BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN
4.2. Perancangan
4.2.4. Perancangan Antarmuka
User interface merupakan bagian dari sistem pakar yang digunakan sebagai media atau alat komunikasi antar user dan sistem. Di dalam user interface ini dibedakan dua user :
1. User teknisi adalah user yang menggunakan sistem pakar ini untuk mencari informasi dari gangguan-gangguan yang dialami atau sekedar mencari informasi jenis-jenis kerusakan mobil beserta gejalanya.
2. User administrator dan pakar adalah user yang bertugas untuk melakukan proses editing penambahan dan perawatan data di dalam sistem pakar jika diperlukan perubahan.
Rancangan input dari sistem yang diusulkan mencakup:
1. Form Main.
Form ini merupakan form utama dari perangkat lunak yang menghubungkan semua form yang terdapat pada perangkat lunak. Rancangan form ini dapat dilihat pada gambar berikut:
Nama Perangkat Lunak
Data Pakar Data Teknisi
Data Jenis Kerusakan
Data Gejala Kerusakan
Diagnosa Kerusakan Mobil
Logout
Laporan Hasil Diagnosa Keterangan
Laporan Daftar Mekanik Laporan Daftar Pakar
Keluar Profil Pembuat
Gambar 4.13 Rancangan Form Main
2. Form Login.
Form ini merupakan tempat pengisian data user untuk login ke dalam sistem.
Rancangan form ini dapat dilihat pada gambar berikut:
Gambar 4.14 Rancangan Form Login
3. Form Teknisi.
Form ini merupakan tempat pengisian data teknisi yang akan melakukan diagnosa kerusakan mobil. Rancangan form ini dapat dilihat pada gambar berikut:
Gambar 4.15 Rancangan Form Teknisi
4. Form Pakar.
Form ini merupakan tempat pengisian data pakar yang akan melakukan pengisian data gejala dan kerusakan mobil. Rancangan form ini dapat dilihat pada gambar berikut:
Gambar 4.16 Rancangan Form Pakar
5. Form Profil Pembuat.
Form ini berfungsi untuk menampilkan data pribadi dari pembuat perangkat lunak. Rancangan form ini dapat dilihat pada gambar berikut:
Profil Pembuat ...
Tutup Form
Desain and Programmed By:
Data Penyusun
Gambar 4.17 Rancangan Form Mengenai Pembuat 6. Form Input Data Kerusakan Mobil.
Form ini merupakan tempat pengisian data jenis kerusakan mobil. Rancangan form ini dapat dilihat pada gambar 4.18 berikut:
Data kerusakan mobil Daftar kerusakan mobil
ID kerusakan mobil Nama kerusakan mobil Keterangan
...
Baru
Simpan
Hapus
Keluar
Gambar 4.18 Rancangan Form Input Data Kerusakan mobil
7. Form Input Data Gejala.
Form ini merupakan tempat pengisian data gejala kerusakan mobil dan ciri kerusakan mobil. Rancangan form ini dapat dilihat pada gambar berikut:
Data Gejala dan Aturan kerusakan mobil
Daftar Gejala dan Aturan kerusakan mobil
Gejala
Gambar 4.19 Rancangan Form Input Data Gejala
8. Form Pilih Bagian Kerusakan.
Form ini merupakan tempat untuk memilih bagian kerusakan mobil.
Rancangan form ini dapat dilihat pada gambar berikut:
Gambar 4.20 Rancangan Form Pilih Bagian Kerusakan
9. Form Hasil Diagnosa.
Form ini merupakan tempat untuk menampilkan data hasil diagnosa kerusakan mobil. Rancangan form ini dapat dilihat pada gambar berikut:
Gambar 4.21 Rancangan Form Hasil Diagnosa
4.2.5. Perancangan Database
Perancangan database dilakukan dengan menggunakan Microsoft Access 2007. Desain database dimaksudkan untuk mendefinisikan isi atau struktur tabel.
Adapun entitas yang digunakan dalam perancangan database adalah sebagai berikut.
Tabel 4.1 dibawah ini digunakan untuk menyimpan data teknisi.
Tabel 4.1. Struktur Tabel Tbl_Teknisi
Tabel 4.2 dibawah ini digunakan untuk menyimpan data pakar Tabel 4.2. Struktur Tabel Tbl_Pakar
Tabel 4.3 dibawah ini digunakan untuk menyimpan data kerusakan Tabel 4.3. Struktur Tabel Tbl_Kerusakan
Tabel 4.4 dibawah ini digunakan untuk penentuan id gejala kepada id kerusakan untuk mendapatkan jenis kerusakan
Tabel 4.4. Struktur Tabel Tbl_Aturan
Tabel 4.5 dibawah ini digunakan untuk penentuan id gejala untuk setiap gejala Tabel 4.5. Struktur Tabel Tbl_Gejala
Tabel 4.6 dibawah ini digunakan untuk penyimpanan proses diagnosa kerusakan Tabel 4.6. Struktur Tabel Tbl_Diagnosa
Rancangan relasi antar tabel pada database dapat digambarkan seperti terlihat pada gambar berikut:
Gambar 4.22 Rancangan Relasi Antar Tabel
90 5.1. Hasil
Hasil yang dibahas mencakup kebutuhan sistem, output sistem dan analisa perangkat lunak.
5.1.1. Kebutuhan Sistem
Untuk menjalankan sistem yang dirancang, diperlukan beberapa aplikasi pendukung, yaitu sebagai berikut :
1. Kebutuhan Perangkat Keras (Hardware)
Untuk bisa menjalankan sistem ini, maka hardware yang direkomendasikan adalah satu set lengkap perangkat komputer yang memiliki spesifikasi sebagai berikut :
a. Laptop dengan Proccesor Intel (R) Core (TM) i3 CPU M380 @ 2,53GHz 2.53.
b. RAM 2 GB.
c. Harddisk 250 GB.
2. Kebutuhan Perangkat Lunak (Software)
Adapun perangkat lunak untuk menjalankan program ini adalah : a. Sistem operasi Windows XP/Vista.
b. Microsoft Visual Basic 2010.
c. Microsoft Access 2007 untuk pembuatan database.
5.1.2. Output Sistem
Perangkat lunak sistem pakar mendiagnosa kerusakan mobil ini memiliki tampilan output yang dapat dirincikan sebagai berikut:
1. Form yang pertama kali muncul pada saat menjalankan perangkat lunak adalah form Login yang dapat dilihat pada gambar 5.1:
Gambar 5.1 Form Login
Ketikkan nama user dan password dari pemakai yang akan menggunakan sistem. Data user ini akan berpengaruh pada keaktifan link pada form Main.
2. Apabila proses login berhasil, maka sistem akan menampilkan form Main.
Keaktifan link pada form Main ini tergantung pada jenis user yang login. Pada sistem ini terdapat 3 jenis user, yaitu Admin, Teknisi dan Pakar. Tampilan form Main dari ketiga jenis user ini dapat dilihat pada gambar 5.2, gambar 5.3 dan gambar 5.4:
Gambar 5.2 Form Main untuk User Admin
Gambar 5.3 Form Main untuk User Pakar
Gambar 5.4 Form Main untuk User Teknisi
3. Untuk melakukan pengisian data teknisi, maka dapat mengklik link ‘Data Teknisi’ seperti terlihat pada gambar 5.5:
Gambar 5.5 Form Data Teknisi
4. Untuk melakukan pengisian data pakar, maka dapat mengklik link ‘Data Pakar’ seperti terlihat pada gambar 5.6:
Gambar 5.6 Form Data Pakar
5. Untuk melakukan pengisian data jenis-jenis kerusakan mobil, maka dapat mengklik link ‘Data Jenis Kerusakan Mobil’ seperti terlihat pada gambar 5.7:
Gambar 5.7 Form Data Kerusakan Mobil
6. Untuk melakukan pengisian data gejala kerusakan mobil, maka dapat mengklik link ‘Data Gejala Kerusakan Mobil’ seperti terlihat pada gambar 5.8:
Gambar 5.8 Form Data Gejala Kerusakan Mobil
7. Untuk menampilkan keterangan mengenai setiap jenis kerusakan mobil, maka dapat mengklik link ‘Keterangan Kerusakan’ seperti terlihat pada gambar 5.9:
Gambar 5.9 Form Keterangan Kerusakan
Setelah melakukan pengisian semua data yang diperlukan, maka pemakai dapat melakukan diagnosa terhadap kerusakan mobil, yaitu dengan mengklik link
‘Diagnosa Kerusakan Mobil’, sehingga sistem akan menampilkan form Diagnosa seperti terlihat pada gambar 5.10:
Gambar 5.10 Form Diagnosa
Setelah menjawab daftar soal yang diberikan oleh sistem, maka sistem akan menampilkan hasil diagnosa seperti terlihat pada gambar 5.11:
Gambar 5.11 Form Hasil Diagnosa
Hasil pengisian data dan proses diagnosa di atas dapat ditampilkan dalam bentuk laporan. Adapun laporan yang terdapat pada sistem dapat dirincikan sebagai berikut:
1. Laporan Daftar Pakar
Gambar 5.12 Laporan Daftar Pakar
2. Laporan Daftar Mekanik
Gambar 5.13 Laporan Daftar Mekanik 3. Laporan Hasil Diagnosa
Gambar 5.14 Laporan Hasil Diagnosa
5.1.3. Analisa Perangkat Lunak.
Sistem pakar dapat melakukan proses penalaran suatu data yang berupa sebab ataupun gejala untuk mencari suatu informasi terhadap kerusakan mobil Pajero Sport.
Proses penalaran data dilakukan dengan menggunakan proses forward chaining. Contoh sederhana penalaran sistem pakar adalah sebagai berikut Jika sebuah mobil Pajero Sport memiliki gejala kerusakan mobil seperti konektor C-116 engine ECU rusak, resistan pada konektor A-133 Air Flow Sensor melebihi 2 Ohm, dan tegangan A-105 manifold absolute pressure sensor tidak diantara 4,9- 5,1 V. Berikut ini merupakan penalaran dalam pencarian kesimpulan dalam sistem pakar yaitu sebagai berikut:
1. Untuk gejala pertama, yaitu Konektor C-116 engine ECU rusak merupakan gejala yang ada di dalam jenis kerusakan Intake Air Temperature Sensor No 2 Circuit Low Input, Intake Air Temperature Sensor No 2 Circuit High Input, Air Flow Sensor Circuit Low Input, dan Air Flow Sensor Circuit High Input.
2. Setelah melakukan penentuan kerusakan pada gejala pertama, maka akan dilakukan penentuan kerusakan pada gejala kedua yaitu resistan pada konektor A-133 Air Flow Sensor melebihi 2 Ohm. Dari keempat jenis kerusakan pada gejala pertama, yang memiliki gejala kerusakan ini adalah Air Flow Sensor Circuit Low Input, dan Air Flow Sensor Circuit High Input
3. Setelah itu, menentukan jenis kerusakan pada gejala ketiga yaitu tegangan A-105 manifold absolute pressure sensor tidak diantara 4,9- 5,1 V. Gejala
kerusakan ini terdapat jenis kerusakan mobil Air Flow Sensor Circuit High Input dan Manifold Absolute Pressure Sensor Range / Performance Problem.
Dapat dilihat bahwa jenis kerusakan yang memiliki ketiga gejala diatas adalah Air Flow Sensor Circuit High Input. Meskipun demikian, tidak bisa dipastikan bahwa Air Flow Sensor Circuit High Input merupakan kesimpulan.
Dari gejala gejala kerusakan tersebut akan dihitung nilai Bayes dari setiap jenis kerusakan yang berkaitan. Jenis kerusakan yang berkaitan tersebut adalah Intake Air Temperature Sensor No 2 Circuit Low Input, Intake Air Temperature Sensor No 2 Circuit High Input, Air Flow Sensor Circuit Low Input, Air Flow Sensor Circuit High Input dan Manifold Absolute Pressure Sensor Range / Performance Problem. Berikut adalah hitungan nilai Bayes untuk setiap jenis kerusakan.
1. Intake Air Temperature Sensor No 2 Circuit Low Input (E-001) G1 = Konektor C-116 engine ECU rusak P(E|H1), CF=0,33 Nilai semesta = 0,33
P(H1) = 0,33/0,33 = 1 Probabilitas = 1*0,33 = 0,33 P(H1|E) = 1*0,33/ 0,33= 1 Bayes = 0,33*1 = 0,33
2. Intake Air Temperature Sensor No 2 Circuit High Input (E-002) G1 = Konektor C-116 engine ECU rusak P(E|H1), CF=0,23 Nilai semesta = 0,23
P(H1) = 0,23/0,23 = 1 Probabilitas = 1*0,23 = 0,23
P(H1|E) = 1*0,23/ 0,23= 1 Bayes = 0,23*1 = 0,23
3. Air Flow Sensor Circuit Low Input (E-005)
G1 = Konektor C-116 engine ECU rusak P(E|H1), CF=0,23
G2 = Resistan pada konektor A-133 Air Flow Sensor melebihi 2 Ohm P(E|H2), CF= 0,65
Nilai semesta = 0,23 + 0,65 = 0,88 P(H1) = 0,23/0,88 = 0,261364 P(H2) = 0,65/0,88 = 0,738636
Probabilitas = (0,23*0,261364) +(0,65*0,738636) =0,540227 P(H1|E) = (0,23*0,261364)/ 0,540227 =0,111275
P(H2|E) = (0,65*0,738636)/ 0,540227 =0,888725 Bayes = (0,111275*0,23) +(0,888725*0,65) = 0,603265 4. Air Flow Sensor Circuit High Input (E-006)
G1 = Konektor C-116 engine ECU rusak P(E|H1), CF=0,31
G2 = Resistan pada konektor A-133 Air Flow Sensor melebihi 2 Ohm P(E|H2), CF= 0,81
G3 = Tegangan konektor A-104 intake air temperature sensor no 2 bukan 4,5-4,9V P(E|H3), CF=0,73
Nilai semesta = 0,31 + 0,81+ 0,73 = 1,85 P(H1) = 0,31/1,85 = 0,167568
P(H2) = 0,81/1,85 = 0,437838 P(H3) = 0,73/1,85 = 0,394595
Probabilitas = (0,31*0,167568) + (0,81*0,437838)+ (0,73 *0,394595)
=0,694649
P(H1|E) = (0,31*0,167568)/ 0,694649= 0,07478 P(H2|E) = (0,81*0,437838)/ 0,694649 =0,510544 P(H3|E) = (0,73 *0,394595)/ 0,694649 = 0,414676
Bayes = (0,07478*0,31) +(0,510544*0,81) + (0,414676*0,73)= 0,739436 5. Manifold Absolute Pressure Sensor Range / Performance Problem( E-007)
G3 = Tegangan A-105 manifold absolute pressure sensor tidak diantara 4,9- 5,1 V P(E|H2), CF= 0,55
Nilai semesta = 0,55 P(H1) = 0,55/0,55 = 1 Probabilitas = 1*0,55 = 0,55 P(H1|E) = 1*0,55/ 0,55= 1 Bayes = 0,55*1 = 0,55
Dari kelima jenis kerusakan mobil tersebut, yang memiliki nilai Bayes tertinggi adalah Air Flow Sensor Circuit High Input. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa jenis kerusakan untuk gejala diatas adalah Air Flow Sensor Circuit High Input.
5.2. Pembahasan
Kelebihan dari sistem diagnosa kerusakan mobil Pajero Sport yang dibuat adalah sebagai berikut:
1. Sistem pakar mendukung proses penambahan, pengeditan dan penyimpanan daftar data kerusakan dan gejala-gejala serta solusi yang dapat dilakukan.
2. Sistem didesain dengan tampilan yang menarik dan bersifat tanya jawab sehingga dapat meningkatkan daya tarik pemakai untuk menggunakan sistem, karena sistem bersifat tanya jawab seperti halnya proses komunikasi biasa.
3. Sistem pakar yang dibangun dapat digunakan untuk memberikan solusi terhadap diagnosa jenis kerusakan mobil.
Kekurangan dari sistem diagnosa kerusakan mobil yang dibuat adalah sebagai berikut:
1. Perangkat lunak tidak dapat melakukan pengecekan kerusakan pada jenis mobil lainnya selain mobil Pajero Sport.
2. Perlu dilakukan penambahan basis pengetahuan dari sistem pakar yang dibuat agar dapat mendiagnosa lebih banyak jenis kerusakan mobil.
104 6.1. Kesimpulan
Setelah menyelesaikan skripsi ini, penulis menarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:.
1. Nilai kepastian yang ada dalam sistem pakar sesuai dengan perhitungan nilai kepastian dengan metode bayes
2. Kepuasan pelanggan meningkat karena waktu pengerjaan mobil lebih cepat sehingga menciptakan citra baik bagi perusahaan.
3. Sistem pakar yang dibangun membantu menghemat waktu dalam mendiagnosa jenis kerusakan mobil oleh teknisi dan memberikan solusi untuk penanganan kerusakan mobil.
4. Sistem pakar yang dibangun mendukung proses penambahan, pengeditan dan penyimpanan daftar data kerusakan dan gejala-gejala serta solusi perbaikan yang dapat dilakukan.
6.2. Saran
Adapun berbagai saran untuk melengkapi kesimpulan yang diambil adalah sebagai berikut :
1. Perangkat lunak dapat dikembangkan lebih lanjut dengan menambahkan fitur lainnya seperti pengecekan kerusakan mobil lainnya.
2. Perangkat lunak dapat dikembangkan lagi sehingga mampu memberikan saran mengenai jenis perawatan yang harus dilakukan kepada mobil sehingga lebih mempermudah teknisi dalam mendiagnosa.
Andi, 2009, Pengembangan Sistem Pakar Menggunakan Visual Basic, Andi, Yogyakarta.
Kendall, K.E., dan J.E. Kendall, 2010, Analisis dan Perancangan Sistem, Alih Bahasa oleh Thamir Abdul Hafedh AI - Hamdany, Jilid Ke-1, Edisi Ke-5, PT. Prenhallindo, Jakarta.
Kusrini,2009,Aplikasi Sistem Pakar, Menentukan Faktor Kepastian Pengguna Dengan Metode Kuantifikasi Pertanyaan,Cetakan Kedua,, Penerbit Andi, Yogyakarta.
Nita ,M dan Rahmat Hidayat, 2012,Perancangan Sistem Pakar, Ghalia Indonesia, Jakarta
Rahayu, S, 2013,Sistem Pakar untuk Mendiagnosa Penyakit Gagal Ginjal Dengan Menggunakan Metode Bayes, STMIK Budidarma, Medan.
Hartati. S dan Sari Iswanti , 2008, Sistem Pakar dan Pengembangannya, Penerbit Graha Ilmu, Yogyakarta.
http:/ riska_home.unpar.ac.id/ Downloads/files/15425/forward-chaining.pdf, tanggal akses 15 Januari 2015
http://robby.c.staff.gunadarma.ac.id /Downloads/files/15425/Sistem-pakar.pdf, tanggal akses 15 Januari 2015
http://sardanagroup.co.id/product/pc/pajero-sport tanggal akses 15 Januari 2015 http://umum89.blogspot.com/2010/05/prosedure-klaim-asuransikendaraan.html,
tanggal akses 15 Januari 2015
http://www.asuransimobilku.com/laporan-claim-kendaraan.html, tanggal akses 15 Januari 2015
http://www.google.co.id/jaringan-semantik, tanggal akses 15 Januari 2015 http://www.tempo.co//gejala-kerusakan-mobil, tanggal akses 15 Januari 2015