Perancangan peta kendali EWbAV dilakukan dengan menghitung nilai Yk dari EWMA (persamaan 2.2). Nilai Yk yang telah diperoleh dimasukkan sebagai nilai Z;, kemudian menghitung nilai S dengan memakai persamaan (2 8). Nilea-nilai yang telah diperoleh digunakan untuk menentukan batas-batas kendali.
Berikut ini adalah perhitungan lengkap batas-batas kendali di tiap proses produksi.
4.3.1. Perancangan Peta Kendali EWMl'P'dds. Bagian Fermentasi 4.3.1.1. Perancangan Peta Kendali EWMVUntuk Kadar Alkohol
Peta mi dibangun dari 50 data (lampiran 2) dan menggunakan lambda (X) sebesar 0.4. Perhitungan batas-batas peta kendali dapat dilihat pada lampiran 40.
Pada perhitungan batas-batas kendali untuk kadar alkohol ini mengalami revisi sekali karena tidak semua data yang ada langsung masuk dalam batas kendali yang diperoleh.
Batas kendali yang diperoleh yaitu UCL = 0.6704 dan LCL =0.139.
4.3.1.2. Perancangan Peta Kendali EWMVUntuk Total Gula Sisa
Peta ini dibangun dari 50 data (lampiran 3) dan menggunakan lambda (X) sebesar 0.4. Perhitungan batas-batas peta kendali dapat dilihat pada lampiran 41.
revisi sama sekali karena semua data yang ada langsung masuk dalam batas kendali yang diperoleh.
Batas kendali yang diperoleh yaitu UCL = 0.2664 dan LCL = 0.0511.
4.3.2. Perancangan Peta Kendali EfVMV?ad& Kolom 301
Peta ini dibangun dari 80 data (lampiran 4) dan menggunakan lambda (A.) sebesar 0.4. Perhitungan batas-batas peta kendali dapat dilihat pada lampiran 42.
Pada perhitungan batas-batas kendali untuk kadar alkohol ini mengalami revisi dua kali sampai diperoleh batas kendali yang sesuai.
Batas kendali yang diperoleh yaitu UCL = 6.97 dan LCL = 1.445.
4.3.3. Perancangan Peta Kendali EWMVVada Kolom 302 4.3.3.1. Perancangan Peta Kendali EWMVUntuk Kadar Alkohol
Peta ini dibangun dari 80 data (lampiran 5) dan menggunakan lambda (X) sebesar 0.4. Perhitungan batas-batas peta kendali dapat dilihat pada lampiran 43.
Pada perhitungan batas-batas kendali untuk kadar alkohol itri mengalami revisi sampai dua kali sampai diperoleh data yang terkendali dan batas-batas kendali yang baru.
Batas kendali yang diperoleh yaitu UCL = 0.595 dan LCL = 0.12354.3.3.2. Perancangan Peta Kendali EWMVUntuk Kadar Aldehid
Peta ini dibangun dari 87 data (lampiran 6) dan menggunakan lambda (X) sebesar 0.4. Perhitungan batas-batas peta kendali dapat dilihat pada lampiran 44.
Pada perhitungan batas-batas kendali untuk kadar aldehid ini mengalami revisi dua kali karena data yang ada tidak langsung masuk dalam batas kendali baru.
Batas kendali yang diperoleh yaitu UCL = 2.71 dan LCL = 0.563.
4.3.3.3. Perancangan Peta Kendali EWMVUntuk Kadar Methanol
Peta ini dibangun dari 88 data (lampiran 7) dan menggunakan lambda (X) sebesar 0.4. Perhitungan batas-batas peta kendali dapat dilihat pada lampiran 45.
Pada perhitungan batas-batas kendali untuk kadar methanol ini mengalami revisi sekali sampai diperoleh batas kendali yang sesuai.
Batas kendali yang diperoleh yaitu UCL = 1.808 dan LCL = 0.375.
42
4.3.4. Perancangan Peta Kendali EWMVPada Storage
4.3.4.1. Perancangan Peta Kendali £M^WUntuk Kadar Alkohol
Peta ini dibangun dari 83 data (lampiran 8) dan menggunakan lambda (X) sebesar 0.4. Perhitungan batas-batas peta kendali dapat dilihat pada lampiran 46.
Pada perhitungan batas-batas kendali untuk kadar alkohol ini mengalami revisi satu kali sampai diperoleh data yang terkendali dan batas-batas kendali yang baru.
Batas kendali yang diperoleh yaitu UCL = 0.335 dan LCL = 0.0695.
4.3.4.2. Perancangan Peta Kendali EWWUntuk Kadar pH
Peta ini dibangun dari 87 data (lampiran 9) dan menggunakan lambda (X) sebesar 0.2. Perhitungan batas-batas peta kendali dapat dilihat pada lampiran 47.
Pada perhitungan batas-batas kendali untuk kadar pH ini mengalami revisi sekali sampai diperoleh data yang terkendali dan batas-batas kendali yang baru.
Batas kendali yang diperoleh yaitu UCL = 0.308 dan LCL = 0.115.
4.3.4.3. Perancangan Peta Kendali EWMV Untuk Kadar Aldehid
Peta ini dibangun dari 87 data (lampiran 10) dan menggunakan lambda (X) sebesar 0.4. Perhitungan batas-batas peta kendali dapat dilihat pada lampiran 48. Pada perhitungan batas-batas kendali untuk kadar aldehid ini mengalami revisi dua kali karena semua data yang ada tidak langsung masuk dalam batas kendali yang baru.
Batas kendali yang diperoleh yaitu UCL = 2.717 dan LCL = 0.56.
4.3.4.4. Perancangan Peta Kendali EWMVUntak Kadar Methanol
Peta ini dibangun dari 87 data (lampiran 11) dan menggunakan lambda (X) sebesar 0.4. Perhitungan batas-batas peta kendali dapat dilihat pada lampiran 49. Pada perhitungan batas-batas kendali untuk kadar methanol ini mengalami revisi sampai empat kali sampai diperoleh data yang terkendali dan batas-batas kendali yang baru.
Batas kendali yang diperoleh yaitu UCL = 1.211 dan LCL = 0.251.
4.4. Monitoring
Monitoring dengan menggunakan peta kendali EWMV terhadap data-data yang baru (data bulan Mei) dilakukan dengan menghitung nilai S berdasarkan persamaan (2.8). Untuk nilai Z; diambil dari hasil peramalan kualitas yang telah dihitung pada langkah (4.1.). Sedangkan batas-batas kendali tetap menggunakan
batas-batas kendali yang telah dihitung pada langkah (4.2.). Berikut ini adalah monitoring proses produksi dengan menggunakan peta kendali yang baru.
4.4.1. Monitoring Peta Kendali EWMV Pada. Bagian Fermentasi 4.4.1.1. Monitoring Peta Kendali EWMVUntvk Kadar Alkohol
Perhitungan nilai S dari peta kendali EWMV dapat dilihat pada lampiran 50. Hasil monitoring menunjukkan bahwa semua data baru yang ada masuk dalam batas kendali (terkendali) yang dapat dilihat pada gambar 4.3.
Gambar 4.3. Monitoring Peta Kendali EWMV Untuk Kadar Alkohol
Berdasarkan gambar 4.3. dapat kita lihat bahwa data yang ada tidak menunjukkan kecenderungan naik atau turun yang signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa proses produksi yang terjadi pada saat itu telah terkendali dengan batas-batas kendali yang baru.
4.4.1.2. Monitoring Peta Kendali EWhAVUntvk Total Gula Sisa
Perhitungan nilai S dari peta kendali EWMV dapat dilihat pada lampiran 51. Hasil monitoring menunjukkan bahwa semua data baru yang ada masuk dalam batas kendali (terkendali) yang dapat dilihat pada gambar 4.4. Berdasarkan gambar 4.4. dapat kita lihat bahwa beberapa data awal cenderung untuk bergerak turun, namun karena data aktual masih dalam batas toleransi (tidak ada yang salah dalam proses produksi) dan pergerakan nilai S masih dalam batas kendali maka
44
proses produksi yang terjadi pada saat itu masih terkendali dengan batas-batas kendali yang baru.
Gambar 4.4. Monitoring Peta Kendali EWMV Untuk Total Gula Sisa
4.4.2. Monitoring Peta Kendali EWMV Pada Kolom 301
Perhitungan nilai S dari peta kendali EWhW dapat dilihat pada lampiran 52. Hasil monitormg menunjukkan bahwa semua data baru yang ada masuk dalam batas kendali (terkendali) yang dapat dilihat pada gambar 4.5. Berdasarkan gambar 4.5. dapat kita lihat bahwa data menunjukkan kecenderungan naik namun karena masih jauh dibawah nilai UCL maka dapat diambil kesimpulan bahwa proses masih terkendali.
Gambar 4.5. Monitoring Peta Kendali EWMV P&da. Kolom 301
4.4.3. Monitoring Peta Kendali EWMVVada. Kolom 302 4.4.3.1. Monitoring Peta Kendali EWMV Untuk Kadar Alkohol
Perhitungan nilai S dari peta kendali EWMV dapat dilihat pada lampiran 53. Hasil monitoring menunjukkan bahwa semua data baru yang ada masuk dalam batas kendali (terkendali) yang dapat dilihat pada gambar4.6. Berdasarkan gambar 4.6. dapat kita lihat bahwa data yang ada tidak menunjukkan kecenderungan naik atau turun yang signifikan, tetapi pergerakan data mendekati garis LCL. Hal ini perlu diwaspadai karena pergerakan yang ada akan sangat sensitif meskipun proses produksi yang terjadi pada saat itu masih terkendali dengan batas-batas kendali yang baru.
Gambar 4.6. Monitoring Peta Kendali EWMVMrtivk Kadar Alkohol
4.4.3.2. Monitoring Peta Kendali EWMVMnivk Kadar Aldehid
Perhitungan nilai S dari peta kendali EWMV dapat dilihat pada lampiran 54. Hasil monitoring menunjukkan bahwa semua data baru yang ada masuk dalam batas kendali (terkendali) yang dapat dilihat pada gambar 4.7. Berdasarkan gambar 4.7. dapat kita lihat bahwa data yang ada tidak menunjukkan kecenderungan naik atau turun yang signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa proses produksi yang terjadi pada saat itu masih terkendali dengan batas-batas kendali yang baru.
46
Gambar 4.7. Monitoring Peta Kendali EWMVMvUOik. Kadar Aldehid
4.4.3.3. Monitoring Peta Kendali EWMVUntuk Kadar Methanol
Perhitungan nilai S dari peta kendali EWK4V dapat dilihat pada lampiran 55. Hasil monitoring menunjukkan bahwa semua data baru yang ada masuk dalam batas kendali (terkendali) yang dapat dilihat pada gambar 4.8.
Gambar 4.8. Monitoring Peta Kendali EWMV Untuk Kadar Methanol Berdasarkan gambar 4.8. dapat kita lihat bahwa pada data awal menunjukkan kecenderungan turun sampai pertengahan data dan setelah itu kembali bergerak normal. Hal itu terjadi karena data aktual yang ada ternyata juga menunjukkan adanya penurunan yang signifikan pada pertengahan data. Namun karena masih dalam batas kendali dan data-data selanjutnya kembali normal maka proses produksi yang terjadi pada saat itu masih terkendali.
4.4.4. Monitoring Peta Kendali EWK4V Pada Storage
4.4.4.1. Monitoring Peta Kendali EWMV Untuk Kadar Alkohol
Perhitungan nilai S daii peta kendali EWMV dapat dilihat pada lampiran 56. Hasil monitoring menunjukkan bahwa semua data baru yang ada masuk dalam batas kendali (terkendali) yang dapat dilihat pada gambar 4.9. Berdasarkan gambar 4.9. dapat kita lihat bahwa data yang ada tidak menunjukkan kecenderungan naik atau turun yartg signifikan, hanya saja pergerakan data yang cenderung di bawah UCL. Hal ini menunjukkan bahwa proses produksi yang terjadi pada saat itu masih terkendali dengan batas-batas kendali yang baru.
Gambar 4.9. Monitoring Peta Kendali EWMWntuk Kadar Alkohol
4.4.4.2. Monitoring Peta Kendali EWAJVUntuk Kadar pH
Perhitungan nilai S dari peta kendali EWMV dapat dilihat pada lampiran 57. Hasil monitoring menunjukkan bahwa semua data baru yang ada masuk dalam batas kendali Cterkendali) yang dapat dilihat pada gambar 4.10 Berdasarkan gambar 4.10. dapat kita lihat bahwa pada data awal menunjukkan kecenderungan turun sampai pertengahan data dan setelah itu kembali bergerak normal. Hal itu terjadi karena data aktual yang ada ternyata juga menunjukkan adanya penurunan yang signifikan pada pertengahan data. Namun karena masih dalam batas kendali dan data-data selanjutnya kembali normal maka proses produksi yang terjadi pada saat ltu masih terkendali.
48
Gambar 4.10. Monitoring Peta Kendali EWMV Untuk Kadar pH
4.4.4.3. Monitoring Peta Kendali ElVMVUntuk Kadar Aldehid
Perhitungan nilai S dari peta kendali EWMV dapat dilihat pada lampiran 58. Hasil monitoring menunjukkan bahwa semua data baru yang ada masuk dalam batas kendali (terkendali) yang dapat dilihat pada gambar 4.11. Berdasarkan gambar 4.11. dapat kita lihat bahwa pergerakan data yang ada tidak menunjukkan kecenderuiigan naik atau turun yang signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa proses produksi yang terjadi pada saat itu masih terkendali dengan batas-batas kendali yang baru.
Gambar 4.11. Monitoring Peta Kendali EWMVUntvk Kadar Aldehid
4.4.4.4. Monitoring Peta Kendali EWMV Untuk Kadar Methanol
Perhitungan nilai S dari peta kendali EWMV dapat dilihat pada lampiran 59. Hasil monitoring menunjukkan bahwa semua data baru yang ada masuk daiam
kecenderungan naik atau turun yang signifikan. Yang perlu dicermati adalah pergerakan data yang cenderang berada di dekat UCL, namun karena masih dalam batas kendali, maka proses produksi yang terjadi pada saat itu masih terkendali dengan batas-batas kendali yang baru.
Gambar 4.12. Monitormg Peta Kendali K'WMV Untuk Kadar Aldehid