• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERBAIKAN/PERUBAHAN POSITA GUGATAN;

Dalam dokumen PENGADILAN TINGGI MEDAN (Halaman 72-83)

PENGADILAN TINGGI MEDAN“Penting untuk mengikutsertakan semua pihak yang mempunyai

DAN KASASI;

I. PERBAIKAN/PERUBAHAN POSITA GUGATAN;

Bahwa Penggugat memperbaiki pragraf terakhir ke-16 pada halaman 6 gugatan yang berbunyi :

Bahwa oleh karena THEAN JOE THOENG alias HASAN selaku Penyewa telah meninggal dunia maka tidak mungkin dilibatkan sebagai pihak dalam gugatan perkara aquo, begitu juga oleh karena Pemerintah sendiri ic. Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Medan tidak mengetahui apakah ada atau tidak ahli waris THEAN JOE THOENG alias HASAN maka tidak ada ahli waris THEAN JOE THOENG alias HASAN

yang dapat dilibatkan sebagai pihak dalam perkara aquo; Sehingga menjadi tertulis dan berbunyi :

- Bahwa oleh karena THEAN JOE THOENG alias HASAN selaku Penyewa telah meninggal dunia maka kedudukannya sebagai penyewa digantikan oleh para ahli warisnya, namun oleh karena gugatan aquo adalah untuk membatalkan perjanjian sewa menyewa yang dibuat oleh THEAN JOE THOENG alias HASAN maka patut menurut hukum nama THEAN JOE THOENG alias HASAN dikemukakan secara bersama dengan para ahli warisnya sebagai pihak dalam perkara aquo (ic.Tergugat IV), begitu juga oleh karena Pemerintah sendiri ic. Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Medan tidak mengetahui apakah ada atau tidak ahli waris THEAN JOE THOENG alias HASAN akan tetapi ketidak-tahuan

Pemerintah Cq. Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Medan tersebut tidak dapat diartikan secara serta merta bahwa THEAN JOE THOENG alias HASAN tidak mempunyai ahli waris, oleh karena itu adalah beralasan bahwa para ahli waris dari THEAN JOE THOENG alias HASAN dilibatkan sebagai pihak dalam perkara aquo ;

Bawa Penggugat memperbaiki posita ke-21 pada halaman 7 dan 8 gugatan dengan menambah/memasukan kalimat : atau karena mendapat

sesuatu hak dari para ahli waris THEAN JOE THOENG alias HASAN (ic.Tergugat IV)” pada baris ke-6 posita tersebut, sehingga posita ke-21

PENGADILAN TINGGI MEDAN

- Bahwa Penggugat tidak mengetahui apakah Tergugat I, Tergugat II dan Tergugat III menguasai dan menempati objek perkara berdasarkan karena Tergugat I atau Tergugat II atau Tergugat III sebagai ahli waris dari THEAN JOE THOENG alias HASAN atau apakah karena THEAN JOE THOENG alias HASAN mengulang sewakan objek perkara aquo kepada Tergugat I atau Tergugat II atau Tergugat III, atau karena mendapat sesuatu hak dari para

ahli waris THEAN JOE THOENG alias HASAN (ic.Tergugat IV),

dan Nyonya Maria Monica Willy Ridjab tidak pernah menjelaskan kepada Penggugat dasar penguasaan Tergugat I, Tergugat II dan Tergugat III terhadap objek perkara, Penggugat sangat keberatan dan mengalami kerugian atas penguasaan Tergugat I, Tergugat II dan Tergugat III atas objek perkara aquo sehingga adalah patut bagi Penggugat untuk menuntut keadilan dan kepastian hukum atas hak Penggugat terhadap objek perkara tersebut ;

Bahwa Penggugat memperbaiki posita ke-23 pada halaman 8 dan 9 gugatan dengan menambah/memasukan nama THEAN JOE THOENG

alias HASAN dan para ahli waris THEAN JOE THOENG alias HASAN (ic. Tergugat IV) kedalam kalimat paragraf pertama posita tersebut ,

sehingga posita ke-23 tersebut menjadi tertulis dan berbunyi:

- Bahwa terlebih dahulu Penggugat mengemukakan alasan hukum dari perundang-undangan untuk menunjukkan telah berakhirnya dan batalnya Akta Perjanjian Sewa Menyewa Nomor : 31 tanggal 8 September 1965 jo. Akta Perjanjian Tambahan Nomor : 79 tanggal 28 Agustus 1967 yang masing-maisng dibuat oleh Ong Kiem Lian, Notaris di Medan, dan perbuatan THEAN JOE THOENG alias

HASAN dan para ahli waris THEAN JOE THOENG alias HASAN (ic. Tergugat IV), Tergugat I, Tergugat II dan Tergugat III

menempati/menguasai objek perkara aquo adalah perbuatan melawan hukum;

Penggugat memperbaiki paragraf dan paragraf ketiga posita ke-24 pada halaman 9 gugatan, sehingga paragraf pertama tersebut menjadi tertulis dan berbunyi ;

- Bahwa oleh karena Akta Perjanjian Sewa Menyewa Nomor : 31 tanggal 8 September 1965 jo. Akta Perjanjian Tambahan Nomor : 79 tanggal 28 Agustus 1967 yang masing-masing dibuat oleh Ong Kiem Lian, Notaris di Medan telah batal pada tahun 1995 maka

PENGADILAN TINGGI MEDAN

secara hukum tidak ada lagi status perjanjian sewa menyewa atas objek perkara antara LIE KOE TJAY NIO dengan THEAN JOE THOENG alias HASAN, oleh karena itu apabila THEAN JOE

THOENG alias HASAN masih menempati/menguasai objek perkara sesudah tanggal 3 Oktober 1995 dan masih menempati/menguasai objek perkara aquo maka THEAN JOE THOENG alias HASAN telah melakukan perbuatan melawan hukum karena menempati/menguasai objek perkara tanpa hak dan begitu juga apabila para ahli waris THEAN JOE THOENG alias HASAN (ic. Tergugat IV) masih menempati/menguasai objek perkara diatas tanggal 3 Oktober 1995 dikarenakan para ahli waris THEAN JOE THOENG alias HASAN (ic. Tergugat IV) telah melakukan perbuatan melawan hukum karena menempati/menguasai objek perkara tanpa hak ;

sedangkan untuk perbaikan paragraf ketiga tersebut menjadi tertulis dan berbunyi:

- Bahwa oleh karena Tergugat I, Tergugat II dan Tergugat III serta

para ahli waris THEAN JOE THOENG alias HASAN (ic.Tergugat IV) telah melawan hukum menempati/menguasai objek perkara

berdasarkan alasan tersebut maka Tergugat I, Tergugat II dan Tergugat III serta para ahli waris THEAN JOE THOENG alias

HASAN (ic.Tergugat IV) menurut hukum harus dihukum untuk

mengosongkan bangunan toko tersebut dan menyerahkan kepada Penggugat dalam keadaan kosong dan baik serta tidak dibebani hak sesuatu apapun diatasnya :

Bahwa Penggugat memperbaiki posita ke-25 pada halaman 9 gugatan dengan menambah/memasukkan kalimat : “atau para ahli waris

serta para ahli waris THEAN JOE THOENG alias HASAN (ic.Tergugat IV)” pada baris ke-4 dan ke-11 posita tersebut, sehingga posita ke-25

tersebut menjadi tertulis dan berbunyi :

- Bahwa jika Tergugat I, Tergugat II dan Tergugat III atau siapapun juga menempati/menguasai objek perkara aquo berdasarkan alasan karena mendapat pemindahan hak sewa (mengulangsewakan) dari THEAN JOE THOENG alias HASAN atau para ahli waris serta

para ahli waris THEAN JOE THOENG alias HASAN (ic.Tergugat IV) kepada Tergugat I atau Tergugat II atau Tergugat III atau

PENGADILAN TINGGI MEDAN

sah dan batal demi hukum karena LIE KOE TJAY NIO (pihak yang menyewakan) dan Nyonya Maria Monica Willy Ridjab selaku anak dari LIE KOE TJAY NIO tidak pernah menerima pemberitahuan pemindahan hak sewa tersebut dan juga tidak pernah menerima pembayaran 10% (sepuluh persen) dari harga bruto pengoperan hak sewa tersebut dari THEAN JOE THOENG alias HASAN sementara pada Pasal 9 alinea pertama Akta Perjanjian Sewa Menyewa Nomor : 31 tanggal 8 September 1965 telah menentukan bahwa penyewa berhak untuk memindahkan persewaan ini hanya dengan seluruhnya (yaitu seluruh rumah toko dengan loteng) tersebut kepada pihak siapa saja yang dikehendakinya, dan hanya dengan akte notaris, dan dengan kewajiban untuk dalam waktu

tiga puluh hari setelah melakukan pemindahan itu memberitahukan kepada yang menyewakan dan dengan kewajiban untuk membayar 10% (sepuluh persen) dari harga bruto pengoperan hak sewa tersebut, dengan memberitahukan dengan sebenarnya jumlah besarnya pengoperan itu ;

Bahwa Penggugat memperbaiki paragraf pertama posita ke-26 pada halaman 10 gugatan dengan menambah/memasukkan kalimat: “atau para

ahli waris serta para ahli waris THEAN JOE THOENG alias HASAN (ic.Tergugat IV)” pada baris ke-5 posita tersebut, sehingga posita 26

tersebut menjadi tertulis dan berbunyi :

- Bahwa oleh karena LIE KOE TJAY NIO (pihak yang menyewakan) maupun Nyonya Maria Monica Willy Ridjab selaku anak dari LIE KOE TJAY NIO tidak pernah menerima pemberitahuan pemindahan hak sewa dan tidak pernah menerima pembayaran 10% (sepuluh persen) dari harga bruto pengoperan hak sewa dari THEAN JOE THOENG alias HASAN atau para ahli waris serta para ahli waris

THEAN JOE THOENG alias HASAN (ic.Tergugat IV) maka

perbuatan Tergugat I, Tergugat II dan Tergugat III atau siapapun juga yang menempati/menguasai objek perkara aquo adalah telah melakukan perbuatan melawan hukum ;

Bahwa Penggugat memperbaiki ujung kalimat posita ke-27 pada halaman 10 yang berbunyi : “oleh karena itu THEAN JOE THOENG

alias HASAN atau telah Wanprestasi”, sehingga ujung kalimat posita

PENGADILAN TINGGI MEDAN

- Bahwa selanjutnya Penggugat mengemukakan alasan wanprestasi yang membuat Akta Perjanjian Sewa Menyewa Nomor : 31 tanggal 8 September 1965 jo. Akta Perjanjian Tambahan Nomor : 79 tanggal 28 Agustus 1967 yang masing-masing dibuat oleh Ong Kiem Lian, Notaris di Medan dapat dibatalkan. Bahwa sesuai dengan bukti-bukti dalam perjalanan sewa menyewa tersebut maka dapat diketahui bahwa pada mulanya THEAN JOE THOENG alias HASAN tetap lancar membayar uang sewa yang diperjanjikan, dimana yang menerima uang sewa adalah Maria Monica Willy Ridjab yaitu anak dari LIE KOE TJAY NIO (pihak yang menyewakan) dan pernah juga Penggugat yang menerima uang sewa tersebut untuk dan telah disampaikan kepada LIE KOE TJAY NIO (pihak yang menyewakan), akan tetapi ditengah perjalanan berlangsungnya sewa menyewa tersebut THEAN JOE THOENG alias HASAN tidak lagi terus menerus melaksanakan kewajibannya membayar uang sewa, dimana berdasarkan bukti kwitansi tanda terima uang sewa terakhir kali pembayaran uang sewa dibayarkan THEAN JOE THOENG alias HASAN adalah pada tanggal 9 Januari 1990 untuk pembayaran uang sewa dari tanggal 1 Januari 1988 sampai dengan tanggal 31 Desember 1989, dan sejak tanggal 9 Januari 1990 sampai saat sekarang ini THEAN JOE THOENG alias HASAN tidak lagi pernah membayar uang sewa objek perkara aquo, hal mana apabila THEAN JOE THOENG alias HASAN

masih hidup sesudah tanggal 9 Januari 1990 akan tetapi tidak membayar uang sewa maka THEAN JOE THOENG alias HASAN telah wanprestasi, dan begitu juga ketika THEAN JOE THOENG alias HASAN sudah meninggal dunia akan tetapi para ahli waris THEAN JOE THOENG alias HASAN (ic. Tergugat IV) tidak meneruskan pembayaran uang sewa tersebut maka para ahli waris THEAN JOE THOENG alias HASAN (ic.Tergugat IV) juga telah wanprestasi ;

Bahwa Penggugat memperbaiki posita ke-28 pada halaman 10 dan 11 gugatan dengan menambah/memasukkan kalimat : “atau para ahli

waris THEAN JOE THOENG alias HASAN (ic.Tergugat IV)” pada baris

ke-2 dan ke-7 posita tersebut, sehingga posita ke-28 tersebut menjadi tertulis dan berbunyi :

PENGADILAN TINGGI MEDAN

- Bahwa oleh karena telah demikian lama THEAN JOE THOENG alias HASAN atau para ahli waris THEAN JOE THOENG alias

HASAN (ic.Tergugat IV) tidak membayar uang sewa yaitu ± 25

(dua puluh lima) tahun maka berdasarkan Perjanjian Sewa Menyewa Nomor : 31 tanggal 8 September 1965 dalam Pasal 5 telah menentukan : ”Jikalau penyewa menunggak membayar uang

sewanya 6 (enam) bulan berturut-turut, maka dengan lewatnya waktu telah cukup menjadi bukti akan kesalahan penyewa”, berarti

fakta bahwa THEAN JOE THOENG alias HASAN atau para ahli

waris THEAN JOE THOENG alias HASAN (ic.Tergugat IV) yang

telah Wanprestasi tersebut diatas mempunyai landasan juridis untuk dikwalifikasi sebagai telah melakukan kesalahan, sehingga sangat patut dan beralasan menurut hukum perjanjian sewa menyewa tersebut dibatalkan, oleh karena itu Penggugat mohon kepada Majelis Hakim agar berkenan untuk membatalkan atau menyatakan batal demi hukum Akta Perjanjian Sewa Menyewa Nomor : 31 tanggal 8 September 1965 jo. Akta Perjanjian Tambahan Nomor : 79 tanggal 28 Agustus 1967 yang masing-masing dibuat oleh Ong Kiem Lian, Noataris di Medan ;

Bahwa Penggugat memperbaiki posita ke-29 pada halaman 11 gugatan dengan menambah/memasukan kalimat : “atau para ahli waris

THEAN JOE THOENG alias HASAN (ic.Tergugat IV)” pada baris ke-2

dan ke14 posita tersebut, sehingga posita ke-29 tersebut menjadi tertulis dan berbunyi :

- Bahwa jika ada pemindahan persewaan ataupun bentuk transaksi lain dari THEAN JOE THOENG alias HASAN atau para ahli waris

THEAN JOE THOENG alias HASAN (ic.Tergugat IV) kepada

Tergugat I atau kepada Tergugat II atau kepada Tergugat III atau dari Tergugat I kepada Tergugat III atau dari Tergugat II kepada Tergugat III atau dari Tergugat I kepada Tergugat II dan III atas objek perkara maka pemindahan persewaan tersebut adalah

bertentangan dengan Akta Perjanjian Sewa Menyewa Nomor :

31 tanggal 8 September 1965 jo. Akta Perjanjian Tambahan Nomor: 79 tanggal 28 Agustus 1967 yang masing-masing dibuat oleh Ong Kiem Lian, Notaris di Medan, dan merupakan perbuatan melawan hukum, oleh karena itu sangat patut dan beralasan menurut hukum pemindahan hak sewa tersebut dibatalkan, oleh karena itu

PENGADILAN TINGGI MEDAN

Penggugat mohon kepada Majelis Hakim agar berkenan untuk

membatalkan atau menyatakan batal demi hukum peralihan persewaan ataupun bentuk transaksi lain dari THEAN JOE

THOENG alias HASAN atau para ahli waris THEAN JOE

THOENG alias HASAN (ic.Tergugat IV) kepada Tergugat I atau

kepada Tergugat II atau kepada Tergugat III atau dari Tergugat I kepada Tergugat II atau dari Tergugat I kepada Tergugat III, atau dari Tergugat II kepada Tergugat III atau dari Tergugat I kepada Tergugat II dan Tergugat III ;

Bahwa Penggugat memperbaiki paragraf pertama dan paragraf kedua posita ke-30 pada halaman 11 gugatan dengan menambah/memasukan kalimat : “atau para ahli waris THEAN JOE

THOENG alias HASAN (ic.Tergugat IV)” pada baris ke-6 paragraf

pertama dan pada baris ke-11 paragraf kedua tersebut, sehingga posita ke-30 tersebut menjadi tertulis dan berbunyi :

- Bahwa oleh karena Pasal 9 Akte Perjanjian Sewa Menyewa Nomor : 31 tanggal 8 September 1965 jo. Akte Perjanjian Tambahan Nomor : 79 tanggal 28 Agustus 1967 menentukan Penyewa hanya berhak memindahkan persewaan tersebut hanya dengan memindahkan seluruhnya (yaitu seluruh rumah toko dengan loteng), maka apabila THEAN JOE THOENG alias HASAN atau para ahli

waris THEAN JOE THOENG alias HASAN (ic.Tergugat IV) ada

menyewakan sebagian dari bangunan objek perkara aquo kepada pihak lain maka hal tersebut adalah melanggar perjanjian dan batal demi hukum ;

- Bahwa walaupun akta perjanjian tersebut memperbolehkan memindahkan persewaan secara keseluruhan namun oleh karena Akte Perjanjian Sewa Menyewa Nomor : 31 tanggal 8 September 1965 jo. Akte Perjanjian Tambahan Nomor : 79 tanggal 28 Agustus 1967 yang masing-masing dibuat oleh ONG KIEM LIAN, Notaris di Medan harus dibatalkan berdasarkan alasan-alasan seperti disebutkan di atas maka persewaan memindahkan dengan seluruhnya pun objek sewa kepada pihak lain adalah patut dan harus dibatalkan. Bahwa untuk itu mohon kepada Majelis Hakim agar berkenan membatalkan atau menyatakan batal demi hukum apabila ada perjanjian memindahkan persewaan atau mengulangsewakan yang dibuat THEAN JOE THOENG alias

PENGADILAN TINGGI MEDAN

HASAN atau para ahli waris THEAN JOE THOENG alias HASAN

(ic.Tergugat IV) kepada Tergugat I, Tergugat II, Tergugat III dan

pihak lain atas objek perkara aquo ;

Bahwa Penggugat memperbaiki posita ke-31 pada halaman 11 dan 12 gugatan dengan menambah/memasukkan kalimat : “atau para ahli

waris THEAN JOE THOENG alias HASAN (ic.Tergugat IV)” pada baris

ke-6 dan ke-11 posita tersebut, sehingga posita ke-31 tersebut menjadi tertulis dan berbunyi :

- Bahwa oleh karena objek perjanjian sewa menyewa menurut Akte Perjanjian Sewa Menyewa Nomor : 31 tanggal 8 September 1965 jo. Akte Perjanjian Tambahan Nomor : 79 tanggal 28 Agustus 1967

hanyalah untuk bangunan rumah toko bertingkat saja hal mana

berarti tidak termasuk tanah pertapakannya, maka apabila THEAN JOE THOENG alias HASAN atau para ahli waris THEAN JOE

THOENG alias HASAN (ic.Tergugat IV) ada menyewakan tanah

tempat berdirinya bangunan rumah toko yang disewakan tersebut kepada pihak lain maka hal tersebut adalah melanggar perjanjian dan batal demi hukum, dan untuk itu mohon kepada Majelis Hakim agar berkenan membatalkan atau menyatakan batal demi hukum perjanjian sewa menyewa yang dibuat THEAN JOE THOENG alias HASAN atau para ahli waris THEAN JOE THOENG alias HASAN

(ic.Tergugat IV) dengan pihak lain atas tanah tempat berdirinya

bangunan rumah toko tersebut ;

Bahwa Penggugat memperbaiki posita ke-32 pada halaman 12 gugatan dengan menambah/memasukkan kalimat : atau para ahli waris

THEAN JOE THOENG alias HASAN (ic.Tergugat IV)” pada baris ke-2

dan ke-9 posita tersebut, sehingga posita ke-32 tersebut menjadi tertulis berbunyi :

- Bahwa oleh karena tanah dan bangunan objek perkara tersebut bukan milik THEAN JOE THOENG alias HASAN atau para ahli

waris THEAN JOE THOENG alias HASAN (ic.Tergugat IV),

Tergugat I, Tergugat II, Tergugat III dan pihak lain siapapun juga kecuali Penggugat, maka Penggugat mohon kepada Majelis Hakim agar berkenan menyatakan tidak mengikat dan tidak berkekuatan hukum semua surat-surat yang dikeluarkan Pemerintah yang menyatakan tanah dan ataupun bangunan rumah toko bertingkat di atasnya yang terletak di Jalan Pandu No. 36/17 (dahulu No. 36)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan sebagai milik atau dibawah penguasaan THEAN JOE THOENG alias HASAN atau para ahli waris THEAN JOE THOENG alias

HASAN (ic.Tergugat IV), sebagai milik atau dibawah penguasaan

Tergugat I, sebagai milik atau dibawah penguasaan Tergugat II, sebagai milik atau dibawah penguasaan Tergugat III, ataupun siapa sajapun/pihak lain kecuali Penggugat ;

Bahwa Penggugat memperbaiki posita ke-33 pada halaman 12 gugatan dengan menambah/memasukkan kalimat : atau para ahli waris

THEAN JOE THOENG alias HASAN (ic.Tergugat IV)” pada baris ke-5

posita tersebut, sehingga posita ke-33 tersebut menjadi tertulis berbunyi : - Bahwa oleh karena menyangkut objek perkara hanya mengenai

perjanjian sewa menyewa, maka mohon kepada Majelis Hakim agar berkenan membatalkan atau menyatakan batal demi hukum apabila ada jual beli maupun pembebanan hak tanggungan sebagai jaminan yang dilakukan oleh THEAN JOE THOENG alias HASAN

atau para ahli waris THEAN JOE THOENG alias HASAN (ic.Tergugat IV), Tergugat I, Tergugat II, Tergugat III dengan pihak

lain atau dengan pihak Bank baik untuk seluruh atau sebagian dari tanah dan bangunan rumah toko bertingkat di atasnya yang terletak di Jalan Pandu No. 36-17 (dahulu No. 36), Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan tersebut ;

Bahwa Penggugat memperbaiki posita ke-35 pada halaman 12 dan 13 gugatan dengan menambah/memasukkan kalimat : atau para ahli

waris THEAN JOE THOENG alias HASAN (ic.Tergugat IV)” pada baris

ke-6 posita tersebut, sehingga posita ke-35 tersebut menjadi tertulis berbunyi :

- Bahwa oleh karena segala bentuk peralihan hak atau pembebanan hak tanggungan/jaminan baik seluruhnya atau sebagian atas tanah dan bangunan rumah objek perkara dibatalkan atau dinyatakan batal, maka Penggugat memohon kepada Majelis Hakim agar berkenan menghukum siapa saja yang mendapat sesuatu hak apapun juga dari THEAN JOE THOENG alias HASAN atau para

ahli waris THEAN JOE THOENG alias HASAN (ic.Tergugat IV),

Tergugat I, Tergugat II dan Tergugat III untuk mengosongkan dan menyerahkan bangunan rumah toko tersebut kepada Penggugat

PENGADILAN TINGGI MEDAN

dalam keadaan baik dan kosong tanpa dibebani suatu hak apapun diatasnya ;

Bawa Penggugat memperbaiki posita ke-37 pada halaman 14 gugatan dengan menambah/memasukkan kalimat : “serta para ahli waris

THEAN JOE THOENG alias HASAN (ic.Tergugat IV)” pada baris ke-4

posita tersebut, sehingga posita ke-37 tersebut menjadi tertulis dan berbunyi :

- Bahwa untuk menjamin pengembalian dan penyerahan objek perkara kepada Penggugat maka perlu dihindari bertambahnya permasalahan atas objek perkara di kemudian hari dan perlu dihindari Tergugat I, Tergugat II dan Tergugat III serta para ahli

waris THEAN JOE THOENG alias HASAN (ic.Tergugat IV)

melakukan pengurusan surat-surat kepemilikan/ penguasaan kepada instansi pemerintah, mengalihkan hak maupun membebani hak tanggungan/jaminan baik secara otentik maupun di bawah tangan atas tanah dan bangunan rumah toko objek perkara aquo, maka Penggugat mohon kepada Majelis Hakim agar berkenan untuk meletakkan Sita Jaminan (Conservatoir Berslag) terhadap objek perkara yaitu bangunan rumah toko bertingkat yang terletak setempat dikenal dengan Jalan Pandu No. 36/17 (dahulu No. 36) Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan yang berdiri di atas sebagian dari tanah objek Sertifikat Hak Milik Nomor : 1220/Kelurahan Pasar Baru tanggal 21 Mei 2013 yaitu pada bagian Barat dalam tanah objek Sertifikat Hak Milik Nomor : 1220/Kelurahan Pasar Baru tanggal 21 Mei 2013 yang dikeluarkan oleh Kepala Kantor Pertanahan Kota Medan (ic. Turut Tergugat) ; Bahwa Penggugat memperbaiki posita ke-38 pada halaman 14 gugatan dengan menambah/memasukkan kalimat : “serta para ahli waris

THEAN JOE THOENG alias HASAN (ic.Tergugat IV)” pada baris ke-4

dan ke-7 posita tersebut, sehingga posita ke-38 tersebut menjadi tertulis dan berbunyi :

- Bahwa agar gugatan ganti rugi tersebut di atas tidak menjadi nihil nantinya di kemudian hari maka Penggugat mohon kepada Majelis Hakim agar berkenan untuk meletakkan Sita Jaminan (Conservatoir Beslag) terhadap harta kekayaan Tergugat I, Tergugat II dan Tergugat III serta para ahli waris THEAN JOE THOENG alias

PENGADILAN TINGGI MEDAN

bergerak sampai terpenuhinya pembayaran ganti rugi tersebut, dimana objek-objek dari harta kekayaan Tergugat I, Tergugat II dan Tergugat III serta para ahli waris THEAN JOE THOENG alias

HASAN (ic.Tergugat IV) akan dikemukakan Penggugat pada Surat

Permohonan Sita Jaminan berikutnya dikemudian hari menyusul gugatan ini ;

Bahwa Penggugat memperbaiki posita ke-40 pada halaman 14 gugatan dengan menambah/memasukkan kalimat : “serta para ahli waris

THEAN JOE THOENG alias HASAN (ic.Tergugat IV)” pada baris ke-2,

ke-5 dan ke-8 posita tersebut, sehingga posita ke-40 tersebut menjadi tertulis dan berbunyi :

- Bahwa Penggugat khawatir bahwa Tergugat I, Tergugat II dan Tergugat III serta para ahli waris THEAN JOE THOENG alias

HASAN (ic.Tergugat IV) akan lalai atau tidak akan sukarela

melaksanakan Putusan dalam perkara aquo, oleh karena itu patut dan mohon kepada Majelis Hakim agar berkenan menjatuhkan putusan dalam perkara aquo untuk menghukum Tergugat I,

Dalam dokumen PENGADILAN TINGGI MEDAN (Halaman 72-83)