• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perawatan Rem Tromol Pada Mobil Kijang Rover

BAB III PERAWATAN REM TROMOL PADA MOBIL KIJANG ROVER

3.3. Perawatan Rem Tromol Pada Mobil Kijang Rover

Gambar 3.7. Tromol Rem

Sumber : Yulianto, Perbaikan Sistem Rem.2005

3.3. Perawatan Rem Tromol Pada Mobil Kijang Rover

Perawatan rem tromol yang dikerjakan oleh Penulis adalah pada mobil kijang rover. Pemilik mobil mengeluhkan bahwa kendaraan yang digunakan mengalami gangguan yaitu pengereman akan terjadi bilamana pedal rem ditekan berkali-kali pengereman yang terjadi juga tidak bisa bekerja secara maksimal. Dalam pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan pihak bengkel menyiapkan alat-alat pengaman seperti, pakaian kerja, dan sarung tangan.

Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam perawatan tersebut meliputi :

a. Bahan

Dalam pembahasan dan melihat keluhan peda rem tersebut perawatan rem tromol pada mobil kijang rover ini hal–hal yang diperhatikan adalah sebagai berikut.

Menyiapkan bahan-bahan untuk perawatan, antara lain : 1) Mobil dengan rem tromol

b. Alat

Menyiapkan alat-alat yang di butuhkan seperti : 1) Kunci roda 2) Dongkrak 3) Kunci pas 10-11 4) Kertas amplas 5) Tang 6) Obeng 7) Jangka sorong 8) Majun (kain lap) 9) Kompressor 10) Pengaman (balok) 11) Slang

12) Wadah / botol

Kemudian dimulailah proses pengerjaan pada rem mobil tesebut, pada proses pengerjaan dilakukan secara bertahap. Tahap-tahap yang dilakukan dalam perawatan tersebut meliputi :

3.3.1. Bagian Master Cylinder

Pada bagian ini yaitu memeriksa dan menambahkan minyak rem, pemeriksaan minyak rem meliputi, warna dan tinggi dari permukaan minyak rem yang ada di reservoir tank harus dalam keadaan baik dan layak pakai.

35

Gambar 3.8. Memeriksa Minyak Rem Sumber : Hasil Praktek Kerja Lapangan

Hasil dari pemeriksaan pada reservoir tank tersebut adalah jumlah minyak rem pada mobil kijang rover tersebut kurang dari batas yang ditentukan.

Gambar 3.9. Penambahan Minyak Rem Sumber : Hasil Praktek Kerja Lapangan

Dari hasil pemeriksaan di atas, maka penambahan minyak rem pada reservoir tank dilakukan sesuai dengan viskositas dan ketentuan pada sistem rem, dan kalau hal ini tidak segera di atasi maka pengereman yang di hasilkan tidak akan bisa bekerja secara maksimal, dikarenakan minyak rem yang di tekan menuju wheel cylinder kurang dari batas limit, adapun minyak rem yang dianjurkan yaitu DOT 3 (SAE J1 730) atau sejenisnya.

3.3.2. Bagian Rem Tromol

a. Memeriksa Tromol

Gambar 3.10. Pemeriksaan Diameter Tromol Sumber : Hasil Praktek Kerja Lapangan

Pemeriksaan pertama adalah memeriksa diameter dalam pada tromol dengan alat jangka sorong adapun standar dari diameter tromol yaitu 220 mm, dan limit 222 mm, hasil pengukuran tromol yang terdapat pada kendaraan tersebut masih dalam keadaan standar yaitu 220,35 mm, maka dari hasil pemeriksaan penulis tromol tersebut hanya dibersihkan dengan udara bertekanan tinggi untuk membuang kotoran atau debu sisa pengereman.

Gambar 3.11. Pemeriksaan Bagian Fisik Tromol Sumber : Hasil Praktek Kerja Lapangan

Kemudian pemeriksaan dilanjutkan ke bagian fisik dari tromol tersebut periksalah kemungkinan ada kerusakan pada bagian–bagian tertentu dari tromol tersebut misal tromol terjadi karat, dan bisa

37

retak dan sebagainya, pada tromol rem mobil kijang rover yang penulis periksa. Pada bagian tersebut tidak terjadi keretakan atau yang lainnya. Dari hasil pemeriksaan tersebut tromol cukup di cuci menggunakan air supaya tromol bersih. Kemudian keringkan dengan udara bertekanan tinggi pada bagian tromol tersebut.

Gambar 3.12. Pencucian Tromol Sumber : Hasil Praktek Kerja Lapangan

Gambar 3.13. Pengeringan Tromol dengan Udara Bertekana Tinggi

Sumber : Hasil Praktek Kerja Lapangan b. Memeriksa Ketebalan Kanvas

Gambar 3.14. Pemeriksaan Ketebalan Kanvas Rem Sumber : Hasil Praktek Kerja Lapangan

Pengukuran yang dilakukan pada kanvas adalah memeriksa ketebalan kanvas dengan alat jangka sorong, hasil pengukuran kanvas yang terdapat pada kendaraan tersebut masih dalam keadaan standar yaitu 5,75 mm, dengan ukuran yaitu limit 1,0 mm, standar 6,0 mm maka dari hasil pemeriksaan penulis, kanvas tersebut hanya dibersihkan dengan menggunakan kertas amplas dan setelah itu dibersihkan juga dengan udara bertekanan tinggi untuk membuang kotoran yang ada.

Gambar 3.15. Membersihkan Kanvas dengan Kertas Amplas Sumber : Hasil Praktek Kerja Lapangan

Gambar 3.16. Pembersihan Kanvas dengan Udara Bertekanan Tinggi

39

c. Memeriksa Wheel Cylinder

Gambar 3.17. Memeriksa Wheel Cylinder Sumber : Hasil Praktek Kerja Lapangan

Pemeriksaan wheel cylinder masih baik atau tidaknya dapat dilakukan dengan menekan pedal rem, kemudian secara bersamaan periksa dengan cara menekan piston pada wheel cylinder menggunakan jari tangan dan kemudian rasakan piston bergerak maju atau tetap dan melihat kebocoran yang ada pada wheel cylinder. Setelah melakukan pemeriksaan pada wheel cylinder tersebut, diperoleh hasil oleh penulis yaitu piston terdorong tetapi pedal rem harus diinjak beberapa kali baru terjadi dorongan. Untuk komponen dari wheel cylinder masih dalam keadaan normal dan tidak terlihat kebocoran minyak pada bagian wheel cylinder.

d. Memeriksa Pegas Pengembali

Dalam pemeriksaan kali ini yaitu pegas pengembali. Ini bertujuan mengetahui bahwa pegas tersebut masih bisa mengembalikan sepatu rem pada posisi semula. Karena komponen ini berfungsi sebagai penahan sepatu rem agar tetap dalam

posisinya dan mengembalikan sepatu rem ke posisi semula saat pedal rem sudah tidak di tekan.

Gambar 3.18. Pemeriksaan Pegas Pengembali Sumber : Hasil Praktek Kerja Lapangan

Pemeriksaan ini bisa dilakukan dengan cara melihat fisik dari pegas tersebut atau dengan cara menarik dari sisi pegas tersebut. Setelah melakukan pemeriksaan pada bagian tersebut tidak mengalami kerusakan atau keausan pada pegas tersebut.

e. Memeriksa Pegas Penahan Sepatu Rem

Yang selanjutnya yaitu pemeriksaan pegas penahan sepatu rem, tujuan dari pemeriksaan ini ialah agar mengetahui kerusakan yang terjadi pada pegas penahan tersebut, karena fungsi dari pegas ini adalah sebagai penahan sepatu rem agar tetap pada posisinya atau tetap berada pada dudukan backing plate, karena jika pegas ini rusak dan tidak bisa menahan sepatu rem lalu kemudian rem dioprasikan maka kanvas rem tidak bisa bekerja secara stabil, pemeriksaan pegas ini juga meliputi paku dan mangkok pengunci sepatu rem.

41

Gambar 3.19. Memeriksa Pegas Penahan Sepatu Rem Sumber : Hasil Praktek Kerja Lapangan

Dari hasil pemeriksaan komponen rem yang ada pada mobil tersebut penulis mendapatkan bahwa pegas penahan sepatu rem dan komponen perlengkapannya masih bagus dan masih layak dipakai karena belum terdapat keausan atau kerusakan pada pegas penahan, paku, maupun mangkok pengunci pegas sepatu rem tersebut.

f. Proses Bleeding Minyak Rem

Dalam proses ini bertujuan untuk memulihkan kinerja dari rem tersebut, dan untuk mengetahui adanya udara yang terjebak pada minyak rem yang ditekan. Dalam kasus ini mobil tersebut mengalami gangguan pada saat pengereman, pengereman pada mobil kijang rover ini tidak akan terjadi bilamana pedal rem hanya ditekan sekali injakan saja rem ini akan bekerja apabila pedal rem ditekan beberapa kali, dan bisa disimpulkan minyak rem pada mobil tersebut pada saat bekerja atau ditekan ada udara yang ikut tercampur hal ini disebabkan oleh kurangnya minyak rem yang ada pada reservoir tank.

Pertama yang dilakukan untuk melakukan proses ini adalah memasang slang ke baut pembuang.

Gambar 3.20. Pemasangan Slang Sumber : Hasil Praktek Kerja Lapangan

Lalu siapkan wadah untuk menampung minyak yang akan keluar pada proses bleeding.

.

Gambar 3.21. Menyiapkan Wadah Penampung Minyak Sumber : Hasil Praktek Kerja Lapangan

Mulailah proses dengan awalan menekan pedal rem berkali-kali, kemudian setelah itu tahan pedal rem dan kendorkan baut pembuangan yang ada pada wheel cylinder maka minyak akan keluar melalui slang yang sudah dipasang sebelumnya dan masuk ke wadah, kemudian kalau memang ada udara yang terjebak pada minyak udara ini juga akan ikut keluar berbentuk gelembung udara.

43

Setelah itu kencangkan baut pembuangan tadi kemudian lepas pedal rem, dan lakukan proses ini berkali-kali sampai gelembung udara benar-benar tidak ada lagi.

Gambar 3.22. Proses Penekanan Pedal Rem Sumber : Hasil Praktek Kerja Lapangan

Gambar 3.23. Proses Mengalirnya Minyak Sumber : Hasil Praktek Kerja Lapangan

Dari hasil proses bleeding yang telah dilakukan ternyata terdapat gelembung udara yang ikut keluar bersama minyak melalui slang, jadi dapat disimpulkan gangguan rem tersebut adalah pada saat pengereman yang ditekan bukan minyak saja ternyata terdapat gelembung udara yang ikut ditekan oleh karana itu saat pengereman harus ditekan berkali-kali.

g. Penyetelan Celah Sepatu Rem

Hal yang tidak kalah penting dalam pengecekan ini agar rem tromol bisa bekerja secara maksimal adalah dengan menyetel celah sepatu rem, penyetelan ini bertujuan untuk mengasih celah kanvas rem dengan tromol sesuai kebutuhan atau kerenggangan antara kanvas dengan tromol agar pada saat pengereman kanvas rem langsung bersinggungan dengan tromol.

Gambar 3.24. Penyetelan Celah Sepatu Rem Sumber : Hasil Praktek Kerja Lapangan

Dari hasil pemeriksaan posisi atau celah kanvas rem dengan tromol masih kurang tepat persinggungannya maka pada saat proses pengereman rem tidak dapat bekerja secara maksimal, penyetelan bisa menggunakan obeng lalu putar perlahan gear yang ada di silinder penyetel sepatu rem. Setelah itu untuk mengecek persinggungan kanvas rem tersebut yaitu dengan memutar tromol sampai terjadi adanya persinggungan antara kanvas dengan tromol kemudian setelah itu putar gear penyetel kembali untuk memberi celah sedikit agar kanvas rem tidak bersinggungan terus menerus.

Dokumen terkait