• Tidak ada hasil yang ditemukan

 

Gambar 4.35

Diagram Peningkatan ketuntasan belajar siswa dari siklus II ke siklus III

Sumber: Data Primer Diolah (2016)

Dari diagram batang di atas menunjukkan adanya peningkatan

ketuntasan belajar siswa dari siklus II ke siklus III terhadap materi

pembelajaran IPS secara signifikan sebesar 26,67%. Berdasarkan hasil

belajar siklus III menunjukkan tidak terdapat permasalahan dalam

pelaksanaan pembelajaran. Sehingga penelitian cukup dilaksanakan

sampai siklus III saja.

C. Perbandingan Hasil Tindakan Antar S iklus

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dideskripsikan dari data awal

sampai dengan siklus III pada mata pelajaran IPS semester 2 kelas IV SDN

Karangsari Kecamatan Sruweng Kabupaten Kebumen dengan

menggunakanmedia benda konkret, dapat dikatakan bahwa menggunakan

STIE

Widya

Wiwaha

Jangan

   

media pembelajaran tidak hanya bertujuan untuk mengetahui motivasi belajar

siswa, tetapi juga untuk mengetahui hasil belajar siswa. Peningkatan motivasi

belajar siswa dari data awal Siklus I sampai siklus III dapat dilihat pada

tabel-tabel berikut ini:

Tabel 4.36

Aktifitas Siswa Data Awal dan Siklus 1

Aspek Awal Siklus 1

Frekuensi Persen Frekuensi Persen Unjuk kerja dalam

kelompok

5 33.3% 10 66.7%

Antusias dalam pencarian informasi

4 26.7% 8 53.3%

Respon penjelasan guru 6 40.0% 10 66.7%

Sumber: Data Primer Diolah (2016)

Hasil Data awal menunjukkan bahwa pencapaian target belum sesuai

indikator sehingga perlu diadakan perbaikan dalam kegiatan pembelajaran.

Pada siklus I hasil observasi menunjukkan adanya peningkatanaktifitas siswa.

Pada aspek unjuk kerja dalam kelompok di Data awal 33,3% meningkat

menjadi 66,7% pada siklus I, ini menunjukkan kenaikan sebesar 33,4%.

Antusias siswa dalam pencarian informasi juga mengalami kenaikan dari

26,7% pada Data awal meningkat menjadi 53,3% pada siklus I, ini

menunjukkan kenaikan sebesar 26,6%. Pada aspek respon siswa terhadap

penjelasan guru juga mengalami kaenaikan dari 40% pada Data awal menjadi

66,7% pada siklus I, sehingga terjadi kenaikan sebesar 26,7%. Berikut

STIE

Widya

Wiwaha

Jangan

   

disajikan gambar diagram analisis proses penggunaan media benda konkret

pada siklus I.

Gambar 4.37

Diagram Aktifitas Siswa pada Kondisi Awal dan Siklus 1

Sumber: Data Primer Diolah (2016)

Berdasarkan gambar 4.37 di atas menunjukkan adanya peningkatan

aktifitas siswa dalam kegiatan pembelajaran pada siklus I. Rata-rata

peningkatan tiap aspek adalah sebesar 28,9%. Namun hasil peningkatan ini

belum sesuai target sehingga masih perlu dilakukan tindak lanjut pada

perbaikan pembelajaran di siklus II.

STIE

Widya

Wiwaha

Jangan

   

Tabel 4.38

Aktifitas Siswa Data Awal dan Siklus II

Aspek Data Awal Siklus II

Frekuensi Persen Frekuensi Persen

Unjuk kerja dalam kelompok 5 33.3% 13 86.7%

Antusias dalam pencarian informasi

4 26.7% 10 66.7%

Respon penjelasan guru 6 40.0% 12 80.0%

Sumber: Data Primer Diolah (2016)

Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pencapaian target belum sesuai

indikator sehingga perlu diadakan perbaikan dalam kegiatan pembelajaran.

Pada siklus II hasil observasi menunjukkan adanya peningkatan aktifitas

siswa. Pada aspek unjuk kerja dalam kelompok di siklus I sebesar 33.3%

meningkat menjadi 86,7% pada siklus II, ini menunjukkan kenaikan sebesar

53%. Antusias siswa dalam pencarian informasi juga mengalami kenaikan dari

26,7% pada Data awal meningkat menjadi 66,7% pada siklus II, ini

menunjukkan kenaikan sebesar 50%. Pada aspek respon siswa terhadap

penjelasan guru juga mengalami kaenaikan dari 40% pada data awal menjadi

80% pada siklus II, sehingga terjadi kenaikan sebesar 40%. Berikut disajikan

gambar diagram analisis proses penggunaan media benda konkret pada siklus

III.

STIE

Widya

Wiwaha

Jangan

Plagiat

   

Gambar 4.39

AktifitasKondisi Awal dan Siklus II

Sumber: Data Primer Diolah (2016)

Berdasarkan gambar 4.39 di atas menunjukkan adanya peningkatan

aktifitas siswa dalam kegiatan pembelajaran pada siklus II. Rata-rata

peningkatan tiap aspek adalah sebesar 44,47%. Namun hasil peningkatan ini

belum sesuai target sehingga masih perlu dilakukan tindak lanjut pada

perbaikan pembelajaran di siklus III.

Tabel 4.40

Aktifitas Siswa Data Awal dan Siklus III

Aspek Awal Siklus 3

Frekuensi Persen Frekuensi Persen

Unjuk kerja dalam kelompok 5 33.3% 14 93.3%

Antusias dalam pencarian informasi 4 26.7% 14 93.3%

Respon penjelasan guru 6 40.0% 15 100%

Sumber: Data Primer Diolah (2016)

STIE

Widya

Wiwaha

Jangan

   

Hasil Data awal menunjukkan bahwa pencapaian target belum sesuai

indikator sehingga perlu diadakan perbaikan dalam kegiatan pembelajaran.

Pada siklus III hasil observasi menunjukkan adanya peningkatan aktifitas

siswa. Pada aspek unjuk kerja dalam kelompok dan antusias siswa dalam

pencarian informasi pada siklus III sudah mencapai 93,3%. Pada aspek respon

siswa terhadap penjelasan guru telah 100% siswa antusias. Untuk lebih

jelasnya berikut disajikan gambar diagram analisis proses penggunaan media

benda konkret pada siklus III.

Gambar 4.41

Diagram Perbandingan AktifitasKondisi Awal dan Siklus III

Sumber: Data Primer Diolah (2016)

Berdasarkan gambar 4.41 di atas menunjukkan adanya peningkatan

aktifitas siswa dalam kegiatan pembelajaran pada siklus III. Rata-rata

peningkatan tiap aspek adalah sebesar 44,47%. Hasil peningkatan ini telah

sesuai target sehingga tidak perlu dilakukan tindak lanjut.

STIE

Widya

Wiwaha

Jangan

   

Tabel 4.42

Peningkatan M otivasi Belajar SiswaData Awal, Siklus I & Siklus III

No Tindakan Nilai rata-rata keaktifan

belajar siswa

Keterangan

1 Data Awal 33,33 Belum M emenuhi Target

2 Siklus I 62,23 Belum M emenuhi Target

3 4 Siklus II Siklus III 77,8 95,53

Belum M emenuhi Target

M emenuhi Target

Sumber: Data Primer Diolah (2016)

Berdasarkan tabel 4.39, dapat diketahui bahwa rata-rata persentase hasil

observasi langkah-langkah pembelajaran pada tiap siklus selalu mengalami

perubahan. Rata-rata hasil observasi data awal sebesar 33,33%. Sedangkan

rata-rata hasil observasi pada siklus I 62,23%, rata-rata hasil observasi pada

siklus II 77,8%,rata-rata hasil observasi pada siklus III 95,53%. Rata-rata

keseluruhan hasil observasi data awal sampai dengan siklus III mengalami

kenaikan. Jadi, secara umum dapat disimpulkan bahwa penggunaan media

benda konkret pada kegiatan pembelajaran siklus I sampai dengan siklus III

telah memenuhi target kesesuaian langkah pembelajaran pada skenario

penelitian.Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 4.43.

STIE

Widya

Wiwaha

Jangan

   

Gambar 4.43

Diagram Peningkatan AkrifitasSiswa dariData Awal sampai Siklus III

Sumber: Data Primer Diolah (2016)

Selain hasil observasi motivasi belajar siswa setelah penggunaan media

benda konkret dalam pembelajaran, disini juga akan ditampilkan rata-rata

ketuntasan hasil belajar siswa dari data sampai siklus III.

Perbandingan nilai hasil belajar siswa pada Data awal dan siklus I dapat

dilihat dari tabel 4.44 berikut ini:

STIE

Widya

Wiwaha

Jangan

   

Tabel 4.44

Perbandingan Nilai Hasil Belajar Data Awal dan Siklus I

No Rentang Nilai Frekuensi Presentase Ket

Data Awal Siklus I Data Awal Siklus I

1 0-10 0 0 0 0 - 2 11-20 0 0 0 0 - 3 21-30 0 0 0 0 - 4 31-40 5 2 33,3 13,3 BT 5 41-50 2 3 13,3 20,0 BT 6 51-60 2 1 13,3 6,7 BT 7 61-70 0 1 0 6,7 BT 8 71-80 5 2 33,3 13,3 T untas 9 81-90 1 5 6,7 33,3 T untas 10 91-100 0 1 0 6,7 T untas ∑ 15 15 100% 100% < KKM (71) 9 7 60% 46,67 BT ≥ KKM (71) 6 8 40% 53,33 T untas Nilai Rata-rata Nilai tertinggi Nilai terendah 60,67 71,33 90 100 40 40

Sumber: Data Primer Diolah (2016)

Dari tabel 4.44 tersebut terlihat bahwa pada kegiatan siklus I terjadi

peningkatan daya serap terhadap materi ajar sebagai berikut:

a. Pada Data awal siswa yang tuntas baru mencapai 40%

b. Dari Data awal ke siklus I meningkat menjadi 53,33%

c. Sehingga kenaikan ketuntasan siswa mencapai 13,33%

Perbandingan nilai hasil belajar siswa pada Data awal dan siklus I dapat

dilihat dari tabel 4.45 berikut ini:

STIE

Widya

Wiwaha

Jangan

   

Gambar 4.45

Diagram Peningkatan Hasil Belajar Data Awal dengan Siklus I

Sumber: Data Primer Diolah (2016)

Perbandingan nilai hasil belajar siswa pada Data awal dengan siklus II

dapat dilihat dari tabel 4.46 berikut ini:

Tabel 4.46

Peningkatan Hasil Belajar DataAwaldengan Siklus II

No Rentang Nilai Frekuensi Presentase Ket

Data Awal Siklus II Data Awal Siklus II

1 0-10 0 0 0 0 - 2 11-20 0 0 0 0 - 3 21-30 0 0 0 0 - 4 31-40 5 0 33,3 0 BT 5 41-50 2 0 13,3 0 BT 6 51-60 2 4 13,3 26,7 BT 7 61-70 0 1 0 6,7 BT 8 71-80 5 2 33,3 13,3 T untas 9 81-90 1 3 6,7 20,0 T untas 10 91-100 0 5 0 33,3 T untas ∑ 15 15 100% 100 < KKM (71) 9 10 60% 33,33 BT ≥ KKM (71) 6 5 40% 66,67 T untas Nilai Rata-rata Nilai tertinggi Nilai terendah 60,67 82,67 90 100 40 60 Sumber: Data Primer Diolah (2016)

STIE

Widya

Wiwaha

Jangan

   

Dari tabel 4.46 tersebut terlihat bahwa pada kegiatan siklus II terjadi

peningkatan daya serap terhadap materi ajar sebagai berikut:

a. Pada Data awal siswa yang tuntas baru mencapai 40%

b. Dari Data awal ke siklus II meningkat menjadi 66,67%

c. Sehingga kenaikan ketuntasan siswa mencapai 26,67%

Gambaran peningkatan secara jelas dapat dilihat pada diagram batang

berikut:

Gambar 4.47

Diagram Peningkatan Hasil Belajar Data awal dan siklus II

Sumber: Data Primer Diolah (2016)

Dari diagram batang di atas menunjukkan adanya peningkatan

ketuntasan belajar siswa terhadap materi pembelajaran IPS secara signifikan

sebesar 13,33%.

Perbandingan nilai hasil belajar siswa pada Data awal dan siklus III

dapat dilihat dari tabel 4.45 berikut ini:

STIE

Widya

Wiwaha

Jangan

   

Tabel 4.48

Perbandingan Nilai Hasil Belajar Data Awal dan Siklus III

No Rentang Nilai

Frekuensi Presentase Ket

Data Awal

Siklus III Data Awal Siklus III

1 0-10 0 0 0 0 - 2 11-20 0 0 0 0 - 3 21-30 0 0 0 0 - 4 31-40 5 0 33,3 0 - 5 41-50 2 0 13,3 0 - 6 51-60 2 0 13,3 0 BT 7 61-70 0 1 0 6,7 BT 8 71-80 5 4 33,3 26,7 T untas 9 81-90 1 2 6,7 13,3 T untas 10 91-100 0 8 0 53,3 T untas ∑ 15 15 100% 100 < KKM (71) 9 1 60% 0,63 BT ≥ KKM (71) 6 14 40% 93,33 T untas Nilai Rata-rata Nilai tertinggi Nilai terendah 82,67 91,33 60,67 100 100 90 60 70 40

Sumber: Data Primer Diolah (2016)

Dari tabel 4.48.tersebut terlihat bahwa pada kegiatan siklus III terjadi

peningkatan daya serap terhadap materi ajar sebagai berikut:

a. Pada siklus III siswa yang tuntas telah mencapai 93,33%

b. Sehingga kenaikan ketuntasan siswa mencapai 53,33%

Gambaran peningkatan secara jelas dapat dilihat pada diagram batang

berikut:

STIE

Widya

Wiwaha

Jangan

Plagiat

   

Gambar 4.49

Peningkatan Ketuntasan Hasil Belajar Data Awal dan Siklus III

Sumber: Data Primer Diolah (2016)

Dari diagram batang di atas menunjukkan adanya peningkatan

ketuntasan belajar siswa terhadap materi pembelajaran IPS secara signifikan

sebesar 53,33%. Berdasarkan hasil belajar siklus III menunjukkan tidak

terdapat permasalahan dalam pelaksanaan pembelajaran.Sehingga penelitian

cukup dilaksanakan sampai siklus III saja.

STIE

Widya

Wiwaha

Jangan

   

Tabel 4.50

Analisis Hasil Belajar Siswa dari data awal sampai siklus III

No Tindakan Nilai rata-rata hasil

belajar Keterangan

1 Data Awal 60,67 Belum M emenuhi Target

2 Siklus I 71,33 Belum M emenuhi Target

3 Siklus II 82,67 Belum M emenuhi Target

4 Siklus III 91,33 M emenuhi Target

Sumber: Data Primer Diolah (2016)

Berdasarkan tabel 4.50 dapat diketahui bahwa hasil belajar siswa pada

data awal sampai siklus III selalu mengalami perubahan. Pencapaian hasil

belajar siswa yang mencapai ≥ KKM pada data awal baru sebanyak 6 anak

atau sebesar 40%, pada siklus I sebesar 53,33% atau sebanyak 8 anak, pada

siklus II sebesar 66,67% atau sebanyak 10 anak, pada siklus III sebesar

93,33% atau sebanyak 14 siswa telah mencapai KKM , hal ini menunjukkan

terjadinya kenaikan. Pencapaian hasil belajar dari tiap siklus tersebut

merupakan perubahan ke arah pencapaian yang lebih baik atau

signifikan.Untuk lebih jelasnya mengenai analisis hasil belajar siswa tersebut

dapat dilihat pada gambar 4.48 berikut ini:

STIE

Widya

Wiwaha

Jangan

   

Gambar 4.51

Diagram Analisis Hasil Belajar dari Dataawal sampai Siklus III

Sumber: Data Primer Diolah (2016)

D. Pembahasan

Berdasarkan perbandingan hasil penelitian antar siklus yang telah

dideskripsikan, dapat diketahui bahwa penggunaan media benda konkret pada

kegiatan pembelajaran dari siklus I sampai dengan siklus III telah memenuhi

STIE

Widya

Wiwaha

Jangan

   

target dengan perolehan rata-rata hasil observasi mencapai 93,33% artinya

hasil tersebut lebih dari kriteria minimum.

Penggunaan media benda konkret dalam pembelajaran merupakan salah

satu alternatif dalam upaya meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPS

semester 2 siswa kelas IV SD Negeri Karangsari. Selain itu penggunaan benda

konkret sebagai media pembelajaran sudah memperhatikan karekteristik siswa

kelas IV antara lain anak pada usia-usia ini anak dapat melakukan penalaran

yang logis yang diaplikasikan dalam kegiatan yang teratur dan runtut.

Penggunaan media benda konkret mampu meningkatkan motivasi dan hasil

belajar siswa kelas IV. Hal tersebut terbukti dengan rata-rata motivasi belajar

siswa pada data awal 33,33% , pada siklus I mencapai 62,23%, pada siklus II

mencapai 78%, dan pada siklus III mencapai 95,53%. Rata-rata hasil belajar

siswa pada data awal 40%,siklus I 53,33%, pada siklus II 67% dan pada siklus

III 93,33%. Berdasarkan data rata-rata motivasi dan hasil belajar siswa, maka

dapatdisimpulkan bahwa penelitian ini berhasil sesuai target.

Analisa data dalam penelitian ini menggunakan program SPSS.17.00.

Hasil perhitungan (olah data) menggunakan Paired Simples Test dapat dilihat

pada table di bawah ini:

STIE

Widya

Wiwaha

Jangan

   

Tabel 4.52

Analisis keaktifan belajar siswa dengan Paired Simples Test

Paired S amples Test

Paired Differences df Sig. (2-tailed) 95% Confidence Interval of the Difference M ean Std. Deviat ion Std. Error

M ean Lower Upper Pair 1 Tuntas Awal - Tuntas Siklus 1 -.133 .352 .091 -.328 .062 -1.468 14 .164 Pair 2 Tuntas Awal - Tuntas Siklus 2 -.267 .458 .118 -.520 -.013 -2.256 14 .041 Pair 3 Tuntas Awal - Tuntas Siklus 3 -.533 .516 .133 -.819 -.247 -4.000 14 .001

Sumber: Data Primer Diolah (2016)

Berdasarkan Tabel 4.52 hasil perhitungan (olah data) dengan

menggunakan Paired Simples Test diperoleh hasil data awal sampai siklus I

0,164, pada data awal sampai siklus II diperoleh hasil 0,041, pada data awal

sampai siklus III diperoleh hasil 0,001. Hasil tersebut menunjukkan bahwa

pembelajaran menggunakan media benda konkret mempunyai pengaruh yang

signifikan terhadap hasil belajar siswa.

STIE

Widya

Wiwaha

Jangan

   

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan media benda

konkret dalam kegiatan pembelajaran dapat meningkatkan motivasi dan hasil

belajar siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial pada siswa kelas

IV semester II SD Negeri Karangsari kecamatan Sruweng Kabupaten

Kebumen tahun 2015/2016.

Namun, peneliti berpendapat bahwa masih terdapat kelemahan, antara

lain:

1. Untuk menyediakan media benda konkret sebagai media

pembelajaran seringkali merepotkan guru dalam proses persiapan

pembelajaran.

2. Kadangkala suatau ide, benda dan hal tertentu sangat sulit

dimanipulasi

3. Penggunaan media benda konkret yang sangat menarik perhatian

siswa seringkali menyebabkan banyak waktu tersita karena siswa

sangat menikmati bermain-main dengan media.

4. Sehubungan dengan poin 3, maka potensi kegaduhan siswa di kelas

akan meningkat.

5. Seringkali kita kesulitan untuk menghadirkan media yang

sesungguhnya karena ukuran dan keadaan benda yang tidak

memungkinkan untuk disajikan langsung di hadapan siswa, sehingga

diperlukan usaha atau kreatifitas guru untuk menampilkan replika

atau wujud tiruandari media tersebut agar bisa disajikan secara

langsung kepada siswa.

STIE

Widya

Wiwaha

Jangan

   

6. M embawa siswa ke berbagai tempat di luar sekolah terkadang

memiliki resiko dalam bentuk kecelakaan dan sejenisnya.

Kelemahan-kelemahan yang diuraikan di atas hendaknya dapat diatasi dengan

cara:

1. M enggunakan media benda asli yang ada di sekitar lokasi sekolah.

2. M edia harus dapat dijadikan penunjang dalam proses pembelajaran

3. Berusaha membawa benda asli ke dalam kelas yang dapat digunakan

untuk menjelaskan materi dalam lingkup kelas.

4. M edia dapat dimanipulasi sesuai dengan kebutuhan, situasi dan kondis.

5. Untuk mengatasi agar tidak banyak waktu tersita karena siswa sangat

menikmati bermain-main dengan media, maka guru harus lebih tegas

dalam membatasi waktu.

6. Agar tidak menimbulkan kegaduhan di kelas, maka seorang guru harus

bisa bersikap tegas serta banyak memotivasi siswa dalam penggunaan

media.

STIE

Widya

Wiwaha

Jangan

114   

A. S impulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dalam tiga siklus tentang penggunaan media benda konkret dalam pembelajaran pada siswa kelas IV SD Negeri Karangsari tahun ajaran 2015/2016 dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut.

1. Penggunaan media benda konkret dalam kegiatan pembelajaran dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial pada siswa kelas IV semester II SD Negeri Karangsari Kecamatan Sruweng Kabupaten Kebumen tahun 2015/2016. Hal ini terdapat peningkatan motivasi belajar siswa dari aspek unjuk kerja dalam kelompok pada studi awal 33,33% meningkat menjadi 66,67% pada siklus I, dan pada siklus II meningkat lagi menjadi 86,67%, sedangakan pada siklus III mencapai 100%. Pada aspek antusias dalam pencarian informasi pada studi awal 26,67% meningkat menjadi 53,33% pada siklus I, dan meningkat lagi menjadi 66,67% pada siklus II,dan meningkat lagi menjadi 93% pada siklus III. Pada aspek respon terhadap penjelasan/pertanyaan guru data studi awal 40%, kemudian pada siklus I meningkat menjadi 66,67%, sedangkan pada siklus II mencapai 80% dan meningkat mencapai 100% pada siklus III.

STIE

Widya

Wiwaha

Jangan

2. Penggunaan media benda konkret dalam kegiatan pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar IPS semester 2 pada siswa kelas IV SD Negeri Karangsari Tahun Ajaran 2015/2016. Peningkatan hasil belajar siswa dapat diketahui dari pencapaian hasil belajar tiap-tiap siklus. Nilai rata-rata pada studi awal 60,67, pada siklus I mencapai 71,33, pada siklus II mencapai 82,67, dan pada siklus III mencapai 91,33.

3. Hasil penelitian ini terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara penggunaan media benda konkret terhadap motivasi dan hasil belajar IPS semester 2 pada siswa kelas IV SD Negeri Karangsari Kecamatan Sruweng Kabupaten Kebumen. Hal ini ditunjukkan dengan nilai hasil analisis olah data program SPSS dari perbandingan ketuntasan studi awal dan siklus I hasilnya 0,164 < 0,005 artinya signifikan, perbandingan ketuntasan pada studi awal dengan siklus II hasilnya 0,041 < 0,005 artinya signifikan, perbandingan ketuntasan pada studi awal dengan siklus III hasilnya 0,001 < 0,005 artinya signifikan.

B. S aran

1. M ata pelajaran IPS sebaiknya disampaikan dengan dukungan penggunaan media pembelajaran yang sifatnya konkret. Hal ini akan meningkatkan motivasi dan keingintahuan siswa sehingga hasil belajar yang diperoleh dapat maksimal. Penggunaan media benda konkret lebih mudah membantu pemahaman kognitif siswa sehingga dapat mempercepat dan mempermudah pemahaman tewrhadap materi pembelajaran.

STIE

Widya

Wiwaha

Jangan

2. M edia pembelajaran dan lembar kerja siswa yang telah dibuat perlu terus dikembangkan dan direvisi agar benar-benar dapat membantu siswa dalam memahami materi pelajaran. Sangat diperlukan niat dan langkah guru konkret guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran.

3. Untuk peneliti selanjutnya, diharapkan agar dapat mengembangkan dan memperkuat hasil penelitian ini dengan mengadakan penelitian lebih lanjut. 4. Sekolah sebaiknya menyediakan alat peraga yang lebih lengkap dan

inovatif untuk menunjang keberhasilan pembelajaran.

STIE

Widya

Wiwaha

Jangan

Dokumen terkait