BAB II LANDASAN TEORI
C. Judi
2. Akibat yang Ditimbulkan Oleh Judi
Melihat akibat yang tidak baik yang ditimbulkan oleh judi di antaranya adalah sebagai berikut:
3. Judi sejajar dengan syirik dan termasuk perbuatan syaitan
4. Judi dapat menjerumuskan orang ke lembah kemiskinan dan kehinaan 5. Judi membuat orang malas berusaha dan menjauhkan diri dari Allah 6. Judi menawarkan rasa permusuhan dan kebencian di antara sesama
manusia dan
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Berdasarkan penelitian awal penulis di lapangan dengan melihat sekilas peran keluarga dalam menanggulangi perjudian di kalangan remaja, maka penulis akan mengadakan penelitian menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif yaitu suatu penelitian yang tidak dimaksudkan untuk menguji hipotesis tertentu, tetapi hanya menggambarkan apa adanya tentang variable, gejala, dan keadaan.84 Dalam penelitian ini penulis akan menggambarkan bagaimana realita yang terjadi di lapangan mengenai peran keluarga dalam menanggulangi perjudian di kalangan remaja di RT 03/ RW II Kelurahan Belakang Balok Bukittinggi.
B. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian dilakukan di RT 03/ RW II Kelurahan Belakang Balok Bukittinggi, di Kelurahan ini ditemukan gejala-gejala atau fenomena yang menjadi permasalahn yang akan diteliti yaitu peran keluarga dalam menaggulangi perjudian di kalangan remaja di RT 03/ RW II Kelurahan Belakang Balok Bukittinggi. Adapun tujuan peneliti melakukan penelitian di Kelurahan ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran keluarga dalam menanggulangi perjudian di kalangan remaja di RT 03/ RW II Kelurahan Belakang Balok Bukittinggi.
84 Suharsimi Arikunto, Manajemen Penelitian. (Raja Grafindo Persada, 2000), hal. 310
C. Informan
Informan adalah orang yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan kondisi latar penelitian, jadi ia mempunyai banyak pengalaman tentang latar penelitian. Ia berkewajiban secara sukarela anggota tim penelitian, walau banyak bersifat informal. Sebagai anggota tim sukarela, ia dapat memberikan pandangan tentang nilai-nilai, sikap, bangunan, proses, dan kebudayaannya menjadi latar penelitian setempat.85 Informan dalam penelitian ini adalah orang tua remaja yang terlibat dalam perjudian, remaja/ anak dan Ketua RT 03.
1. Informan kunci
Informan kunci adalah data yang diperoleh secara langsung dari subjek yang akan diteliti tentang permasalahan yang sedang dibahas, maka yang menjadi informan kunci dari penelitian ini adalah orang tua remaja di Kelurahan Belakang Balok Bukittinggi.
2. Informan Pendukung
Informan pendukung merupakan data yang mendukung atas permasalahan yang dibahas, maka yang menjadi informan pendukung penelitian ini adalah anak yang akan dimintai keterangan mengenai perjudian dan Ketua RW 03 Kelurahan Belakang Balok Bukittinggi sebagai penguat informan pendukung.
85 Suharisimi Arikunto, Manajemen Penelitian,...hal. 90
D. Teknik Pengumpulan Data
Untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini, penulis menggunakan:
a. Observasi
Observasi merupakan tekhnik pengumpulan data dengan cara mengamati langsung yang dilakukan oleh peneliti dalam rangka pengumpulan informasi tertentu. Observasi adalah suatu proses pengamatan dan pencatatan secara sistematis, logis, objektif, dan rasional mengenai berbagai fenomena baik dalam situasi yang sebenarnya maupun dalam situasi buatan untuk mencapai tujuan tertentu.86 Dalam hal ini, penulis melakukan pengamatan langsung bagaimana peran keluarga dalam menaggulangi perjudian di kalangan remaja di RT 03/ RW II Kelurahan Belakang Balok Bukittinggi tersebut. Observasi ini dilakukan langsung ke lapangan dan memperhatikan remaja yang melakukan perjudian.
b. Wawancara
Wawancara adalah suatu kegiatan untuk mendapatkan informasi secara langsung dengan mengungkapkan pertanyaan-pertanyaan kepada responden.87 Wawancara merupakan percakapan dengan maksud tertentu.Wawancara itu dilakukan oleh dua pihak yaitu pewawancara dan
86 Zinal Arifin, Evaluasi Pembelajaran, ( PT Remaja Rosdakarya, Bandung, 2009), hal. 153
87 Lexy J. Maleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, …, h. 35
yang diwawancarai. Melalui wawancara, penulis akan mengumpulkan data dengan cara mengajukan pertanyaan langsung kepada orang tua remaja yang terlibat perjudian di Kelurahan Belakang Balok serta remaja yang terlibar dalam perjudian. Dalam hal ini penulis menggunakan wawancara terbuka, yaitu wawancara yang menggunakan panduan pokok masalah yang diteliti.
E. Teknik Pengolahan Data
Setelah data terkumpul, kemudian penulis akan mengolah data dengan menggunakan tekhnik analisa data deksriptif analitik maksudnya data yang diperoleh dituangkan dalam bentuk kualitatif. Suharsimi Arikunto mengatakan kriteria yang telah ditetapkan dalam landasan teori.88
Dalam pengolahan data kualitatif ini, penulis menggunakan proses berfikir induktif, artinya bahwa pengolahan data bertitik tolak dari data yang dikumpulkan melalui observasi dan wawancara kemudian disimpulkan, yang dimulai dari keputusan-keputusan khusus kemudian diambil keseimpulan umum.
Kemudian tekhnik analisa data yang digunakan adalah:
1. Menelaah data yang tersedia dari semua sumber yaitu hasil wawancara dan observasi.
2. Redaksi data yang dilakukan dengan membuat abtrasi merupakan usahan membuat rangkuman inti, proses dari pernyataan-pernyataan yang perlu dijaga
88 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, (PT: Rineka Cpta, Jakarta, 1996), hal. 24
hingga tetap berada di dalamnnya, selanjutnya menyusun dalam satuan-satuan.
3. Satuan-satuan ini kemudian dikategorikan, dilakukan sambil membuat koding.
Koding adalah mengklasisfikasikan jawaban responden.89 Yaitu pengkodingan dari apa yang di dapat di lapangan.
F. Teknik Keabsahan Data
Keabsahan data yang diperoleh di lapangan disusun berdasarkan kriteria dan tekhnik tertentu, sehingga dalam menerapkan keabsahan data yang diperlukan tekhnik pemeriksaan data. Pelaksanaan tekhnik pemeriksaan data dilakukan melalui triangulasi data.
Triangulasi merupakan teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data tersebut, triangulasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi sumber data yang dilakukan dengan cara mengecek data yang diperoleh melalui beberapa sumber, sedangkan triangulasi tekhnik menguji kredibilitas data yang dilakukan dengan cara mengecek dari data kepada sumber-sumber yang sama dengan teknik yang berbeda.90
Penulis dalam penelitian ini mengecek data dari sumber yang berbeda yaitu dengan membandingkan yang diperoleh dari orang tua dan anak. Penulis juga membandingkan data atau hasil peneliti dengan menggunakan tekhnik yang
89 Sutrisno, Hadi, Metodologi Penelitian, (Pustaka Setia, Bandung,1998) , hal. 8
90 Sugiyono, Metode Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D, (Alfabeta, Bandung, 2009), hal. 373
berbeda yaitu observasi dan wawancara terhadap variabel penelitian peran keluarga dalam menaggulangi perjudian di kalangan remaja di RT 03/ RW II Kelurahan Belakang Balok Bukittinggi.
BAB IV
HASIL PENELITIAN
Pada bagian ini penulis mengemukakan hasil penelitian, sesuai dengan observasi dan wawancara yang penulis lakukan. Adapun hal yang akan penulis kemukakan adalah: Peran Keluarga Dalam Menaggulani Perjudian Di Kalangan Remaja. Sumber data dari penelitian ini adalah orang tua sebanyak delapan orang dan remaja sebanyak tujuh orang di lengkapi dengan penyampaian Ketua RT 03/
RW II Belakang Balok Bukittinggi sebagai informen pendukung.
Berdasarkan hasil penelitian yang penulis telah lakukan di RT 03/ RW II Kelurahan Belakang Balok Bukittinggi terjadi penyimpangan pada anak remaja yaitu perjudian maka penulis ingin melihat peran keluarga dalam penanggulangan perjudian ini. Berdasarkan wawancara penulis dengan orang tua remaja mengatakan bahwa:
“Saya sebagai orang tua di rumah sering memberikan pengajaran dan pendidikan yang baik terhadap anak, serta memberi nasehat, namun terkadang saya juga ada kesibukan lain yang mesti diselesaikan sehingga ada kalanya memang saya tidak sempat memberikan nasehat pada anak ”91 Hal senada juga diperoleh dari salah seorang, orang tua remaja yang mengatakan bahwa:
“Saya sangat sering menasehati anak di rumah, dan melarangnya untuk tidak melakukan hal yang tidak baik, apalagi berjudi, karena itu perbuatan yang
91 Rusman, Orang tua remaja Kelurahan Belakanag Balok, Wawancara pribadi, Belakang Balok 16 Juli 2015
dilarang oleh agama hanya saja kadang anak saya tidak menghiraukan apa yang saya sampaikan”92
Selanjutnya penulis juga masih ingin tahu bagaimana pula peran orang tua remaja yang lain terkait permasalahan yang penulis teliti maka berdasarkan hasil wawancara dengan salah seorang orang tua remaja yang mengatakan bahwa:
“Saya sebagai orang tua di rumah sudah memberikan contoh dan teladan kepada anak saya serta memberi nasehat yang baik, dan saya akan sangat marah kepada anak jika saya tau dia melakukan perbuatan yang tidak baik, seperti merokok, keluar tengah malam tanpa tujuan, bergaul tanpa batas termasuk perjudian ini karena saya tau itu semua akan berakibat tidak baik bagi anak saya dan juga bagi keluarga, namun hanya saja kadang mereka merasa bosan selalu di nasehati terus sehinggga muncul rasa mendongkol di hati, namun hal itu bagi saya sebagai orang tua adalah hal yang biasa dan menjadi tantangan bagi semua orang tua di zaman sekarang ini”93
Hal yang serupa juga penulis peroleh dari orang tua remaja yang lain melalui wawancara yang mengatakan bahwa:
“Anak saya kalau berada di rumah maka ketika waktu sholat masuk saya mengingatkannya untuk melaksanakan sholat, dan memberikan nasehat jika dia meninggalkannya, apalagi dalam sholat magrib, isya, dan sholat subuh karena mereka berada di rumah pada waktu sholat yang tiga ini, begitupun mengenai pergaulannya selalu saya tanyakan dengan siapa dia bergaul dan saya akan sangat marah jika saya tau anak saya terlibat penyimpangan remaja seperti perjudian”94
Dari hasil wawancara diatas jelas bahwa orang tua sudah menjalankan perannya sebagai orang tua, hanya saja orang tua masih belum pernah melihat langsung anak mereka melakukan perjudian serta pengawasan yang masih belum
92 Sabri, Orang tua remaja Kelurahan Belakang Balok, Wawancara pribadi, Belakang Balok, 16 Juli 2015
93 Arifin, Orang tua remaja Kelurahan Belakang Balok, Wawancara pribadi, Belakang Balok, 16 Juli 2015
94 Hamzah, Orang tua remaja Kelurahan Belakang Balok, Wawancara pribadi, Belakang Balok 17 Juli 2015
maksimal dilakukan oleh orang tua, sehingga anak mereka ada yang terlibat dalam perjudian.
Selanjutnya untuk memperkuat hasil penelitian ini maka penulis akan memperluas dan menambah pernyataan dari para responden kunci diatas, dimana orang tua remaja yang lainnya juga mengatakan bahwa:
“Saya sebagai orang tua yang menjadi panutan terhadap anak, maka saya sudah menunjukkan contoh yang baik dan memberikan pendidikan kepada anak saya, baik pendidikan umum apalagi pendidikan agama, dan anak saya dulunya sudah saya masukkan ke MDTA untuk belajar agama, begitupun di sekolah saya lihat mereka belajar agama meskipun banayak teori saja, dan saya sudah pernah marah kepada anak saya dikarenakan dia kedapatan oleh saya melawan Ibunya, ini saya lakukan agar dia sadar dan tidak melawan orang tua lagi, dan tentu saya juga sebagai orang tua harus tau hak dan kewajiban saya pada anak dan jika memang terpaksa harus marah maka marahnya saya pada tempatnya sesuai ajaran agama kita”95 Hal ini juga serupa apa yang disampaikan oleh orang tua remaja yang laiannya bahwa:
"Anak saya sering saya berikan nasehat dan motivasi ketika dia berada di rumah dan anak saya , saya larang untuk melakukan judi karena ini dapat mengakibatkannya lalai dalam belajarnya sehingga nilainya turun dan saya sebenarnya bukan tidak melarang anak untuk berjudi bahkan saya sangat marah bila melihat anak saya berjudi, hanya saja saya tidak mengetahui apakah anak saya melakukan judi atau tidak”96
Selanjutnya penulis melakukan wawancara dengan salah seorang orang tua remaja yang lain yang mengatakan bahwa:
“Kalau anak saya tidak bisa berbicara yang lemah lembut kepada saya sebagai orang tuanya maka dia akan saya marahi, karena berbicara yang
95 Yunus, Orang tua remaja Kerlurahan Belakang Balok, Wawancara pribadi, Belakang Balok 17 Juli 2015
96 Abdurrahman, Orang tua remaja Kelurahan Belakang Balok, Wawancara pribadi, Belakang Balok 18 Juli 2015
baik itu sudah merupakan cara mereka menghormati orang tua, apalagi jika maka jika anak saya berbuat salah maka saya akan berusaha untuk menegur dan mengarahkan, jika memang tidak bisa juga maka saya akan marah kepada anak saya dalam batasannya tentunya”98
Perjudian adalah suatu permasalahan pada anak remaja yang mesti mendapat perhatian orang tua, sekaligus harus diatasi karena jika tidak bisa menghancurkan anak bahkan keluarga, terutama orang tua, maka pernyataan responden diatas di perkuat dengan apa yang disampaikan oleh Ketua RT 03 Kelurahan belakang Balok Bukittinggi bahwa:
“Saya sebagai Ketua RT di Kelurahan Belakang Balok sangat berharap anak-anak remaja bisa berguna bagi keluarga, masyarakat dan Bangsa pada umumnya, serta jelas kami sangat melarang penyimpangan-penyimpangan pada anak remaja seperti perjudian, hanya saja kami memang belum pernah melihat langsung kejadian ini dikarenakan kesibukan yang lain dan pengawasan langsung terhadap anak-anak remaja di Kelurahan ini, dan kami juga memang tidak membuat aturan tertulisnya, di sini kami sangat berharap kepada keluarga agar bisa mendidk anak remaja dan mengawasi pergaulan mereka, sekaligus menindak tegas anak-anak yang ketahuan berjudi”99
97 Syarif, Orang tua remaja Kelurahan Belakang Balok, Wawancara pribadi, Belakang Balok 18 Juli 2015
98 Safaruddin Ali, Orang tua remaja Kelurahan Belakang Balok, Wawancara pribadi, Belakang Balok 18 Juli 2015
99 Alwis, Ketua RT 03 Kelurahan Belakang Balok, Wawancara pribadi, Belakang Balok 18 Juli 2015
Selanjutnya penulis juga melakukan wawancara dengan anak remaja yang terlibat perjudian, yang mengatakan bahwa:
“Di rumah saya sering di ajari oleh orang tua, dan juga saya sudah menempuh pendidikan agama di MDTA, serta ditambah lagi dengan belajar agama di sekolah, begitu juga kebaikan-kebaikan yang diajarkan guru di sekolah, hanya saja saya terus terang jarang sholat ke masjid, karena ikut-ikutan dengan teman saya yang jarang sholat, dan juga kadang-kadang orang tua saya jarang di rumah karena sibuk bekerja mencari nafkah, sehingga saya banyak waktu bermain saja dengan kawan-kawan hingga terlibat dalam perjudian yang sebenarnya saya tau itu perbuatan yang salah dan dilarang, apalagi jika ketahuan oleh orang tua saya”100 Hal yang serupa juga disampaikan oleh remaja yang lainnya bahwa:
“Ketika saya berada di rumah orang tua saya sering menasehati saya, memberi arahan dan motivasi serta contoh yang baik terhadap saya, hanya saja saya memang terkadang cuek saja, bahkan ada kalanya melawan kepada mereka di karenakan orang tua sering memberikan nasehat yang itu-itu saja sehingga saya bosan mendengarnya, apalagi ketika pulang dari sekolah dalam keadaan masih letih banyak saja suruhan-suruhan orang tua”101
Selanjutnya pernyataan dari remaja lainnya juga mengatakan bahwa:
“Orang tua saya sangat baik terhadap saya dan selalu menasehati saya jika berada di rumah”102
Selanjutnya para remaja juga mengatakan bahwa:
“Orang tua saya selalu bersikap baik pada saya jika meskipun saya terkadang melawan dan tidak menghiraukan apa yang mereka sampaikan pada saya”103
100 Sulaiman, Remaja Kelurahan Belakang Balok, Wawancara Pribadi, Belakang Balok 18 Juli 2015
101 Yogi, Remaja Kelurahan Belakang Balok, Wawancara pribadi, Belakang Balok 18 Juli 2015
102 Feri, Remaja Kelurahan Belakang Balok, Wawancara Pribadi, Belakang Balok 18 Juli 2015
103 Aziz, Remaja Kelurahan Belakang Balok, Wawancara Pribadi, Belakang Balok 18 Juli 2015
“Di rumah saya sangat merasakan kebahagiaan karena orang tua saya selalu memberikan apa yang yang saya inginkan”104
Pernyataan selanjutnya mengenai sanksi yang diberikan orang tua kepada anak maka penulis memperoleh informasi yang di katakan oleh remaja bahwa:
“Orang tua saya akan sangat marah jika saya melakukan kesalahan diketahui oleh mereka, tetapi masyarakat selama ini tidak pernah memberikan teguran atau sanksi kepada saya karena memang saya belum pernah mereka lihat berbuat tidak baik”105
“Orang tua saya sering memberikan sanksi kepada saya karena kesalahan saya, tapi kadang-kadang saya tidak menghiraukan apa yang mereka ajarkan kepada saya”106
Selanjutnya pernyataan yang serupa juga diperoleh dari remaja yang mengatakan bahawa:
“Orang tua saya pernah marah kepada saya karena saya ketahuan merokok oleh oleh orang tua saya”107
104 Rahmat, Remaja Kelurahan Belakang Balok, Wawancara Pribadi, Belakang Balok 18 Juli 2015
105 Suhirman, Remaja Kelurahan Belakang Balok, Wawancara Pribadi, Belakang Balok 18 Juli 2015
106 Ibrahim, Remaja Kelurahan Belakang Balok, Wawancara Pribadi, Belakang Balok 18 Juli 2015
107 Tamrin Yunus, Remaja Kelurahan Belakang Balok, Wawancara Pribadi, Belakang Balok 18 Juli 2015
Dari apa yang disampaikan oleh responden diatas memang benar adanya karena penulis sudah melakukan observasi dan melihat langsung, anak remaja yang melawan kepada orang tuanya bahkan sampai mengeluarkan kata-kata yang kotor serta memaki orang tuanya sendiri.
Dari semua jawaban responden diatas menurut penulis keluarga khususnya orang tua sudah menjalankan peranya dalam mendidik anak, hanya saja masih belum maksimal dan masih perlu di tingkatkan serta adanya campur tangan RT setempat, masyarakat pada umumnya agar remaja yang melakukan perjudian dapat merasa jera serta tridak akan melakukannya lagi demi kebaikan mereka, keluarga dan masa depan mereka.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari hasil observasi dan wawancara penulis di RT 03/RW II Kelurahan Belakang Balok Bukittinggi maka dapat disimpulkan bahwa:
Keluarga atau orang tua di RT 03/RW II Kelurahan Belakang Balok sudah menjalankan perannya sebagai orang tua antara lain:
1. Memelihara dan membesarkan anak.
2. Melindungi dan menjamin kesamaan.
3. Memberi pengajaran.
4. Membahagiakan anak.
5. Memberi contoh.
6. Memberi nasehat.
7. Memberi motivasi.
Hanya saja dari semua peran yang mereka jalankan masih belum maksimal seutuhnya, serta pengawasan yang masih kurang terhadap anak remaja, sehingga masih perlu untuk ditingkatkan guna membina anak remaja menjadi lebih baik serta bisa menanggulangi perjudian di kalangan remaja.
B. Saran-Saran
Adapun saran yang bisa penulis berikan dalam hal ini adalah:
1. Kepada keluarga khususnya kepala keluarga untuk terus melakukan pendidikan agama dalam keluarga, jangan hanya diserahkan kepada guru sekolah namun harus juga ada pengawasan dan pendidikan agama dari orang tua. Dan kepada Ketua RT 03 agar membuat aturan tertulis terhadap permasalahan ini sehingga remaja bisa jera untuk melakukan perjudian.
2. Kepada generasi muda atau remaja Kelurahan Belakang Balok untuk tidak melakukan perjudian kerena perjudian hanya akan merusak diri sendiri dan dapat melupakan pelakunya kepada Tuhan yang Maha Esa.
3. Karena masih belum sempurnanya skripsi ini dan banyak lagi aspek yang belum dibahas maka disarankan kepada peneliti yang akan melakukan penelitian agar meneliti aspek yang lain yang berkenaan dengan hal ini.
DAFTAR KEPUSTAKAAN
Abbas Sirajuddin, 40 Masalah Agama, Jakarta: Pustaka Tarbiyah Jakarta: 2004 Arifin M, Kapita Pendidikan Islam dan Umum, Jakarta: 1992
Pustaka Setia, 1998
Arikunto Suharsimi, Manajemen Penelitian. Raja Grafindo Persada, 2000 _______ , Manajemen Penelitian, Raja Grafindi Persada, 2000
Arikunto Suharsimi, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta: PT:
Rineka Cpta, 1996
Abdul Aziz Dahlan (ed.), Eksiklopedi Islam, Jakarta: Ikhtiar Baru Vanhope, 2000 Arifin Zinal, Evaluasi Pembelajaran, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2009 Ahmadi Abu, Psikologi Pendidikan, Jakarta: Rineka Cipta,
Abdul Qadir Jawes bin Yazid, Prinsip Dasar Islam Menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah yang Shahih, Bogor: Pustaka At-Taqwa 16001, Cet. Ke-3
Arifin M., Hubungan Timbal Balik Pendidikan Agama di Lingkungan Sekolah dan Keluarga, Jakarta: Bulan Bintang, 1976
_______ , Kapita Pendidikan Dan Umum, Jakarta: Bumi Aksara, 1992 Aswajie M., Ilmu Tasawuf, Surabaya: Bina Ilmu, 1979
Baihaqi AK, Fiqh Ibadah, Bandung: M.2S, 1996, Cet. Ke-1
Bery David, Pokok-Pokok Pikiran dalam Sosiologi, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1995
Barokah Ummy, Problema Kejahatan Remaja Menurut Islam, Jakarta: Proyek pembinaan kemahasiswaan, Direktorat Jenderal pembinaan kelembagaan Agama Islam Departemen Agama RI
Darajat Dzakiyah, Kesehatan Mental, Jakarta: Bulan Bintang, 1997
Daradjat Zakiah dkk, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta: Bumi Aksara, 1996, Cet. Ke-3
Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 2005
_______ , Membina Nilai-nilai Moral Di Indonesia, Jakarta: Bulan Bintang, 1976, Cet. Ke-3
_______ , Peranan Agama dalam Kesehatan Mental, Jakarta: Gunung Agung, 1982
_______ , Pendidikan Islam Dalam Keluarga dan Sekolah, Jakarta:
Ruhama, 1995
_______ , Remaja harapan dan tantangan, Bandung: Ronda Karya, 1995, Cet. Ke-2
Elizabet B. Hurlock, Psikologi Perkembangan Suatu pendekatan sepanjang rentang hidup, Jakarta: Erlangga, 1980, Edisi ke-5
Fahmi Mustafa, Kesehatan Jiwa dalam Keluarga, Sekolah dan Masyarakat, Alih bahasa, Zakiyah Darazat. Jakrta: Bulan Bintang, 1977
Guru A.Yuki dan Kenneth N Wexly, Perilaku Sosilogi dan Sosiolagi Personalia, Jakarta: Rineka Cipta
Guthrie Elisabeth M.D, Anak sempurna atau Anak Dilema Orang Tua Modern, Bandung: PT. Mizan Pustaka, 2003
Hafiz Abdul M. Nipan, Anak Shaleh dambaan Keluarga, Mitra Pustaka Yogyakarta 2000
Halim Abdul Nipan, Anak saleh dambaan keluarga, Yogyakarta: Mitra Pustaka, 2000 Hadi, Sutrisno, Metodologi Penelitian, Bandung: Pustaka Setia, 1998
Idris Zahara, Dasar-dasar Kependidikan, Bandung: Bumi Aksara, 1984
Langgulung Hasan, Manusia dan Pendidikan Suatu Analisa Psikis dan Pendidikan, Jakarta: Al-Husna zikra, 1995. Cet. Ke-3
Mansyur Kahar, Membina Moral dan Akhlak, Yogyakarta: Kalam Mulia, 1985 Maleong, Lexy J, Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: Remaja Rosda
Karya, 1995
Muhammad Zuhaili, Petingnya Pendidikan Islam Sejak Dini, Jakarta: Ba‟dillah Press, 2002
M. Jamhari I dan A. Zainuddin, Akidah dan Ibadah, Bandung: Pustaka Setia, 1999 Nahlawi An Abdurrahman, Pendidikan Islam Di Rumah sekolah dan Masyarakat,
Jakarta: Gema Insan Press, 1996
Nasution S, Sosiologi Pendidikan, Jakarta: Bumi Aksara, 1999
Nur Uhbiyati dan Ahmadi Abu, Ilmu Pendidikan, Jakarta: Rineka Cipta, 1991
Nur Uhbiyati dan Ahmadi Abu, Ilmu Pendidikan, Jakarta: Rineka Cipta, 1991