• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERANAN PASTA GIGI HERBAL TERHADAP KESEHATAN JARINGAN PERIODONSIUM

Penyingkiran plak secara mekanik merupakan metode yang paling dapat diterima untuk mengendalikan plak dan gingivitis. Namun, menyikat gigi dan flossing adalah tugas yang sulit, dan sebagian besar pasien tidak dapat sepenuhnya menghilangkan plak di seluruh permukaan gigi. Dalam rangka meningkatkan efisiensi prosedur membersihkan gigi secara mekanik, agen antimikroba ditambahkan ke pasta gigi. 15,16 Pasta gigi herbal merupakan pasta gigi yang mengandung bahan-bahan tumbuh-tumbuhan yang diharapkan dapat menekan pertumbuhan plak, karena herbal berasal dari tumbuh-tumbuhan, maka bahan tersebut aman dan alami. Penggunaan pasta gigi yang mengandung herbal disarankan untuk digunakan sebagai alternatif dalam rangka menurunkan prevalensi gingivitis.3

Penelitian yang dilakukan oleh Ozaki F dkk15 untuk menguji efektifitas pasta gigi herbal dalam mengurangi plak dan gingivitis. Sampel 42 orang, dengan usia 18-69 tahun, terdiri dari (16 laki-laki dan 26 perempuan). Subjek penelitian dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok uji yang menggunakan pasta gigi herbal (Paradontax®) dan kelompok kontrol yang menggunakan pasta gigi bukan herbal (Colgate total®). Kriteria sampel sebagai berikut: usia ≥ 18 tahun, memiliki minimal

15 gigi asli, kesehatan umum yang baik, rata-rata skor plak > 1,5 dan rata-rata indeks gingiva >1,0. Kriteria eksklusi adalah: adanya penyakit periodontal parah, yang ditandai dengan skor CPITN 4, menggunaan piranti ortodonti, menggunaan antibiotik

dalam 3 bulan terakhir, menggunakan obat kumur yang mengandung bahan kimia selama 3 bulan terakhir dan adanya riwayat alergi terhadap pasta gigi Parodontax.

Subjek diinstruksikan untuk menyikat gigi 3 kali sehari menggunakan pasta gigi yang telah dibagikan selama 28 hari. Hari pertama, dilakukan penilaian terhadap skor plak dan skor gingiva. Setelah 28 hari, skor plak dan gingivitis dievaluasi kembali. subjek juga ditanyakan efek samping seperti gangguan rasa, dan sensitivitas mukosa. Subjek tidak diperbolehkan menggunakan pasta gigi lain dan mengkonsumsi obat kumur selama penelitian berlangsung.

Mean, median dan standard deviasi (SD) indeks plak pada aspek bukal, dan

aspek lingual, untuk pasta gigi yang mengandung herbal (paradontax), dan pasta gigi yang tidak mengandung herbal (colgate total) dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel 1. Indeks Plak, aspek bukal dan aspek lingual (mean ± SD,median).(J Periodontol Braz Oral Res, 2006; 20; 175)

Awal 28 hari p (W)

Pasta gigi herbal N = 20 Mean ± SD 2.11 ± 0.68 1.69 ± 0.64 0,033* Median 2.03 1.69 Kontrol positif N = 22 Mean ± SD 2.13 ± 0.60 1.74 ± 0.60 0.001* Median 2.08 1.65 p (MW) 0.93 0.60

*Tingkat signifikan p=0,05, W= wilcoxon test, MW= mann whitney test.

Pada tabel 1 terlihat bahwa pada kelompok pasta gigi herbal terjadi penurunan akumulasi plak yang bermakna secara statistik antara keadaan awal sampai dengan 28 hari penelitian. Sedangkan pasta gigi bukan herbal juga terjadi penurunan akumulasi plak yang bermakna. Tetapi tidak memperlihatkan perbedaan yang signifikan antara

kedua kelompok. Mean, median dan standard deviasi (SD) indeks plak untuk aspek mesial dan aspek distal, untuk pasta gigi yang mengandung herbal (parodontax), dan pasta gigi yang tidak mengandung herbal (colgate total) dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel 2. Indeks plak, aspek mesial dan aspek distal (mean ± SD,median).(J Periodontol Braz Oral Res, 2006; 20;175)

Awal 28 hari p (W)

Pasta gigi herbal N = 20 Mean ± SD 2.44 ± 0.69 1.96 ± 0.53 0.018* Median 2.56 2.01 Kontrol positif N = 22 Mean ± SD 2.40 ± 0.59 2.03 ± 0.55 0.002* Median 2.47 1.94 p (MW) 0.85 0.66

*Tingkat signifikan p=0,05, W= wilcoxon test, MW= mann whitney test.

Pada tabel 2 terlihat bahwa pada kelompok pasta gigi herbal terjadi penurunan akumulasi plak yang bermakna secara statistik antara keadaan awal sampai dengan 28 hari penelitian pada aspek mesial dan aspek distal. Sedangkan pasta gigi bukan herbal juga terjadi penurunan akumulasi plak yang bermakna. Tetapi perbandingan antara dua kelompok tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik. Mean, median dan standard deviasi (SD) indeks gingiva untuk aspek aspek bukal dan lingual, untuk pasta gigi yang mengandung herbal (paradontax), dan pasta gigi yang tidak mengandung herbal (colgate total) dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel 3. Indeks gingiva pada aspek bukal dan aspek lingual (mean ± SD,median).(J Periodontol Braz Oral Res, 2006;20;175)

Awal 28 hari p (W)

Pasta gigi herbal N = 20 Mean ± SD 1.02 ± 0.25 0.73 ± 0.37 0.012* Median 1.01 0.67 Kontrol positif N = 22 Mean ± SD 1.02 ± 0.28 0.65 ± 0.28 0.001* Median 1.03 0.62 p (MW) 0.94 0.45

*Tingkat signifikan p=0,05, W= wilcoxon test, MW= mann whitney test.

Pada tabel 3 terlihat bahwa pada kelompok pasta gigi herbal terjadi penurunan inflamasi gingiva yang bermakna secara statistik antara keadaan awal sampai dengan 28 hari penelitian pada aspek bukal dan aspek lingual. Sedangkan pasta gigi bukan herbal juga terjadi penurunan akumulasi plak yang bermakna. Tetapi perbandingan antara dua kelompok tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik. Mean, median dan standard deviasi (SD) indeks gingiva untuk aspek mesial dan aspek distal, untuk pasta gigi yang mengandung herbal (paradontax), dan pasta gigi yang tidak mengandung herbal (colgate total) dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel 4. Indeks gingiva pada aspek mesial dan distal (mean ± SD,median). (J Periodontol Braz Oral Res, 2006; 20;175)

Awal 28 hari p (W)

Pasta gigi herbal N = 20 Mean ± SD 1.19 ± 0.27 0.91 ± 0.34 0.009* Median 1.18 0.89 Kontrol positif N = 22 Mean ± SD 1.20 ± 0.28 0.81 ± 0.25 0.001* Median 1.15 0.83 p (MW) 0.92 0.26

Pada tabel 4 terlihat bahwa pada kelompok pasta gigi herbal terjadi penurunan inflamasi gingiva yang bermakna secara statistik antara keadaan awal sampai dengan 28 hari penelitian pada aspek mesial dan aspek distal. Sedangkan pasta gigi bukan herbal juga terjadi penurunan akumulasi plak yang bermakna. Meskipun tidak ada perbedaan yang signifikan antara kelompok.15

Penelitian yang dilakukan oleh Pannuti C.M dkk5 untuk mengevaluasi pengaruh pasta gigi herbal paradontax dalam mengurangi plak dan gingivitis. Sampel berjumlah 31 orang, usia 18-35 tahun. Kriteria inklusi sebagai berikut: menandatangani formulir persetujuan informed, tidak menggunakan piranti ortodonti, dan tidak mengalami penyakit peridontitis parah (CPITN = 3 atau 4) dan telah menjalani setiap terapi antibiotik satu bulan sebelum penelitian, dan subjek perokok.

Subjek dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok uji (n = 15, Paradontax) dan kelompok kontrol (n = 15, pasta gigi standar yang mengandung natrium bikarbonat dan natrium fluorida (1.500 ppm)) dan kelompok kontrol yang dengan warna dan aroma yang mirip dengan pasta gigi eksperimental. Penelitian dilakukan selama 21 hari. Subjek diminta untuk menyikat gigi dengan pasta gigi yang dialokasikan, tiga kali sehari, tidak diizinkan untuk kumur-kumur selama 21 hari.

Subjek diperiksa plak dan gingivitis pada awal dan setelah 3 minggu. Setiap gigi mencetak dalam 4 lokasi: mesiofasial, midfasial, distofasial dan midlingual. Semua gigi diperiksa, kecuali molar ketiga. Semua peserta menerima profilaksis setelah pemeriksaan klinis. Kedua penguji dikalibrasi sebelumnya. kedua pemeriksaan dihitung dengan cara Kappa tertimbang dari koefisien: 0,76 untuk

indeks plak (PI) dan 0,74 untuk indeks gingiva (GI). Latar belakang karakteristik pasien dalam kelompok uji dan kelompok kontrol dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 5. Latar belakang karakteristik pasien dalam kelompok uji dan kelompok kontrol. (J periodontol Pesqui. Odontol Bras.2003; 17; 1519)

Uji kontrol p* n (%) Mean (SD†) n (%) Mean (SD†) Umur (tahun) 15 (100,0) 24,9 (4,3) 15 (100,0) 24,4 (2,1) 0,71 Jenis kelmin 1,00 Laki-laki 10 (66,6) 10 (66,6) perempuan 5 (33,3) 5 (33,3)

*nilai p dari t-test untuk umur dan test chi-square untuk jenis kelamin. †SD = standart deviasi.

Nilai rerata (mean) median dan standar deviasi indeks plak antara kelompok uji dan kelompok kontrol ditunjukkan oleh tabel berikut ini :

Tabel 6. Mean, median dan standar deviasi indeks plak antara kelompok uji dan kelompok kontrol. (J periodontol Pesqui. Odontol Bras.2003; 17; 1519)

Uji Kontrol p (MW*) Awal Jumlah 15 15 0,96 Mean 0,33 0,33 Median 0,32 0,35 SD† 0,16 0,19 21 hari Jumlah 15 15 0,48 Mean 0,31 0,28 Median 0,32 0,29 SD† 0,15 0,16 p (W**) 0,73 0,60

*MW = nilai p dari uji Mann-Whitney; **W = nilai p dari uji Wilcoxon. †SD = standart deviasi.

Tabel diatas menunjukkan bahwa pada kelompok uji dan kelompok kontrol terjadi penurunan indeks plak secara statistik antara keadaan awal sampai dengan 21 hari penelitian. Tetapi tidak ada perbedaan yang signifikan dari awal sampai dengan 21 hari antara kedua kelompok uji dan kelompok kontrol. Nilai rerata (mean) median dan standar deviasi indeks gingiva antara kelompok uji dan kontrol ditunjukkan dalam tabel berikut ini :

Tabel 7. Mean, median dan standar deviasi dari indeks gingiva (GI) antara kelompok uji dan kontrol. (J periodontol Pesqui. Odontol Bras.2003; 17; 1519)

Uji Kontrol p (MW*) Awal Jumlah 15 15 0,92 Mean 0,10 0,10 Median 0,10 0,12 SD† 0,03 0,05 21 hari Jumlah 15 15 0,08 Mean 0,03 0,06 Median 0,03 0,06 SD† 0,02 0,05 p (W**) <0,001 0,059 *MW = nilai dari uji Mann-Whitney; **W = nilai p dari uji Wilcoxon; †SD = standart deviasi.

Tabel 7 menunjukkan bahwa pada kelompok uji terjadi penurunan indeks gingiva secara statistik antara keadaan awal sampai dengan 21 hari penelitian. Sedangkan pada kelompok kontrol tidak terjadi perbedaan penurunan indeks gingiva yang signifikan pada keadaan awal sampai dengan 21 hari penelitian. Tetapi tidak ada perbedaan yang signifikan dari awal sampai dengan 21 hari untuk kelompok uji dan

kelompok kontrol. Pada penelitian ini pasta gigi Paradontax tidak menunjukkan keuntungan klinis yang signifikan dibandingkan pasta gigi konvensional dengan fluoride. Namun demikian, menghasilkan penurunan plak dan gingivitis.5

Penelitian yang dilakukan oleh Silvia Morgana Araujo de Oliveira dkk18 menunjukkan pengaruh pasta gigi yang mengandung lidah buaya pada kontrol plak dan gingivitis. Sampel berjumlah 30 orang (15 pria dan 15 wanita, usia 35-43 tahun) terdaftar dalam uji klinis. Kriteria inklusi: indeks perdarahan gingiva (GBI) 1> 40%, kurang lebih 20 gigi asli dan tidak adanya kalkulus supragingiva dan faktor plak lainnya. Sampel dengan kondisi medis atau kedalaman probing > 3 mm, di terapi antimikroba setidaknya satu bulan sebelum penelitian dan menggunakan obat kumur atau pasta gigi yang mengandung zat dengan anti-inflamasi, tidak merokok dan tidak sedang hamil.

Subjek dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok uji (n = 15 pasta gigi herbal) dan kelompok kontrol (n = 15 pasta gigi bukan herbal). Kelompok uji menggunakan pasta gigi yang mengandung herbal lidah buaya (Brighto Forever, Forever Living Products, Tempe, AZ, USA) dan kelompok kontrol menggunakan pasta gigi fluoride (Sorriso Dentes BrancosÒ, Kolynos Brasil, Sao Paulo, SP, Brazil), tanpa sifat anti-inflamasi, tetapi dengan warna dan rasa yang sama dengan pasta gigi uji.

Subjek diperiksa skor plak dan gingivitis pada awal dan setelah 30 hari. Permukaan yang dicatat adalah permukaan bukal, mesial, distal dan lingual dari semua gigi. Nilai dari 4 situs per gigi rerata untuk menentukan Gingival Bleeding indeks (GBI) dan indeks plak (PI) untuk setiap sampel. Selain penelitian ini, jaringan

keras dan lunak intra oral diperiksa terhadap adanya reaksi yang merugikan oleh penguji yang sama. Setelah pemeriksaan awal, mereka diinstruksikan untuk menyikat gigi selama 1 menit, tiga kali sehari, dan untuk tidak melakukan dari prosedur kebersihan oral lainnya selama penelitian. Instruksi lisan dan tertulis tentang penggunaan pasta gigi yang benar telah dijelaskan kepada subjek.

Nilai rerata (mean) dan standard deviasi (SD) Gingival Bleeding Indeks (GBI) pada 0 hari dan 30 hari untuk kelompok kontrol dan uji ditunjukkan oleh tabel berikut ini :

Tabel 8. Gingival Bleeding Indeks (GBI) mean dan standard deviasi pada 0 hari dan 30 hari untuk kelompok kontrol dan uji. ( J. Appl. Oral J. Appl. Oral Sci. 2008; 16;1680)

Kontrol Uji P

Awal Sampel 15 15

0,8774

Mean 0,59 0,57

SD 0,12 0,01

Hari ke-30 Sampel 15 15

0,9346

Mean 0,26 0,27

SD 0,01 0,004

p 0,002 0,001

Pada tabel 8 terlihat bahwa pada kelompok pasta gigi herbal terjadi penurunan inflamasi gingiva yang bermakna secara statistik antara keadaan awal sampai dengan 30 hari penelitian. Sedangkan pasta gigi bukan herbal juga terjadi penurunan inflamasi gingiva yang bermakna. Meskipun tidak ada perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok.

Nilai rerata (mean) dan standar deviasi (SD) Indeks plak (PI) pada 0 hari dan 30 hari untuk kelompok kontrol dan uji ditunjukkan oleh tabel berikut ini :

Tabel 9. Mean dan standard deviasi indeks plak (PI) pada 0 hari dan 30 hari untuk kelompok kontrol dan uji. ( J. Appl. Oral J. Appl. Oral Sci. 2008; 16; 1680)

Kontrol Uji P Awal Sampel 15 15 0,0477 Mean 3,27 3,58 SD 0,55 0,36 Hari ke-30 Sampel 15 15 0,2801 Mean 2,65 2,78 SD 0,51 0,39 p 0,002 0,001

Tabel diatas memperlihatkan bahwa pada kelompok pasta gigi herbal terjadi penurunan indeks plak yang bermakna secara statistik antara keadaan awal sampai dengan 30 hari penelitian. Sedangkan pasta gigi bukan herbal juga terjadi penurunan akumulasi plak yang bermakna. Meskipun tidak ada perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok.18

BAB 5

Dokumen terkait