• Tidak ada hasil yang ditemukan

F. Manfaat Penelitian

2. Peranan Koperasi Mahasiswa

                 Terjemahnya:

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran, dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.32

2. Peranan Koperasi Mahasiswa

Peranan koperasi dan tugas koperasi adalah untuk meningkatkan taraf hidup anggotanya hal ini sangat berkaitan dengan peningkatan pendapatan anggotanya. Peranan koperasi adalah sesuatu yang mewujudkan bagian yang memegang peranan pimpinan terutama dalam terjadinya sesuatu hal peristiwa, peranan koperasi terkait erat dengan tujuan akhir, di mana guna mencapai tingkat kehidupan yang lebih baik.

Koperasi harus memegang peranan utama dalam struktur perekonomian masyarakat, berdasarkan peranan tersebut koperasi mahasiswa memiliki peranan yang berfungsi sebagai penggerak dan motivasi kepada mahasiswa untuk mensejahterakan hidup mereka sesuai dengan bakat mereka sendiri karena koperasi mahasiswa sebagai koperasi yang masa pendidikannya diperguruan

32

Kementrian Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahan, (Semarang: PT Karya Toha Putra, 2015), h. 271

tinggi juga disiapkan sebagai insan pembangunan masa depan. Koperasi mahasiswa diharapkan mampu memainkan peranannya sebagai gerakan ekonomi koperasi, yaitu koperasi mahasiswa memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi semua anggota untuk ikut menyatukan usaha mereka atas dasar ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan bersama.

Koperasi mahasiswa adalah lembaga ekonomi yang berwatak sosial yang merupakan wadah transformasi nilai-nilai koperasi dalam usaha mensejahterakan anggota.33 Sesuai dengan peranan tersebut, upaya yang diperlukan untuk mensejahterakan anggota yaitu dengan mengadakan pelatihan-pelatihan tentang kewirausahaan dan memberikan pendidikan tentang perkoperasian, sehingga mahasiswa mengenali koperasi.34 Koperasi juga mampu memberikan peluang kepada anggotanya untuk membuka usaha sendiri sesuai dengan kemampuan masing-masing, dari itu sebagai anggota koperasi akan memiliki kemampuan dibidang usaha yang dapat mewujudkan kehidupan yang sejahtera dibidang ekonomi.

a. Koperasi mahasiwa sebagai Badan Usaha

Koperasi badan usaha (UU No.25 tahun 1992) sebagai badan usaha, koperasi tetap tunduk terhadap kaidah-kaidah perusahaan dan prinsip-prinsip ekonomi yang berlaku. Dengan mengacu pada konsepsi sistem yang bekerja

33

Panji Anoraga, Dinamika Koperasi, (Jakarta : PT. Rineka Cipta, 2007), h.203

34

Zulfa Sari, Peranan Koperasi Mahasiswa (KOPMA) dalam Menumbuhkan Kembangkan Jiwa Kewirausahaan pada Anggota Koperasi di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Pekan Baru, (Skripsi, Jurusan Pendidikan Ekonomi, Fakultas Tarbiah dan Keguruan, Riau.2010)

pada suatu badan usaha, maka koperasi sebagai badan usaha juga berarti merupakan kombinasi dari manusia, aset-aset, fisik dan nonfisik, informasi dan teknologi. Karena itu, koperasi harus dapat menghasilkan keuntungan dalam mengembangkan organisasi dan usahanya.

Menurut UU Nomor 25 Tahun 1992 tentang perkoperasian disebutkan bahwa, anggota koperasi adalah pemilik sekaligus penggunajasa koperasi, mereka ini mempunyai kepentingan ekonomi yang sama, yang diwadahi oleh koperasi dalam memenuhi kepentingan ekonomi tersebut.

Koperasi mahasiswa yang berfungsi sebagai badan usaha di kampus untuk mahasiswa, maka koperasi tetap tunduk pada prinsip-prinsip ekonomi perusahaan dan prinsip-prinsip dasar koperasi. Khusus yang menyangkut aspek perkoperasian, ada 6 aspek dasar yang menjadi pertimbangan untuk mencapai tujuan koperasi sebagai badan usaha yaitu:

1. Status dan motif anggota koperasi 2. Kegiatan usaha

3. Permodalan koperasi 4. Manajemen koperasi 5. Organisasi koperasi, dan

6. Sistem pembagian keuntungan.35

35

b. Koperasi sebagai Lembaga Pendidikan Kewirausahaan

Koperasi mahasiswa merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan mahasiswa, fungsi dari koperasi tidak hanya menyediakan peralatan dan perlengkapan kampus namun selain dari itu juga sebagai lembaga pendidikan kewirausahaan bagi mahasiswa. Koperasi mahasiswa sudah diakui keberadaannya sebagai tempat praktik dan latihan bagi mahasiswa dalam membangun dan mengembangkan sikap mental kewirausahaanya, selain itu anggota juga bisa lebih mengenal tentang perkoperasian.

Seorang wirausaha harus mempunyai sofskill untuk menunjang dalam kegiatan usahanya, dalam koperasi mahasiswa bukan hanya sebagai lembaga pendidikan kewirausahaan, tetapi juga tentang berorganisasi. Sofskill yang bisa didapat dari berorganisasi di koperasi mahasiswa yaitu:

1. Kemampuan Komunikasi 2. Kemampuan Kepemimpinan 3. Kemampuan Mengendalikan diri36

36

Zulfa Sari, Peranan Koperasi Mahasiswa (KOPMA) dalam Menumbuhkan Kembangkan Jiwa Kewirausahaan pada Anggota Koperasi di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Pekan Baru, (Skripsi, Jurusan Pendidikan Ekonomi, Fakultas Tarbiah dan Keguruan, Riau.2010)

B. Kesejahteraan Anggota Koperasi 1. Tinjauan Tentang Kesejahteraan

Istilah kesejahteraan bukanlah hal yang baru, baik dalam wacana global maupun nasional. Membahas analisis tingkat kesejahteraan, tentu kita harus mengetahui pengertian sejahtera terlebih dahulu. Kesejahteraan itu meliputi keamanan, keselamatan, dan kemakmuran. Pengertian sejahtera menurut W.J.S Poerwadarminta adalah suatu keadaan yang aman, sentosa, dan makmur. Dalam arti lain jika kebutuhan akan keamanan, keselamatan dan kemakmuran ini dapat terpenuhi, maka akan terciptalah kesejahteraan.

Menurut Undang-undang No 11 Tahun 2009, tentang Kesejahteraan Sosial, kesejahteraan Sosial adalah kondisi terpenuhinya kebutuhan material, spiritual, dan sosial warga negara agar dapat hidup layak dan mampu mengembangkan diri, sehingga dapat melaksanakan fungsi sosialnya. Undang-undang di atas dapat kita cermati bahwa ukuran tingkat kesejahteraan dapat dinilai dari kemampuan seorang individu atau kelompok dalam usahanya memenuhi kebutuhan material dan spiritualnya. Kebutuhan material dapat kita hubungkan dengan pendapatan yang nanti akan mewujudkan kebutuhan akan pangan, sandang, papan dan kesehatan. Kemudian kebutuhan spiritual kita hubungkan dengan pendidikan, kemudian keamanan dan ketentaraman hidup.37

37

Zulfa Sari, Peranan Koperasi Mahasiswa (KOPMA) dalam Menumbuhkan Kembangkan Jiwa Kewirausahaan pada Anggota Koperasi di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Pekan Baru, (Skripsi, Jurusan Pendidikan Ekonomi, Fakultas Tarbiah dan Keguruan, Riau.2010)

Kesejahteraan sosial sebagai suatu unsur penting dalam kegiatan pembangunan nasional yang komprehensif dan juga sebagai pencerminan filsafat serta kebutuhan masyarakat yang mengalami perubahan dan perkembangan secara cepat dan menandakan keadaan sejahtera pada umumnya, yang meliputi keadaan jasmaniah, rohaniah, dan sosial dan bukan hanya perbaikan dan pemberantasan keburukan sosial tertentu saja, jadi merupakan suatu keadaan dan kegiatan.

Pada dasarnya manusia adalah mahluk sosial, baik kita suka atau tidak, hampir semua yang kita lakukan dalam kehidupan kita berkaitan dengan orang lain. Pekerjaan Sosial merupakan suatu profesi pelayanan kepada manusia (individu, kelompok, dan masyarakat). Pelayanan profesionalnya, pekerja sosial dilandasi oleh pengetahuan-pengetahuan dan keterampilan-keterampilan ilmiah mengenai human relation (relasi antar manusia), oleh sebab itu, relasi antar manusia merupakan inti dari profesi pekerjaan sosial.38

Pembangunan kesejahteraan sosial sebagaimana diatur dalam UU Nomor 11 Tahun 2009 tentang kesejahteraan sosial dimaksudkan untuk mewujudkan kehidupan yang layak dan bermartabat, serta untuk memenuhi hak atas kebutuhan dasar warga negara demi tercapainya kesejahteraan sosial, negara menyelenggarakan pelayanan dan pengembangan kesejahteraan sosial secara terencana, terarah, dan berkelanjutan.

38

Rahayu Diashastuti, Peranan Koperasi dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Sekitar Pondok Pesantren Assalam, (Skripsi, Jurusan Sosiologi dan Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial, Semarang.2011)

Menurut konsep lain, kesejahteraan bisa di ukur melalui dimensi moneter maupun non moneter, misalnya ketimpangan distribusi pendapatan, yang didasarkan pada perbedaan tingkat pendapatan penduduk di suatu daerah. Kemudian masalah kerentanan (vulnerability), yang merupakan suatu kondisi dimana peluang atau kondisi fisik suatu daerah yang membuat seseorang menjadi miskin atau menjadi lebih miskin pada masa yang akan datang. Hal ini merupakan masalah yang cukup serius karena bersifat struktural dan mendasar yang mengakibatkan risiko-risiko sosial ekonomi dan akan sangat sulit untuk memulihkan diri (recover).

Kerentanan merupakan suatu dimensi kunci dimana perilaku individu dalam melakukan investasi, pola produksi, strategi penanggulangan dan persepsi mereka akan berubah dalam mencapai kesejahteraan. Kesejahteraan pada intinya mencakup tiga konsepsi, yaitu:

a. Kondisi kehidupan atau keadaan sejahtera, yakni terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan jasmaniah, rohaniah, dan sosial.

b. Institusi, arena atau bidang kegiatan yang melibatkan lembaga kesejahteraan sosial dan berbagai profesi kemanusiaan yang menyelenggarakan usaha kesejahteraan sosial dan pelayanan sosial.

c. Aktivitas, yakni suatu kegiatan-kegiatan atau usaha yang terorganisir untuk mencapai sejahtera.39

Dokumen terkait