dan luas didunia dan akherat, bai yang bersifat intelektual, moral, emosional, kinestetik dan estetika. Ada sebuah asumsi yang menyatakan dengan ilmu hidup menjadi mudah, dengan seni hidup menjadi indah, dengan agama hidup menjadi terarah.22
b. Guru sebagai pemimpin
Guru memiliki kelebihan jika dibandingkan dengan kemampuan anggota peserta didik dan komunitasnya sehingga dapat memberikan pengaruhnya kepada pihak lain, terutama peserta didik dalam rangka mencapai tujuan pembelajaraan.
Guru sebagai pemimpin di kelasnya harus mampu menciptakan atmosfir kelas yang ilmiah, agamis, dan menyenangkan. Hal ini sebagaimana dikatakan Riawan Amin yaitu sebagaai berikut : 1) Guru harus membangun kelas sebagai a place
of worship yaitu kelas sebagai tempat untuk membangun ibadah. 2)
Guru harus membangun kelas sebagai a place of wealth, yaitu tempat untuk membangun kesejahteraan lahir dan batin sehingga kela menjadi tempat untuk berbagi dan menyejukan hati secara inovatif. 3) Guru harus dapat membangun kelas sebagai a place of
22
warfare, yaitu menjadikan kelas sebagai tempat untuk memajukan
peserta didik.23
c. Guru sebagai supervisor
Guru dalam menjalankan tugasnya merupakan sosok pribadi yang profesional, yang siap berkooperatif untuk membantu mitra kerjanya dalam meningkatkan kompetensinya, baik dalam wadah Kelompok Kerja Guru (KKG) bagi guru-guru Sekolah Dasar, maupun dalam wadah Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) bagi guru-guru Sekolah Lanjutan Tingkat Atas.
d. Guru sebagai administrator
Guru secara otonom berperan sebagai administrator kelas, yaitu bertanggungjawab dalam perencanaan, pelaksanaan, penilaian, dan menentukan tindak lanjut kegiatan proses pembelajaran di dalam kelas.Ada beberapa tanggung jawab yang menjadi wewenang guru sebagai administrator kelas, yaitu mengelola silabus dan mengelola Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).24
e. Guru sebagai motivator
Secara harfiah motivasi berarti pemberian motif.25Motivator yaitu pendidik harus mampu mendorong peserta didik agar bergairah dan aktif belajar.
23 Ibid.h.107 24 Ibid. h.108 25
Donni Juni Priansa, Kinerja Dan Profesionalisme Guru, (Bandung : CV. Alfabeta, 2014) h. 96
Sebagai seorang pendidik seorang guru harus mampu memberikan semangat kepada siswa agar siswa lebih semangat, bergairah dan berkeinginan untuk terus belajar dan mendewasakan dirinya.
f. Guru sebagai fasilitator
Fasilitator yaitu guru dapat memberikan fasilitas yang memungkinkan kemudahan kegiatan belajar.
g. Guru sebagai pembimbing
Guru sebagai pembimbing adalah terletak pada kekuatan intensitas hubungan interpersonal antara guru dengan siswa yang dibimbing. Guru bertugas mengarahkan dan membimbing siswa agar dapat menemukan berbagai potensi yang ada pada dirinya agar siswa dapat melaksanakan tugas-tugas perkembangan mereka, sehingga dengan ketercapaian itu ia dapat tumbuh dan berkembang sebagai individu yang mandiri dan produktif.
Berdasarkan pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa peran guru dalam pembentukan kedisiplinan yaitu sebagai pendidik, pengajar, pemimpin, motivator, fasilitator dan pembimbing.