• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peraturan di PT Semen Gresik

Dalam dokumen PEDOMAN PERILAKU ETIKA PT SEMEN GRESIK (Halaman 13-0)

BAB I PENDAHULUAN

1.6 Landasan Hukum dan Acuan

1.6.1 Peraturan di PT Semen Gresik

b. Perjanjian Kerja Bersama antara PT Semen Gresik dengan Serikat Karyawan Semen gresik.

c. Surat Keputusan Direksi PT Semen Gresik No. 006/Kpts/Dir/PTSG/09.2014 tentang Disiplin Karyawan PT Semen Gresik dan termasuk setiap perubahannya yang terjadi dikemudian hari.

d. Surat Keputusan Direksi PT Semen Gresik No. 31 Tahun 2019 tentang Tim Pengelolan Pelaporan Pelanggaran (TP3) dan termasuk setiap perubahannya yang terjadi dikemudian hari.

e. Surat Keputusan Direksi PT Semen Gresik No. 34 Tahun 2019 tentang Pengendalian Benturan Kepentingan dan termasuk setiap perubahannya yang terjadi dikemudian hari.

Pedoman Perilaku Etika 11 PT Semen Gresik

f. Surat Keputusan Direksi PT Semen Gresik No. 18 Tahun 2020 tentang Tim Pengendalian Gratifikasi dan Anti Penyuapan (TPGAP) dan termasuk setiap perubahannya yang terjadi dikemudian hari.

g. Surat Keputusan Direksi PT Semen Gresik No. 26 Tahun 2020 tentang Budaya Perusahaan dan termasuk setiap perubahannya yang terjadi dikemudian hari.

h. Pedoman Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG Code) PT Semen Gresik.

i. Pedoman Perilkau Etika Perusahaan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk., selaku Induk Perusahaan.

j. Pedoman Tata Kelola ICT (Information & Communication Technology) PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Selaku Induk Perusahaan.

k. Prosedur Pengendalian Gratifikasi dan Pengendalian Sistem Pelaporan Pelanggaran (whistle blowing system) No. P/SG/GRC/003.

1.6.2 Peraturan Perundang-undangan di Republik Indonesia

a. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

b. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1980 tentang Tindak Pidana Suap.

c. Undang – Undang No. 28 Tahun 1999 Tentang Penyelenggaraan Negara yang bersih dan Bebas Korupsi , Kolusi dan Nepotisme.

d. Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

e. Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

f. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

g. Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

h. Peraturan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Nomor PER-01/MBU/2011 tentang Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance) pada Badan Usaha Milik Negara.

i. Peraturan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Nomor PER-09/MBU/2012 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara, Nomor PER-01/MBU/2011 tentang Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance) pada Badan Usaha Milik Negara.

j. Surat Edaran Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor SE-9/MBU/12/2019 tentang Penerapan Etika dan/atau Kepatutan dalam rangka Pengurusan dan Pengawasan Perusahan.

Pedoman Perilaku Etika 12 PT Semen Gresik 1.7 Kebijakan Umum

Sebagai perusahaan yang menjadi bagian dari Semen Indonesia Group, perusahaan bertanggung jawab untuk memenuhi harapan pemegang saham dan pemangku kepentingan (stakeholders). Perusahaan dikelola secara profesional dengan senantiasa menjaga dan membina hubungan dengan semua pemangku kepentingan (stakeholders) sesuai standar etika bisnis. Dalam menjalankan tanggung jawab tersebut, perusahaan menerapkan pedoman GCG secara konsisten, yang ditunjang dengan standar etika usaha dan etika perilaku yang dituangkan dalam pedoman perilaku etika.

Dalam mewujudkan visi dan misinya, perusahaan senantiasa melakukan berbagai perbaikan untuk meningkatkan kinerja antara lain melalui peningkatan pertumbuhan asset, pengembangan usaha, peningkatan kualitas produk, laba bersih, mempertahankan pasar potensial, memperluas pangsa pasar dan meningkatkan kepuasan pelanggan dan masyarakat pada umumnya. Peningkatan ini harus diimbangi dengan kemampuan sumber daya manusia yang kompeten sesuai dengan bidangnya masing-masing.

1.8 Kebijakan Anti Penyuapan

Dalam rangka mendukung pelaksanaan SNI ISO 37001:2016 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan di Lingkungan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. dan untuk mewujudkan PT Semen Gresik – Pabrik Rembang yang bersih dan berintegritas serta mendukung upaya pencegahan tindakan korupsi dan penyuapan, dengan ini Manajemen PT Semen Gresik berkomitmen:

Menjalankan usaha di atas nilai integritas, berpedoman pada kode etik prinsip 4 NO’s yaitu :

a. No Bribery (Tidak boleh ada suap-menyuap, sogok dan pemerasan).

b. No kickback (Tidak boleh ada komisi, uang terma kasih dan uang bagi-bagi).

c. No Gift (Tidak boleh ada hadiah yang tidak wajar).

d. No Luxurious Hospitality (Tidak boleh ada jamuan-jamuan yang berlebihan).

2. Selalu berupaya meningkatkan dan memperbaiki setiap proses bisnis agar sejalan dengan prinsip-prinsip Good Corporate Governance.

3. Menjalankan prinsip zero tolerance terhadap tindakan yang berkaitan dengan pelanggaran peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan tindak pidana korupsi dan prinsip 4 NO’s.

4. Tidak memperkenankan Insan Perusahan dan stakeholders Perusahaan untuk melanggar kode etik Perusahaan dan prinsip 4 NO’s yang berkaitan dengan tugasnya di PT Semen Gresik.

5. Mengatur konflik kepentingan setiap Insan Perusahaan dan setiap konflik kepentingan yang berpotensi menimbulkan risiko wajib dideklarasikan.

Pedoman Perilaku Etika 13 PT Semen Gresik

6. Memberikan sosialisasi dan pelatihan secara rutin mengenai pencegahan korupsi, prinsip 4 NO’s dan pembangunan integritas bisnis secara berkala kepada seluruh Insan Perusahaan.

7. Membentuk Fungsi Kepatuhan Anti Penyuapan yang mandiri.

8. Melakukan pengawasan dan menyediakan kerangka kerja terhadap pelaksanaan komitmen ini dan setiap pelanggaran terhadap kode etik dan prinsip 4 NO’s akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Komitmen ini dikomunikasikan kepada seluruh pemangku kepentingan, insan perusahaan dan/atau seluruh pihak yang bekerja atas nama PT Semen Gresik serta kepada Pihak lain yang terkait dan dilaksanakan secara konsisten dan dievaluasi secara berkala untuk peningkatan berkelanjutan.

Pedoman Perilaku Etika 14 PT Semen Gresik

BAB II

ETIKA USAHA PERUSAHAAN

2.1 Hubungan dengan Pemegang Saham (Shareholders)

Perusahaan memiliki komitmen untuk senantiasa menghormati dan menjamin bahwa hak-hak pemegang saham, sesuai dengan Anggaran Dasar Perusahaan, keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), dan peraturan lain yang berlaku, dapat terpenuhi dengan baik secara transparan, adil, tepat waktu, dan lancar. Hubungan dengan pemegang saham dapat terjalin dengan baik dan memenuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku, maka perusahaan menetapkan kebijakan sebagai berikut :

a. Memberikan informasi material yang lengkap dan akurat mengenai Perusahaan kepada Pemegang Saham sesuai ketentuan yang berlaku.

b. Membuat mekanisme RUPS yang memungkinkan setiap pemegang saham dapat hadir dalam RUPS dan memberikan suaranya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

c. Menjamin agar setiap pemegang saham mendapatkan hak-haknya sesuai Anggaran Dasar Perusahaan, semua keputusan yang diambil secara sah dalam RUPS, dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

d. Setiap pemegang saham harus memenuhi kewajiban dan melaksanakan tanggung jawabnya sesuai Anggaran Dasar Perusahaan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

2.2 Hubungan dengan Karyawan

Perusahaan menganggap bahwa karyawan merupakan aset yang paling penting dan berharga. Oleh karena itu, perusahaan akan memberikan kondisi kerja yang baik dan aman, melindungi dari segala bentuk kemungkinan bahaya keselamatan dan kesehatan kerja, dan memberi hak kepada karyawan untuk berserikat sesuai dengan peraturan yang berlaku. Perusahaan menerapkan sistem manajemen sumber daya manusia berdasarkan nilai-nilai keterbukaan, adil, dan bebas dari bias karena adanya perbedaan suku, asal usul, jenis kelamin, agama, dan asal kelahiran, serta hal-hal yang tidak terkait dengan kinerja karyawan.

Kebijakan dan prosedur manajemen sumber daya manusia seperti prosedur rekrutmen, promosi, demosi, mutasi, reward, dan punishment, serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan bagi karyawan akan dilaksanakan secara konsisten sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Perusahaan berkomitmen untuk memberikan lingkungan pekerjaan yang tidak diskriminatif, bebas dari pelecehan dalam bentuk apapun. Perusahaan juga menjamin tidak adanya tindakan ancaman ataupun kekerasan di lingkungan kerja.

Pedoman Perilaku Etika 15 PT Semen Gresik

Karyawan yang terlibat dalam tindakan ancaman ataupun kekerasan akan dikenai tindakan disiplin bahkan tuntutan hukum.

Sejalan dengan itu, perusahaan juga mengharapkan partisipasi dan peran aktif setiap karyawan untuk meningkatkan produktivitas kerja melalui hubungan yang dinamis, harmonis, selaras, serasi, dan seimbang antara perusahaan dan karyawan.

Untuk melaksanakan etika ini, Perusahaan :

a. Menjadikan karyawan sebagai mitra strategis dalam mencapai tujuan perusahaan.

b. Menghormati dan memenuhi hak-hak karyawan sesuai dengan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang telah disepakati dengan serikat pekerja dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

c. Memberi keleluasaan karyawan untuk menyampaikan pikiran/pendapat yang konstruktif.

d. Mendorong dan membantu karyawan untuk mengembangkan pengetahuan dan keahlian yang relevan.

e. Melindungi hak karyawan untuk memilih atau tidak memilih menjadi anggota serikat pekerja.

f. Melaksanakan hubungan kerja sesuai dengan nilai-nilai etika dan norma yang berlaku.

g. Memberi penghargaan yang pantas kepada karyawan yang berprestasi dan memberikan hukuman yang tegas terhadap segala bentuk pelanggaran yang dilakukan karyawan.

h. Melaksanakan survei atau pengukuran kepuasan karyawan yang dilakukan secara berkala untuk mengetahui sejauh mana indeks kepuasan karyawan dalam bekerja di perusahaan.

2.3 Hubungan dengan Pelanggan (Customers)

Perusahaan berusaha menjadi pilihan terbaik bagi pelanggannya. Perusahaan mengutamakan kepuasan dan kepercayaan pelanggan yaitu dengan usaha membina hubungan dan memberikan pelayanan dengan kualitas prima, bermutu, dan solusi yang inovatif kepada pelanggan. Perusahaan akan berinteraksi dengan pelanggan secara langsung agar dapat mengetahui apa yang sebenarnya menjadi kebutuhan pelanggan dan selanjutnya memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

Perusahaan mengutamakan kepuasan dan kepercayaan pelanggan dengan :

a. Memastikan produk yang diperdagangkan oleh Perusahaan sesuai dengan kontrak dan melalui penerapan sistem manajemen mutu dan lingkungan.

b. Memastikan semua perikatan dengan pelanggan dilakukan secara adil berdasarkan kesetaraan dan sikap profesional.

c. Melakukan promosi yang berkesinambungan secara sehat, wajar, jujur, tidak menyesatkan serta sesuai dengan norma-norma yang berlaku.

Pedoman Perilaku Etika 16 PT Semen Gresik

d. Menyediakan dan mengelola media komunikasi dengan Pelanggan dan calon Pelanggan sehingga memudahkan penyampaian keluhan dan masukan, serta tindaklanjutnya.

e. Melaksanakan survei atau pengukuran kepuasan pelanggan yang dilakukan secara berkala untuk mengetahui sejauh mana indeks kepuasan pelanggan dalam berhubungan dengan Perusahaan.

2.4 Hubungan dengan Pemasok (Suppliers)

Perusahaan senantiasa menjaga hubungan dan kerjasama dengan pemasok/rekanan yang didasari sikap profesionalisme, kesetaraan, kepercayaan, dan saling menghormati.

Perusahaan melakukan komunikasi yang baik dengan pemasok termasuk menindaklanjuti keluhan dan keberatan. Jalinan komunikasi dilaksanakan secara jujur dan efektif dengan tetap menjaga kerahasiaan data dan informasi. Perusahaan menjalin kerjasama dengan penyedia barang/jasa, dengan menerapkan kaidah sebagai berikut : a. Melaksanakan pengadaan barang/jasa secara fair dan transparan sesuai ketentuan

internal penyelenggaraan pengadaan barang/jasa yang disusun Direksi dengan berpedoman pada peraturan yang berlaku.

b. Memberikan kesempatan yang sama pada semua pemasok dan calon pemasok.

c. Memenuhi hak-hak pemasok sesuai perjanjian tertulis yang telah disepakati.

d. Menghormati pemasok sebagai hubungan yang independen dan bebas dari unsur paksaan dan kolusi.

e. Menjaga hubungan baik dengan pemasok yang memiliki track record yang baik dan menjatuhkan sanksi terhadap pemasok yang melakukan pelanggaran.

f. Melaksanakan survei atau pengukuran kepuasan pemasok yang dilakukan secara berkala untuk mengetahui sejauh mana indeks kepuasan pemasok dalam berhubungan dengan Perusahaan.

2.5 Hubungan dengan Pesaing (Competitor)

Perusahaan memandang dan menempatkan pesaing sebagai pemacu untuk terus meningkatkan diri sehingga mampu bersaing dalam kompetisi bisnis. Perusahaan menjunjung tinggi etika bisnis dan berkompetisi secara sehat dan fair dengan para pesaing (competitors).

Prinsip utama yang dijalankan oleh Perusahaan dalam melakukan persaingan usaha yang sehat, yaitu :

a. Menjaga hubungan yang baik dan menghormati keberadaan pesaing.

b. Melakukan inovasi-inovasi seiring perkembangan bisnis yang semakin ketat dan terbuka.

c. Mengedepankan keunggulan produk, pelayanan, dan harga.

d. Menjadikan perusahaan lainnya sebagai pembanding untuk meningkatkan kinerja perusahaan.

Pedoman Perilaku Etika 17 PT Semen Gresik

e. Menghindari hubungan bisnis dan kerja sama yang menjurus tidak wajar, memberikan keuntungan bagi pihak-pihak tertentu sehingga mengorbankan kepentingan konsumen.

f. Menunjukkan perilaku kompetitif yang sehat dan beretika sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

g. Melakukan penelitian pasar (market research) untuk mengetahui posisi pesaing.

2.6 Hubungan dengan Kreditur

Perusahaan membina hubungan dengan para kreditur berdasarkan komitmen, kepercayaan, kejujuran, saling menghormati, dan memberi kesempatan yang sama bagi para kreditur. Perusahaan senantiasa menjaga reputasi dalam penggunaan dana-dana yang bersumber dari kreditur.

Prinsip-prinsip yang ditekankan dalam hubungan dengan kreditur, yaitu :

a. Menyediakan informasi yang aktual, akurat, dan dapat dipercaya bagi kreditur dan calon kreditur.

b. Memilih kreditur berdasarkan aspek kredibilitas dan bonafiditas yang dapat dipertanggungjawabkan.

c. Melakukan analisis risiko dan manfaat sebelum melakukan ikatan perjanjian kerjasama.

d. Menerima pinjaman yang diikat melalui perjanjian yang sah dengan klausul perjanjian yang mengedepankan prinsip kewajaran (fairness).

e. Memenuhi hak-hak kreditur sesuai perjanjian tertulis yang telah disepakati dan mengupayakan tingkat pengembalian secara optimal untuk menjaga kepercayaan Kreditur.

f. Memberikan informasi secara terbuka tentang penggunaan dana untuk meningkatkan kepercayaan kreditur.

2.7 Hubungan Dengan Investor

Perusahaan menyadari bahwa kepercayaan investor merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam pencapaian tujuan perusahaan. Dalam berhubungan dengan investor, Perusahaan mengedepankan kepentingan bisnis dan peningkatan nilai tambah bagi perusahaan. Prinsip-prinsip yang ditekankan dalam hubungan dengan investor, yaitu :

a. Menyediakan informasi yang mudah diakses bagi investor atau calon investor secara akurat sesuai dengan kebutuhan informasi dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

b. Memperlakukan atau memberikan kesempatan yang sama bagi calon investor untuk bekerja sama dan menanamkan modal di perusahaan.

c. Memilih investor dengan melihat track record yang dapat dipertanggung jawabkan.

Pedoman Perilaku Etika 18 PT Semen Gresik

d. Menjajaki peluang bisnis dengan investor untuk meningkatkan pertumbuhan perusahaan.

2.8 Hubungan dengan Mitra Bisnis

Hubungan dengan mitra bisnis dan calon mitra bisnis dilakukan secara profesional, setara, dan saling menguntungkan dengan mematuhi prinsip-prinsip sebagai berikut : a. Memastikan kredibilitas dan reputasi calon mitra bisnis sebelum melakukan

perikatan bisnis.

b. Mengungkapkan informasi yang bersifat material dan relevan, sesuai dengan kebutuhan kerja sama bisnis dengan tetap saling menjaga kerahasiaan informasi.

c. Menghargai, saling percaya, dan memupuk kebersamaan dengan mitra bisnis.

d. Memenuhi hak-hak mitra kerja sesuai dengan perjanjian kerja tertulis yang telah disepakati.

e. Membangun komunikasi secara intensif dengan mitra bisnis untuk mencari solusi yang terbaik dalam rangka peningkatan kinerja.

f. Melakukan kerja sama secara independen, terbebas dari unsur pemaksaan, dan kolusi.

2.9 Hubungan dengan Media Massa

Media massa merupakan mitra usaha untuk menyampaikan informasi mengenai perusahaan dan karenanya pemberian setiap informasi mengenai perusahaan kepada media massa harus dilakukan secara transparan dan bertanggung jawab.

Perusahaan meyakini bahwa dengan membangun dan mengembangkan relasi dengan media maka perusahaan dapat menjangkau publik guna meningkatkan citra perusahaan, kepercayaan, dan tercapainya tujuan-tujuan perusahaan. Untuk itu Perusahaan berusaha untuk selalu memberikan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Prinsip-prinsip yang ditekankan dalam hubungan dengan media massa, yaitu :

a. Menjadikan media massa sebagai mitra kerja dengan mengedepankan hubungan berlandaskan keterbukaan dan saling menghormati sehingga perusahaan akan selalu berusaha menyampaikan informasi yang relevan dan akurat sesuai dengan ketentuan yang berlaku di perusahaan dan tidak melanggar kode etik jurnalistik.

b. Penyampaian seluruh materi informasi kepada media terutama informasi yang bersifat material harus merupakan informasi yang sudah dipublikasikan (public information) sebagaimana diatur lebih lanjut dalam kebijakan internal perusahaan.

c. Insan Perusahaan yang dapat menyampaikan informasi kepada media merupakan Insan Perusahaan yang telah mendapat persetujuan atau ditunjuk oleh manajemen ataupun pihak lain yang memiliki otoritas.

Pedoman Perilaku Etika 19 PT Semen Gresik

d. Menerima masukan yang disampaikan media massa melalui proses jurnalistik yang benar dan menganggap sebagai umpan balik untuk membangun Perusahaan menjadi semakin baik.

e. Memperlakukan insan pers secara wajar untuk menciptakan citra (image) perusahaan yang lebih baik.

f. Menerima dan menindaklanjuti kritik-kritik membangun yang disampaikan melalui media massa, dengan memperhatikan kepentingan terbaik perusahaan.

2.10 Hubungan dengan Pemerintah 2.10.1 Prinsip Umum

Perusahaan mempunyai komitmen dengan mengembangkan dan memelihara hubungan baik dan komunikasi efektif dengan pemerintah pusat dan daerah.

Perusahaan menganut prinsip bisnis yang bermoral dan beretika dengan tunduk dan patuh pada ketentuan bisnis serta berkomitmen untuk mematuhi ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Setiap hubungan dengan pejabat pemerintah harus dipelihara sebagai hubungan yang bersifat wajar dan menghindari terjadi kolusi atau penyelewengan. Perusahaan senantiasa melakukan bisnis yang berdampak positif dan mempunyai nilai tambah terhadap pertumbuhan ekonomi secara langsung maupun tidak langsung. Perusahaan akan senantiasa mendukung program-program pemerintah dengan prinsip saling menguntungkan.

Prinsip-prinsip yang dijalankan dalam hubungan dengan pemerintah, yaitu : a. Mematuhi peraturan perundang-undangan dan peraturan-peraturan yang

dikeluarkan, baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

b. Membantu program pemerintah terkait dengan tanggung jawab sosial perusahaan.

c. Mematuhi kewajiban-kewajiban kepada pemerintah sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Prinsip umum Perusahaan mencakup, namun tidak terbatas pada, interaksi apa pun oleh karyawan, agen, atau perwakilan Perusahaan untuk tujuan spesifik apa pun dengan Pejabat Pemerintah. Semua interaksi harus dilakukan dengan integritas, kejujuran, dan secara transparan dan profesional. Semua kontak dan komunikasi harus terbuka, transparan dan dengan tujuan yang jelas dan terdokumentasi.

2.10.2 Prinsip Khusus

a. Interaksi dengan Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara

Pada saat momen hari raya keagamaan dan perayaan hari besar lainnya, Insan Perusahaan tidak diperbolehkan melayani dan melakukan permintaan, pemberian dan penerimaan gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan

Pedoman Perilaku Etika 20 PT Semen Gresik

atau berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya dari pegawai negeri atau penyelenggara negara karena berisiko menimbulkan konflik kepentingan, bertentangan dengan pedoman perilaku etika dan memiliki risiko sanksi pidana.

Apabila pegawai negeri / penyelenggara negara / Insan Perusahaan menerima gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya maka wajib melaporkan kepada KPK dalam waktu 30 hari sejak tanggal penerimaan gratifikasi. Lebih lanjut diatur dalam prosedur pengendalian gratifikasi, benturan kepentingan, dan whistleblowing system (WBS).

b. Kontak dengan pihak berwenang dan organisasi

Setiap kegiatan advokasi yang memerlukan biaya terkait hadiah atau kemurahan hati atas nama Perusahaan memerlukan persetujuan terlebih dahulu dari Tim Pengendalian Gratifikasi dan Anti Penyuapan.

c. Informasi Akurat

Insan Perusahaan harus memastikan semua komunikasi dan informasi yang diberikan akurat dan jelas. Insan Perusahaan tidak boleh dengan sengaja menyesatkan informasi yang diberikan.

d. Lobbying atau Lobi.

Perusahaan berupaya untuk menjaga hubungan yang sehat dan transparan dengan pemerintah di lokasi di mana Perusahaan menjalankan bisnis dengan mengomunikasikan pandangan dan keprihatinannya kepada Pejabat Pemerintah dan pembuat kebijakan.

Insan Perusahaan harus meminta persetujuan terlebih dahulu dari Departemen Komunikasi & Hukum untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan setempat mengenai masalah ini. Jika peraturan perundangan setempat lebih ketat daripada ketentuan di sini, maka peraturan perundangan setempat harus dipatuhi.

Agen dan distributor Perusahaan tidak boleh melakukan kegiatan apa pun atas nama Perusahaan dengan maksud melobi atau mengontrak kelompok penekan atau menyewa konsultan eksternal untuk melakukannya, kecuali mereka memiliki persetujuan tertulis dari Perusahaan untuk melakukannya.

2.11 Hubungan dengan Masyarakat

Perusahaan memiliki komitmen untuk senantiasa peduli terhadap kondisi masyarakat dimanapun Perusahaan beroperasi, hubungan baik dan pengembangan masyarakat sekitar merupakan landasan pokok bagi keberhasilan jangka panjang Perusahaan.

Perusahaan berusaha mempertahankan dan meningkatkan hubungan yang harmonis antara Perusahaan dengan masyarakat sekitar. Perusahaan senantiasa menghindari

Pedoman Perilaku Etika 21 PT Semen Gresik

tindakan-tindakan yang mengarah kepada diskriminasi masyarakat berdasarkan suku, agama, ras dan antar golongan.

Beberapa hal yang menjadi penekanan dalam hubungan dengan masyarakat, yaitu : a. Menghormati nilai-nilai budaya lokal dan memperhatikan aspek lingkungan dimana

Perusahaan beroperasi.

b. Melaksanakan pemberdayaan masyarakat dan menjadi bagian warga masyarakat yang peduli melalui kontribusi pada kegiatan kemanusiaan, pendidikan, dan kebudayaan, serta mendorong partisipasi aktif Insan Perusahaan pada kegiatan sosial kemasyarakatan.

c. Melaksanakan program Corporate Social Responsibility (CSR) dan program pengembangan mitra binaan dan lingkungan sesuai ketentuan yang berlaku.

d. Memelihara komunikasi secara terbuka dengan berbagai unsur masyarakat dan mensosialisasikan kepada masyarakat tentang program sosial dan kemasyarakatan serta kebijakan-kebijakan perusahaan yang relevan.

e. Melarang karyawan memberikan janji-janji kepada masyarakat di luar kewenangannya.

2.12 Hubungan Dengan Anak Perusahaan

Dalam melakukan pengelolaan dan hubungan dengan anak perusahaan dan perusahaan patungan, perusahaan mendasarkan pada prinsip-prinsip GCG dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Perusahaan senantiasa menjalin hubungan yang baik dengan anak perusahaan dan perusahaan patungan dalam upaya membangun sinergi dan meningkatkan citra perusahaan dan kelompok usahanya.

Prinsip-prinsip utama yang dijalankan perusahaan terkait hubungan dengan anak perusahaan, yaitu :

a. Melakukan hubungan dengan anak perusahaan yang dilaksanakan dalam kerangka hubungan bisnis yang wajar dan saling menguntungkan.

b. Mendorong prinsip kemandirian terhadap aktivitas operasional anak perusahaan dan tidak memberikan perlakuan istimewa dalam hubungan bisnis antara perusahaan dan anak perusahaan.

c. Melakukan peranannya sebagai pemegang saham secara profesional dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk keberhasilan dan kemajuan anak perusahaan, termasuk namun tidak terbatas pada penetapan kriteria pengangkatan dan pemberhentian dewan komisaris dan direksi anak perusahaan.

d. Seseorang yang menduduki jabatan sebagai direksi atau komisaris dari suatu perusahaan, pada waktu yang bersamaan dilarang merangkap menjadi direksi atau komisaris pada perusahaan lain (kecuali anak perusahaan), apabila perusahaan–

perusahaan tersebut :

i. berada dalam pasar bersangkutan yang sama; atau

ii. memiliki keterkaitan yang erat dalam bidang dan atau jenis usaha; atau

Pedoman Perilaku Etika 22 PT Semen Gresik

Pedoman Perilaku Etika 22 PT Semen Gresik

Dalam dokumen PEDOMAN PERILAKU ETIKA PT SEMEN GRESIK (Halaman 13-0)

Dokumen terkait