• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERAWATAN MESIN BOILER

Dalam dokumen Laporan Pkl Boiler (Halaman 46-58)

5.1. Perawatan Ketel Uap (Boiler) 5.1.1. Tujuan Perawatan

Perawatan sangat penting karena kelancaransuatu produksi snagat tergantung pada lancarnya kerja dari mesin – mesin serta alasan alat – alat yang digunakan.

Adapun yang menjadi tujuan dari perawatan suatu peralatan dalam proses produksi atau operasional suatu perusahaan adalah untuk menekan kerugian akibat kerusakan alat produksi, dengan biaya yang rendah diharapkaan mendapat hasil yang tinggi.Bila dijabarkan lagi, maka tujuan perawatan yang paling efektif dan optimal adalah tercapainya keadaan – keadaan sebagai berikut :

1. Produktivitas yang tinggi. 2. Efesiensi yang tinggi.

3. Ongkos produksi yang rendah.

4. Kualitas produksi yang baik serta memenuhi standar. 5. Keamanan produksi, operasi, mesin dan material terjamin. 6. Kerugian produksi sekecil – kecilnya .

7. Kerusakan dan keausan yang minimum. 8. Umur mesin pabrik yang lama.

5.1.2.   Flowchart Perawatan Boiler

Keterangan : A = Alat pengaman operasi. B = Burner.

E = Ekonomizer. K = Ketel.

S = Sistem kontrol.

Harian Mingguan Bulanan Tahunan

Besihkan ruang kerja Periksa air Periksa alat bantu ketel Periksa panel kontroln dan push buttonoperasi (S). Periksa safty valve,gelas penduga, pressure switch (A). Besihkan sensor ultraviolet (K). Besihkan busi, penyebar bahan bakar, dan filter bahan bakar. (B). Ganti resin softener (K.) . Test alarm system(A). Periksa fungsi termocouple dan

pompa air (E).

6 Bulan

Bersihkan lorong api, ketel dan bersihkan esin soterner (K). Periksa dan bersihkan lorong pemanas (E). Selesai Star

Untuk mencapai perawatan tersebut di atas perlu diambil, langkah – langkah sebagai tersebut :

1. Peningkatan hasilkerja( performace)dari personil maintenance secar menyeluruh.

2. Pemanfaatan suku cadang secara efisiensi.

3. Pengembangan teknik modifikasi dalam penggantian. 5.1.3. Perawatan Ketel Secara Umum

1. Pembersihan pada ketel uap

pastikan ketel uap selalu bersih,tidak ada sampah dan debu di dalam dan di luar ketel uap.

2. Ventilasi

Pastikan ventilasi berfungsi dengan baik.Pastikan juga pipa-pipa yang ada tidak bocor.karena jika mengalami kebocoran kemungkinan terbesar akan menimbulkan explosive (ledakan) sehingga akan menimbulkan kerugian harta benda, kerusakan komponen dan kematian.

3. Komponen komponen boiler

Pastikan komponen boiler berfungsi dengan baik.Reparasi atau subtitusi dilakukan jika kondisi komponen sudah tidak  memenuhi standar.Setelah melakukan inspeksi, buatlah laporan yang berfungsi untuk mengetahui kondisi boiler sebelumnya.

5.1.4. Jenis Perawatan

Jenis perawatan ada 2 macam

1. Perawatan Pada Waktu bekerja.

a. Setiap hari dilakukan pengecekan dan pengontrolan pada seluruh ketel, mengisi ketel uap dengan kualitas air isian yang baik, karena dengan mengisi ketel dengan air isian yang baik akan mengurangi endapan dan kerak jika endapan dan kerak terlalu tebal maka menggangu proses penyaluran panas dari dinding pemanas menuju air.

b. Selalu mengecek dan memeriksa pompa pengisi air isian memeriksa apakah pompa bekerja dengan baik atau tidak, serta pengontrolan air pengisi ketel dijaga dengan kapasitas yang telah ditentukan.

c. Memeriksa saluran air isian dari sumbatan atau kotoran yang akan menghalangi jalannya aliran air isian.

d. Memasukkan atau menggunakan bahan bakar dengan kualitas yang baik, sehingga proses pembakaran akan berlangsung dengan baik dan lebih sempurna, bahan bakar disini dapat berwujud gas, padat maupun cair.

e. Katub pengamanan dijaga dan disetel pada tekanan 8 kg/cm2. 2. Perawatan pada masa ketel uap tidak bekerja.

a. Pada saat akan dihentikannya maka air isian ketel dicampur soda api agar kerak yang ada dalam ketel menjadi lunak dan mudah dibersihkan.

b.  Afsluiter  uap induk pada uap ditutup agar uap yang dihasilkan yang mengandung butiran – butiran air tidak masuk ke pipa-pipa penyaluran uap.

c. Ketel dikosongkan kemudian dibersihkan dari lumpur dan kotoran yang ada di dalam ketel uap.

d. Ketel dibiarkan dingin kemudian ketel dibersihkan dengan melakukan penggosokkan dengan sikat dari kawat.

e. Pembersihan abu dari dapur ruang bahan bakar dengan jalan menarik dari bawah pintu bahan bakar.

5.1.5. Perawatan Skala Berkala

Perawatan system berkala ini meliputi perawatan harian, perawatan mingguan, perawatan bulanan, perawatan tahunan.

1. Perawatan harian

Perawatan harian adalah perawatan yang dilakukan setiap hari. Adapun yang dilakukan adalah :

a. Membersihkan ruang kerja. b. Memeriksa air dalam ketel. c. Memeriksa alat bantu ketel.

d. Memeriksa pemakaian bahan bakar.

e. Membuang endapan air dalam ketel yang terbawa oleh air isian. f. Memeriksa O2 dan CO2yang terkandung dalam gas asap.

2. Perawatan Mingguan

Perawatan mingguan adalah perawatan yang dilakukan setiap seminggu sekali. Adapun yang dilakukan adalah :

a. Membuka kran pembersih pada gelas penduga. b. Menguji katup pengaman.

c. Menguji feed water control levels.

d. Mengecek penyumbatan pada saluran air ketel. 3. Perawata Bulanan

Perawatan bulanan adalah perawatanyang dilakukan setiap sebulan sekali. Adapun yang dilakukan adalah :

a. Membersihkan saringan pompa isap.

b. Memeriksa tanada pada sambungan ruang asap .

c. Membersihkan alat bantu ketel dan bila perlu diadakan perbaikan. 4. Perawatan Quarterly

Perawatan yang dilakukan 6 bulan sekali dengan memeriksa bagian – bagian mesinya, kelistrikannya dan perlengkapan pembakaran. Adapun yang dilakukan adalah :

a. Memeriksa kerapatan pintu ruang asap( smoke box doors ). b. Memeriksa kerapatan man hole.

c. Memeriksa katup keamanan dan memasang kembali. d. Memeriksa LW alarm di bawah tingkat NW ( NW level ).

e. Memeriksa kerapatan safety valve flanges dan modulating valve  flange.

 f. Memeriksa tingkat ketinggian air di water column.

g. Memeriksa gauge glasses (gelas penduga ) tidak terjadi kebocoran.

h. Membersihkan kaca pengintai belakang ( rear sight glass ). i. Memeriksa keamanan tinggi rendahnya CO2.

 j. Memeriksa pressure controller ( pengatur tekanan ).

k. Memeriksan semua panel dan menghilangkan bekas goresan. l. Memeriksa keamanan power connection di panel.

m. Memeriksa getaran kipas ( fan ). n. Memeriksa keluaran asap.

o. Memeriksa fungsi main isolator switch.

p. Memeriksa saklar dan tombol di panel operasional. q. Memeriksa jalanya gas dan sambungan pengaman. 5. Perawatan Tahunan

Perawatan tahunan adalah perawatan yang dilakukan setiap setahun sekali dan dilakukan pemeriksaan tahunan oleh departemen tenaga kerja. Adapun langkah – langkah yang dilakukan dalam perawatan tahunan adalh sebagai berikut :

a. Menghentikan ketel yang sedang bekerja.

b. Ketel uap didinginkan denagn air dalam ketel jangan dibuang dulu, bilan air dalam ketel sudah dingin baru dikeluarkan sedikit demi sedikit.

d. Gantikan katup – katup pembuang denagn katup sementara. e. Pasang pompa sirkulasi.

f. Isi ketel dengan air yang dicampur denagnlarutan kimia untuk  melepaskan kerak  – kerak yang menempel pada dinging ketel.

g. Jalankan pompa sirkulasi supaya air dalam ketel bersikulasi lau buang air dalam ketel tersebut lau periksa kandungan air ( larutan kimia ) dengan menggunakan kertas pH. Campurkan soda ash dalam air yang hendak dibuang sampai kertaspH berwarna kuning. h. Isi ketel dengan air yang sudah dicampur denagn soda ash samapi

penuh dan diamakan selama 24 jam. i. Buang air pembersih ketel.

 j. Bersihkan ketel dengan menyemprotkan air lunak sampai dinding ketel benar – benar bersih.

k. Setelah semua selesaidiadakan pemeriksaan dari Departemen Tenaga Kerja, bila dinyatakan siap, maka ketel siap dioperasikan lagi.

Tabel 1.7.Metrikpemeliharaan mesin boiler pada PT. Wijaya Karya Beton Boyolali. Tbk.

Pemeliharaan mesin boiler Waktu Periode Keterangan A. Sistem Kontrol 1. Bersihkan dan priksa panel kontrol 2. Bersihkan pust  button operasi B. Ketel 1. Periksa dan bersihkan lorong api 2. Berihkan dari kerak dan lumpur 3. Periksa pompo air 4. bersihkan resin softener  5. ganti resin softener  6. bersihkan dan periksa switch water level C. Burner 1. Bersihkan busi 2. Bersihkan sensor ultraviolet 3. Bersihkan penyebar bahan bakar 4. Bersihkan filter 1 minggu 1 minggu 6 bulan 6 bulan 1 minggu 6 bulan 1 tahun 1 minggu 1 bulan 1 minggu I bulan 1 bulan Di sesuaikan kondisi air

bahan bakar D. Alat pengaman

operasi

1. Priksa safety valve

2. Periksa dan tes kran gelas penduga

3. Periksa pressure switch

4. Test alarm sistem E.  Ekonomizer  1. Periksa fungsi thermocoupel 2. Periksa dan bersihkan lorong pemanas 3. Periksa fungsi pompa air 1 minggu 1 minggu 1 minggu 1 bulan 1 bulan 6 bulan 1 bulan 5.2. Perbaikan Boiler A. Panel kontrol

- Periksa tegangan listrik apakah sudah masuk dengan benar 3  phase 380 volt.

- Periksa MCB,contactor.

- Periksa kabel power button dengan menggunakan multitester.

B. Boliler

1. Pengapian tidak menyala (Alarm bunyi) - Periksa tekanan LPG.

- Periksa busi (elektrode). - Periksa bahan bakar.

- Periksa ultra violet (sensor). - Periksa selenoid valve.

2. Pengapian tidak normal - Periksa pintu udara.

- Periksa bahan bakar dan filter bahan bakar. - Periksa tekanan bahan bakar.

- Periksa saluran dan lubang penyebar (Nozel). - Periksa pengendali pengapian otomatis. 3. Boiler tidak bisa start 

- Periksa level air (gelas penduga). - Periksa fuse.

- Periksa over load. C. Peralatan pengaman operasi

1. Water pump tidak normal

Gambar 1.13. Gelas Penduga. - Periksa pelampung level air

Gambar 1.14. Pelampung Air. 2. Safety valve bocor

- Bersihkan dan skur klep (valve) 5.3. Pengoprasian Mesin Boiler

A. Sebelum operasi

1. Periksa lingkungan disekitar Mesin boiler dan kondisi alat. 2. Periksa bak air (penanpung air boiler).

3. Periksa level air boiler (gelas penduga). 4. Periksa bahan bakar.

5. Periksa semua stop kran yang harus berfungsi. 6. Periksa water pump, test secara manual.

7. Untuk boiler dengan bahan bakar minyak, periksa tekanan LPG.

8. Periksa dozing pump.

9. Periksa motor-motor pengerak boiler. 10. Periksa sistem elektrik panel boiler. B. Selama operasi boile

1. Hidupkan NFB (No Fuse Breaker). 2. Hidupkan switch start.

3. Periksa pembakaran api kecil. 4. Periksa tekanan bahan bakar.

5.  Blow down paling lama 2 jam sekali.

6. Lakukan proses regenerasi resin sesuai dengan hasil test  kesadahan air.

7. Buka safety valve secara manual minimal 1 hari sekali. 8. Periksa gelas penduga ketinggian air dengan membuka kran

gelas penduga.

9. Monitor proses pembakaran selama operasi.

10. Lakukan pengaturan keluaran uap pada kran udara. C. Setelah operasi

1. Matikan switch start boiler.

2. Tutup kran uap induk setelah uap habis.

Dalam dokumen Laporan Pkl Boiler (Halaman 46-58)

Dokumen terkait