• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV: PENYAJIAN DATA

V.1. Peranan Aparatur Pemerintah Dalam Pelayanan EKTP

Aparatur pemerintah sebagai abdi negara bertugas untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.Salah satu pelayanan yang sering diperlukan dan digunakan oleh masyarakat adalah

pelayanan EKTP.Kinerja birokrasi yang paling banyak mendapat sorotan dari masyarakat adalah rendahnya kualitas pelayanan umum yang merupakan kondisi sangat mengkhawatirkan yang dilakukan aparatur pemerintah. Berkaitan dengan penelitian yaitu peranan aparatur pemerintah dalam peningkatan pelayanan EKTP pada kantor kecamatan siantar timur telah mengajukan beberapa pertanyaan berdasarkan indikator yang telah ditentukan dalam BAB 1 dan pada bab ini akan dianalisis data-data yang berhubungan dengan indikator peranan aparatur pemerintah, yaitu:

a. Tepat Waktu

Jika diihat dari bab penyajian data, maka dapat dikatakan bahwa masih banyak masyarakat yang mengatakan bahwa aparatur pemerintah tidak tepat waktu dalam menyelesaikan tugasnya dalam pelayanan kepada masyarakat. Masyarakat juga menganggap bahwa aparatur kurang bisa memenuhi janji penyelesian EKTP.Menurut masyarakat tidak ada kejelasaan untuk penyelesian EKTP.Hal ini membuat masyarakat menunggu dengan tidak pasti karena tidak adanya informasi dan keterangan dari aparatur pemerintah mengenai sebab keterlambatan EKTP.Hal ini dapat mengurangi kepercayaan masyarakat kepada aparatur pemerintah dan menganggap kerja aparatur lamban.Kelambatan ini menurut aparatur pemerintah adalah diluar kendali aparatur, misalnya tidak ada informasi dari pemerintah pusat karena meraka menjalankan sesuai dengan keputusan pemerintah pusat.Menurut aparatur sendiri, mereka sudah berusaha seoptimal dan secepat mungkin menyelesaikan pengurusan penerbitan EKTP masyarakat.

b. Kemampuan Aparatur

Pelayanan publik merupakan tanggung jawab pemerintah atas kegiatan yang ditunjukan untuk kepentingan masyarakat yang mengandung unsur-unsur perhatian dan kesediaan

serta kesiapan dari pelaksanaan pelayanan tersebut. Aparatur sebagai unsur pelaksana proses pelayanan memegang peranan penting terhadap kelangsungan organisasi yang bergerak di bidang pelayanan. Untuk mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas, maka kemampuan aparatur dituntut untuk lebih ditingkatkan didalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai abdi masyarakat.

Kemampuan aparatur juga harus disesuaikan dengan posisi jabatan yang dimilikinya. Menurut camat siantar timur, “ sampai saat ini saya rasa aparatur di kecamatan siantar timur ini sudah ditempatkan sesuai dengan kemampuannya. Hal ini dapat dilihat dari tidak adanya keluhan tentang aparat yang bekerja tidak sesuai dengan tugasnya.”Berbicara mengenai kemampuan aparatur pemerintah.Kemampuan aparatur untuk memberikan pelayanan yang ramah kepada masyarakat juga harus menjadi perhatian.Jika dilihat dari kuesioner yang disebarkan pada masyarakat, maka dapat diketahui bahwa masih ada masyarakat yang mengganggap pelayanan yang diberikan oleh aparatur masih kurang baik dan masyarakat juga pernah mendapat perlakuan yang kurang menyenangkan dalam pengurusan EKTP.Menurut masyarakat, perlakuan yang kurang menyenangkan itu seperti ketika warga datang mengurus EKTP, maka aparatur bersikap tidak acuh dan tidak ramah kepada warga.Tetapi tingkat kemampuan aparatur pemerintah dapat dikatakan cukup baik karena lebih banyak responden yang mengatakan pelayanan diberikan aparatur bagus dan tidak pernah mendapatkan perlakuan yang kurang menyenangkan seperti sikap tidak acuh dan tidak ramah dalam pengurusan EKTP.

Sistem pengawasan yang efektif sangat mempengaruhi pelayanan yang diterima oleh masyarakat. Jika pengawasan tidak berjalan dengan baik, maka dapat dipastikan bahwa aparatur akan berkerja sesuka hati dan tidak mengikuti peraturan yang berlaku. Tetapi aparatur pemerintah kecamatan siantar timur memiliki peraturan mengenai tugas pokok dan fungsinya yang diatur dalam peraturan pemerintah no. 19 tahun 2008.

Sistem pengawasan dikecamatan siantar timur dapat dikatakan sudah cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari dipatuhinya peraturan mengenai pengurusan EKTP gratis di kota pematang siantar. Dapat dilihat bahwa seluruh responden mengatakan bahwa dalam pengurusan EKTP tidak dikenai biaya jika sistem pengawasan tidak berjalan, maka bisa saja aparatur mengambil keuntungan dengan mengenakan tarif/biaya kepada masyarakat dalam pengurusan EKTP.

Menurut camat siantar timur sendiri juga, pengawasan kinerja aparatur di kecamatan siantar timur ini berjalan dengan baik.Hal ini dapat dilihat dari adanya evaluasi tugas-tugas setiap hari senin, adanya rapat-rapat staf dan pemeriksaan kehadiran/ absensi. Pada tingkat kecamatan pengawasan dilakukan oleh pemko pematang siantar dan camat itu sendiri.Pada tingkat kelurahan pengawasan dilakukan oleh kecamatan dan lurah itu sendiri.Pada tingkat lingkungan diawasai oleh kelurahan dan lurah itu sendiri.

d. Bekerja Sesuai Dengan Pekerjaan

Seperti yang sudah diketahui bahwa tugas pokok dan fungsi kecamatanan diatur dalam peraturan pemerintah no 19 tahun 2008. Dengan penjabaran tugas pokok dan fungsi tersebut aparatur pemerintah kecamatan siantar timur, khususnya seksi pemerintahan

akan benar-benar mengerti dan mengetahui bagaimana penyelenggaraan pelayanan, misalnya pelayanan didalam pengurusakn kartu tanda penduduk elektronik.

Tetapi dalam kenyataannya dapat dikatakan bahwa aparatur pemerintah kecamatan siantar timur belum bekerja sesuai dengan pekerjaannya.Hal ini dapat dilihat dengan masih seringnya terjadi keterlambatan penyelesian EKTP masyarakat.Dan masih ada aparatur yang memberikan pelayanan yang kurang menyenangkan ke masyarakat.Seharusnya aparatur dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan dan memberikan pelayanan yang ramah kepada masyarakat agar masyarakat puas dengan pelayanan yang diberikan oleh aparatur. Selain itu aparatur pemerintah tentunya harus lebih ditingkatkan keterampilan atau keahliannya dan diadakan diklat ( pendidikan dan latihan ) kepala aparatur yang bertugas, dan semangat yang tinggi sebagai public service, sehingga pelayanan yang diberikan dapat secara maksimal diterima dan memberikan kepuasan kepada masyarakat.

e. Koordinasi

Koordinasi disini meliputi koordinasi vertikal dan koordinasi horizontal dikecamatan siantar timur koordinasi otomatis sudah diberjalan dengan baik karena sistem pengawasan juga sudah berjalan dengan baik.Koordinasi yang baik kepada atasan, koordinasi sejajar berlangsung dengan baik dan pembinaan atasan dan kebawahan juga terjalin dengan baik.Pembinaan atasan ke bawahan yang terjalin dengan baik, dapat penulis rasakan sendiri saat mengadakan penelitian ke lapangan.Di kelurahan tomuan, lurah melakukan pengawasan kepada stafnya. Jika ada yang melakukan kesalahan maka

lurah tersebut akan melakukan peringatan dan pendekatan secara persuasive. Dengan cara ini cukup efektif untuk memperbaiki kembali kinerja aparat tersebut. Seperti yang dikatakan lurah tersebut, “ jika kita tidak pandai-pandai menghadapi pegawai maka bisa terjadi pegawai tersebut malah lebih membangkang.” Dengan pendekatan persuasive, aparatur akan merasa lebih dihargai. Koordinasi juga dapat dilihat dari adanya pengawsan dari pemko pematang siantar kepada kecamatan dan kecamatan juga mempertanggung jawabkan tugasnya kepada pemko pematang siantar.Kecamatan mengawasi kelurahan dan kelurahan mempertanggungjawabkan dan melaksanakan tugas yang diberikan oleh kecamatan.Kelurahan mengawasi kepala lingkungan dan kepala lingkungan bertanggung jawab kepada kelurahan.

Dokumen terkait