BAB II. KAJIAN PUSTAKA
A. Perayaan Ekaristi di Masa Pandemi COVID-19
Dalam Kitab Hukum Kanonik, Ekaristi merupakan sakramen terluhur karena Kristus sungguh hadir, dipersembahkan dan disantap sehingga Gereja terus menerus menjadi Gereja yang hidup dan berkembang (Kan. 897). Dalam wujud roti dan anggur, Kristus memberikan diri untuk disantap oleh semua orang beriman sehingga mereka disatukan dan turut ambil bagian dalam karya keselamatan Allah yang terus berkesinambungan. Di masa Pandemi COVID-19, Perayaan Ekaristi terpaksa dirayakan secara live streaming sehingga umat tidak dapat lagi hadir di gedung Gereja untuk merayakan Ekaristi selama waktu yang ditentukan. Kurban roti dan anggur kini disantap secara spiritual melalui doa komuni batin. Kehadiran Yesus dalam sakramen diharapkan mampu dihayati oleh seluruh umat beriman melalui doa komuni batin selama dilakukannya Ekaristi live streaming (“Mendalami Makna Doa Komuni Batin Katolik di Masa Pandemi”,2020).
1. Hakikat Perayaan Ekaristi Menurut Dokumen Gereja
Pengenangan akan peristiwa penyelamatan Kristus serta iman yang diwujudnyatakan dalam kehidupan nyata sebagai kesatuan dengan Kristus menjadikan Perayaan Ekaristi sebagai puncak dan sumber hidup umat kristiani (LG. 11). Sakramen-sakramen lain memiliki hubungan yang erat dengan Ekaristi karena Ekaristi merupakan Sakramen Kristus paling dasar yang mengungkapkan diri Gereja melalui tanda. Melalui Ekaristi, umat dipersatukan dengan Kristus sehingga ungkapan iman Gereja akan karya penyelamatan Allah sungguh diwujudkan secara nyata (J.D. Crichton Pr, 1987: 28). Hidup beriman umat dengan segala pergumulan hidup mereka berpuncak dan bersumber pada Ekaristi.
Menurut pedoman umum Misale Romawi, Perayaan Ekaristi merupakan tindakan Allah bersama manusia dalam susunan hirarkis yang bersumber pada karya Allah di dunia serta merupakan pengenangan tentang misteri penebusan Allah yang terus menerus terulang (PUMR 16). Liturgi Sabda dan Liturgi Ekaristi merupakan bagian dari Perayaan Ekaristi yang tidak dapat terpisahkan serta saling berkesinambungan (PUMR. 28). Pengajaran Allah bagi umat-Nya terdapat pada bagian Liturgi Sabda serta Tubuh Kristus sendiri yang dikorbankan dan dipersembahkan merupakan santapan rohani bagi mereka. Hakikat Perayaan Ekaristi adalah perayaan umat sehingga kehadiran dan partisipasi dari umat merupakan hal yang penting. Daya penebusan Allah yang terkandung dalam Perayaan Ekaristi tidak akan berkurang apabila umat berhalangan hadir untuk turut serta mengikuti perayaan. Penyelenggaraan Ekaristi ialah Kristus sendiri dan juga Gereja dengan imam yang menjalankan tugasnya demi menghadirkan
keselamatan bagi setiap orang beriman (PUMR 19). Para pelayan dan umat yang turut terlibat dalam Perayaan Ekaristi memerlukan sebuah tatanan yang baik agar melalui berbagai peran yang mereka ambil mampu untuk semakin merasakan rahmat dari Perayaan Ekaristi itu sendiri. Gereja sebagai persekutuan umat beriman akan Kristus ditampilkan melalui umatnya yang turut ikut berpartisipasi aktif dalam Perayaan Ekaristi ( Komisi Liturgi KAS, 2019: 48).
Dalam bab II pedoman umum Misale Romawi dipaparkan unsur-unsur yang terdapat di dalam Perayaan Ekaristi yaitu, unsur pewartaan dan penjabaran Sabda Allah, doa dan tugas-tugas imam, rumus-rumus dalam perayaan, teknik membawakan beragam bacaan, makna dari nyanyian, tata gerak serta sikap tubuh. Selain itu, masih terdapat pula unsur-unsur lainnya antara lain penggunaan musik Rohani yang sesuai guna memeriahkan Perayaan Ekaristi khususnya pada hari Minggu (RS 57) dan menggunakan sarana prasarana audio-visual dalam perayaan liturgi. Penggunaan multimedia dalam Perayaan Ekaristi diperbolehkan sejauh disiarkan dengan bijak, penuh rasa hormat serta memiliki penanggung jawab ahli yang dipercayakan oleh Uskup (SC 20).
2. Perayaan Ekaristi Live Streaming
Perayaan Ekaristi sejatinya merupakan hal yang penting bagi seluruh umat beriman sehingga Ekaristi dapat dirayakan kapan pun dengan mengindahkan ketentuan yang ada (Kan. 931). Merebaknya virus COVID-19 kini membuat Gereja perlu mengambil sikap guna menanggapi keadaan yang sedang terjadi sekarang. Pembatasan pada masa pandemi ini dan larangan selama
diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menuntut agar ditiadakannya segala kegiatan yang bersifat mengumpulkan serta mendatangkan kerumunan. Menanggapi hal tersebut Gereja mengambil sikap untuk melakukan peribadatan di rumah masing-masing dengan diadakannya Perayaan Ekaristi live streaming yang sudah berlangsung kurang lebih satu tahun ini. Dalam surat edaran gugus tugas penanganan dampak COVID-19 Keuskupan Agung Semarang nomor 0490/A/X/2020-27 dituliskan bahwa kehadiran fisik umat tidak dapat tergantikan dengan partisipasi virtual melalui media sosial yang ada. Gereja merupakan sakramen serta wujud partisipasi penuh seluruh umat beriman sehingga diberlakukannya partisipasi umat secara virtual yang sedang dilakukan sekarang ini hanya berlaku apabila dalam keadaan darurat. Penggunaan sarana media sosial sebagai cara untuk beradaptasi di masa pandemi seperti ini tentu juga merupakan solusi yang baik dikarenakan umat tetap mampu melaksanakan ibadah tanpa perlu hadir secara fisik ke gereja. Tentu hal ini masih berkaitan dengan upaya memotong mata rantai virus COVID-19. Pewartaan melalui media online mampu digunakan sebagai media pewartaan serta pesan bagi kegiatan pastoral (Dokpen KWI, 2019: 111).
Berdasarkan Surat Gembala Keuskupan Agung Semarang nomor 0332/A/X/20-13 pada tanggal 19 Maret 2020, terdapat beberapa keputusan dan penyesuaian dalam pelaksanaan Perayaan Ekaristi di masa pandemi:
a. Selama 15 hari, mulai tanggal 20 Maret sd 3 April 2020, semua kegiatan kegerejaan yang melibatkan banyak orang berikut ini ditiadakan:
1. Misa harian dan Misa Mingguan. Misa Mingguan akan disiarkan online (Doa Komuni Batin atau Spiritual Communion: lihat lampiran)
2. Misa Lingkungan dan Misa Ujud;
3. Pengakuan dosa secara masal, dengan tetap terbuka bagi mereka yang ingin mengaku dosa secara pribadi di gereja paroki;
4. Renungan APP dan Jalan Salib;
5. Latihan-latihan persiapan Pekan suci;
6. Kursus-kursus dan Pembinaan Iman;
7. Rapat; dan
8. Pertemuan-pertemuan lain.
b. Ketentuan mengenai Perayaan Pekan Suci akan disampaikan pada waktunya dengan mempertimbangkan perkembangan situasi dan kondisi.
Melalui surat Gembala Keuskupan Agung Semarang tersebut, Gereja khususnya yang berada dalam Keuskupan Agung Semarang turut menerapkan ketentuan yang telah dikeluarkan. Terdapat banyak Gereja yang kini mengusahakan penggunaan media digital untuk keperluan pelayanan gereja khususnya Perayaan Ekaristi live streaming. Surat edaran yang baru terus dikeluarkan dengan menyesuaikan keadaan yang sedang terjadi di masyarakat.
Surat Gembala Keuskupan Agung Semarang nomor 0692/A/X/2020-25 (terlampir) yang dikeluarkan pada tanggal 18 Juni 2021 memperbolehkan diadakannya Perayaan Ekaristi tatap muka (offline) yang dilaksanakan di wilayah Paroki dengan tetap menerapkan standar protokol kesehatan secara ketat.
Pelaksanaan Perayaan Ekaristi secara offline juga dibatasi bagi umat yang berusia
9-10 tahun. Pada tanggal 26 Juli 2021 dikeluarkan kembali surat edaran nomor 0895/A/X/2021-29 (terlampir) untuk menanggapi penerapan PPKM level 4 yang diperpanjang. Pada surat edaran ini, segala kegiatan pastoral kembali dilakukan secara online hingga 15 Agustus 2021 termasuk Perayaan Ekaristi.
Terdapat perbedaan antara Perayaan Ekaristi offline dengan Perayaan Ekaristi di masa Pandemi Covid 19 yang dilakukan secara live streaming (online).
Hal yang sungguh dapat dilihat dan dirasakan adalah ketika umat tidak dapat menyambut komuni suci. Romo RD. Terry Ponomban, pr dalam situs https://www.mirifica.net/2020/03/23/perayaan-ekaristi-dan-komuni-kerinduan/
mengatakan bahwa apabila umat tidak dapat merayakan Ekaristi melalui kehadiran fisiknya dikarenakan keadaan tertentu, maka umat mampu menerima komuni secara rohani melalui komuni kerinduan/ komuni batin. Romo Terry melanjutkan ungkapannya dengan mengatakan bahwa menerima komuni batin saja tetap tidak cukup karena Perayaan Ekaristi perlu kehadiran utuh dari jiwa dan raga. Komuni batin dilakukan karena terdapat halangan untuk dilakukannya perjumpaan bersama guna merayakan Ekaristi di gereja.