BAB V ANALISIS DATA
V.3. Kendala-Kendala Yang Dihadapi Asper Bumiputera Balige
Banyak hambatan atau kendala yang dihadapi oleh Asper Bumiputera Balige saat melakukan pemasaran atau pada saat operasional perusahaan berjalan, hal ini bukan hal yang tidak mungkin terjadi karena banyak nya faktor yang menjadikan agen dan perusahaan mengalami penurunan penjualan, seperti:
1. SDM yang kurang produktif
Profesi yang dilakoni oleh para agen di perusahaan Asper Bumiputera bukanlah menjadi pekerjaan utama yang dilakukan, banyak para agen yang pekerjaan utamanya sebagai guru, pegawai pemerintah, pedagang, dll. Profesi agen ini dilakukan hanya untuk menambah pendapatan agen diluar dari pekerjaan utamanya. Sehingga agen kurang mempedulikan seberapa besar komitmen dan loyalitas terhadap perusahaan, hal ini semakin terlihat dari sistem kontrak yang terjadi di perusahaan Bumiputera dimana kontrak kerja para agen tidak permanen yang artinya tidak ada jaminan akan kelangsungan atau berapa lama akan bekerja diperusahaan tersebut.
Dalam ha ini perusahaan tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal, akan tetapi perusahaan juga tidak mau mengambil resiko untuk mengontrak para pegawai dengan sistem permanen, karena kinerja atau loyalitas para agen yang kemungkinan tidak stabil. Sehingga perusahaan akan mengambil resiko tidak banyak nasabah, akan tetapi tidak salah mengambil keputusan dalam memberikan kontrak kerja permanen kepada para pegawai.
Dari wacana diatas dapat diartikan bahwa keadaan perusahaan dan pegawai berjalan tapa ada ikatan kontrak yang lama, dalam hal ini pihak yang merasa dirugikan adalah agen karena kinerja yang dilakukan agen tidak akan
menjadikan kontrak akan menjadi permanen. Sehingga para agen akan bekerja sesuai lama kontrak kerja yang telah disepakati dan hal ini menjadikan para pegawai kurang diuntungkan.
2. Semakin banyaknya kompetitor
Banyaknya perusahaan yang bergelut dibidang jasa di sekitar wilayah dari pemasaran Asper Bumiputera Balige menjadikan banyaknya nasabah yang pindah dan para calon nasabah yang berpotensi lebih memilih produk pesaing. Hal ini tidak bagus bagi perusahaan dan secara tidak langsung produk dari perusahaan kalah bersaing dibanding dengan produk pesaing. Hal ini menjadi kendala bagi perusahaan karena akan dapat mengancam kelangsungan operasional perusahaan
Dan hal ini menjadikan banyaknya nasabah perusahaan Asper Balige berkurang dan terus mengalami penurunan akibat banyaknya kompetitor dan perusahaan tidak dapat dengan segera atau cepat untuk mengatasi kendala yang dihadapi.
3. Tarif premi yang lebih tinggi
Banyak produk Asper Bumiputera Balige yang tarif preminya untuk kalangan menengah keatas, produk-produk tersebut kebanyakan mengutamakan investasi yang besar, sehingga hanya yang berpendapatan besar yang sanggup untuk ikut. Sedangkan beberapa produk yang ditawarkan kepada masyarakat berpenghasilan menengah kebawah adalah produk unggulan dan mayoritas nasabah mengikutinya seperti beasiswa, akan tetapi asuransi ini bukanlah satu-satunya produk yang akan ditawarkan kepada nasabah. Hal ini menjadi peluang bagi kompetitor untuk menciptakan asuransi yang sama tetapi yang lebih bagus.
Kedatangan kompetitor dengan produk yang lebih bagus akan menjadi kendala bagi perusahaan Asper Balige, apalagi perusahaan kompetitor dapat memberikan manfaat yang lebih dan tarif premi yang lebih rendah. Tarif premi ini akan menjadi hal yang sensitif bagi masyarakat yang mayoritas penduduknya dari kalangan menengah kebawah, karena masyarakat akan memilih mana yang paling murah tanpa melihat perbandingan manfaat dari berbagai perusahaan asuransi, dan hal ini menjadi tantangan bagi perusahaan terutama para agen untuk mempengaruhi masyarakat untuk membeli produk Asper Bumiputera Balige.
BAB VI PENUTUP
Berdasarkan uraian-uraian yang penulis utarakan pada bab-bab sebelumnya, maka tibalah saatnya bagi penulis untuk menarik suatu kesimpulan dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan dilapanganserta memberikan beberapa saran yang berguna bagi kemajuan perusahaan dan peningkatan nasabah Asper Bumiputera Balige.
VI.1. Kesimpulan
1. Strategi yang diterapkan dan dijalankan oleh perusahaan Asper Bumiputera Balige masih kurang maksimal, hal ini terjadi akibat penurunan jumlah nasabah yang dialami perusahaan. Hal ini terjadi akibat banyak kendala yang dialami perusahaan abik dari sisi internal maupun eksternal perusahaan.
2. Strategi yang bagus dari perusahaan tidak dapat diterapkan dengan baik oleh pegawai, hal ini tercermin dari tidak mampunya para agen untuk merekrut calon nasabah yang berpeghasilan menengah keatas, padahal banyak produk yang diciptakan untuk masyarakat menengah keatas. Hal ini terjadi akibat kemampuan agen untuk melakukan komunikasi dengan masyarakat yang berpenghasilan tinggi kurang mampu, sehingga masyarakat kurang percaya kepada agen.
3. Agen sebagai yang terakhir didalam melakukan pemasaran produk kepada calon nasabah juga bekerja kurang maksimal, hal ini terjadi akibat kurang
profesionalisme dari agen yang dimana para agen lebih mengutamakan pekerjaan utamanya dibanding sebagai agen, selain itu para agen hanya bekerja dengan kontrak yang tidak lama dan tidak dapat menjamin kelangsungan pekerjaannya di perusahaan.
VI.2. Saran
Penulis menawarkan beberapa saran yang berguna untuk meningkatkan jumlah nasabah dengan peningkatan mutu operasional perusahaan
1. Sisi Internal ( pegawai Asper Bumiputera Balige )
a. mengingat perusahaan Asper Bumiputera sudah cukup lama dan bahkan yang pertama di Indonesia, maka diharapkan sistem pelayanan dan kinerja dari pegawai secara terkhusus kepada agen harus lebih profesional dalam bekerja. Sikap responsif, teliti, ulet, disiplin dan ramah merupakan modal yang bagus untu mealkukan pelayanan yang maksimal kepada nasabah, hal tersebut sudah diterapkan oleh para pegawai perusahaan asper Bumiputera Balige. Maka, hendaknya dipertahankan dan ditingkatkan lagi
b. Peningkatan kualitas kepemimpinan dan pelayanan dari Kepala Cabang Asper Balige juga harus diperhatikan dengan memberikan motivasi bekerja kepada pegawai Asper Bumiputera Balige. Pemberian penghargaan kepada pegawai yang menunjukkan prestasi yang baik dalam melakukan tugas dan tanggungjawab, hal ini akan memotivasi pegawai untuk berbuat lebih baik lagi. Serta memberika hukuman kepada pegawai yang kurang disiplin, sehingga para pegawai akan berpikir-pikir untuk melakukan kesalahan.
2. Sisi Eksternal ( nasabah )
a. Nasabah yang tergabung di perusahaan Asper Bumiputera dapat berperan didalam meningkatkan mutu perusahaan yang diikutinya dengan berbagai cara, diantaranya dengan mengawasi kinerja pegawai atau agen perusahaan dimana ketika pegawai tersebut tidak bekerja sesuai prosedur dapat diingatkan atau bahkan dilaporkan keatasan pegawai yang bersangkutan, hal ini merupakan tindakan yang sangat bermanfaat bagi perusahaan karena perusahaan akan mengetahui dan memberikan peringatan kepada pegawai yang tidak disiplin dalam bekerja.
b. Nasabah yang telah bergabung diperusahaan AJB Bumiputera Balige agar memberikan kepercayaan penuh terhadap perusahaan untuk mengelola investasi nasabah, sebab apabila para nasabah pindah keperusahaan asuransi yang lain dan meninggalkan perusahaan yang lama, maka kerugian investasi akan dialami nasabah akibat uang klaim yang akan diterima tidak sebanding dengan premi atau investasi yang dibayarkan selama mengikuti asuransi di perusahaan AJB Bumiputera Balige.
BAB II
METODE PENELITIAN