BAB III PERANCANGAN SISTEM
3.3 Perancangan Perangkat Lunak
3.3.3 Perancangan Perangkat Lunak Pada Server
Perancangan perangkat lunak pada server menggunakan beberapa aplikasi yang dapat mendukung dalam penelitian ini. Aplikasi-aplikasi yang dipakai dipasang dan dikonfigurasi pada server
3.3.3.1 Pemasangan Server EC2 AWS
Server EC2(Elastic Compute Cloud) pada layanan AWS(Amazon Web Services) digunakan pada penelitian ini. Layanan AWS dapat digunakan setelah melakukan pendaftaran. Selanjutnya, pemasangan EC2 dapat dilakukan dengan konfigurasi yang dibutuhkan. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk pemasangan server EC2 yang digunakan dalam penelitian ini:
1. Lakukan pendaftaran akun pada layanan Amazon Web Services (AWS) untuk dapat menggunakan layanan EC2.
2. Masuk ke Services lalu pilih EC2.
3. Pada Side Bar pilih Instances lalu pilih Launch Instance untuk memasang server.
4. Layanan akan masuk pada pemilihan AMI(Amazon Machine Image) atau Operating System, Instance Type, Configure Instance, Storage, Tags, dan Security Group.Pada penelitian ini konfigurasi server ditampilkan pada Tabel 3.5 berikut.
Tabel 3. 5 Konfigurasi Server
Konfigurasi Keterangan
AMI/ Sistem Operasi Ubuntu Server 18.04 LTS (HVM), SSD Volume Type
Instances Type t2.micro (- ECUs, 1 vCPUs, 2.5 GHz, -, 1 GiB memory, EBS only)
Storage Root, dev/sda1, 8GB, General Purpose SSD (gp2) Security Group SSH(22), Node-RED(1880), MQTT(1883),
InfluxDB(8086), Grafana(3000)
5. Setelah konfigurasi dilakukan, klik Launch. Lalu akan diarahkan untuk pemilihan key pair. Pilih key pair sesuai kebutuhan, lalu simpan key pair dalam ektensi .pem untuk digunakan pada tahapan berikutnya. Kemudian klik Launch untuk mulai menjalankan Instance.
Setelah langkah-langkah di atas dilakukan, Instance sudah dapat berjalan.
Untuk dapat menggunakan instance sebagai server, akan dipasang beberapa aplikasi yang dibutuhkan dan dilakukan konfigurasi pada aplikasi-aplikasi tersebut.
Pemasangan aplikasi-aplikasi dilakukan dengan mengakses terminal pada sistem operasi virtual yang telah dipasang. Untuk dapat melakukannya, akses ke sistem operasi pada penelitian ini dilakukan dengan protokol SSH menggunakan aplikasi PuTTy. Berikut adalah langkah-langkah yang dilakukan menggunakan PuTTy untuk mengakses ke instance yang telah dibuat.
1. Untuk dapat terhubung ke instance, diperlukan key pair yang telah dibuat pada tahapan sebelumnya. Gunakan aplikasi PuTTyGen untuk mengubah key pair dari ekstensi .pem ke ekstensi .ppk untuk dapat digunakan pada aplikasi PuTTy.
2. Buka aplikasi PuttyGen, Klik File > Load private key. Lalu pilih key pair yang telah disimpan dalam ekstensi .pem. Setelah terbuka, pilih Save private key dalam ekstensi .ppk.
3. Buka aplikasi PuTTy, pada side bar klik SSH> Auth akan muncul Options controlling SSH Authentication. Pada Private key file for authentication Masukkan file key pair dengan ekstensi .ppk yang telah dibuat pada langkah sebelumnya.
4. Pada side bar aplikasi Putty, klik Session. Akan muncul jendela Basic option for your PuTTY session. Isi Host Name dengan alamat IP instance yang telah dibuat, yaitu Public Ipv4 DNS pada Instance Services EC2. Isi Port 22 dan Configure Type SSH. Simpan opsi session ini jika diperlukan.
Kemudian klik Open untuk mulai terhubung dengan terminal sistem operasi pada instance yang telah dibuat.
5. Setelah terhubung ke terminal dengan Authentication yang benar. Akan diminta konfirmasi login as, isikan dengan username yaitu ubuntu.
Setelah semua langkah telah selesai, Server EC2 AWS yaitu instance yang merupakan Ubuntu Server sudah dapat digunakan sesuai kebutuhan untuk penelitian.
3.3.3.2 Pemasangan Broker MQTT Mosquitto
Pemasangan Broker MQTT dapat dilakukan dengan terminal Ubuntu Server yang telah terpasang menggunakan aplikasi PuTTy seperti pada tahapan sebelumnya.
Untuk memasang dan melakukan konfigurasi broker MQTT, berikut adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan:
1. Pada terminal Ubuntu Server, tulis perintah berikut untuk meng-update dan memasang mosquitto:
sudo apt-get update
sudo apt-get install mosquitto
Broker MQTT Mosquitto akan langsung berjalan pada server.
2. Kemudian, pasang MQTT Client untuk melakukan tes, dengan perintah:
sudo apt-get install mosquitto-clients
3. Setelah Mosquitto dan Mosquitto Clients terpasang, tulis perintah berikut untuk mengamankan broker MQTT dengan password:
sudo mosquitto_passwd -c /etc/mosquitto/passwd iot2021
Password: iot2021
4. Buat file konfigurasi untuk mengarahkan ke file password Mosquitto yang telah dibuat, dengan perintah:
Setelah itu, tekan CTRL+O lalu Enter untuk menyimpan file, kemudian CTRL+X untuk keluar dari nano text editor.
5. Restart broker Mosquitto, dengan perintah berikut:
sudo systemctl restart mosquitto
Setelah broker Mosquitto MQTT terpasang, uji coba broker MQTT dilakukan menggunakan aplikasi MQTTBox versi 0.2.3 untuk melihat keberhasilan broker mengolah data masuk dari publisher dan meneruskan data ke subscriber. Untuk dapat menggunakan MQTTBox sebagai client MQTT, beberapa pengaturan perlu diatur sesuai dengan broker mosquitto MQTT yang telah dibuat.
Berikut adalah Tabel 3.6 yang menunjukkan pengaturan pada client MQTTBox yang digunakan pada penelitian ini.
Tabel 3. 6 Pengaturan Client MQTTBox
Pengaturan Keterangan
MQTT Client Name iot2021
Protocol mqtt / tcp
Host 18.237.61.223:1883
Username iot2021
Password iot2021
Kemudian, tambahkan publisher dan subscriber dengan topic to publish dan topic to subscribe pada penelitian ini adalah weather. Uji coba kerja broker MQTT dengan menggunakan MQTTBox ditampilan pada Gambar 3.9 yang menujukkan broker MQTT dapat berjalan baik.
Gambar 3. 9 Uji coba kerja Broker MQTT dengan Aplikasi MQTTBox
3.3.3.3 Pemasangan InfluxDB
InfluxDB digunakan sebagai database yang menyimpan paket data pemantauan yang dikirim oleh perangkat pemantau parameter cuaca. Database InfluxDB dipasang pada Ubuntu Server EC2. Pemasangan InfluxDB dapat dilakukan melalui terminal menggunakan aplikasi puTTy. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk dapat memasang InfluxDB pada server Ubuntu:
1. Tambahkan repositori InfluxDB pada server Ubuntu dengan perintah berikut:
sudo curl -sL
https://repos.influxdata.com/influxdb.key | sudo apt-key add -
2. Kemudian jalankan perintah berikut untuk membuat file repositori:
sudo echo "deb https://repos.influxdata.com/ubuntu
bionic stable" | sudo tee
/etc/apt/sources.list.d/influxdb.list
3. Setelah menambahkan repositori dan ,membuat file repositori, jalankan perintah dberikut ini untuk memperbarui indeks paket Ubuntu dan memasang InfluxDB:
sudo apt-get update
sudo apt install influxdb
4. Kemudian, beberapa perintah berikut dapat dilakukan untuk menjalankan Influx DB dan membuat InfluxDB berjalan saat server Ubuntu dilakukan restart:
sudo systemctl start influxdb
sudo systemctl enable --now influxdb sudo systemctl is-enable influxdb
Setelah semua langkah pemasangan selesai, InfluxDB telah dapat digunakan untuk kebutuhan pada penelitian. Utntuk melihat data yang telah tersimpan pada database InfluxDB, dapat dilihat dengan menggunakan aplikasi PuTTy. Untuk melihat koleksi data yang telah disimpan pada database InfluxDB dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut:
1. Buka apliaksi PuTTy, lalu hubungkan ke server Ubuntu pada instance EC2 yang digunakan pada penelitian ini.
2. Setelah masuk dalam terminal, ketikkan perintah influx untuk memasuki CLI (Command Line Interface) InfluxDB.
3. Kemudian ketik perintah use iot2021 untuk menggunakan database iot2021 yang telah dibuat untuk penyimpanan data pada penelitian ini.
4. Kemudian ketik perintah select * from weather, untuk menampilkan seluruh data yang telah disimpan di database iot2021 pada InfluxDB dengan measurements bernama weather.
Setelah langkah-langkah diatas dilakukan, akan diperlihatkan data yang telah tersimpan pada database yang digunakan pada penelitian ini. Gambar 3.10 menunjukan data pada database InfluxDB.
Gambar 3. 10 Uji coba pada database InfluxDB
3.3.3.4 Pemasangan Node-RED
Pemasangan Node-RED pada Ubuntu Server dapat dilakukan melalui terminal yang dibuka melalui aplikasi PuTTy. Node-RED berjalan diatas aplikasi NodeJS, sehingga untuk dapat menggunakan Node-RED terlebih dahulu harus memasang NodeJS pada server Ubuntu. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk memasang NodeJS dan Node-RED pada server Ubuntu:
1. Buka terminal Ubuntu Server pada instance EC2 yang telah dibuat menggunakan aplikasi PuTTy.
2. Tulis perintah memasukkan repositori untuk pemasangan NodeJS, seperti berikut:
curl -sL https://deb.nodesource.com/setup_12.x | sudo E bash
-3. Kemudian lakukan pemasangan NodeJS dengan perintah berikut:
sudo apt-get install y nodejs build-essential 4. Kemudian lakukan pemasangan Node-RED menggunakan npm (Node
Package Manager) yang merupakan salah satu Fitur dari NodeJS untuk pemasangan aplikasi atau modul pada NodeJS, perintahnya adalah sebagai berikut:
sudo npm install -g --unsafe-perm node-red
5. Setelah proses pemasangan Node-RED selesai, berikutnya ialah melakukan pemasangan PM2 (Proses Manager) agar Node-RED dapat berjalan secara otomatis saat Instance EC2 dilakukan restart. Berikut adalah perintah yang dapat dituliskan:
sudo npm install -g –unsafe-perm pm2
6. Setelah PM2 terpasang, lakukan pengaturan untuk menjalankan Node-RED dengan perintah berikut:
pm2 start ‘which node-red’ -- -v pm2 save
pm2 startup
Untuk menjalankan Node-RED sebagai pengolah data beberapa node dipakai dan dihubungkan sebagai suatu aliran data untuk menerima data MQTT dari publisher yaitu perangkat gateway dan melakukan penyimpanan pada database InfluxDB. Gambar 3.11 menunjukkan rangkaian aliran data yang dirancang dalam penelitian ini.
Gambar 3. 11 Aliran Data pada Node-RED
Dimana penjelasan dari masing-masing node adalah sebagai berikut:
1. weather_node-red adalah node yang digunakan sebagai client MQTT.
Node ini bertindak sebagai subscriber yang menerima data publish dari
perangkat gateway. Untuk menjalankan fungsi dari node ini diperlukan pengaturan untuk server dan client MQTT. Berikut adalah Tabel 3.6 untuk pengaturan server MQTT dan Tabel 3.7 untuk pengaturan client MQTT node.
Tabel 3. 7 Pengaturan server MQTT pada Node-RED
Pengaturan Keterangan
Tabel 3. 8 Pengaturan client MQTT pada Node-RED
Pengaturan Keterangan
Topic weather
QoS 2
Output A parsed JSON Object
Name weather_node-red
2. Debugger adalah node yang digunakan untuk melihat pesan masuk yang diterima oleh node client MQTT. Untuk menjalankan fungsi pada node ini, diperlukan pengaturan yang digunakan pada penelitian ini mengikuti pengaturan bawaan yang tersedia.
3. influx_database adalah node yang digunakan untuk melakukan penyimpanan data yang telah diterima dan dipecah oleh node client MQTT ke database InfluxDB. Untuk menjalankan fungsi node ini diperlukan pengaturan yang disesuaikan dengan kebutuhan pada penelitian ini ditunjukkan pada Tabel 3.8 berikut.
Tabel 3. 9 Pengaturan node InfluxDB pada Node-RED
Pengaturan Keterangan
Name influx_database
Server http://18.237.61.223:8086
Database iot2021
Measurements weather
Dengan aliran data yang telah dibuat dari beberapa node yang dihubungkan, uji coba dilakukan untuk mengetahui berjalannya aliran data pada Node-RED yang dapat dilihat melalui panel debugger pesan yang ditunjukkan pada Gambar 3.12 berikut.
Gambar 3. 12 Pengujian Pengolahan Data pada Node-RED 3.3.3.5 Pemasangan Grafana
Grafana digunakan dalam penelitian ini untuk menampilkan data pengujian perangkat pemantau parameter cuaca. Grafana yang digunakan pada penelitian ini adalah Grafana OSS (Open Source Software) versi 7.1.3 yang
dipasang pada server Ubuntu EC2 AWS. Pemasangan Grafana dapat dilakukan melalui terminal yang dibuka melalui aplikasi PuTTy. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk dapat memasang Grafana pada server Ubuntu:
1. Buka terminal Ubuntu Server pada instance EC2 yang telah dibuat menggunakan aplikasi PuTTy.
2. Untuk memulai pemasangan grafana pada Ubuntu, terlebih dahulu pasang dependencies untuk Grafana, dengan perintah berikut:
sudo apt-get install -y adduser libfontconfig1 3. Kemudian, pada penelitian ini unduh binary file Grafana dengan perintah:
wget
https://dl.grafana.com/oss/release/grafana_7.1.3_a md64.deb
4. Setelah itu, jalankan Debian Package Manager untuk memasang paket yang telah diunduh dengan perintah:
sudo dpkg -i grafana_7.1.3_amd64.deb
5. Setelah Grafana terpasang, Grafana dapat dijalankan dengan perintah berikut:
sudo service grafana-server start
Aplikasi Grafana telah dapat digunakan untuk keperluan penelitian.
Selanjutnya, Grafana dapat diakses menggunakan web browser dengan alamat ip public pada instance ubuntu server dan port 3000. Beberapa pengaturan perlu disesuaikan untuk dapat menggunakan Grafana sebagai tampilan data yang telah disimpan pada database InfluxDB. Berikut adalah langkah-langkah yang dilakukan untuk mengatur penyesuaian pada Grafana.
1. Buka aplikasi Grafana pada web browser, akan diminta authentication untuk mengakses Grafana. Isikan dengan Username dan Password sesuai dengan pengaturan. Pada penelitian ini Username adalah admin dan Password adalah iot2021.
2. Atur Data Sources pada menu Configuration. Pilih jenis database, pada penelitian ini menggunakan InfluxDB. Kemudian sesuaikan aturan untuk
database yang digunakan. Pada penelitian ini, berikut adalah aturan yang digunakan pada Tabel 3.9.
Tabel 3. 10 Pengaturan database InfluxDB pada Grafana
Pengaturan Keterangan dengan mengisikan pengaturan Query, Visualization dan lainnya sesuai kebutuhan. Pada penelitian ini, ada empat buah panel yang dibutuhkan, yaitu masing-masing untuk melihat data suhu, kelembaban, tekanan udara, dan tegangan baterai. Untuk pengaturan pada masing-masing panel ditunjukkan pada Tabel 3.10 untuk pengaturan panel suhu, Tabel 3.11 untuk pengaturan panel kelembaban, Tabel 3.12 untuk pengaturan panel tekanan udara, dan Tabel 3.13 untuk pengaturan panel tegangan baterai.
Tabel 3. 11 Pengaturan Panel Suhu
Pengaturan Sub Pengaturan Keterangan
Query FROM weather
WHERE id = 001
SELECT field(temp)
GROUP BY -
FORMAT AS Time Series
Setting Panel Title Temperature
Transparent True
Visualization - Graph
Display Lines True
Points True
Tabel 3. 12 Pengaturan Panel Kelembaban
Pengaturan Sub Pengaturan Keterangan
Query FROM weather
WHERE id = 001
SELECT field(hum)
GROUP BY -
FORMAT AS Time Series
Setting Panel Title Humidity
Transparent True
Visualization - Graph
Display Lines True
Points True
Tabel 3. 13 Pengaturan Panel Tekanan Udara
Pengaturan Sub Pengaturan Keterangan
Query FROM weather
WHERE id = 001
SELECT field(press)
GROUP BY -
FORMAT AS Time Series
Setting Panel Title Air Pressure
Transparent True
Visualization - Graph
Display Lines True
Points True
Tabel 3. 14 Pengaturan Panel Tegangan Baterai
Pengaturan Sub Pengaturan Keterangan
Query FROM weather
WHERE id = 001
SELECT field(volt)
GROUP BY -
FORMAT AS Time Series
Setting Panel Title Battery Voltage
Transparent True
Visualization - Stats
Display Calculation Last
Fields weather.volt
Graph none
BAB IV
PENGUJIAN DAN HASIL
4.1 Pengujian Perangkat Pemantau Parameter Cuaca
Beberapa pengujian pada perangkat pemantau parameter cuaca dilakukan untuk melihat keberhasilan kerja dan kemampuan untuk mencapai daya rendah pada kerja perangkat.
4.1.1 Pengujian Beban Perangkat
Pengujian beban perangkat dilakukan untuk melihat dan menganalisis kemampuan kerja perangkat. Pada penelitian ini pengujian beban dilakukan dengan mengukur beban tegangan dan arus pada saat perangkat pemantau paramter cuaca bekerja. Beberapa langkah pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini dijabarkan sebagai berikut:
1. Pengujian dilakukan dengan mengukur beban tegangan dan arus pada perangkat. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah sebuah multimeter ZOTEKTM ZT102.
2. Pengukuran tegangan baterai dilakukan dengan menghubung paralel baterai dan voltmeter. Berikut adalah Tabel 4.1 yang menunjukkan hasil pengukuran tegangan baterai yang dilakukan selama 60 hari mulai tanggal 4 Maret 2021 hingga 2 Mei 2021.
Tabel 4. 1 Hasil Pengukuran Tegangan Baterai
Hari Ke- Tegangan (Volt)
1 4.129
Perubahan tegangan baterai yang diukur ditampilkan dalam grafik pada Gambar 4.1 berikut.
Gambar 4. 1Grafik Perubahan Tegangan Baterai
Dari grafik di atas dapat dilihat tegangan baterai yang digunakan pada perangkat seiring waktu berjalan mengalami penurunan tegangan.
Dimana tegangan awal baterai pada perangkat pada hari pertama adalah 4.129 dan tegangan baterai pada perangkat pada hari ke 60 adalah 4.023.
3. Pengukuran arus beban pada rangkaian perangkat pemantauan parameter cuaca dilakukan untuk mengetahui beban rangkaian dan memprediksi durasi kerja perangkat pemantau parameter cuaca. Pengukuran arus beban rangkaian dilakukan dengan menghubung seri Ampere-meter diantara baterai dan rangkaian pemantau parameter cuaca. Hasil dari pengukuran arus beban dilakukan pada saat perangkat kondisi bekerja mengambil data snsor dan pengiriman data dan pada saat perangkat memasuki mode deep-sleep pada beberapa nilai tegangan nominal baterai yaitu antara 3.7 V – 4.2 V dengan jarak antar pengukuran yaitu sekitar 0.05 V. Hasil dari pengukuran yang telah dilakukan ditunjukkan pada Tabel 4.2.
Tabel 4. 2 Hasil Pengukuran Beban Rangkaian waktu perangkat memasuki kondisi kerja adalah sekitar 1 detik. Arus kerja rata-rata adalah arus konsumsi per satan detik dalam siklus kerja perangkat. Arus Deep-sleep adalah arus beban perangkat saat memasuki mode deep-sleep yaitu selama 10 menit. Oleh sebab itu, lama waktu perangkat satu siklus perangkat melakukan pengiriman data adalah 10 menit 1 detik. Total konsumsi arus adalah perjumlahan arus kerja dan arus deep-sleep yang berarti rata-rata total arus kerja per satuan detik.
Perubahan beban arus terhadap tegangan dapat dilihat dalam grafik yang ditunjukkan pada Gambar 4.2 Berikut.
Gambar 4. 2 Grafik Perubahan Arus terhadap Tegangan
Sementara itu, perubahan konsumsi daya terhadap tegangan dapat dilihat dalam grafik yang ditunjukkan pada Gambar 4.2 Berikut.
Gambar 4. 3 Grafik Perubahan Konsumsi Daya terhadap Tegangan
Dari grafik pada Gambar 4.2 dan Gambar 4.3 di atas, dapat dilihat bahwa konsumsi arus dan daya perangkat mengalami perubahan terhadap perubahan tegangan baterai. Dimana semakin besar tegangan baterai, maka semakin kecil
arus dan daya yang dibutuhkan dan semakin kecil teganganbaterai, maka semakin besar arus dan daya yang dibutuhkan. Konsumsi daya perangkat dapat dihitung berdasarkan perkalian antara tegangan baterai dan beban arus perangkat dengan rata-rata daya adalah 795 uW.
Baterai yang digunakan pada penelitian ini adalah Lithium-Ion AWX13H06 C18650CC dengan kapasitas 2200 mAh. Untuk menghitung lama waktu pemakaian kapasitas baterai dapat dibagi secara langsung terhadap konsumsi arus beban rangkaian pemantau cuaca, seperti berikut:
(4.1) Dimana:
Lama waktu pemakaian dalam jam atau hours (h) Kapasitas baterai dalam milliAmperehours (mAh) Arus Beban Rangkaian milliAmpere (mA)
Sehingga, dengan rumus diatas dapat dihitung lama waktu pemakaian adalah:
Jadi, lama waktu pemakaian baterai yang digunakan untuk menghidupkan perangkat yang dirancang dapat bertahan selama kira-kira 10.837,43 Jam atau 451.54 Hari.
4.1.2 Hasil Pembacaan Sensor dan Pengiriman Data
Pengujian pembacaan sensor dilakukan terhadap sensor tegangan baterai, sensor suhu, kelembaban dan tekanan udara. Pengujian dilakukan dengan membaca hasil pengukuran nilai sensor oleh mikrokontroler yang ditampilkan pada serial monitor aplikasi Arduino IDE. Gambar 4.2 menunjukkan hasil gambar dari pengujian pembacaan sensor. Dalam pengujian tersebut, terdapat 13 data pembacaan sensor yang masing-masing berjarak sekitar 10 menit dalam
pembacaannya. Dalam pengujian ini, pengukuran nilai sensor dapat dilakukan dengan baik pada mikrokontroler.
Gambar 4. 4 Pengujian Pembacaan Sensor 4.2 Pengujian Perangkat Gateway
Pengujian pada perangkat gateway bertujuan untuk melihat kemampuan kerja perangkat gateway untuk mendukung keberhasilan sistem pemantauan parameter cuaca yang dibangun. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian untuk menerima data melalui komunikasi radio LoRa dan pengujian jarak maksimal yang dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan perangkat node.
4.2.1 Pengujian Penerimaan Data
Pengujian penerimaan data paket LoRa dari perangkat node oleh perangkat gateway dilakukan untuk melihat kemampuan kerja perangkat gateway untuk meneriman paket data dari node , megolah data dan meneruskan paket data ke Broker MQTT. Pengujian dilakukan dengan menghubungkan perangkat gateway ke komputer melalui debug serial monitor aplikasi Arduino IDE .Gambar 4.3 menunjukkan hasil pengujian penerimaan paket data dan pegiriman paket data pada gateway yang dilakukan pada penelitian ini. Hasil dari pengujian penerimaan paket data dan pengiriman atau penerusan paket data pada gateway menunjukkan bahwa perangkat gateway mampu bekerja dengan baik.
Gambar 4. 5 Pengujian Penerimaan Data pada Gateway 4.2.2 Pengujian Jarak Komunikasi Perangkat
Pengujian jarak komunikasi perangkat dilakukan untuk melihat kemampuan perangkat gateway untuk menerima paket data yang dikirim oleh perangkat pemantau parameter cuaca dalam beberapa jarak yang dilakukan pengujian. Pengujian dilakukan dengan meletakkan perangkat node pada jarak tertentu terhadap perangkat gateway dan melihat kemampuan perangkat gateway untuk tetap menerima data atau tidak. Pengujian dilakukan di Jalan Universitas Kampus USU, Medan. Tabel 4.3 Menunjukkan hasil pengujian jarak komunikasi antar perangkat. Pada penelitian ini, hasil pengujian jarak komunikasi antar perangkat gateway dan node dapat melakukan komunikasi dengan maksimal jarak 600 meter.
Tabel 4. 3 Pengujian Jarak Komunikasi Antar Perangkat
Jarak (meter) Keterangan
100 Berhasil
200 Berhasil
300 Berhasil
400 Berhasil
500 Berhasil
600 Berhasil
700 Tidak Berhasil
800 Tidak Berhasil
4.3 Hasil Pemantauan Parameter Cuaca
Hasil pemantauan parameter cuaca ditampilkan dalam bentuk grafik pada aplikasi grafana. Grafik yang ditampilkan pada Gambar 4.6, Gambar 4.7, Gambar 4.8 merupakan data yang telah disimpan pada database InfluxDB dari hasil pemantauan parameter cuaca pada perangkat pemantauan parameter cuaca yang telah diperoleh. Berikut adalah grafik hasil data yang masing-masing menunjukkan perubahan Suhu, Kelembaban dan Tekanan Udara yang telah berhasil dipantau dengan rentang waktu 24 jam pada Tanggal 25 Mei 2021 hingga 26 Mei 2021.
Gambar 4. 6 Grafik data Suhu Udara
Gambar 4. 7 Grafik data Kelembaban Udara
Gambar 4. 8 Grafik data Tekanan Udara
Dari grafik pada Gambar 4.6 di atas dapat dilihat bahwa pemantauan parameter cuaca berhasil dilakukan dengan nilai pembacaan suhu terendah yaitu sekitar 28 ℃ pada pukul 06:00 WIB dan suhu tertinggi yaitu sekitar 34℃ pada pukul 14:00 WIB. Sementara itu, pada Gambar 4.7 menunjukan perubahan kelembaban tertinggi yaitu 82 % dan terendah 55%, dan pada Gambar 4.8 menujukkan perubahan tekanan udara dengan nilai tertinggi 1.007 mBar dan terendah 1003 mBar.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 KESIMPULAN
Dari hasil perancangan, pengujian dan analisis yang telah dilakukan pada bab-bab sebelumnya, didapat kesimpulan sebagai berikut:
Dari hasil perancangan, pengujian dan analisis yang telah dilakukan pada bab-bab sebelumnya, didapat kesimpulan sebagai berikut: