BAB II KAJ IAN PUSTAKA
2.1. Landasan Teori
2.1.9. Perangkat Framing Pan dan Kosicki
Analisis framing yang akan dipergunakan dalam penelitian ini memaknai model yang diperkenalkan oleh Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki. Melalui tulisan mereka “ Framing Analysis : An Approach to
News Discourse “, Pan dan Kosicki ( 1993 ) mengoperasionalkan empat
dimensi structural teks berita sebagai perangkat framing : Sintaksis, Script, Tematik dan Retoris.
Model ini berasumsi bahwa setiap berita mempunyai frame yang berfungsi sebagai pusat organisasi ide. Frame merupakan suatu ide yang dihubungkan dengan elemen yang berbeda dalam teks berita – kutipan sumber, latar informasi, pemakaian kata atau kalimat tertentu – ke teks secara keseluruhan. Frame berhubungan dengan makna. Bagaimana seseorang memaknai suatu peristiwa, dapat dilihat dari perangkat tanda yang dimunculkan dalam teks. Dalam pendekatan ini perangkat raming dibagi menjadi empat bagian struktur besar. Pertama; Struktur Sintaksis, Kedua; Struktur Script, Ketiga; struktur tematik, Keempat; struktur retoris ( Sobur,2001 : 175 – 176 ).
KERANGKA FRAMING PAN DAN KOSICKI
STRUKTUR PERANGKAT FRAMING UNIT YANG DIAMATI
SINTAKSIS Cara Wartawan
Menyusun Informasi
Skema Berita Headline,Lead,Latar Fakta,KutipanSumber, Pernyataan, Penutup SKRIP Cara Wartawan Mengisahkan Fakta Kelengkapan Berita 5W + 1H TEMATIK Cara Wartawan Menulis Fakta 1.Detail 2.Maksud 3.Kalimat,Hubungan 4.Nominalisasi Antar Kalimat 5.Koherensi 6.Bentuk Kalimat 7.Kata Ganti Paragraf, Proposisi
RETORIS Cara Wartawan Menekankan Berita 1.Leksikon 2.Grafis 3.Metafora 4. Pengandaian Kata, Idiom, Gambar, Foto, Grafik
Sumber Buku Analisis Framing Eriyanto
1. Sintaksis
Struktur sintaksis berhubungan dengan bagaimana wartawan menyusun peristiwa- pernyataan, opini, kutipan, pengamatan atas peristiwa – kedalam bentuk susunan kisah berita. Dengan demikian, struktur sintaksis bisa diamati dari bagan berita ( Headline yang dipilih, lead yang dipakai, latar informasi yang dijadikan sandaran, sumber yang dikutip dan sebagainya ). Bentuk sintaksis yang paling popular adalah struktur Piramida Terbalik, dimana bagian yang diatas lebih penting dibandingkan bagian yang dibawahnya.
a. Headline
Headline merupakan aspek sintaksis dari beritadengan tingkat kemenonjolan yang tinggi menunjkkan kecenderungan berita. Pembaca cenderung lebih mengingat headline yand dipakai daripada bagian berita. Headline mempunyai framing yang kuat ( Eriyanto,2005 : 257 ).
Posisi judul dianggap penting karena sekilas kalau pembaca dahulu. Judul berita ( headline ) pada dasarnya mempunyai tiga fungsi, yaitu mengiklankan cerita atau berita, meringkaskan atau mengintisarikan cerita dan memperbagus halaman. Dalam judul berita tidak diizinkan mencantum sesuatu yang bersifat pendapat atau opini ( Sobur, 2001 : 76 – 77)
b. Lead Lead yang baik umumnya memberikan sudut pandang dari
berita, menunjukkan perpektif tertantu dari peristiwa yang diberitakan ( Eriyanto, 005 : 258 ). Lead adalah intisari berita yang mempunyai 3 fungsi, yakni : (1) Menjawab Rumus 5W + 1 H ( what,who,when,where,why, how ), (2) Menekankan News Feature Of Story dengan menempatkan pada posisi awal, dan (3) Memberikan identifikasi tentang orang, tempat dan kejadian yang dibutuhkan bagi pemahaman cepat berita itu ( Sobur, 2001 : 77 ).
c. Latar Infor masi
Ketika menulis beritas biasanya dikemukakan latar belakang atas peristiwa yang ditulis. Latar yang dipilih menetukan kea rah mana pandangan khalayak hendak dibawa. Ini merupakan cerminan ideologis, dimana komunikator dapat menyajikan latar belakang dapat juga tidak, bergantung pada
kepentingan mereka ( Sobur, 2001 : 79 ). Latar umumnya ditampilkan di awal sebelum pendapat wartawan yang sebenarnya muncul dengan maksud mempengaruhi dan member kesan bahwa pendapat wartawan sangat beralasan. Karena itu latar membantu menyelidiki bagaimana seseorang member pemaknaan atas suatu peristiwa. ( Eriyanto, 2005 : 258 ).
d. Kutipan Sumber
Pengutipan sumber berita dalam penulisan berita dimaksudkan untuk membangun objektifitas – prinsip keseimbangan dan tidak memihak ( Eriyanto, 2005 : 259 ). Ini juga merupakan bagian berita yang menekankan bahwa apa yang ditulis oleh wartawan bukan pendapat wartawan semata, melainkan pendapat dari orang yang mempunyai otoritas tertentu.
2. Skr ip
Struktur skrip berhubungan dengan bagaimana media mengisahkan atau menceritakan peristwa dalam bentuk berita. Pola pengorganisasian peritiwa dapat dilihat dari hadirnya komponen – komponen atau unsur kelengkapan berita yang sejalan dengan kaidah – kaidah jurnalistik yaitu bentuk 5W + 1H. Penerapan penulisan berita yang disusun sebagai suatu cerita dengan strategi cara bercerita tertentu, dilakukan institusi media, dalam hal ini oleh wartawan tidak lain untuk menarik perhatian pembaca. Segi cara
bercerita dan unsur kelengkapan berita dapat menjadi penanda framing yang penting dan ingin ditampilkan. Skrip merupakan salah satu strategi wartawan dalam mengkontruksi berita dan skrip memberi tekanan mana yang didahulukan dan bagian mana yang kemudian sebagai strategi untuk menyembunyikan informasi penting. Bentuk umum dari struktur skrip adalah pola 5W + 1 H – what,who,where,when,why,how.
What : Peristiwa apa yang sedang terjadi? Who : Siapa yang terlibat dalam peristwa itu? When : Kapan peristiwa itu terjadi?
Where : Dimana peristiwa itu terjadi? Why : Mengapa peristiwa itu terjadi?
How : Bagaimana terjadinya peristiwa itu terjadi? 3. Tematik
Struktur tematik berhubungan dengan cara wartawan mengungkapkan pandangannya atas peristiwa ke dalam proporsi, kalimat, atau hubungan antar kalimat yang membentuk secara keseluruhan. Struktur ini akan melihat bagaimana pemahaman itu diwujudkan ke dalam bentuk yang lebih kecil. Ada beberapa elemen yang dapat diamati dari perangkat tematik ini, antara lain
a. Detail
Elemen detail berhubungan dengan control informasi yang ditampilkan seseorang ( komunikator ). Komunikator akan menampilkan secara berlebihan informasi yang menguntungkan dirinya atau citra yang baik. Sebaliknya, dia akan menampilkan informasi dalam jumlah sedikit ( bahkan kalau tidak perlu disampaikan ) kalau hal ini merugikan kedudukannya. Detail berhubungan dengan apakah sisi informasi tertentu diuraikan secara panjang atau tidak. ( Sobur. 2001 : 79 ).
b. Maksud Kalimat, Hubungan
Elemen maksud kalimat melihat apakah teks itu disampaikan secara eksplisit ataukah tidak, apakah fakta disajikan secara telanjang ataukah tidak. Umumnya, informasi yang menguntungkan komunikator akan diuraikan secara eksplisit dan jelas, sebaliknya informasi yang merugikan akan diuraikan secara tersamar, implicit dan tersembunyi. Tujuan akhirnya adalah kepada publik hanya disajikan informasi yang menguntungkan komunikator ( Sobur, 2001 : 79 ).
c. Nominalisasi Antar kalimat
Dengan melakukan nominalisasi, dapat member sugesti kepada khalayak adanya generalisasi. Hal ini berhubungan dengan pertanyaan apakah komunikator memandang objek sebagai
sesuatu yang tunggal berdiri sendiri ataukah sebagai suatu kelompok ( Sobur, 2001 : 81 ).
d. Koherensi
Koherensi adalah pertalian atau jalinan antar kata, proposisi atau kalimat. Dua buah kalimat atau proposisi yang menggambarkan fakta yang berbeda dapat dihubungkan dengan menggunakan koherensi. Sehingga fakta yang tidak berhubungan sekalipun dapat menjadi berhubungan ketika seseorang menghubungkannya.
Pertama, koherensi sebab akibat. Proposisi atau kalimat satu
dipandang akibat atau sebab dari proposisi lain. Proposisi sebab akibat umumnya ditandai dengan kata hubung “ sebab “ atau “ karena “. Kedua, koherensi penjelas. Proposisi atau kalimat satu dilihat sebagai penjelas proposisi atau kalimat lain. Koherensi penjelas ditandai dengan pemakaian kata hubung “ dan” atau “ lalu”. Ketiga, koherensi pembeda. Proposisi atau kalimat satu dipandang kebalikan atau lawan dari proposisi atau kalimat lain. Koherensi pembeda ditandai dengan kata hubung “dibandingkan” atau “ sedangkan” ( Eriyanto, 2005 : 263 ).
e. Bentuk Kalimat
Berhubungan dengan cara berfikir logis, yaitu prinsip kusalitas. Logika kusalitas kalah diterjemahkan kedalam bahasa menjadi susunan objek ( Menerangkan ) dan predikat ( Yang Diterangkan ).
Bentuk kalimat ini bukan hanya persoalan teknis kebenaran tata bahasa, tetapi menentukan makna yang dibentuk oleh susunan kalimat. Dalam kalimat yang berstruktur aktif, seseorang menjadi objek dari pernyataanya ( Sobur,2001 : 81 ).
f. Kata Ganti
Elemen untuk memanipulasi bahasa dengan menciptakan suatu komunitas imajinatif. Pengulangan kata yang sama tanpa seuatu tujuan yang jelas akan menimbulkan rasa yang kurang enak. Pengulangan hanya diperkenakan kalau kata itu dipentingkan atau mendapat penekanan ( Sobur,2001 : 82 ).
4. Retor is
Struktur retoris berhubungan dengan cara wartawan menekankan arti tertentu. Dengan kata lain, struktur retoris melihat pemakaian pilihan kata, idiom, grafik, gambar, yang juga dipakai guna memberi penekanan pada arti tertentu. Ada beberapa elemen struktur retoris, Antara lain :
a. Leksikon
Pemilihan dan pemakaian kata – kata tertentu untuk menandai atau menggambarkan peristiwa. Pilihan kata – kata yang dipakai tidak semata – mata hanya karena kebetulan, tetapi secara ideologis menunjukkan bagaimana pemaknaan seseorang terhadap fakta dan realitas. Pemakaian kata – kata tersebut sering kali
diiringi dengan penggunaan label – label tertentu ( Eriyanto, 2004 : 264 ).
5. Gr afis
Dalam teks berita, grafis biasanya muncul lewat bagian tulisan yang dibuat lain dibandingkan tulisan lain. Pemakaian huruf cetak tebal, huruf miring, huruf besar, pemakaian garis bawah, pemberian warna, foto, pemakaian caption, raster, grafik, gambar, table atau efek lain untuk mendukung arti suatu pesan ( Eriyanto, 2005 : 266 ).
6. Metafora
Di dalam suatu teks berita, seorang komunikator tidak hanya menyampaikan pesan pokok, tetapi juga kiasan, ungkapan, metafora yang dimaksud sebagai ornament atau bumbu dari suatu teks. Tetapi, pemakaian metafora tertentu boleh jadi menjadi petunjuk utama untuk mengerti suatu teks. Metafora tertentu dipakai oleh komunikator secara strategis sebagai landasan berfikir. Alasan pembenar atas pendapat atau gagasan tertentu kepada public. ( Sobur, 2001 : 84 ).
7. Pengandaian
Pengandaian adalah strategi lain yang dapat memberi citra tertentu ketika diterima khalayak. Elemen pengandaian merupakan pernyataan yang digunakan untuk mendukung makna suatu teks. Pengandaian hadir dengan member pernyataan yang dipandan terpercaya dan karenanya tidak perlu dipertanyakan ( Sobur,2001 : 79 ).
2.2 Ker angka Ber fikir
Pekerjaan media pada dasarnya adalah yang berhubungan dengan pembentukan realitas. Realitas bukanlah sesuatu yang tersedia, yang kemudian ditampilkan wartawan dalam pesan – pesannya lewat berita. Berita merupakan hasil dari kontruksi dan realitas dari sebuah proses manajemen ternyata tidak selalu menghasilkan makna yang sama seperti yang diharapkan wartawan dalam diri khalayak pembacanya.
Penelitian ini berangkat dari adanya fenomena di media, berita ini cukup besar dan menarik untuk diikuti yaitu memberitakan tentang SARA dalam PILGUB DKI Jakarta 2012. Pemberitaan yang beragam dari berbagai media menjadi topik hangat pada tanggal 19 Juli 2012 sampai saat pemilihan umum berlangsung dan menuai perhatian masyarakat mengingat kegiatan Pilgub tersebut juga dilakukan oleh masyarakat Jakarta dan menjadi sorotan masyarakat di seluruh Indonesia. Apalagi DKI Jakarta juga ibukota Negara Indonesia sehingga menjadi patokan bagi provinsi seluruh Indonesia yang akan melaksanakan pemilihan gubernur. Mengingat provinsi Jawa Timur pada tahun 2014 akan melakukan pemilihan gubernur, maka kasus SARA dalam PILGUB DKI Jakarta 2012 dapat menjadi pelajaran bagi PANWASLU Jawa Timur agar tidak terjadi kasus serupa. Berita tentang pernyataan SARA dalam PILGUB DKI Jakarta 2012. memang popular, terbukti dari komentar dari
khalayak yang membaca berita tersebut, baik di Okezone.com dan Vivanews.com juga mendapat pendapat yang banyak dengan berbagai alasan, juga Readership juga banyak dari kedua media tersebut, dan jika dipandang dari segi variatif dan kontruksi realitas nya, media Okezone.com lebih banyak pemberitaan tentang Cagub Foke-Nara daripada Vivanews.com. Karena Okezone.com memang karakteristik pemberitaannya lebih melebar dengan bebagai sumber dan jika di Vivanews.com lebih ke sumber – sumber tertentu yang berkopenten dalam fenomena tersebut, memang sudah karakteristik Vivanews.com untuk memproduksi berita lebih tertuju pada pokok permasalahan dan sumber tertentu.
Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah sebuah analisis framing yang mana dipakai untuk mengetahui realitas yang dibingkai oleh media. Dengan demikian realitas sosial dipahami, dimaknai dan di konstruksi ( dirangka bangun ) dengan bentukan dan makna tertentu, sehingga elemen tersebut menandakan sebuah peristiwa berlangsung. Dari latar belakang tersebut maka paradigma, konsep dan teori yang digunakan peneliti adalah paradigma Konstruktivisme.
Dalam penelitian ini menggunakan model Zhongdang Pan Dan Gerald M. Kosicki. Perangkat framig dibagi menjadi empat bagian struktur besar, yaitu : Sintaksis, Skrip, Tematik dan Retoris. Keempat dimensi strukturan ini membentuk semacam tema yang dipertautkan
elemen – elemen semantic narasi berita dalam satu koherensi global. Keempat struktur ini merupakan suatu rangkaian yang dapat mewujudkan framing dari suatu media. Selengkapnya tertera pada bagan dibawah :
Per istiwa SARA dalam PILGUB DKI J akar ta 2012.
M edia Online Okezone.com dan Vivanew s.com
Perangkat fram ing Zhongdang Pan dan Gerald M Kosicki Konst ruksi Berit a Oleh Wartaw an