BAB V PEMBAHASAN
5.3. Faktor Pendorong
5.3.1. Peran Petugas Kesehatan
5.3.1.1. Sejauh Mana Peran Petugas Kesehatan Mendorong Masyarakat Membangun Jamban
Hasil penelitian diketahui keseluruhan informan mengatakan bahwa petugas kesehatan tidak pernah melakukan penyuluhan tentang jamban, tidak pernah dilakukan penyuluhan sekalipun dalam satu tahun terakhir, dan tidak pernah menyarankan untuk membangun jamban keluarga kepada masyarakat.
Menurut pengamatan penelitian, petugas kesehatan yang tidak pernah melakukan penyuluhan tentang jamban bisa saja menjadi alasan mengapa masyarakat belum membangun jamban keluarga. Masyarakat tidak mendapat informasi tentang
pentingnya membuat jamban. Peran petugas dalam memberikan penyuluhan tentang pentingnya jamban keluarga sangat berpengaruh terhadap proses pembentukan perilaku.
Menurut penelitian Sari (2011) menyatakan bahwa peranan petugas kesehatan mempunyai hubungan yang bermakna dengan kepemilikan jamban keluarga. Menurut Notoatmodjo (2007), perilaku kesehatan seseorang atau masyarakat ditentukan juga dari ada tidaknya informasi kesehatan. Masyarakat tidak hanya memerlukan pengetahuan, sikap positif dan dukungan fasilitas saja dalam berperilaku sehat, melainkan diperlukan juga perilaku contoh (acuan) dari pada tokoh masyarakat, tokoh agama, para petugas, terutama petugas kesehatan. Dengan adanya mereka yang memberi informasi kepada masyarakat tentang cara-cara mencapai hidup sehat, cara pemeliharaan kesehatan dan sebagainya akan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang hal itu. Dalam hal ini adalah peran petugas kesehatan untuk mendorong masyarakat membangun jamban.
Menurut Suiraoka (2012) mengatakan guna mendukung upaya promotif selain mengharapkan masyarakat mencari sendiri informasi kesehatan, peran tenaga-tenaga kesehatan sebagai promotor kesehatan tidak dapat dilepaskan. Tenaga kesehatan harus senantiasa memberikan informasi-informasi yang tepat dalam bidang kesehatan. Hal ini terlihat dari kompetensi yang harus dimiliki oleh para tenaga kesehatan, dimana selain memberikan pelayanan kesehatan sesuai bidang mereka masing-masing mereka harus mampu berperan sebagai pendidik khususnya dalam bidang kesehatan.
5.4. Upaya Pengadaan Jamban 5.4.1. Upaya Oleh Pemerintah
Hasil penelitian diketahui keseluruhan informan mengatakan bahwa tidak ada program pengadaan jamban dari pemerintah, jika ada program dari pemerintah informan pasti akan ikut berpartisipasi, akan membantu sebisa mungkin, dan masyarakat juga akan ikut berpartisipasi. Hal ini dapat diketahui karena rasa kegotongroyongan masyarakat Desa Pargarutan Tonga yang masih kuat.
Pernyataan informan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa sampai saat ini belum pernah ada upaya pengadaan jamban dari pemerintah di Desa Pargarutan Tonga. Padahal ada banyak sekali program pemerintah yang berhubungan dengan masalah pengadaan jamban. Beberapa diantaranya adalah Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan, dan Program Pekan Sanitasi. Di Desa Pargarutan ini memang pernah ada program PNPM Mandiri Perdesaan pada tahun 2010, kegiatan yang sudah dilakukan adalah membangun saluran air/irigasi yang mengalir ke sawah masyarakat. Namun, pada tahun 2012 ini PNPM Mandiri tidak ada lagi di Desa Pargarutan, dan sampai saat ini belum ada program untuk pengadaan jamban keluarga.
5.4.2. Upaya Oleh Masyarakat
Hasil penelitian diketahui 9 orang informan mengatakan bahwa cara agar semua keluarga bisa membangun jamban yaitu dengan adanya bantuan dari pemerintah, karena masyarakat masih merasa tidak perlu membangun WC, dan masyarakat sudah biasa buang air besar di parit. Satu orang informan mengatakan susah dilakukan karena tingkat ekonomi dan pendidikan masyarakat yang masih rendah, lokasi parit
cukup dekat, 1 orang informan mengatakan sulit dilakukan karena lokasi tidak memungkinkan, 2 orang informan mengatakan sulit dilakukan karena masyarakat tidak merasa perlu, dan jarak WC umum/parit cukup dekat, 1 orang informan lainnya mengatakan tidak tahu. Kemudian 8 orang informan mengatakan arisan jamban akan susah dan tidak mungkin dilakukan di Desa Pargarutan Tonga, alasannya karena masyarakat kurang kompak, tidak semua mau berpartisipasi, akan berhenti ditengah jalan, tingkat ekonomi masyarakat yang masih rendah, kemudian 5 orang informan mengatakan bahwa setuju dilakukan arisan jamban asalkan semua warga ikut berpartisipasi, akan membayar dengan lancar, tidak akan berhenti di tengah jalan, dan setuju karena arisan jamban bisa mempermudah pengadaan jamban, kemudian 1 orang informan mengatakan akan susah dilakukan kecuali bagi keluarga yang mau ikut saja. Keseluruhan informan mengatakan bahwa masyarakat tidak semua mau berpartisipasi dalam arisan jamban karena ada yang menganggap WC itu belum menjadi kebutuhan yang prioritas, sulitnya masalah ekonomi, dan kebiasaan buang air besar di parit/sungai/WC umum.
Pernyataan informan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa masyarakat mengharap bantuan dari pemerintah untuk membangun jamban keluarga. Jika masyarakat disarankan membuat arisan jamban, maka akan banyak yang tidak setuju, mengingat kondisi ekonomi informan yang masih rendah. Kecuali arisan jamban itu dikhususkan untuk masyarakat yang mau saja.
Menurut Suiraoka (2012) mengatakan agar masyarakat mampu berperan aktif seperti yang diharapkan, maka diperlukan masyarakat yang memiliki pengetahuan yang cukup dalam bidang kesehatan, memiliki sikap yang positif terhadap kesehatan
serta mempunyai kemauan dan kemampuan dalam melaksanakan upaya-upaya kesehatan secara mandiri.
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
6.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, peneliti menarik kesimpulan mengenai analisis faktor tidak tersedianya jamban keluarga dan upaya pengadaannya di Desa Pargarutan Tonga Kecamatan Angkola Timur Kabupaten Tapanuli Selatan Tahun 2012 adalah sebagai berikut:
1. Faktor Pemudah:
a. Penelitian pada 14 orang informan diperoleh bahwa pendidikan informan yang paling banyak adalah SMP yaitu 7 orang.
b. Pekerjaan informan paling banyak adalah petani 10 orang.
c. Penghasilan informan yang paling tinggi adalah Rp.2.000.000,-/bulan yaitu ada 2 orang.
d. Pengetahuan informan mengenai jamban masih kurang baik hal ini dapat dilihat dari jawaban ke 14 informan mengenai jamban keluarga.
e. Sikap informan tentang jamban keluarga masih kurang baik.
f. Kebiasaan informan yang buang air besar di parit/sungai/WC umum disebabkan karena kebiasaan informan sejak dulu.
2. Fakor Pendukung:
a. Jarak rumah informan dari tempat pembuangan kotoran manusia yang cukup dekat yaitu informan masih bisa menjangkaunya jika ingin buang air besar merupakan faktor mengapa informan tidak membangun jamban.
b. Biaya pengadaan jamban yang mahal juga merupakan faktor mengapa informan tidak membangun jamban.
3. Faktor Pendorong:
a. Peran petugas kesehatan untuk pengadaaan jamban keluarga belum ada. 4. Upaya pengadaan jamban oleh pemerintah di Desa Pargarutan Tonga belum
ada. Begitu juga dengan upaya pengadaan jamban oleh masyarakat sendiri sampai saat ini belum ada, dan tidak semua informan mau berpartisipasi dalam arisan jamban.
6.2. Saran
1. Diharapkan kepada pemerintah agar memberikan bantuan untuk pengadaan jamban terutama kepada masyarakat yang berada pada ekonomi rendah
2. Diharapkan kepada petugas kesehatan agar melakukan penyuluhan tentang pentingnya memiliki jamban keluarga
3. Dinas Kesehatan diharapkan dapat lebih meningkatkan penyuluhan tentang jamban keluarga dan terus melakukan pembinaan dan pemantauan terhadap pengadaan jamban keluarga di Desa pargarutan Tonga Kecamatan Angkola Timur Kabaupaten Tapanuli Selatan
DAFTAR PUSTAKA
Anonimous, 2008. Minimnya Akses Air Minum dan Sanitasi Dasar. www. wordPress.com. Diakses 14 Maret 2012.
_________, 2010. Air Bersih dan Jamban Keluarga. April 2012.
_________, 2010. Sanitasi Bersih Seksi Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.
_________, 2011. Seputar Buang Air Besar Sembarangan. http://www. Dinkeslebong.htm. Diakses 14 Maret 2012.
_________, 2012. SAP (Satuan Acara Penyuluhan) Dana Sehat.
Achmadi, Fahmi, 2008. Manajemen Penyakit Berbasis Wilayah. UI Press, Jakarta.
Adnani, Hariza, dkk, 2001. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Masyarakat. Nuha Medika, Yogyakarta.
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI, 2010. Laporan Nasional Riset Kesehatan Nasional (Riskesdas) Tahun 2010, Jakarta.
Biro Kepegawaian Setjen Kemenkes RI, 2011. Hemat Air untuk Hari Esok
yang Lebih Sehat.
Chandra, Budiman, 2007. Pengantar Kesehatan Lingkungan. EGC, Jakarta. Dainur, 1995. Mater-Materi Pokok Ilmu Kesehatan Masyarakat. Widya
Medika, Jakarta.
Departemen dalam Negeri Republik Indinesia, 2008. PTO Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PMPN) Mandiri Perdesaan, Jakarta. Departemen Kesehatan Repuplik Indonesia, 2008. Strategi Nasional Sanitasi
____________________________________, 2009. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2008, Jakarta.
Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, 2009. Profil Kesehatan Provinsi Sumatera Utara Tahun 2008, Medan.
Entjang, Indan, 2000. Ilmu Kesehatan Mayarakat. PT Citra Aditya Bakti, Bandung.
Firmansyah, 2009. Memiliki dan menggunakan Jamban Sehat. http://www. wordPress.com. Diakses 15 Maret 2012.
Idan, Awaludin, 2010. Sanitasi: Hak Dasar
Warga.http://idanputri.blogspot.com/2010/04/sanitasi-hak-dasar-warga.html. Diakses 14 Maret 2012.
Junaidi, Herman, 2002. Hubungan Karakteristik Kepala Keluarga dengan Kepemilikan Jamban Keluarga di Wilayah Puskesmas Bentiring Kabupaten Bengkulu Utara . Thesis, Diponogoro University, Semarang.
Koordinator Statistik Kecamatan Angkola Timur Kabupaten Tapanuli Selatan, 2010. Kecamatan Angkola Timur Dalam Angka 2010.
Madjid, Salim, 2009. Pengetahuan dan Tindakan Masyarakat dalam Pemanfaatan Jamban Keluarga.
http://datinkessulsel.wordpress.com/2009/06/26/pengetahuan-dan-tindakan-masyarakat-dalam-pemanfaatan-jamban-keluarga/. Diakses 10 Maret 2012.
Mansjoer, Arief, 2000. Kapita Selekta Kedokteran Edisi Ketiga, Penerbit Media Aescu Lapius FK UI, Jakarta.
Nhyar, 2010. Jamban Sehat.
Notoatmodjo, Soekidjo, 2003. Ilmu Kesehatan Masyarakat (Prinsip-Prinsip
Dasar). PT Rineka Cipta, Jakarta.
___________________, 2003. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. PT Rineka Cipta, Jakarta.
___________________, 2005. Promosi Kesehatan Teori dan Aplikasi. PT Rineka Cipta, Jakarta.
___________________, 2007. Kesehatan Masyarakat Ilmu & Seni. PT Rineka Cipta, Jakarta.
Nyoman. I Dewa, Supariasa. I Dewa Nyoman, 2012. Media Pendidikan Kesehatan. Graha Ilmu, Yogyakarta.
Proverawati, Atikah, 2012. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Nuha Medika, Yogyakarta.
Rye, 2010. Sepintas Mengenai Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). .http://ryedagloeg.wordpress.com/2010/02/28/sepintas-mengenai-sanitasi-total-berbasis-masyarakat-stbm/. Diakses 4 April 2012. Sari, Vivi Maya, 2011. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan
Kepemilikan Jamban Keluarga di Pemukiman Nelayan Kenagarian Air Bangis Kecamatan Sungai Beremas Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2011. Skripsi, Universitas Andalas, Padang.
Sitinjak, Lely Herlina, 2011. Hubungan Perilaku Hidup Bersih dan sehat (PHBS) dengan Kejadian Diare di Desa Pardede Onan Kecamatan Balige Tahun 2011. Skripsi, Universitas Sumatera Utara, Medan.
Slamet, Juli Soemirat, 2007. Kesehatan Lingkungan. Gadjah Mada University, Yogyakarta.
Sudarma Momon, 2008. Sosiologi untuk Kesehatan. Salemba Medika, Jakarta.
Suparmin, Soeparman, 2002. Pembuangan Tinja & Limbah Cair. ECG, Jakarta.
Sutedjo, 2003. Analisis Perilaku Masyarakat dalam Penggunaan Jamban Keluarga pada Dua Desa di Kabupaten Rembang. Master Thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro, Semarang.
Syafrudi, dkk, 2009. Ilmu Kesehatan Masyarakat Untuk Mahasiswa Kebidanan. Trans Info Media, Jakarta.
Syafei, Candra, 2009. Pekan Sanitasi Versus Diare. 23 april 2012.
Syafrudin, 2011. Dana Sehat.
Syam, Ahmad, 2011. Hidup Sehat berkat Arisan Sehat.
Yayasan Insan Sembada, 2010. Program Kesehatan Masyarakat Terpadu.
Diakses 9
April 2012.
Widyati, dkk, 2002. Higiene dan Sanitasi Umum dan Perhotelan. PT Gramedia Widiasarana Indonesia, Jakarta.
Widiati, Sri, dkk, 2001. Planet Kita Kesehatan Kita: Laporan Komisi WHO Mengenai Kesehatan dan Lingkungan. UGM Press, Yogyakarta.
Widoyono, 2008. Penyakit Trofis Epidemiologi, Penularan, Pencegahan & Pemberantasannya. Penerbit Erlangga, Jakarta.
LAMPIRAN I
PEDOMAN WAWANCARA
ANALISIS FAKTOR TIDAK TERSEDIANYA JAMBAN KELUARGA DAN UPAYA PENGADAANNYA DI DESA PARGARUTAN TONGA
KECAMATAN ANGKOLA TIMUR KABUPATEN TAPANULI SELATAN TAHUN 2012 A. Karakteristik Informan Nomor Informan : Nama : Jenis kelamin : Umur : Agama : Suku Bangsa : Alamat : Pendidikan : Pekerjaan : Penghasilan (1) < Rp. 1.250.000,- (2) > Rp. 1.250.000,-
Lama Tinggal di Daerah Ini : B. Panduan Pertanyaan
I. Pengetahuan
1. Menurut Bapak/Ibu apakah yang dimaksud dengan jamban keluarga? 2. Apa saja jenis-jenis jamban yang Bapak/Ibu ketahui ?
3. Menurut Bapak/Ibu apakah fungsi jamban bagi keluarga? 4. Menurut Bapak/Ibu jenis jamban mana yang baik kita gunakan? 5. Menurut Bapak/Ibu apa saja syarat jamban yang sehat?
6. Menurut Bapak/Ibu penyakit apa saja yang bisa ditularkan lewat kotoran manusia?
7. Menurut Bapak/Ibu apakah jamban bisa memutus mata rantai penularan penyakit tersebut?
8. Menurut Bapak/Ibu kenapa jamban bisa membahayakan kesehatan?
9. Menurut Bapak/Ibu apa saja bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan akibat pembuangan kotoran yang sembarangan?
10. Menurut Bapak/Ibu berapa meter jarak jamban yang seharusnya dengan sumber air bersih?
11. Menurut Bapak/Ibu dimanakah seharusnya kita Buang Air Besar? II. Sikap
1. Bagaimana tanggapan Bapak/Ibu bahwa seharusnya setiap keluarga harus memiliki WC/jamban keluarga sendiri?
2. Bagaimana tanggapan Bapak/Ibu bahwa seharusnya kita Buang Air Besar di WC/jamban keluarga?
3. Bagaimana tanggapan Bapak/Ibu tentang beberapa penyakit yang dapat ditularkan lewat kotoran manusia?
4. Bagaimana tanggapan Bapak/Ibu tentang petugas kesehatan melakukan penyuluhan tentang jamban keluaga?
5. Bagaimana tanggapan Bapak/Ibu tentang masyarakat perlu mendengarkan penyuluhan tentang jamban keluarga?
6. Bagaimana tanggapan Bapak/Ibu tentang masyarakat perlu melakukan upaya untuk pengadaan jamban?
III.Budaya
1. Bagaimana tanggapan Bapak/Ibu tentang kebiasaan Bapak/Ibu yang Buang Air Besar di sungai/parit?
a. Apakah alasan Bapak/Ibu Buang Air Besar di sungai/parit? b. Apakah tidak merasa malu jika Buang Air Besar di sungai/parit? c. Apakah ada larangan/peraturan yang menyebutkan tidak boleh Buang
Air Besar di sungai/parit?
IV.Jarak Rumah dari Tempat Pembuangan Tinja
1. Apakah menurut Bapak/Ibu jarak rumah dari tempat pembuangan tinja berpengaruh dalam pengadaan jamban keluarga?
Probing:
a. Berapa meter jarak rumah Bapak/Ibu ke tempat pembuangan tinja? b. Apakah jaraknya bisa dijangkau jika sedang ingin Buang Air Besar
(BAB)? V. Biaya
1. Mengapa Bapak/Ibu tidak memiliki jamban? Probing:
a. Apakah Bapak/Ibu mempunyai biaya untuk pembuatan jamban?
b. Apakah biaya pembuatan jamban yang mahal merupakan salah satu alasan mengapa tidak memiliki jamban keluarga?
c. Menurut Bapak/Ibu apakah biaya pembuatan jamban bisa terjangkau? d. Apakah ada subsidi atau bantuan dari pemerintah?
VI.Peran Petugas Kesehatan
1. Sejauh mana peran petugas kesehatan mendorong Bapak/Ibu untuk membangun jamban?
a. Apakah petugas kesehatan pernah melakukan penyuluhan tentang jamban di daerah tersebut?
b. Dimana tempat penyuluhan tentang jamban?
c. Sudah berapa kali penyuluhan tentang jamban dalam 1 tahun terakhir? d. Apakah petugas pernah menyarankan kepada masyarakat untuk
membangun jamban?
VII. Upaya Pengadaan Jamban Keluarga 1. Upaya pengadaan jamban oleh pemerintah?
Probing:
a. Apakah ada program dari pemerintah untuk pengadaan jamban?
b. Jika ada, apakah Bapak/Ibu ikut berpartisipasi di dalam program tersebut?
c. Sejauh mana Bapak/Ibu ikut berpartisipasi?
d. Menurut Bapak/Ibu bagaimana peran serta masyarakat?
2. Menurut Bapak/Ibu upaya apa yang mungkin dapat dilakukan masyarakat untuk pengadaan jamban keluarga?
Probing:
a. Bagaimana cara agar semua keluarga bisa membangun jamban?
b. Bagaimana tanggapan Bapak/Ibu jika di desa ini dilakukan arisan jamban/dana sehat?
LAMPIRAN 5
Gambar Lampiran 1. Parit Tempat Pembuangan Tinja Informan di Desa Pargarutan Tonga
Gambar Lampiran 2. Parit Tempat Pembuangan Tinja Informan di Desa Pargarutan Tonga
Gambar Lampiran 3. WC Umum Tempat Pembuangan Tinja Informan di Desa Pargarutan Tonga
Gambar Lampiran 4. WC Umum Tempat Pembuangan Tinja di Desa Pargarutan Tonga
Gambar Lampiran 5. Bak Penampung Air di WC Umum Desa Pargarutan Tonga
Gambar Lampiran 7. Sungai Tempat Pembuangan Tinja Informan di Desa Pargarutan Tonga
Gambar Lampiran 8. Sungai Tempat Pembuangan Tinja Informan di Desa Pargarutan Tonga
Gambar Lampiran 9. Wawancara dengan Informan di Desa pargarutan Tonga
Gambar Lampiran 11. Wawancara dengan Informan di Desa Pargarutan Tonga