DI BIDANG TATA KECANTIKAN RAMBUT
A. Peraturan Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Kesehatan (hegiene) sangat penting dipelajari dan dipahami oleh semua orang, apalagi bagi ahli kecantikan. Sesuai dengan UU Pokok Kesehatan No. 9/1969, menyatakan yang dimaksud dengan sehat adalah keadaan yang sempurna jasmani, rohani dan sosial. Jadi bukan saja hanya bebas dari penyakit dan kelemahan.
Apabila semua orang mematuhi dan melaksanakan sesuai dengan anjuran dari UU Kesehatan tersebut, tentu masyarakat secara umum akan berada dalam lingkungan yang sehat jasmani dan rohani. Apalagi bagi ahli kecantikan, K3 merupakan suatu langkah kerja yang harus dipatuhi dengan disiplin tinggi, karena para ahli/penata kecantikan selalu berhubungan dengan orang banyak. Di samping itu juga harus memahani, mematuhi dan melakukan semua hal-hal yang berhubungan dengan keselamatan kerja dibidang tata kecantikan.
Kesehatan (higiene) adalah suatu ilmu yang mempelajari segala sesuatu usaha dalam bidang kesehatan, baik kesehatan tersebut bertujuan untuk umum maupun kesehatan perorangan. Akan tetapi secara prinsip kesehatan ini adalah untuk melindungi, memelihara badan dan jiwa dengan tujuan untuk memberikan dasar-dasar kelanjutan hidup yang sehat serta mempertinggi kesejahteraan dan daya guna prikehidupan manusia.
• Penerapan tertib kerja keselamatan kerja
berdasarkan peraturan kesehatan dan Karena kesehatan memiliki sasaran yang sangat luas, artinya mencakup semua aspek kehidupan manusia, maka sehubungan dengan luasnya cakupan tentang peraturan dan keselamatan kerja dibidang tata kecantikan, maka pada tulisan ini akan dibatasi pada bidang-bidang yang terkait langsung dengan hal tersebut di atas. Tujuannya adalah; agar setiap operator/siswa dapat bekerja lebih aman, nyaman dan selamat
serta pelanggan puas. Untuk itu peraturan kesehatan dapat dikelompokkan menjadi beberapa hal penting, yakni sebagai berikut:
1. Kesehatan Perorangan
Maksudnya usaha-usaha yang berguna untuk menyehatkan tubuh, tetapi sekaligus memperhatikan, memelihara dan memupuk integritas jiwa, yamg dalam hal ini terkelompok menjadi:
a. Kesehatan jasmaniah; artinya menjamin kesehatan tubuh lebih optimal dengan melakukan hal-hal sebagai berikut:
1) Pemeliharaan tubuh dan alat-alat tubuh seperti (mandi, menyikat gigi, pemeliharaan rambut, kuku dan sebagainya secara teratur).
2) Perhatikan dengan seksama pakaian yang dikenakan baik berupa busana itu sendiri maupun pelengkapnya, apakah ada bersih dan rapi, sesuai dengan keadaan lingkungan hidup dan lingkungan kerja.
3) Makanlah dengan menu seimbang (4 sehat 5 sempurna).
4) Lakukanlah senam atau olahraga lainnya sebagai latihan jasmani secara teratur, guna memperkuat otot dan melancarkan peredaran darah.
5) Berusahalah selalu untuk memperhatikan sikap tubuh yang baik seperti: sikap berdiri, duduk ataupun berjalan, agar tidak terjadi ketegangan dan kelelahan otot yang tidak perlu terjadi.
6) Selalulah menjadikan hidup ini menjadi suatu irama yang teratur, guna pemeliharaan kesehatan, seperti: waktu kerja, istirahat, makan/minum, latihan jasmani, rekreasi dan pembinaan jiwa.
b. Kesehatan rohani; maksudnya adalah cerminan jiwa saat kita melakukan pekerjaan, seperti:
1) Sebelum memulai pekerjaan pasanglah niat dengan baik.
2) Amati jenis pekerjaan apa yang akan dilakukan dengan cermat, bukan gegabah.
3) Lakukan suatu pekerjaan dengan hati yang tenang dan damai, bukan melakukan pekerjaan secara terpaksa, sebab bila terpaksa tidak dapat dicapai hasil yang maksimal.
2. Kesehatan Perusahaan
Pada dasarnya kesehatan perusahaan bertujuan untuk melindungi, memelihara dan mempertinggi tingkat kesehatan jasmani dan rohani manusia yang bekerja dalam suatu perusahaan, baik ia sebagai pimpinan perusahaan, karyawan/penata kecantikan maupun sebagai orang/tamu yang datang dan berurusan dengan perusahaan atau untuk dilayani dalam bidang kecantikan. Usaha ini dapat dilakukan dengan memperhatikan beberapa faktor, seperti:
a. Menjaga dan memelihara bangunan perusahaan sehingga aman dan nyaman bagi yang bekerja maupun yang berkunjung.
b. Memenuhi penerangan yang cukup, aliran udara yang baik, penyediaan air yang cukup dan bersih, tersedianya kamar kecil yang
memenuhi syarat kesehatan, tempat sampah yang tertutup dan kebersihan ruangan kerja yang terpelihara.
c. Menjaga dan memelihara agar karyawan terbebas dari penyakit menular atau mengindap penyakit menular, sehingga tidak membahayakan terhadap karyawan ataupun pelanggan.
d. Menyiapkan beberapa perangkat peralatan untuk pencegahan penyakit menular seperti: masker penutup mulut, sarung tangan karet yang dipakai untuk merawat pelanggan serta menjaga kebersihan.
e. Menyediakan berbagai larutan antiseptik dan desinfektan yang efektif dan aman digunakan.
3. Kesehatan Lingkungan
Kesehatan lingkungan bertujuan untuk menjadikan lingkungan hidup mampu memberi kemungkinan terbaik sebagai penunjang kesehatan.
Cara ini dapat dilakukan dengan:
a. Menjaga agar lingkungan hidup tidak tercemar oleh kotoran, bahan kimia dan air limbah hasil buangan proses industri.
b. Menjaga agar lingkungan bebas dari polusi udara dan polusi suara berupa kebisingan yang merugikan kesehatan jasmani dan rohani.
c. Menjaga agar sumber air dan tumbuh-tumbuhan sebagai paru-paru lingkungan yang terpelihara keseimbangannya.
Ketiga bidang kesehatan di atas merupakan usaha yang saling mengait, saling mendukung dan menunjang. Karenanya ketiga bidang tersebut harus mendapat perhatian yang serius.
Di samping hal di atas beberapa hal penting lainnya adalah dalam bidang keamanan bekerja. Keamanan bekerja perlu diperhatikan agar tidak terjadi kecelakaan kerja dalam bekerja. Penyebab kecelakaan kerja dapat dikelompokkan menjadi 2 bagian:
• Penyebab yang berasal dari manusia itu sendiri
Dari hasil penelitian ditemukan ± 85% dari kecelakaan ringan bersumber dari manusia itu sendiri, contoh dari gejolak emosi, ketegangan jiwa, rasa jemu, benci dan putus asa serta kelelahan. Hal ini tentu saja tidak terlepas dari faktor-faktor psikologis sebagai latar belakangnya.
• Penyebab yang berasal secara mekanis dan lingkungan
Kecelakaan yang terjadi pada usaha kecantikan/salon, secara umum karena faktor mekanis, maksud kecelakaan ini terjadi adalah akibat beberapa peralatan yang menggunakan arus listrik, yang bisa menyebabkan kontak dengan tubuh sipemakai/pelanggan. Hal ini disebabkan karena kelalaian dan kurang perawatan dari peralatan- peralatan tersebut.
Dari penyebab-penyebab di atas dibutuhkan perhatian yang serius agar para pelanggan terjaga dengan baik kesehatan dan keselamatannya.
B. Menyediakan Lingkungan Tenang dan Nyaman Bagi Pelanggan