• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II : TINJAUAN PUSTAKA

D. Perawatan dan Pemulihan Pasca Operasi Seksio Sesaria

Perawatan pada masa pemulihan membutuhkan perhatian yang sangat besar dari ahli kebidanan dan seluruh staf perawatan.

Perawatan yang dapat diberikan suami kepada istri pasca seksio sesaria

1. Gizi

Didalam pemberian makanan harus diberikan makanan yang mengandung gizi, protein, lemak, hidrat arang dan vitamin, kalsium serta kalori. Pemberian makanan harus diberikan secara bertahap dimulai dari minuman, bubur disaring, bubur lunak, dan akhirnya makanan biasa (Mochtar, 1998).

a. Diet pertama.

Diet pertama dapat diberikan 6-10 jam pasca seksio sesaria berupa air putih atau air teh.

b. Diet hari kedua

Diet kedua dapat diberikan dengan cara bubur disaring (MI), dan mengandung nilai gizi, protein, lemak, hidrat arang dan vitamin serta kalori. Makanan yang dapat diberi berupa susu, sayur-sayuran, yang semuanya dihaluskan.

c. Diet pada hari ketiga

Diet dapat diberikan bubur lunak (MII) dan makanan tidak boleh bersifat merangsang dan makanan harus mengandung nilai gizi, hidrat arang, protein, lemak, kalori dan kalsium, dan makan dapat berupa beras, yang sedikit lebih lemut dari biasanya, daging, tempe, telur, sayuran dan buah.

28

d. Diet pada hari kempat

Diet pada hari kempat sudah dapat diberikan makanan biasa (MB) dan makan harus mengandung gizi yang seimbang terutama makanan mengandung serat, seperti buah-buahan, agar dapat mencengah sembelit

Pemberian makanan rutin ini dapat berubah bila dijumpai komplikasi pada saluran pencernaan seperti adanya kembung pada perut, meteorismus dan peristaltik usus yang kurang sempurna (Mochtar, 1998)

2. Mobilisasi

Mobilisasi adalah pergerakan yang memerlukan kontraksi dan relaksasi dari sistem muskulo skeletal yang dapat dilaksanakan dengan cara latihan (Mundy, 2005).

Kebanyakan pasien merasa takut untuk bergerak setelah pembedahan. pengetahuan dan motivasi suami yang besar terhadap istri berpartisipasi dalam aktivitas yang dirancang untuk memperbaiki mobilitas fisik. Aktivitas yang dilakukan dalam batas terapeutik sangat menguntungkan, ketidak nyamanan dapat dikontrol, dan sasaran aktivitas dapat tercapai Kemajuan mobilisasi bergantung pula pada jenis-jenis operasi yang dilakukan dan komplikasi yang mungkin dijumpai. Secara psikologis hal ini memberikan pula kepercayaan bahwa ibu mulai sembuh. Miring ke kanan dan ke kiri sudah dapat dimulai sejak 6-10 jam setelah ibu sadar.Latihan pernafasan dapat dilkukan ibu sambi tidur terlentang sedini mungkin setelah sadar. Pada hari kedua ibu dapat didudukan selama 5 menit dan melatih ibu untuk bernafas dalam-dalam lalu menghembusnya disertai batuk-batuk kecil yang gunanya melonggarkan pernafasan dan sekaligus menumbuhkan kepercayaan pada

29

diri ibu bahwa ia mulai pulih Selanjutnya secara berturut-turut, hari demi hari ibu dianjurkan belajar duduk, kemudian belajar berjalan sendiri pada hari ketiga sampai hari ke lima pasca bedah..

Mobilisasi berguna untuk mencengah terjadinya trombosis dan emboli. Sebaliknya, bila terlalu dini melakukan mobilisasi dapat mempengaruhi penyembuhan luka operasi. Jadi mobilisasi secara teratur dan bertahap serta diikuti dengan istirahat adalah yang paling dianjurkan.

3. Penyembuhan luka

a. Proses penyembuhan luka terdiri atas tiga fase (Oswari, 2005) 1). Tahap tidak lancar

Tahap ini terjadi bila serum dan sel darah membentuk jaringan dari serat di dalam luka, luka mengikat luka itu sehingga tampak seperti koreng kemerah-merahan.

2). Tahap Fibroplasia

Keadaan penyembuhan dengan membentuk serat fibroblast dalam anyaman protein. Kemudian anyaman protein itu diserap perlahan-lahan.. Sementara itu timbul pula pembuluh darah kapiler dari pinggir luka. sehingga terbentuk jaringan baru yang masih kasar dan disebut jaringan granulasi.

3). Tahap pengerutan

Pertautan pertama atau persatuan utama. Pada penyembuhan dengan pertautan pertama ini, bekas luka hanya tampak sebagai satu garis karena tidak terjadi peradangan dan pinggir luka bertaut dengan sempurna.

30

b. Bekas luka

Proses penyembuhan luka seksio sesaria lebih lama dibandingkan dengan penyembuhan luka pasca persalinan normal. Untuk proses penyembuhan luka operasi membutuhkan 7-10 hari. Lebih lama dibandingkan dengan persalinan normal yang hanya 2-3 hari. Bekas luka di perut ibu ditutupi oleh kain kasa lembut, dan dapat diganti sesudah 3-4 hari setelah operasi sesaria yang dilakukan perawat dan selanjutnya diganti setiap hari oleh pasien. Luka dapat diberi salep betadin sedikit. Oleh sebab itu dibutuhkan vitamin A dan C, tembaga dan zat besi yang adekuat untuk mempercepat penyembuhan luka, diperoleh dari buah-buahan dan sayuran segar dan obat di berikan untuk menekan sintesis protein inferasi kontraksi luka dan epitelesasi. Ibu yang seksio sesaria boleh merencanakan kehamilan setelah 2 tahun dari operasi karena perlu pertimbangan terhadap bekas luka operasi dan kesiapan organ-organ kandungan, dan wajib kontrol kembali setelah 1 minggu setelah pulang dari rumah sakit.

c. Komplikasi luka Jenis komplikasi luka:

1). Sebagian luka sembuh dan tertutup baik, sebagian lagi dengan eksudat dalam jumlah sedang atau banyak dan keluar melalui lubang-lubang (fistel) dan terinfeksi. 2). Luka terbuka sebagian, bernanah dan terinfeksi

31

4. Nyeri

Pada hari pertama, rasa sakit atau perih di bagian perut mulai terasa, setelah efek bius sudah habis. Dokter akan memberi obat untuk mengurangi rasa nyeri. Untuk mengurangi rasa nyeri suami juga dapat memberi sentuhan pada luka ibu dan memberikan kata-kata untuk membuat ibu tenang dan tidak gelisah.

5. Buang air besar

Pada umumnya, para ibu baru akan buang air besar pada hari ketiga. Biasanya, pada saat awal setelah persalinan, banyak ibu-ibu yang mengalami sembelit. Namun, banyak wanita menjadi sembelit setelah persalinan karena sejumlah cairan hilang dari tubuh, sedangkan dubur menyerap air sebanyak mungkin dari tinja agar cairan tubuh seimbang. Keadaan ini bisanya terjadi pada hari-hari pertama sampai hari kelima setelah operasi sesaria. Untuk mengatasi sembelit, upayakan untuk mengonsumsi makanan yang berserat tinggi, seperti sereal dan buah-buahan. Sebaiknya menghindari makanan yang bisa memperburuk keadaan seperti makanan yang berlemak, banyak minum jus buah juga bisa membantu melunakan tinja dan melancarkan buang air besar.

6. Membersihkan diri

Seperti halnya persalinan alami, setelah melahirkan ibu akan segera mengeluarkan cairan lokia, yaitu darah sisa plasenta. Oleh karena itu, setelah ibu buang air, suami dapat membantu membasuh vagina ibu hingga bersih untuk mencengah terjadinya infeksi.

32

7. Istirahat

Dokter menyuruh ibu untuk beristirahat yang cukup di tempat tidur, bertujuan untuk mempercepat proses penyembuhan. Istrirahat yang cukup mengurangi kegairahan dan ketegangan persalinan, pikiran mengenai bayi yang baru dan perubahan yang terjadi didalam tubuh ibu, termasuk nyeri yang terasa akibat operasi yang menggangu sistem tubuh. Disini suami berperan untuk menjaga suasana ruangan tenang, dan membatasi pengunjung yang mengunjungi ibu

BAB III

Dokumen terkait