Gizi dalam Keperawatan II
III. 4. Peran mineral
Mineral adalah unsur kimia yang merupakan bagian tak terpisahkan dari diet yang mempunyai peran penting untuk pertumbuhan dan menjaga keseimbangan metabolisme dalam tubuh. Jika kebutuhan perhari lebih dari 100 mg maka dikelompokkan sebagai mineral utama (makro) jika kurang dari 100 mg/hari dikelompokkan sebagai trace mineral.
1. Makromineral
Unsur kimia yang tergolong makro mineral antara lain:
Ca, Mg, Na, K, P, S, Cl. Mineral ini merupakan 60-80% material inorganic dalam tubuh
2. Trace mineral
Mineral yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit, dibagi menjadi 3 golongan:
a Essential trace mineral (mikronutrien): Fe, I, Cu, Zn, Mn, Co, Mo, Se, Cr, dan F.
b Possibly essential trace elements : Ni, Va, Si, Sn
c Non essential trace elements: Al, Boron, Germanium, Cd, As, Pb, Hg
Peran mineral dalam tubuh terlibat dalam bermacam – macam sintesis. Berikut dibawah ini adalah peran mineral.
Kalsium (Ca)
Kalsium total dalam tubuh seberat 1,5 Kg. sebesar 99% berada di tulang, sbg hidroksiapatit dan amorf kalsium fosfat dan 1 % di aliran darah. Kalsium dibutuhkan untuk eksitabilitas jantung dan otot, saraf, dan permeabilitas membran, koagulasi darah. Absorbsi kalsium di
usus halus secara aktif, dibantu vitamin D, laktosa, protein, pH asam.
Absorbsi kalsium dapat dihambat oleh oksalat dan fitat. Kebutuhan anak – anak 1500 mg/hr, dewasa 500mg/hr, keadaan menyusui atau hamil 1500mg/hr. Jika terjadi hyperkalsemia (dalam darah lebih dari 11 mg/dl) akibat adenoma parathyroid atau tumor memproduksi PTH ectopic, sehingga ekskresi kalsium di urin turun. Jika kadar calcium kurang dari 8 mg/dl disebut hipokalsemia. Hipokalsemia dapat menyebabkan tetani bias akibat pengambilan kelenjar parathyroid atau autoimmune. Pada kondisi ini irritabilita otot meningkat. Sumber asupan kalsium dari susu, cereal.
Fosfor (P)
Komponen phosphor tubuh total sekitar 1 kg. Tulang mengandung 80% phosphate dan otot mengandung 20 % phosphate. Kebutuhan Phosphat perhari sekitar 500 mg. Phosphat terlibat pada proses pembentukan tulang, gigi, penghasilan enrgi phiosphat tinggi (ATP,CTP, DTP), synthesis ko enzim NADP, membrntuk struktur Phosphodiester kerangngka DNA, RNA. Sumber asupan phosphate misalnya susu, mengandung sekitar 100 mg/dl. Kadar phosphate darah anak sekitar 5-6 mg/dl sedang pada dewasa sekitar 3-4 mg/
dl. Sumber asupan phosphate. Akibat kegagalan absorbs phosphate menyebabkan hipophosphosetemia, biasanya pada alkoholise kronik, menyebabkan Hipercalsemia. Sedangkan hiperphosphosetemia menyebabkan sel lisis, Tyrotoxocosis, dan hipocalsemia.
Magnesium
Komponen magnesium di tubuh sekitar 70% bergabung dengan Ca. Asupan dewasa perhari rerata adalah 300-400 mg. Sumber magnesium, adalah sayuran berwarna hijau, ikan, cereal, kacang polong. Rerata kadar di serum sekitar 1.8-2.2 mg/dl. Defisiensi magnesium menyebabkan disfungsi neuromuskuler, menurunkan ambilan glukosa oleh insulin. Hipomagnesia dapat disebabkan oleh
chirosis hepar, malnutrisi protein, hypoparathyroidism. Sedangkan hipermagnesia disebabkan oleh gagal ginjal, keracunan oxalate, multiple myeloma, hiperparatyroidsm.
Ferrum (Fe)
Total besi yang terdapat dalam tubuh sebersar 3-4 mg, tersebar sebanyak 75 % di darah dan sisanya di hepar, limpha, sumsum tulang dan otot. Asupan untuk dewasa sekitar 20 mg/hr, untuk anak – anak 20-30 mg/hr dan kondisi hamil 40 mg/hr. Besi terlibat pada proses pembentukan hemoglobin, penulangan, pemeliharaan myelin, komponen metaloenzim dan beberapa protein. Besi dapat disimpan berbentuk ferritin dan hemosiderin di hepar. Transport besi sebagai transferrin 9 protein pembawa besi). Jika kelebihan simpanan besi menyebabkan hemosiderosis biasanya akibat transfuse darah berulang- ulang. Jika terjadi defisiensi besi berakibat anemia mikrositik hipokromik. Absorbsi besi membutuhkan vitamin C dan diatur oleh system pengaturan mucosal, penyimpanan dan erythropoietin. Sumber asupan besi adalah gula merah, sayuran bergdaun hijau, daging.
Cuprum (Cu)
Tubuh mengandung sekitar 100 mg tembaga, tersebar di otot, hepar,tulang,sumsum tulang, otak, ginjal, jantung, dan rambut, juga beberapa enzyme seperti, cytochrome oxidase, tyrosinase, lysyl oxidase, allanine synthase, monoamine oxidase, superoxide dismutase and phenol oxidase. Tembaga diperlukan untuk sintesis hemoglobin, sebagi cofactor vitamin C proses hidroksilasi, meningkatkan kadar HDL dan melindungi jantung. Jika kadar tembaga kberlebihan erdapat pada penderita Wilson’s disease and Menke’s kidney hair syndrome. Tembaga terakumulasi di otak, hepar dan kornea. Asupan normal perhari sekitar 1.5 - 3 mg/hari. Sumber makanan utama tembaga adalah daging, cereal, kacang, hati, sayuran hijau. Normal serum tembaga sekitar 25
- 50 mg/dl. Intestinum hanya mampu neenyerap 10 % tembaga yang berasal dari makanan. Ekskresi tembaga melalui empedu.
Zink (Zn)
Total Zn dalam tubuh sekitar 2 gr, tersebar sejumah 60 % di otot dan 30 % di tulang, area hippocampus otak dan secret prostat, spermatozoa, prostat, epididymis. Sejumlah lebih dari 300 enzym memerlukan kofaktor Zn, misalnya carboxypeptidase, carbonic anhydrase, alkaline phosphatase, lactate dehydrogenase, alcohol dehydrogenase, enzyme RNA polymerase. Asupan Zn perhari sebesar 100mg/hari. Peran Zn terlibat pada proses pertumbuhan, reproduksi, penyembuhan luka, perbaikan sel rusak. Kekurangan Zn menyebabkan gangguan penyembuhan luka, kuit mudah memar, kegagalan spermatogenesisi, hiperketratosis, dermatitis, dan alopecia (botak di bagian- bagian tumbuhnya rambut). Jika asupan Zn tinggi misalnya 1000 mg/ hari menyebabkan keracunan Zn yang berdampak pada tukak lambung, pakreatitis, anemia, mual dan muntah.
Flouride (F)
Flouraide dikenal sebagai pelindung dari karies gigi, F dalam air sekitar 1 ppm, Namun jika kelebihan F menyebabkan fluorosis lebih berbahaya dari pada karies. Jika F di tubuh sekitar 2 ppm menyebabkan gastroenteritis, berat badan turun, osteosclerosis, gigi tidak berwarna dan terlihat berlapis. Sumber utama fluoride adalah keju, ikan laut, teh. Flourosis dapat dicegah dengan mengkonsumsi Flouride bebas dari air, pasta gigi diperkaya dengan fluoride.
Selenium (Se)
Asupan Se dari makanan normal sejumlah 50-100 mg/day.
Kadar selenium tertinggi di testis. Enzim glutathione peroxidase tergantung selenium dan 5-de-iodinase. Selenium dibutuhkan untuk perkembangan dan pemasakan sperma. Selenosis adalah keracunan
selenium ditandai dengan rambut rontok, kuku mudah pecah, diare, berat badan turun, nafas berbau bawang.
Mangan (Mn)
Kadar normal asupam mangan 5mg/day. Absorbsi Mn dihambat oleh besi. Mn di darah terikat sebagai trans mangan dan dikeluarkan melalui empedu. Mn terlibat pada proses penulangan, reproduksi, saraf.
Iodium (I)
Berperan pada pembentukan tiroksin.
Cobalt (Co)
Untuk membentuk vitamin B12 Molibdenum (Mo):
Dibutuhkan untuk aktifitas enzim xantin oksidase, aldehid oksidase, sulfit oksidase
Crom (Cr)
Terlibat pada metabolism karbohidrat dan glukosa.
S (Sulfur)
Pada asam amino sistein dan metionin, dan kofaktor enzim tiamin, biotin, koenzim A dan asam lipoat
DAFTAR PUSTAKA
Murray, RK., Bender K, Botham DM, et al, 2009. Harper’s Illustrated Biochemistry. Twenty-Eighth Edition, Mc Graw Hill Medicine, London
Nelson DL, Cox MM, 2008. The of Lehninger principle of biochemistry.
15th Edition
Ravisankar P, Reddy A A, Nagalakshmi B. , Koushik OS, , Kumar B V , Anvith PS, 2015. The Comprehensive Review on Fat Soluble Vitamins. IOSR Journal Of Pharmacy. Volume 5, Issue 11, PP. 12-28 .www.iosrphr.org.
Latihan Soal.
1. Pada proses penyerapan asam lemak di usus selanjutnya lemak akan di transport ke jaringan penyimpan lemak. Sebagai apakah asam lemak yang ditransport dari usus?
A. Asam lemak bebas B. Kolesterol
C. VLDL