• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peranan Ombudsman dalam Memperkuat Ideologi Harian

BAB V PEMBAHASAN

A. Peranan Ombudsman dalam Memperkuat Ideologi Harian

1. Level Ideologi

Level ini adalah level terakhir di Hierarki Pengaruh dalam media massa. Pada level-level sebelumnya dapat terlihat pengaruh yang bersifat absolut dan konkret. Sedangkan pada level ideologi ini bersifat abstrak. Ideologi sendiri dapat telihat dari hasil pemberitaan serta kebijakan yang dibuat oleh suatu media. Hal ini terjadi karena pekerja media harus menyesuaikan dengan ideologi yang tertuang menjadi suatu kebijakan atau idealisme yang dipercayai oleh perusahaan media massa

tersebut. Di Indonesia ada media yang memang terbuka memunculkan ideologinya dan ada juga yang tidak memunculkan ideologinya secara terbuka.

Harian Kompas merupakan koran atau media cetak nasional terbesar di Indonesia yang terbit sejak tanggal 28 Juni 1965. Harian Kompas telah berkiprah dalam dunia jurnalisme selama lebih dari empat puluh tahun. Media cetak ini merupakan surat kabar nasional pertama di Indonesia. Kali pertama terbit dengan mencetak empat halaman pada tanggal 28 Juni 1965, dengan semboyan “Amanat Hati Nurani Rakyat”.

Surat kabar Harian Kompas diprakarsai oleh PK Ojong (1920-1980) dan Jakob Oetama. Mereka memulai surat kabar ini bertujuan agar dapat menerbitkan surat kabar yang berimbang, kredibel dan independen. Sejak tahun 1965, Kompas dipercaya masyarakat Indonesia dalam pemberitaan seputar Politik, Nusantara, Ekonomi, Opini, Metropolitan, Internasional dan lainnya. Kompas dengan semboyan “Amanat Hati Nurani Rakyat” mengisyaratkan bahwa Kompas akan selalu berusaha untuk mengembangkan institusinya dan fokus mengedepankan keterbukaan, meninggalkan penyekatan latar belakang, suku, agama, ras dan golongan pada setiap pemberitaan yang mereka sebarkan.

Kompas bertujuan untuk mengedukasi dan memberikan manfaat kepada masyarakat dengan cara menyebarkan informasi yang menjelaskan segala peristiwa dalam tatanan penulisan yang baik. Salah satu visi Kompas yaitu “Menjadi Institusi yang memberikan pencerahan bagi perkembangan

masyarakat Indonesia yang demokratis dan bermartabat serta menjunjung tinggi asas dan nilai kemanusiaan.”121

Selain itu Jakob Oetama sebagai salah satu pendiri Kompas juga kerap menekankan pada setiap wartawan Kompas bahwa ideologi atau prinsip Kompas sendiri adalah humanisme transendental atau humanism transcendental yang berarti persatuan dalam perbedaan. Hal ini dikarenakan, pers bukan hanya sekedar mencari dan menulis berita, namun pers berkaitan dengan manusia dan kemanusiaan. Pers Kompas harus berusaha untuk menyuarakan apa yang perlu disuarakan dan memanusiakan manusia lainnya.

Humanisme transendental adalah manusia yang berpusat pada ilahi. Prinsip yang menempatkan masyarakat manusia dalam posisinya yang vertikal dan horisontal. Maksudnya adalah untuk memaknai kebersamaan dengan sesama manusia lain dalam kaitan keluarga, komunitas, masyarakat bangsa dan negara. Bermaksud untuk menghormati setiap individu serta masyarakat adil dan makmur. Agama bisa saja berbeda, tetapi kemanusiaan itu satu, karena setiap agama sejatinya akan memperjuangkan kemaslahatan manusia lainnya.122

Selain berpegang teguh pada ideologi humanisme transendental, segala pemberitaan yang dihasilkan oleh surat kabar Harian Kompas juga berfokus pada prinsip nasionalisme. Karena nasionalisme juga berkesinambungan dengan prinsip humanisme transendental yang berperan penting dalam segala

121 Company Profile Harian Kompas

122VIK -The Legacy 85 Tahun Jakob Oetama https://vik.kompas.com/the-legacy-jakob-oetama/ diakses pada tanggal 12 juni 2020, pukul 15:00

aspek dengan menanamkan semangat kebangsaan pada jiwa setiap manusia yang lahir sebagai warga negara Indonesia.

Nasionalisme adalah suatu sikap politik atau pemahaman dari masyarakat suatu bangsa yang memiliki keselarasan kebudayaan dan wilayah. Kemudian memilki kesamaan cita-cita dan tujuan sehingga timbul rasa ingin membela dan mempertahankan negaranya baik dari internal maupun eksternal.123

Kata nasionalisme dalam sejarah Indonesia, identik dengan semangat perjuangan bangsa Indonesia dalam melawan penindasan oleh para penjajah beratus-ratus tahun lamanya. Namun seiring berjalannya waktu, prinsip nasionalisme ini kerap berubah makna dan tidak jarang menyebabkan penilaian negatif terhadap semangat kebangsaan ini. Hal ini terjadi karena nasionalisme seringkali disalahgunakan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang salah dalam menafsirkan prinsip ini.

Kompas dalam perjalanannya selalu menekankan prinsip nasionalisme terutama dalam penulisan berita. Tidak jarang Kompas menyelipkan unsur nasionalisme pada setiap hasil produknya. Misalnya pada Kompas.com ada kolom khusus untuk segala hal yang berkaitan dengan nasionalisme.124

Sebagai organisasi pers yang berada di negara demokrasi, Kompas juga turut mengikutsertakan partisipasi masyarakat dalam menyampaikan pikiran serta opini atas

123 Nasionalisme: Arti, Sejarah, dan Tujuan,

https://www.kompas.com/skola/read/2019/12/29/180000269/nasionalisme-arti-sejarah-dan-tujuan?page=all diakses pada tanggal 12 juni 2020, pukul 19:34

124 Kolom khusus Nasionalisme dapat diakses di

pemberitaan yang disebarkan oleh medianya. Hal ini dikarenakan hak dasar rakyat atau masyarakat adalah harus terjamin kemerdekaan dalam menyampaikan opini dan hak untuk mengetahui informasi baik secara lisan maupun tulisan. Maka dari itu, Kompas tentu merasa bertanggung jawab sebagai pemegang peranan penting dalam masyarakat demokratis.

Level ideologi pada Harian Kompas memiliki pengaruh yang kuat. Sesuai dengan ideologi Harian Kompas yaitu humanisme transendental dan nasionalisme, segala hal yang berkaitan dengan prinsip tersebut akan dielaborasi ke dalam kebijakan pada tim redaksi Harian Kompas yang ditentukan oleh pemimpin redaksi. Ideologi adalah hal yang abstrak dan tidak dapat dideskripsikan secara nyata, namun ideologi akan erat terlihat pada pemberitaan serta hasil kebijakan yang dibuat oleh para pekerja di Harian Kompas.

Berdasarkan wawancara mendalam dengan narasumber, terlihat bahwa dengan kehadiran unit diluar redaksi yaitu tim Ombudsman dapat memberikan masukan atau evaluasi yang valid berdasarkan data yang dikumpulkan dari masyarakat. Apabila dilihat dari teori hierarki pengaruh dalam level ideologi, Tim Ombudsman Kompas dapat menguatkan ideologi Kompas dan segala hal yang berkaitan dengan idealisme pers yang sudah diaplikasikan sejak awal oleh tim redaksi Harian Kompas.

Tim Ombudsman Kompas disini berfungsi sebagai pengingat agar tim redaksi Harian Kompas tetap berada pada jalur yang benar, sesuai dengan idealisme pers dan menguatkan kembali prinsip media Kompas yang sudah tertanam pada setiap pekerja dan pemberitaan di Kompas.

“Misalnya ada persoalan saham atau ada persoalan-persoalan digugat apalah seperti itu dari segi hukum misalnya, nah itu kami bakalan bahas. Tetapi makin lama persoalan hukum makin tidak banyak. Karena Kompas dengan hati-hati mengawasi urusan hukum itu dan juga karena Kompas sendiri punya tim hukum disini. Tapi tim hukum itu tidak ada hubungannya dengan ombudsman, tidak ada hubungannya. Kami, tidak perlu berkonsultasi dengan tim hukum itu. Itu urusan mereka, (perihal) hukum teknis dan seterusnya, urusan kami (adalah) urusan hukum yang berurusan dengan idealisme pers.”125

“...tapi pada dasarnya kami hanya berurusan secara ideal “Wartawan tidak boleh memiliki saham dimanapun” (misalnya), kalau dia memiliki itu lebih baik dia keluar, dan menjadi business man. Bukan menjadi wartawan. Karena kalau dua itu di gabung, salah satunya akan rusak. Bisnis dia akan rusak atau Kompas yang akan rusak. karena mutu beritanya menjadi berkurang dan menjadi subjektif. Kalau ada beberapa wartawan yang kena itu, tapi kami tidak boleh mengambil keputusan di pecat gitu misalnya, ombudsman ini tidak boleh sama sekali. Ini persoalannya, dengan argumen ini (atau) ini, persoalannya kami kembalikan ke manajemen dan apapun yang mereka putuskan, kami tidak boleh persoalkan lagi. Itu sudah menjadi keputusan manajemen Kompas, itu sudah menjadi

125 Wawancara peneliti dengan Ketua tim Ombudsman Kompas, bapak Daniel Dhakidae pada tanggal 20 September 2019, pukul 16:35-17:43

tanggung jawab dari manajemen. Kami tidak akan mempersoalkan itu sama sekali.”126

Sesuai dengan ideologinya yaitu humanisme transendental dan nasionalisme, tampaknya Harian Kompas akan semakin berhati-hati dalam mengambil sebuah keputusan ataupun membuat suatu berita, karena ada pantauan dari tim Ombudsman yang akan mengevaluasi dan memberikan saran-saran terhadap kebijakan dan kinerja para pekerja Harian Kompas. Kemudian, tim Ombudsman disini bekerja di luar tim redaksi Kompas dan mereka merupakan lembaga independen, bertugas memberikan masukan atau rekomendasi secara netral sesuai dan berfokus pada idealisme pers yang seharusnya.

Berdasarkan wawancara dengan pemimpin redaksi Harian Kompas dan ketua tim Ombudsman Kompas, Ombudsman juga tidak memilih-milih pembahasan.

“Kami tidak peduli, itu (topik) hangat atau tidak. Kami membahas sesuatu yang menjadi kepentingan Kompas. Misal itu tadi desk metro, oh bukan. Bulan lalu desk metro. Sekarang misalnya, yang tadi baru selesai adalah Kompas dalam tren pengembangan media digital.”127

Pengaruh dari level ideologi ini memang bersifat abstrak, tetapi dapat terlihat dengan jelas ketika semua itu dituangkan menjadi berita, artikel dan juga opini. Karena, ideologi di surat kabar Harian Kompas ini telah melekat pada para pekerja Harian Kompas. Hadirnya Ombudsman ini juga dapat

126 Wawancara peneliti dengan Ketua tim Ombudsman Kompas, bapak Daniel Dhakidae pada tanggal 20 September 2019, pukul 16:35-17:43

127 Wawancara peneliti dengan Ketua tim Ombudsman Kompas, bapak Daniel Dhakidae pada tanggal 20 September 2019, pukul 16:35-17:43

berpengaruh dalam memperkuat ideologi yang sudah tertanam di Harian Kompas.

Tim Ombudsman berperan dan berfungsi untuk memberikan evaluasi atau saran tentang cara penyampaian berita, berdasarkan sudut pandang masyarakat melalui hasil pemberitaan serta cara wartawan mengambil data. Kemudian anggota tim Ombudsman juga harus kompeten dalam bidang keahlian masing-masing. Keberagaman ilmu disini juga dapat membuat Ombudsman berperan dan berfungsi baik dalam memperkuat ideologi di Harian Kompas.

Ketua Ombudsman menambahkan bahwa pada dasarnya, Ombudsman tidak menjaga ideologi atau tidak berwenang untuk mengubah ideologi Harian Kompas, karena Ombudsman adalah organisasi netral yang ada untuk melihat dampak sosial dan ekonomi yang dihasilkan oleh pemberitaan Harian Kompas. Namun berdasarkan alur kerja, upaya dan hasil evaluasi yang dilakukan oleh tim Ombudsman, dapat terlihat jelas bahwa Ombudsman dapat memperkuat ideologi Harian kompas yang memang sudah tertanam sejak awal berdirinya Harian Kompas.

BAB VI

Dokumen terkait