• Tidak ada hasil yang ditemukan

G. Konsep Pengembangan Ekowisata Berbasis Masyarakat di Rajegwesi 61

I. Peran Masyarakat dalam Pengembangan Ekowisata

Pada pengembangan kegiatan ekowisata berbasis masyarakat di Rajegwesi, peran atau partisipasi dari masyarakat itu sendiri mempunyai peranan

65 yang sangat penting sekali. Hal ini sesuai dengan Jain (2000) yang menyatakan bentuk partisipasi masyarakat dalam wisata berbasis masyarakat antara lain, yaitu: 1) partisipasi dalam perencanaan,

2) partisipasi dalam pembuatan keputusan dan manajemen, 3) partisipasi dalam pelaksanaan dan perjalanan prosesnya, dan

4)

partisipasi dalam pembagian keuntungan ekonomi.

Begitu pula pada pengembangan program kegiatan ekowisata Adventure at

Rajegwesi dan Rajegwesi Beach Tour peran masyarakat sangat penting sekali

untuk mendukung keberhasilan program tersebut. 1. Partisipasi dalam Perencanaan

Masyarakat yang tergabung dalam sebuah lembaga yang menangani wisata di Rajegwesi sebelumnya melakukan perencanaan tentang pengadaan program pengembangan ekowisata di Rajegwesi. Hal ini juga memungkinkan pihak pengelola TNMB juga ikut menyumbangsih pikiran tentang perencanaan wisata di Rajegwesi. Namun tetap saja masyarakat yang mempunyai peranan atau andil yang cukup besar untuk merencanakan program pengembangan ekowisata tersebut.

2. Partisipasi dalam Pembuatan Keputusan dan Manajemen

Tahap selanjutnya setelah perencanaan adalah pembuatan keputusan tentang program pengembangan ekowisata yang sepenuhnya berada di tangan masyarakat Rajegwesi. Disini pihak pengelola TNMB hanya berperan sebagai pembina dan penanggung jawab program saja.

3. Partisipasi dalam Pelaksanaan dan Perjalanan Prosesnya

Tahap selanjutnya setelah pembuatan keputusan adalah pelaksanaan program tersebut serta perjalanan prosesnya. Masyarakatlah yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan program serta proses perjalanannya karena sebelumnya masyarakat terlebih dahulu membuat konsep perencanaannya dan telah membuat keputusannya. Untuk perjalanan prosesnya masyarakat bisa dibantu oleh pihak pengelola TNMB untuk mengevaluasi dari setiap program kegiatan yang berjalan.

66 4. Partisipasi dalam Pembagian Keuntungan Ekonomi

Tahap yang terakhir yaitu tentang sharing profit atau pembagian keuntungan ekonomi. Sebelumnya harus tercapai kesepakatan dulu antara pihak pengelola TNMB selaku pembina dan penanggung jawab dengan masyarakat Rajegwesi selaku perencana dan pelaksana program kegiatan. Bila sudah tercapai kesepakatan maka tahap pembagian keuntungan ekonomi akan berjalan dengan lancar.

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

1. Potensi sumberdaya ekowisata yang terdapat di blok Rajegwesi yang dapat dijadikan daya tarik wisata berupa bentang alamnya dan budaya dari masyarakat Rajegwesi itu sendiri. Budaya tersebut antara lain kehidupan dan aktivitas nelayan Rajegwesi serta perayaan Petik Laut tiap awal tahun hijriah.

2. Persepsi masyarakat terhadap kawasan yaitu mereka menganggap kawasan hutan TNMB adalah milik negara yang dikelola oleh PHPA. Namun masih ada yang menganggap kawasan hutan TNMB adalah milik masyarakat, hal ini menjadi potensi timbulnya konflik dalam pengelolaan kawasan TNMB.

3. Sebagian besar masyarakat mendukung adanya pengembangan wisata di Rajegwesi, hal ini dilatarbelakangi oleh motivasi masyarakat untuk dapat meningkatkan taraf hidupnya. Sedangkan bentuk partisipasi yang diinginkan masyarakat dalam kegiatan pengembangan ekowisata di Rajegwesi adalah masyarakat ingin secara langsung terlibat dalam setiap proses pelaksanaan kegiatan ekowisata dan menginginkan adanya sharing profit. Hal ini disebabkan masyarakat menyadari akan keterbatasan keterampilan dan pengetahuan yang dimiliki.

4. Pengunjung yang mengunjungi TNMB rata-rata berprofesi sebagai pelajar/mahasiswa berusia sekitar 15-25 tahun dengan motivasi pengunjung sebagian besar didominasi untuk melihat penyu di Sukamade dan menikmati keindahan alam di TNMB. Hal ini menunjukkan bahwa wisata yang bisa dikembangkan di Rajegwesi berdasarkan minat pengunjung dan potensi yamng dimiliki Rajegwesi adalah wisata edukatif.

5. Program kegiatan ekowisata berbasis masyarakat yang dapat ditawarkan di Rajegwesi yaitu Adventure at Rajegwesi dan Rajegwesi Beach Tour. Peran masyarakat dalam program kegiatan tersebut terlihat dengan adanya bentuk partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan, pembuatan keputusan, pelaksanaan dan pembagian keuntungan ekonomi.

68 6. Pengembangan ekowisata di Rajegwesi memungkinkan terjadinya permasalahan baru bagi TNMB yaitu membesarnya enclave di Rajegwesi akibat animo pendatang yang ingin meningkatkan taraf hidup dari adanya pengembangan ekowisata tersebut.

B. Saran

1. Merealisasikan pengembangan ekowisata berbasis masyarakat di Rajegwesi dengan menerapkan strategi pengembangan ekowisata berdasarkan analisis SWOT, yaitu

a) mengembangkan program kegiatan ekowisata berbasis masyarakat yang menggabungkan potensi alam dan budaya yang dimiliki Rajegwesi untuk menarik pengunjung

b) mengenalkan atau mempromosikan program kegiatan ekowisata yang ada di Rajegwesi

c) peningkatan kemampuan SDM masyarakat melalui pengadaan berbagai macam pelatihan teknis dan manajerial

d) pengadaan perbaikan sarana dan prasarana wisata untuk memenuhi kepuasan pengunjung

e) pengadaan perbaikan jalan menuju dan di Rajegwesi agar arus transportasi menjadi lancar

f) menarik investor untuk kelancaran pengelolaan wisata di Rajegwesi

2. Perlu adanya penyuluhan secara intensif tentang awasan TNMB kepada masyarakat Rajegwesi mengingat masih adanya persepsi masyarakat yang masih menganggap kawasan hutan TNMB adalah milik masyarakat.

3. Perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai kelembagaan bila terjadi ancaman atau dampak negatif terhadap masyarakat Rajegwesi yaitu enclave makin membesar di kawasan TNMB.

DAFTAR PUSTAKA

Abadi, Muhammad Afzan. 2006. Upaya Meningkatkan Minat Baca Pada Anak. Skripsi. Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam. Fakultas Adab. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga. Yogyakarta. http://almaipii.multiply.com/journal/item/4 [4 Februari 2008]

Abikusno, Rhinomuraena Murtoaji. 2005. Studi Pengembangan Potensi Kawasan

Wisata Pemandian Air Panas Sari Ater Hot Spring Resort (Ciater), Kabupaten Subang, Jawa Barat. Skripsi. Departemen Konservasi

Sumberdaya Hutan dan Ekowisata. Fakultas Kehutanan. Insititut Pertanian Bogor.

Anonim. 1998. Peraturan Pemerintah No. 68 tentang Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam. Departemen Kehutanan. Jakarta.

Avenzora, Ricky. 2003. Ekotourisme: Evaluasi Konsep. Media Konservasi Vol. No.2 Juni 2003 : 75-84.

Damanik, Janianton and Helmut F. Weber. 2006. Perencanaan Ekowisata. Dari Teori ke Aplikasi. Pusat Studi Pariwisata (PUSPAR) UGM dan ANDI Press. Yogyakarta.

Denman R. 2001. Guidelines For Community-Based Ecotourism Development. UK: WWF International. Assets.panda.org/download/guidelinesen [12 Mei 2008]

Departemen Kehutanan Republik Indonesia. 2007. Kemungkinan Meningkatkan

Ekowisata.http://www.dephut.go.id./informasi/PHPA/mphpa1.html

[6 September 2008]

Entebe, Rini Fitriah. 2002. Studi Perencanaan Pengembangan Ekowisata Pada

Sempadan Ruas Aliran Sungai Sa’dan (Studi Kasus di Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan). Skripsi. Jurusan Konservasi

Sumberdaya Hutan. Faklutas Kehutanan. Insititut Pertanian Bogor.

Fandeli, Chafid dan Muhammad Nurdin. 2005. Pengembangan Ekowisata

Berbasis Konservasi di Taman Nasional. Fakultas Kehutanan UGM, Pusat

Studi Pariwisata UGM, dan Kantor Kementerian Lingkungan Hidup. Yogyakarta.

Ife, J. 2005. Community Development. Longman London.

Jain, Nandita.Wendy Lama. Renzino Lepcha. 2000. Community–based Torism for

Conservation and Development: A Resource Kit. The Mountain Institute.

Washington, USA.

67

Lash, Gail Ms. 1997. What Is Community – Based Ecotourism. In Ecotourism For Forest Conservation and Community Development (Jeffrey Bornemeir, Michael Victor and Pactrick B. Durst). Proceeding of RECOFTC an Internasional Seminar, Chiang Mai. Thailand.

MacKinnon, J and Kathy MacKinnon, Graham Child, Jim Thorsel. 1990.

Pengelolaan Kawasan Yang Dilindungi di Daerah Tropika. Harry

Harsono (Terj). Gajah Mada University Press. Yogyakarta.

Muntasib E. K. S. H, Ricky A, Eva R, Yun Y, dan Resti M. 2004. Rencana

Pengembangan Ekowisata Kabupaten Bogor. Laporan Akhir.

Laboratorium Rekreasi Alam. Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan Fakultas Kehutanan IPB dan Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Kabupaten Bogor.

Naibaho, Hendra Asmara. 2002. Studi Perilaku Pengunjung Dalam Kegiatan

Ekowisata di Taman Nasional Gunung Halimun. Skripsi. Jurusan

Konservasi Sumberdaya Hutan. Faklutas Kehutanan. Insititut Pertanian Bogor.

Ndraha. 1987. Metodologi Penelitian Pembangunan Desa. Bina Aksara. Jakarta.

Rahardjo, Budi. 2005. Ekotourisme Berbasis Masyarakat dan Pengelolaan

Sumberdaya Alam. PUSTAKA LATIN. Bogor.

Rangkuti F. 2006. Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis (Reorientasi

Konsep Perencanaan Strategis untuk Menghadapi Abad 21). PT.

Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Riyanto, Budi. 2005. Pemberdayaan Masyarakat Sekitar Hutan dalam

Perlindungan Kawasan Pelestarian Alam. Lembaga Pengkajian Hukum

Kehutanan dan Lingkungan. Bogor.

Santosa SP. Tangkilisan HNS. Tanpa tahun. Strategi Pengembangan Sektor

Pariwisata. PT. Yayasan Pembaharuan Administrasi Publik Indonesia

(YPAPI). Yogyakarta.

Soekadijo, R. G. 2000. Anatomi Pariwisata. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Sudarto G. 1999. Ekowisata: Wahana Pelestarian Alam Pengembangan Ekonomi

Berkelanjutan dan Pemberdayaan Masyarakat. Yayasan Kalptaru Bahari

bekerjasama dengan Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia. Bandung.

Suhaidin, Tahaimin. 2008. Artikel Motivasi dan Pembangunan Diri : Definisi,

Pengertian, dan Motivasi Takrifan Motivasi. http://www.ugmc.bizland.com/ak-ertimotivasi.htm [4 Februari 2008]

71 Suprana, N. 1997. Pengembangan Pariwisata Alam Di Kawasan Pelestarian

Alam: Suatu Peluang, Ekonomi, Peran Serta Masyarakat dan Ramah Lingkungan Dalam Pengembangan Obyek Wisata Alam. Prosiding

Pelatihan dan Lokakarya Perncana Pariwisata Berkelanjutan. ITB. Bandung.

Usman. M. 1999. Peluang Pengembangan Ekoturisme Indonesia sebagai Andalan

Alternatif Kepariwisataan Nasional, Makalah Pada Seminar Prospek dan

Manajemen Ekoturisme Memasuki Milenium Ketiga. Departemen Kehutanan. Bogor. Jawa Barat.

Winkel,WS.1985.MateriSosiometri.http://fransiscamudji.freehostia.com/Pemaha man%20Individu%20I/MATERI15.pdf. [12 Mei 2008]

Lampiran 1. Matriks SWOT

Faktor Internal

Faktor Eksternal

Kekuatan (S)

1. Daya tarik kawasan yang masih alami (keindahan pemandangan pantai Rajegwesi)

2. Adanya budaya khas dan beberapa peninggalan sejarah di Rajegwesi (petik laut, petilasan Ki Ageng Wilis)

3. Adanya keinginan masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan

pengembangan ekowisata di Rajegwesi 4. Keterbukaan masyarakat terhadap

pengunjung

5. Keamanan pengunjung terjamin

Kelemahan (W)

1. Banyaknya sarana dan prasarana pengelolaan yang sudah rusak dan tidak memadai

2. Latar pendidikan masyarakat yang masih rendah 3. Kurangnya kemampuan pelaku wisata alam di

Rajegwesi

4. Kemampuan modal masyarakat untuk membuka usaha masih rendah

Peluang (O)

1. Kemampuan dasar Bahasa Inggris masyarakat yang cukup baik 2. Lokasi Rajegwesi yang berdekatan

dengan Bali

3. Pasar masih terbuka luas 4. Berkembangnya berbagai media

cetak dan elektronik yang begitu pesat, yang merupakan suatu peluang besar untuk

memasyarakatkan TNMB secara lebih luas

5. Minat pengunjung yang tinggi terhadap wisata alam di TNMB

Strategi (SO)

1. Mengembangkan program kegiatan ekowisata berbasis masyarakat yang menggabungkan potensi alam dan budaya yang dimiliki Rajegwesi untuk menarik pengunjung (S1-S5, 01-O5)

2. Mengenalkan atau mempromosikan program kegiatan ekowisata yang ada di Rajegwesi (S1-3, O1-O5)

Strategi (WO)

1. Pengadaan perbaikan sarana dan prasarana wisata untuk memenuhi kepuasan pengunjung (W1,O5) 2. Peningkatan kemampuan SDM masyarakat melalui

pengadaan berbagai macam pelatihan teknis dan manajerial (W2-W3, O1-O5)

Ancaman (T)

1. Adanya kompetitor/pesaing pantai wisata yang ada di Banyuwangi selain pantai Rajegwesi

2. Kurangnya dana pengelolaan yang dianggarkan TNMB untuk pengelolaan wisata di Rajegwesi 3. Aksesibilitas yang sulit dijangkau

Strategi (ST)

1. Pengadaan perbaikan jalan menuju dan di Rajegwesi agar arus transportasi menjadi lancar (S4,T3)

Strategi (WT)

1. Menarik investor untuk kelancaran pengelolaan wisata di Rajegwesi (W4,T2)

Lampiran 2. Kuesioner untuk masyarakat sekitar kawasan

KUESIONER MASYARAKAT

No. Responden : Tanggal : A. Data Pribadi 1. Umur : 2. Jenis kelamin : 3. Asal/tempat tinggal : 4. Pendidikan terakhir : 5. Pekerjaan :

B. Persepsi masyarakat terhadap kawasan

1. Pendapat Saudara tentang kawasan hutan TNMB? a. Hutan yang angker tidak boleh diganggu b. Hutan milik masyarakat

c. Hutan tidak dimiliki oleh siapapun sehingga boleh dimanfaatkan oleh siapapun

d. Hutan yang dikelola oleh pihak pengelola Balai TNMB e. Lainnya………. 2. Manfaat yang diperoleh dengan adanya kawasan TNMB?

a. Sumber mata air d. Sumber obat-obatan tradisional b. Sumber kayu bakar e. Sumber mata pencaharian c. Tempat rekreasi f. Lainnya……….

3. Apakah Rajegwesi merupakan daerah yang potensial untuk kegiatan wisata alam?

a. Ya, karena………. b. Tidak, karena……… 4. Apakah anda setuju Rajegwesi dikembangkan menjadi objek wisata?

a. Ya b. Tidak

75 5. Menurut anda apa yang dapat dikembangkan dari Rajegwesi untuk dijadikan

objek wisata?

a. Keindahan pemandangan alamnya (pantai Rajegwesi/Teluk Hijau) b. Upacara - upacara adat

c. Wisata petualang/tracking

d. Keanekaragaman satwa dan tumbuhan

e. Lainnya...

6. Apabila akan dikembangkan sebagai objek wisata, sarana dan prasarana apa saja yang harus diadakan atau ditambah?

a. Perbaikan jalan

b. Perbaikan sarana ibadah c. Pengadaan sarana transportasi

d. Pengadaan stand penjualan souvenir/oleh-oleh khas e. Pengadaan stand penjualan makanan khas

f. Pengadaan penginapan

g. Lainnya... 7. Manfaat yang diperoleh dengan adanya kegiatan wisata di Rajegwesi?

a. Kondisi jalan menjadi baik

b. Membuka lapangan kerja/ada kesempatan berwirausaha c. Bisa berinteraksi dengan pengunjung

d. Terkenalnya kawasan Rajegwesi e. Tidak ada manfaat yang dirasakan f. Lainnya……….

8. Apakah anda berkeinginan untuk ikut terlibat dalam pengembangan Rajegwesi sebagai objek wisata?

a. Ya b. Tidak

9. Apa yang akan anda lakukan jika ada pengembangan wisata di Rajegwesi? a. Membuka warung

b. Menjadi pemandu wisata

76 d. Ikut menjaga keamanan sekitar kawasan Rajegwesi

e. Lainnya………..

10. Apabila anda berkeinginan untuk ikut terlibat dalam pengembangan wisata di Rajegwesi namun terdapat hambatan, kira-kira apa saja hambatan yang anda punya?

a. Terbatasnya keterampilan

b. Keterbatasan pendidikan dan pengetahuan c. Terbatasnya modal

d. Terbatasnya waktu e. Terbatasnya tenaga

f. Lainnya... 11. Apa alasan anda untuk ikut terlibat dalam kegiatan wisata di Rajegwesi?

a. Meningkatkan taraf hidup

b. Meningkatkan pengetahuan dan wawasan

c. Menjaga dan memelihara sumberdaya alam (flora fauna) d. Melestarikan budaya tradisional

e. Memperkenalkan Rajegwesi (keindahan alam dan budaya)

12. Apa yang akan anda lakukan terhadap pengunjung terutama para turis? a. Bersikap ramah

b. Tersenyum dan menyapa c. Cuek saja

d. Lainnya... C. Harapan terhadap pengembangan wisata di Rajegwesi

1. Apa harapan Saudara kedepannya dengan adanya pengembangan ekowisata di Rajegwesi?

a. Membuka lapangan kerja baru

b. Peningkatan kesejahteraan masyarakat c. Kawasan Rajegwesi menjadi terkenal

d. Kondisi jalan dan jaringan komunikasi menjadi lebih baik e. Lainnya………

Lampiran 3. Kuesioner untuk pengunjung

KUESIONER PENGUNJUNG

No. Responden : Tanggal : A. Data Pribadi 1. Umur : 2. Jenis kelamin : 3. Asal/tempat tinggal : 4. Pendidikan terakhir : 5. Pekerjaan :

6. Alokasi dana untuk berwisata per bln (Rp) : B. Motivasi pengunjung

1. Apakah yang memotivasi anda untuk berwisata? a. Adanya waktu luang

b. Adanya anggaran biaya untuk berwisata c. Adanya objek wisata yang ingin dikunjungi

d. Lainnya……… 2. Berapa banyak waktu luang yang anda punya untuk berwisata?

a. 1x dalam 1 minggu c. 1x dalam 1 tahun

b. 1x dalam 1 bulan d. Lainnya………. 3. Banyaknya anggaran biaya yang anda perlukan untuk tiap kali berwisata? ………. 4. Objek wisata yang anda sukai untuk berwisata?

a. Pantai d. Perkebunan

b. Gunung e. Lainnya………..

c. Curug/air terjun

78 C. Persepsi pengunjung

1. Apakah anda mengenal istilah wisata bahari?(jika tidak, berhenti menjawab)

a. Ya b. Tidak

2. Dibawah ini ada beberapa contoh jenis kegiatan wisata bahari. Sebutkan jenis wisata bahari yang paling anda sukai? (jawaban boleh lebih dari 1)

a. Sun set e. Swimming

b. Bersampan f. Surfing/berselancar

c. Diving/menyelam g. Memancing

d. Snorkeling h. Lainnya………

3. Menurut anda seperti apakah suatu lokasi dinyatakan sesuai untuk dilakukan wisata bahari ?

a. Memiliki panorama pantai yang indah b. Pantai yang landai dengan ombak yang besar c. Memiliki keunikan atau ciri khas

d. Terdapat berbagai habitat dan ekosistem seperti terumbu karang, hutan bakau, dsb

e. Lainnya………

4. Menurut anda fasilitas seperti apa saja untuk suatu lokasi yang dinyatakan sesuai untuk wisata bahari?

a. Akomodasi (penginapan, rumah makan, bar) b. Telekomunikasi

c. Penerangan

d. Penyewaan alat-alat untuk kegiatan wisata bahari e. Souvenir

f. Pelayanan kesehatan

g. Lainnya...

6. Menurut anda seberapa pentingkah keterlibatan masyarakat dalam kegiatan wisata bahari dan sebutkan alasannya?

a. Penting, karena... b. Tidak terlalu penting, karena...

79 c. Tidak penting karena...

9. Jika menurut anda penting, seperti apakah keterlibatan masyarakat tersebut? a. Sebagai pemandu wisata/tour guide

b. Penjual makanan (rumah makan) c. Penyedia penginapan (homestay) d. Pedagang souvenir

e. Lainnya... 5. Pantai-pantai apa saja yang anda ketahui di TNMB?

a. Pantai Bandealit d. Stone beach

b. Pantai Sukamade e. Lainnya... c. Pantai Rajegwesi

6. Dari beberapa pantai yang disebutkan di no.5 apakah ada yang tidak anda ketahui?

a. Ada (lanjut no.7) b. Tidak (lanjut no. 8) 7. Supaya diketahui, apakah saran anda?

a. Diiklankan lewat media elektronik (radio/televisi) b. Iklan lewat internet

c. Iklan lewat media cetak (koran/brosur/leaflet) d. Pasang iklan lewat agen travel

e. Lainnya... 8. Darimana anda mengetahui informasi tersebut?

a. Teman d. Radio atau televisi b. Leaflet/brosur e. Agen travel

c. Internet f. Lainnya... 9. Sebutkan pantai yang paling anda sukai di TNMB dari yang anda ketahui?

... 10. Pernahkah anda berkunjung ke pantai tersebut?

a. Pernah, berapa kali...(lanjut no.12) b. Tidak pernah (lanjut no.11)

80 11. Mengapa anda tidak pernah mengunjungi pantai tersebut?

a. Belum ada waktu luang

b. Belum ada anggaran biaya untuk berkunjung c. Lainnya...

12. Apakah anda merasa puas setelah mengunjungi pantai tersebut? a. Ya (lanjut no. 15) b. Tidak (lanjut no.13) 13. Mengapa anda merasa tidak puas?

... 14. Supaya dapat memenuhi kepuasan pengunjung, apakah saran anda?

... 15. Apakah anda berkeinginan untuk mengunjungi kembali?

a. Ya b. Tidak

D. Minat pengunjung

1. Kegiatan yang anda lakukan di TNMB?

a. Berkemah/camping d. Menikmati keindahan alam

b. Melihat penyu di Sukamade e. Lainnya………. c. Tracking

2. Apakah anda pernah berkunjung ke tempat wisata yang sejenis dengan TNMB?

a. Belum pernah

b. Pernah, yaitu ……….

3. Selain mengunjungi tempat wisata yang alami, tempat wisata yang paling sering anda kunjungi ?

Lampiran 4. Data Monografi Rajegwesi Tahun 2008

DATA MONOGRAFI KAMPUNG RAJEGWESI

 

1. Kampungan : Rajegwesi

2. Desa : Sarongan

3. Kecamatan : Pesanggaran 4. Kabupaten : Banyuwangi 5. Propinsi : Jawa Timur 6. Data keadaan bulan/tahun : Mei 2008

A. BIDANG PEMERINTAHAN I. UMUM

1. Luas dan batas wilayah

a. Luas kampung Rajegwesi : 28 Ha b. Batas wilayah

1. Sebelah Utara : Kawasan Hutan Lindung 2. Sebelah Timur : Kawasan Hutan Lindung 3. Sebelah Selatan : Lautan Indonesia 4. Sebelah Barat : Kawasan Hutan Lindung

2. Kondisi geografis

a. Ketinggian tanah dari permukaan laut : 3 m

b. Banyaknya curah hujan : 2000 mm/th

c. Topografi : Rendah

3. Orbitasi (jarak dari Pusat Pemerintahan Desa) a. Jarak dari Pusat Pemerintahan Desa : 3 Km b. Jarak dari Pemerintahan Kecamatan : 19 Km c. Jarak dari Ibukota Kabupaten : 90 Km

II. PERTANAHAN 1. Peruntukan a. Jalan : 10 Ha b. Sawah : 5,875 Ha c. Tegalan : 7 Ha d. Pemukiman : 5 Ha e. Pekuburan : 0,25 Ha III. KEPENDUDUKAN

1. Jumlah penduduk menurut a. Jenis kelamin

1. Pria : 343 jiwa

81   

82   

2. Wanita : 305 jiwa

Jumlah : 648 jiwa

b. Jumlah kepala keluarga : 237 jiwa c. Kewarganegaraan : Indonesia

2. Jumlah penduduk menurut agama dan penganut kepercayaan terhadap Tuhan YME

a. Islam : 577 jiwa b. Kristen : 30 jiwa c. Hindu : - d. Budha : 41 jiwa

3. Jumlah penduduk menurut pendidikan a. Tidak tamat SD : 116 jiwa

b. SD : 71 jiwa c. SMP : 32 jiwa d. SMA : 18 jiwa e. Sarjana : 1 jiwa

4. Jumlah penduduk menurut mata pencaharian a. Karyawan

1. Pegawai Negeri Sipil : 1 jiwa

2. ABRI : 1 jiwa 3. Swasta : 21 jiwa b. Wiraswasta/pedagang : 10 jiwa c. Tani : 10 jiwa d. Pertukangan : 97 jiwa e. Buruh : 5 jiwa f. Pensiunan : 2 jiwa g. Nelayan : 101 jiwa

IV. JUMLAH TINGKAT PERANGKAT 1. RW : 1 unit

2. RT : 3 unit

V. KEAMANAN KAMPUNG

1. Jumlah Hansip : 4 jiwa 2. Ketentraman dan ketertiban

a. Pos Kamling : 3 unit

b. Pos PPA : 1 unit

B. BIDANG PEMBANGUNAN 1. Sarana peribadatan

a. Masjid : 1 buah

b. Musholla : 1 buah

2. Sarana olahraga

83    3. Sarana perhubungan a. Jalan kampung : 2,5 Km b. Jalan desa : 1 Km c. Jembatan : 2 buah 4. Perdagangan/jasa

a. Toko pracangan : 4 buah b. Warung makan : - 5. Perumahan dan jenis pemukiman

a. Rumah permanen : 21 buah b. Rumah semi permanen : 104 buah c. Rumah non permanen : 96 buah

C. BIDANG KEMASYARAKATAN

1. Keagamaan

a. Majelis Ta’lim : Kelompok…….anggota 2. Kesehatan

a. Dukun khitan/sunat : - b. Dukun bayi : 1 jiwa 3. Olahraga

a. Sepak bola : 1 kesebelasan

b. Voli : 1 perkumpulan

4. Alat transportasi

a. Sepeda gunung : 115 buah b. Sepeda motor : 35 buah c. Mobil pribadi : 2 buah 5. Pengairan

a. Bendungan kecil : 1 buah b. Saluran air : 300 m 6. Pertanian

a. Padi : 5,875 Ha dan 23,75 ton b. Jagung : 3 Ha dan 4,5 ton c. Ketela pohon : 1 Ha dan 4 ton 7. Perkebunan

a. Kelapa : 5 Ha dan 2,5 ton b. Kopi : 3 Ha dan 1,8 ton 8. Ternak

a. Kambing : 45 ekor b. Ayam kampung : 215 ekor

c. Sapi : 41 ekor

Sarongan, 28 Mei 2008

KEPALA DESA SARONGAN

Dokumen terkait