BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
F. Peranan Penting Pemerintah Dalam Pertumbuhan Ekonomi
Dibeberapa Negara sedang berkembang banyak mengalami ketidak stabilan sosial, politik, dan ekonomi. Hal ini dapat menghalangi pertumbuhan ekonomi. Adanya pemerintah yang kuat dan berwibawa menjamin terciptanya keamanan dan ketertiban hukum serta persatuan dan perdamaian di dalam negeri. Ini sangat diperlukan bagi terciptanya iklim bekerja dan berusaha yang merupakan penggerak pertumbuhan ekonomi.
Ketidak mampuan atau kelemahan sektor swasta melaksanakan fungsi entrepreneur yang bersedia dan mampu mengadakan akumulasi kapital dan mengambil inisiatif mengadakan investasi yang diperlukan untuk memonitori proses pertumbuhan. Karena pertumbuhan ekonomi merupakan hasil akumulasi kapital dan investasi yang dilakukan terutama oleh sektor swasta yang dapat menaikkan produktivitas perekonomian. Hal ini tidak dapat dicapai atau terwujud bila tidak didukung oleh adanya barang-barang dan pelayanan jasa sosial seperti sanitasi dan program pelayanan kesehatan masyarakat, pendidikan, irigasi, penyediaan jalan dan jembatan, serta fasilitas komunikasi program-program latihan dan keterampilan, dan program lainnya yang memberikan manfaat kepada masyarakat.
Hambatan sosial utama dalam menaikkan taraf hidup masyarakat adalah jumlah penduduk yang sangat besar dan laju pertumbuhannya yang sangat cepat, maka program pemerintahlah yang mampu secara inisiatif menurunkan jumlah pertambahan penduduk yang cepat melalui program keluarga berencana (KB) dan melaksanakan program pembangunan pertanian atau daerah pedesaan yang biasa memperlambat arus urbanisasi penduduk pedesaan menuju ke kota-kota besar dan mengakibatkan masalah-masalah sosial, politik ekonomi.
Dari beberapa uraian diatas maka pemerintah dapat menciptakan semangat atau spirit untuk mendorong pencapain pertumbuhan ekonomi yang cepat dan tidak hanya memerlukan pengembangan faktor pengembangan saja, yang menaikkan kafasitas produksi masyarakat, yaitu sumber daya alam dan
sumber daya manusia, kapital dan teknologi, tetapi juga faktor permintaan luar, tanpa kenaikan potensi produksi tidak dapat direalisasikan.
G. Tenaga Kerja
Istilah tenaga kerja tidaklah identik dengan angkatan kerja. Tenaga kerja (man power) adalah besarnya bagian dari penduduk yang dapat diikut sertakan dalam proses ekonomi. Secara praktis pengertian tenaga kerja dan bukan tenaga kerja dibedakan hanya oleh batas umur.
Dalam menguraikan tentang tenaga kerja sebagai salah satu faktor penunjang dalam pengembangan ekonomi, akan dikemukakan beberapa pengertian tentang tenaga kerja yaitu:
a. Tenaga kerja ditinjau dari segi hukum adalah tiap orang yang mampu melaksanakan pekerjaan, baik didalam maupun diluar hubungan kerja guna menghasilkan jasa atau barang memenuhi kebutuhan masyarakat.
b. Tenaga kerja ditinjau dari segi demografi adalah setiap orang atau penduduk yang termasuk golongan umur 10 tahun keatas. Berarti mulai umur tersebut suda dianggap mampu untuk melaksanakan pekerjaan.
c. Tenaga kerja ditinjau dari segi ekonomi Adalah seseorang atau sejumlah orang yang sacara langsung turut serta memberikan pengorbanan berupa kemampuan tenaga maupun pikiran dalam proses produksi dan bahkan menerima upah sebagi balas jasa benda atau jasa-jasa yang dihasilkannya.
Dalam pasal 1 poin 2 undang-undang No 13 tahun 2008 tentang ketenaga kerjaan disebut bahwa tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu
melaksanakan pekerjaan guna menghasilkan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun masyarakat.
Pengertian tenaga kerja dalam undang-undang No 13 tahun 2003
telah melengkapi tenaga kerja dalam undang-undang No 14 tahun 1969 tentang ketentuan pokok ketenagakerjaan yang memberikan pengertian bahwa yang tidak bekerja ataupun yang tidak mencari pekerjaan, mereka ini adalah bagian dari tenaga kerja yang sesungguhnya tidak terlibat atau tidak berusaha untuk terlibat dalam kegiatan produktif, yaitu memproduksi barang dan jasa. Atau dengan kata lain yang bukan angkatan kerja adalah orang yang besekolah, mengurus rumah tangga dan penerima pendapatan.
Sebagaimana dengan golongan angkatan kerja, golongan yang bukan angkatan kerja juga termasuk dalam bagian tenaga kerja. Kelompok bukan angkatan kerja yang sedikit telah dijelaskan diatas terdiri dari tiga golongan yaitu:
a. Golongan yang bersekolah yaitu mereka yang kegiatannya hanya bersekolah b. Golongan yang mengurus rumah tangga yaitu mereka yang mengurus rumah
tangga dan tidak diberi upah.
c. Golongan lain yang termasuk disalamnya:
Penerimaan pendapatan yaitu mereka yang tidak melakukan kegiatan ekonomi tetapi memperoleh pendapatan, misalnya tunjangan pensiun, bunga atas, simpanan atau sewa atas milik.
Mereka yang hidup tergantung dari orang lain, misalnya karena lanjut usia, cacat dalam penjara atau sakit kronis.
Angkatan kerja adalah bagian dari tenaga kerja, dimana angkatan kerja merupakan jumlah tenaga kerja yang bekerja dan pencari kerja. untuk lebih jelasnya pengertian tenaga kerja menurut beberapa ahli seperti Husni (2006) yang memberikan definisi sebagai berikut: angkatan kerja adalah bagian dari penduduk (usia kerja) baik yang bekerja maupun yang mencari pekerjaan (pengangguran). Definisi ini mengandung makna bahwa angkatan kerja adalah semua penduduk yang telah mencapai usia kerja.
Soeroto (1992) mendefinisikan angkatan kerja sebagai berikut:
“Angkatan kerja adalah sebagian jumlah dari penduduk dalam usia kerja
yang mempunyai pekerjaan dan yang tidak mempunyai pekerjaan tapi secara aktif atau pasif mencari pekerjaan. Dengan kata lain juga dapat dikatakan bahwa angkatan kerja adalah bagian penduduk yang mampu dan bersedia melakukan pekerjaan.
Menurut badan pusat statistik (BPS) angkatan kerja mereka yang berumur 10 tahun keatas dan selama seminggu yang lalu mempunyai pekerjaan maupun tidak tetapi sedang mencari pekerjaan.
H. Pembangunan Sektor Ketenagakerjaan
Dinegara-negara sedang berkembang khususnya Negara Indonesia, sektor ketenaga kerjaan selalu mendapat perhatian utama. Bahwa sektor ini mendapat perhatian utama mudah dipahami karena unsur manusia selalu menjadi fokus sentral dalam seluruh proses pembangunan. Tempat suda menjadi keyakinan dari semua pihak dinegara-negara sedang membangun bahwa sasaran
akhir dari semua kegiatan pembangunan nasional adalah peningkatan mutu hidup manusia: lahir, batin, mental, spiritual.
Sektor ini mendapat perhatian utama dengan pertimbangan lain yang tidak kalah pentingnya, yaitu bahwa sumber daya insani merupakan sumber utama yang dapat dan harus dimobilisasikan dalam proses pembangunan nasional karena biarpun berbagai jenis sumber dan kekayaan alam melimpah, teknologi yang canggih serta sarana dan pra sarana kerja tersedia untuk menggerakkan roda pembangunan nasional tidak akan ada artinya jika tidak ada sumber daya manusia atau tenaga kerja yang mengelolahnya.
Prasyarat yang sesungguhnya mutlak harus terpenuhi dalam pembangunan sektor ketenegakerjaan ialah adanya perencanaan ketenagakerjaan yang kemudian diperinci menjadi rencana ketenagakerjaan sektoral sampai kepada satuan-satuan kerja yang paling kecil. Perencanaan ketenagakerjaan dikatakan sebagai prasyarat yang mutlak untuk dipenuhi karena tanpa adanya perencanaan ketenagakerjaan yang tetap dan komperehensif, akan sangat sukar untuk menentukan akan tenaga kerja yang dibutuhkan, baik dalam arti jumlah jenis, kualifikasi, sistem pengupahan dan penggajian, jaminan sosial serta pendidikan dan latihannya.
I. Kesempatan kerja
Menurut batasan umum kesempatan kerja didefinisikan sebagai suatu proses atau usaha memberikan pekerjaan atau penghidupan kepada seseorang.
Kesempatan kerja adalah lapangan kerja atau kesempatan untuk bekerja yang ada dari suatu kegiatan ekonomi/produksi (Ainina, 2001). Dengan semakin
meningkatnya kegiatan perekonomian dan pembangunan disegala bidang otomatis akan terjadi peningkatan kesempatan kerja sebagai faktor yang sangat menentukan jalannya pembangunan. Kesempatan kerja mencakup lapangan pekerjaan yang suda diisi. Lowongan pekerjaan mengandung arti adanya kesempatan kerja untuk diisi dan hal ini lazim disebut dengan tenaga kerja. Biasanya sulit untuk memperoleh data tentang kesempatan kerja, maka untuk keperluan praktis umumnya jumlah kesempatan kerja dan banyaknya lapangan kerja yang diisi tercermin dari jumlah penduduk yang bekerja /employed.
Tingginya kesempatan kerja akan berpengaruh terhadap pencapaian ekonomi dari suatu Negara. Alasannya, karena kegiatan ekonomi masyarakat ditunjukkan dengan kinerja produksi masyarakat yang biasanya dicerminkan oleh produk domestik bruto (PDB), sedangkan untuk daerah yaitu produk domestik regional bruto (PDRB).
Pemecahan masalah kesempatan kerja dapat ditempuh antara lain dengan menciptakan lapangan kerja produktif dan perluasan kesempatan kerja yang dilaksanakan dengan mengadakan kegiatan-kegiatan ekonomi diberbagai sektor yang disertai dengan usaha peningkatan produktivitas angkatan kerja yang ada. Salah satu strategi pembangunan yang beriorentasi pada penciptaan lapangan kerja produktif adalah dengan membina perusahaan-perusahaan kecil dan menengah untuk menerapkan teknik produksi yang sifatnya pada karya, sehingga dapat membantu proses distribusi pendapatan dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
Perluasan kesempatan kerja secara produktif bukan berarti hanya lapangan kerja baru, melainkan usaha peningkatan produktivitas kerja pada umumnya yang disertai dengan pemberian upah yang sepadang dengan apa yang telah dikerjakan oleh setiap pekerja.