Gambar 4.35
Diagram Peningkatan ketuntasan belajar siswa dari siklus II ke siklus III
Sumber: Data Primer Diolah (2016)
Dari diagram batang di atas menunjukkan adanya peningkatan
ketuntasan belajar siswa dari siklus II ke siklus III terhadap materi
pembelajaran IPS secara signifikan sebesar 26,67%. Berdasarkan hasil
belajar siklus III menunjukkan tidak terdapat permasalahan dalam
pelaksanaan pembelajaran. Sehingga penelitian cukup dilaksanakan
sampai siklus III saja.
C. Perbandingan Hasil Tindakan Antar S iklus
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dideskripsikan dari data awal
sampai dengan siklus III pada mata pelajaran IPS semester 2 kelas IV SDN
Karangsari Kecamatan Sruweng Kabupaten Kebumen dengan
menggunakanmedia benda konkret, dapat dikatakan bahwa menggunakan
STIE
Widya
Wiwaha
Jangan
media pembelajaran tidak hanya bertujuan untuk mengetahui motivasi belajar
siswa, tetapi juga untuk mengetahui hasil belajar siswa. Peningkatan motivasi
belajar siswa dari data awal Siklus I sampai siklus III dapat dilihat pada
tabel-tabel berikut ini:
Tabel 4.36
Aktifitas Siswa Data Awal dan Siklus 1
Aspek Awal Siklus 1
Frekuensi Persen Frekuensi Persen Unjuk kerja dalam
kelompok
5 33.3% 10 66.7%
Antusias dalam pencarian informasi
4 26.7% 8 53.3%
Respon penjelasan guru 6 40.0% 10 66.7%
Sumber: Data Primer Diolah (2016)
Hasil Data awal menunjukkan bahwa pencapaian target belum sesuai
indikator sehingga perlu diadakan perbaikan dalam kegiatan pembelajaran.
Pada siklus I hasil observasi menunjukkan adanya peningkatanaktifitas siswa.
Pada aspek unjuk kerja dalam kelompok di Data awal 33,3% meningkat
menjadi 66,7% pada siklus I, ini menunjukkan kenaikan sebesar 33,4%.
Antusias siswa dalam pencarian informasi juga mengalami kenaikan dari
26,7% pada Data awal meningkat menjadi 53,3% pada siklus I, ini
menunjukkan kenaikan sebesar 26,6%. Pada aspek respon siswa terhadap
penjelasan guru juga mengalami kaenaikan dari 40% pada Data awal menjadi
66,7% pada siklus I, sehingga terjadi kenaikan sebesar 26,7%. Berikut
STIE
Widya
Wiwaha
Jangan
disajikan gambar diagram analisis proses penggunaan media benda konkret
pada siklus I.
Gambar 4.37
Diagram Aktifitas Siswa pada Kondisi Awal dan Siklus 1
Sumber: Data Primer Diolah (2016)
Berdasarkan gambar 4.37 di atas menunjukkan adanya peningkatan
aktifitas siswa dalam kegiatan pembelajaran pada siklus I. Rata-rata
peningkatan tiap aspek adalah sebesar 28,9%. Namun hasil peningkatan ini
belum sesuai target sehingga masih perlu dilakukan tindak lanjut pada
perbaikan pembelajaran di siklus II.
STIE
Widya
Wiwaha
Jangan
Tabel 4.38
Aktifitas Siswa Data Awal dan Siklus II
Aspek Data Awal Siklus II
Frekuensi Persen Frekuensi Persen
Unjuk kerja dalam kelompok 5 33.3% 13 86.7%
Antusias dalam pencarian informasi
4 26.7% 10 66.7%
Respon penjelasan guru 6 40.0% 12 80.0%
Sumber: Data Primer Diolah (2016)
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pencapaian target belum sesuai
indikator sehingga perlu diadakan perbaikan dalam kegiatan pembelajaran.
Pada siklus II hasil observasi menunjukkan adanya peningkatan aktifitas
siswa. Pada aspek unjuk kerja dalam kelompok di siklus I sebesar 33.3%
meningkat menjadi 86,7% pada siklus II, ini menunjukkan kenaikan sebesar
53%. Antusias siswa dalam pencarian informasi juga mengalami kenaikan dari
26,7% pada Data awal meningkat menjadi 66,7% pada siklus II, ini
menunjukkan kenaikan sebesar 50%. Pada aspek respon siswa terhadap
penjelasan guru juga mengalami kaenaikan dari 40% pada data awal menjadi
80% pada siklus II, sehingga terjadi kenaikan sebesar 40%. Berikut disajikan
gambar diagram analisis proses penggunaan media benda konkret pada siklus
III.
STIE
Widya
Wiwaha
Jangan
Plagiat
Gambar 4.39
AktifitasKondisi Awal dan Siklus II
Sumber: Data Primer Diolah (2016)
Berdasarkan gambar 4.39 di atas menunjukkan adanya peningkatan
aktifitas siswa dalam kegiatan pembelajaran pada siklus II. Rata-rata
peningkatan tiap aspek adalah sebesar 44,47%. Namun hasil peningkatan ini
belum sesuai target sehingga masih perlu dilakukan tindak lanjut pada
perbaikan pembelajaran di siklus III.
Tabel 4.40
Aktifitas Siswa Data Awal dan Siklus III
Aspek Awal Siklus 3
Frekuensi Persen Frekuensi Persen
Unjuk kerja dalam kelompok 5 33.3% 14 93.3%
Antusias dalam pencarian informasi 4 26.7% 14 93.3%
Respon penjelasan guru 6 40.0% 15 100%
Sumber: Data Primer Diolah (2016)
STIE
Widya
Wiwaha
Jangan
Hasil Data awal menunjukkan bahwa pencapaian target belum sesuai
indikator sehingga perlu diadakan perbaikan dalam kegiatan pembelajaran.
Pada siklus III hasil observasi menunjukkan adanya peningkatan aktifitas
siswa. Pada aspek unjuk kerja dalam kelompok dan antusias siswa dalam
pencarian informasi pada siklus III sudah mencapai 93,3%. Pada aspek respon
siswa terhadap penjelasan guru telah 100% siswa antusias. Untuk lebih
jelasnya berikut disajikan gambar diagram analisis proses penggunaan media
benda konkret pada siklus III.
Gambar 4.41
Diagram Perbandingan AktifitasKondisi Awal dan Siklus III
Sumber: Data Primer Diolah (2016)
Berdasarkan gambar 4.41 di atas menunjukkan adanya peningkatan
aktifitas siswa dalam kegiatan pembelajaran pada siklus III. Rata-rata
peningkatan tiap aspek adalah sebesar 44,47%. Hasil peningkatan ini telah
sesuai target sehingga tidak perlu dilakukan tindak lanjut.
STIE
Widya
Wiwaha
Jangan
Tabel 4.42
Peningkatan M otivasi Belajar SiswaData Awal, Siklus I & Siklus III
No Tindakan Nilai rata-rata keaktifan
belajar siswa
Keterangan
1 Data Awal 33,33 Belum M emenuhi Target
2 Siklus I 62,23 Belum M emenuhi Target
3 4 Siklus II Siklus III 77,8 95,53
Belum M emenuhi Target
M emenuhi Target
Sumber: Data Primer Diolah (2016)
Berdasarkan tabel 4.39, dapat diketahui bahwa rata-rata persentase hasil
observasi langkah-langkah pembelajaran pada tiap siklus selalu mengalami
perubahan. Rata-rata hasil observasi data awal sebesar 33,33%. Sedangkan
rata-rata hasil observasi pada siklus I 62,23%, rata-rata hasil observasi pada
siklus II 77,8%,rata-rata hasil observasi pada siklus III 95,53%. Rata-rata
keseluruhan hasil observasi data awal sampai dengan siklus III mengalami
kenaikan. Jadi, secara umum dapat disimpulkan bahwa penggunaan media
benda konkret pada kegiatan pembelajaran siklus I sampai dengan siklus III
telah memenuhi target kesesuaian langkah pembelajaran pada skenario
penelitian.Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 4.43.
STIE
Widya
Wiwaha
Jangan
Gambar 4.43
Diagram Peningkatan AkrifitasSiswa dariData Awal sampai Siklus III
Sumber: Data Primer Diolah (2016)
Selain hasil observasi motivasi belajar siswa setelah penggunaan media
benda konkret dalam pembelajaran, disini juga akan ditampilkan rata-rata
ketuntasan hasil belajar siswa dari data sampai siklus III.
Perbandingan nilai hasil belajar siswa pada Data awal dan siklus I dapat
dilihat dari tabel 4.44 berikut ini:
STIE
Widya
Wiwaha
Jangan
Tabel 4.44
Perbandingan Nilai Hasil Belajar Data Awal dan Siklus I
No Rentang Nilai Frekuensi Presentase Ket
Data Awal Siklus I Data Awal Siklus I
1 0-10 0 0 0 0 - 2 11-20 0 0 0 0 - 3 21-30 0 0 0 0 - 4 31-40 5 2 33,3 13,3 BT 5 41-50 2 3 13,3 20,0 BT 6 51-60 2 1 13,3 6,7 BT 7 61-70 0 1 0 6,7 BT 8 71-80 5 2 33,3 13,3 T untas 9 81-90 1 5 6,7 33,3 T untas 10 91-100 0 1 0 6,7 T untas ∑ 15 15 100% 100% < KKM (71) 9 7 60% 46,67 BT ≥ KKM (71) 6 8 40% 53,33 T untas Nilai Rata-rata Nilai tertinggi Nilai terendah 60,67 71,33 90 100 40 40
Sumber: Data Primer Diolah (2016)
Dari tabel 4.44 tersebut terlihat bahwa pada kegiatan siklus I terjadi
peningkatan daya serap terhadap materi ajar sebagai berikut:
a. Pada Data awal siswa yang tuntas baru mencapai 40%
b. Dari Data awal ke siklus I meningkat menjadi 53,33%
c. Sehingga kenaikan ketuntasan siswa mencapai 13,33%
Perbandingan nilai hasil belajar siswa pada Data awal dan siklus I dapat
dilihat dari tabel 4.45 berikut ini:
STIE
Widya
Wiwaha
Jangan
Gambar 4.45
Diagram Peningkatan Hasil Belajar Data Awal dengan Siklus I
Sumber: Data Primer Diolah (2016)
Perbandingan nilai hasil belajar siswa pada Data awal dengan siklus II
dapat dilihat dari tabel 4.46 berikut ini:
Tabel 4.46
Peningkatan Hasil Belajar DataAwaldengan Siklus II
No Rentang Nilai Frekuensi Presentase Ket
Data Awal Siklus II Data Awal Siklus II
1 0-10 0 0 0 0 - 2 11-20 0 0 0 0 - 3 21-30 0 0 0 0 - 4 31-40 5 0 33,3 0 BT 5 41-50 2 0 13,3 0 BT 6 51-60 2 4 13,3 26,7 BT 7 61-70 0 1 0 6,7 BT 8 71-80 5 2 33,3 13,3 T untas 9 81-90 1 3 6,7 20,0 T untas 10 91-100 0 5 0 33,3 T untas ∑ 15 15 100% 100 < KKM (71) 9 10 60% 33,33 BT ≥ KKM (71) 6 5 40% 66,67 T untas Nilai Rata-rata Nilai tertinggi Nilai terendah 60,67 82,67 90 100 40 60 Sumber: Data Primer Diolah (2016)
STIE
Widya
Wiwaha
Jangan
Dari tabel 4.46 tersebut terlihat bahwa pada kegiatan siklus II terjadi
peningkatan daya serap terhadap materi ajar sebagai berikut:
a. Pada Data awal siswa yang tuntas baru mencapai 40%
b. Dari Data awal ke siklus II meningkat menjadi 66,67%
c. Sehingga kenaikan ketuntasan siswa mencapai 26,67%
Gambaran peningkatan secara jelas dapat dilihat pada diagram batang
berikut:
Gambar 4.47
Diagram Peningkatan Hasil Belajar Data awal dan siklus II
Sumber: Data Primer Diolah (2016)
Dari diagram batang di atas menunjukkan adanya peningkatan
ketuntasan belajar siswa terhadap materi pembelajaran IPS secara signifikan
sebesar 13,33%.
Perbandingan nilai hasil belajar siswa pada Data awal dan siklus III
dapat dilihat dari tabel 4.45 berikut ini:
STIE
Widya
Wiwaha
Jangan
Tabel 4.48
Perbandingan Nilai Hasil Belajar Data Awal dan Siklus III
No Rentang Nilai
Frekuensi Presentase Ket
Data Awal
Siklus III Data Awal Siklus III
1 0-10 0 0 0 0 - 2 11-20 0 0 0 0 - 3 21-30 0 0 0 0 - 4 31-40 5 0 33,3 0 - 5 41-50 2 0 13,3 0 - 6 51-60 2 0 13,3 0 BT 7 61-70 0 1 0 6,7 BT 8 71-80 5 4 33,3 26,7 T untas 9 81-90 1 2 6,7 13,3 T untas 10 91-100 0 8 0 53,3 T untas ∑ 15 15 100% 100 < KKM (71) 9 1 60% 0,63 BT ≥ KKM (71) 6 14 40% 93,33 T untas Nilai Rata-rata Nilai tertinggi Nilai terendah 82,67 91,33 60,67 100 100 90 60 70 40
Sumber: Data Primer Diolah (2016)
Dari tabel 4.48.tersebut terlihat bahwa pada kegiatan siklus III terjadi
peningkatan daya serap terhadap materi ajar sebagai berikut:
a. Pada siklus III siswa yang tuntas telah mencapai 93,33%
b. Sehingga kenaikan ketuntasan siswa mencapai 53,33%
Gambaran peningkatan secara jelas dapat dilihat pada diagram batang
berikut:
STIE
Widya
Wiwaha
Jangan
Plagiat
Gambar 4.49
Peningkatan Ketuntasan Hasil Belajar Data Awal dan Siklus III
Sumber: Data Primer Diolah (2016)
Dari diagram batang di atas menunjukkan adanya peningkatan
ketuntasan belajar siswa terhadap materi pembelajaran IPS secara signifikan
sebesar 53,33%. Berdasarkan hasil belajar siklus III menunjukkan tidak
terdapat permasalahan dalam pelaksanaan pembelajaran.Sehingga penelitian
cukup dilaksanakan sampai siklus III saja.
STIE
Widya
Wiwaha
Jangan
Tabel 4.50
Analisis Hasil Belajar Siswa dari data awal sampai siklus III
No Tindakan Nilai rata-rata hasil
belajar Keterangan
1 Data Awal 60,67 Belum M emenuhi Target
2 Siklus I 71,33 Belum M emenuhi Target
3 Siklus II 82,67 Belum M emenuhi Target
4 Siklus III 91,33 M emenuhi Target
Sumber: Data Primer Diolah (2016)
Berdasarkan tabel 4.50 dapat diketahui bahwa hasil belajar siswa pada
data awal sampai siklus III selalu mengalami perubahan. Pencapaian hasil
belajar siswa yang mencapai ≥ KKM pada data awal baru sebanyak 6 anak
atau sebesar 40%, pada siklus I sebesar 53,33% atau sebanyak 8 anak, pada
siklus II sebesar 66,67% atau sebanyak 10 anak, pada siklus III sebesar
93,33% atau sebanyak 14 siswa telah mencapai KKM , hal ini menunjukkan
terjadinya kenaikan. Pencapaian hasil belajar dari tiap siklus tersebut
merupakan perubahan ke arah pencapaian yang lebih baik atau
signifikan.Untuk lebih jelasnya mengenai analisis hasil belajar siswa tersebut
dapat dilihat pada gambar 4.48 berikut ini:
STIE
Widya
Wiwaha
Jangan
Gambar 4.51
Diagram Analisis Hasil Belajar dari Dataawal sampai Siklus III
Sumber: Data Primer Diolah (2016)
D. Pembahasan
Berdasarkan perbandingan hasil penelitian antar siklus yang telah
dideskripsikan, dapat diketahui bahwa penggunaan media benda konkret pada
kegiatan pembelajaran dari siklus I sampai dengan siklus III telah memenuhi
STIE
Widya
Wiwaha
Jangan
target dengan perolehan rata-rata hasil observasi mencapai 93,33% artinya
hasil tersebut lebih dari kriteria minimum.
Penggunaan media benda konkret dalam pembelajaran merupakan salah
satu alternatif dalam upaya meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPS
semester 2 siswa kelas IV SD Negeri Karangsari. Selain itu penggunaan benda
konkret sebagai media pembelajaran sudah memperhatikan karekteristik siswa
kelas IV antara lain anak pada usia-usia ini anak dapat melakukan penalaran
yang logis yang diaplikasikan dalam kegiatan yang teratur dan runtut.
Penggunaan media benda konkret mampu meningkatkan motivasi dan hasil
belajar siswa kelas IV. Hal tersebut terbukti dengan rata-rata motivasi belajar
siswa pada data awal 33,33% , pada siklus I mencapai 62,23%, pada siklus II
mencapai 78%, dan pada siklus III mencapai 95,53%. Rata-rata hasil belajar
siswa pada data awal 40%,siklus I 53,33%, pada siklus II 67% dan pada siklus
III 93,33%. Berdasarkan data rata-rata motivasi dan hasil belajar siswa, maka
dapatdisimpulkan bahwa penelitian ini berhasil sesuai target.
Analisa data dalam penelitian ini menggunakan program SPSS.17.00.
Hasil perhitungan (olah data) menggunakan Paired Simples Test dapat dilihat
pada table di bawah ini:
STIE
Widya
Wiwaha
Jangan
Tabel 4.52
Analisis keaktifan belajar siswa dengan Paired Simples Test
Paired S amples Test
Paired Differences df Sig. (2-tailed) 95% Confidence Interval of the Difference M ean Std. Deviat ion Std. Error
M ean Lower Upper Pair 1 Tuntas Awal - Tuntas Siklus 1 -.133 .352 .091 -.328 .062 -1.468 14 .164 Pair 2 Tuntas Awal - Tuntas Siklus 2 -.267 .458 .118 -.520 -.013 -2.256 14 .041 Pair 3 Tuntas Awal - Tuntas Siklus 3 -.533 .516 .133 -.819 -.247 -4.000 14 .001
Sumber: Data Primer Diolah (2016)
Berdasarkan Tabel 4.52 hasil perhitungan (olah data) dengan
menggunakan Paired Simples Test diperoleh hasil data awal sampai siklus I
0,164, pada data awal sampai siklus II diperoleh hasil 0,041, pada data awal
sampai siklus III diperoleh hasil 0,001. Hasil tersebut menunjukkan bahwa
pembelajaran menggunakan media benda konkret mempunyai pengaruh yang
signifikan terhadap hasil belajar siswa.
STIE
Widya
Wiwaha
Jangan
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan media benda
konkret dalam kegiatan pembelajaran dapat meningkatkan motivasi dan hasil
belajar siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial pada siswa kelas
IV semester II SD Negeri Karangsari kecamatan Sruweng Kabupaten
Kebumen tahun 2015/2016.
Namun, peneliti berpendapat bahwa masih terdapat kelemahan, antara
lain:
1. Untuk menyediakan media benda konkret sebagai media
pembelajaran seringkali merepotkan guru dalam proses persiapan
pembelajaran.
2. Kadangkala suatau ide, benda dan hal tertentu sangat sulit
dimanipulasi
3. Penggunaan media benda konkret yang sangat menarik perhatian
siswa seringkali menyebabkan banyak waktu tersita karena siswa
sangat menikmati bermain-main dengan media.
4. Sehubungan dengan poin 3, maka potensi kegaduhan siswa di kelas
akan meningkat.
5. Seringkali kita kesulitan untuk menghadirkan media yang
sesungguhnya karena ukuran dan keadaan benda yang tidak
memungkinkan untuk disajikan langsung di hadapan siswa, sehingga
diperlukan usaha atau kreatifitas guru untuk menampilkan replika
atau wujud tiruandari media tersebut agar bisa disajikan secara
langsung kepada siswa.
STIE
Widya
Wiwaha
Jangan
6. M embawa siswa ke berbagai tempat di luar sekolah terkadang
memiliki resiko dalam bentuk kecelakaan dan sejenisnya.
Kelemahan-kelemahan yang diuraikan di atas hendaknya dapat diatasi dengan
cara:
1. M enggunakan media benda asli yang ada di sekitar lokasi sekolah.
2. M edia harus dapat dijadikan penunjang dalam proses pembelajaran
3. Berusaha membawa benda asli ke dalam kelas yang dapat digunakan
untuk menjelaskan materi dalam lingkup kelas.
4. M edia dapat dimanipulasi sesuai dengan kebutuhan, situasi dan kondis.
5. Untuk mengatasi agar tidak banyak waktu tersita karena siswa sangat
menikmati bermain-main dengan media, maka guru harus lebih tegas
dalam membatasi waktu.
6. Agar tidak menimbulkan kegaduhan di kelas, maka seorang guru harus
bisa bersikap tegas serta banyak memotivasi siswa dalam penggunaan
media.
STIE
Widya
Wiwaha
Jangan
114
A. S impulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dalam tiga siklus tentang penggunaan media benda konkret dalam pembelajaran pada siswa kelas IV SD Negeri Karangsari tahun ajaran 2015/2016 dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut.
1. Penggunaan media benda konkret dalam kegiatan pembelajaran dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial pada siswa kelas IV semester II SD Negeri Karangsari Kecamatan Sruweng Kabupaten Kebumen tahun 2015/2016. Hal ini terdapat peningkatan motivasi belajar siswa dari aspek unjuk kerja dalam kelompok pada studi awal 33,33% meningkat menjadi 66,67% pada siklus I, dan pada siklus II meningkat lagi menjadi 86,67%, sedangakan pada siklus III mencapai 100%. Pada aspek antusias dalam pencarian informasi pada studi awal 26,67% meningkat menjadi 53,33% pada siklus I, dan meningkat lagi menjadi 66,67% pada siklus II,dan meningkat lagi menjadi 93% pada siklus III. Pada aspek respon terhadap penjelasan/pertanyaan guru data studi awal 40%, kemudian pada siklus I meningkat menjadi 66,67%, sedangkan pada siklus II mencapai 80% dan meningkat mencapai 100% pada siklus III.
STIE
Widya
Wiwaha
Jangan
2. Penggunaan media benda konkret dalam kegiatan pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar IPS semester 2 pada siswa kelas IV SD Negeri Karangsari Tahun Ajaran 2015/2016. Peningkatan hasil belajar siswa dapat diketahui dari pencapaian hasil belajar tiap-tiap siklus. Nilai rata-rata pada studi awal 60,67, pada siklus I mencapai 71,33, pada siklus II mencapai 82,67, dan pada siklus III mencapai 91,33.
3. Hasil penelitian ini terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara penggunaan media benda konkret terhadap motivasi dan hasil belajar IPS semester 2 pada siswa kelas IV SD Negeri Karangsari Kecamatan Sruweng Kabupaten Kebumen. Hal ini ditunjukkan dengan nilai hasil analisis olah data program SPSS dari perbandingan ketuntasan studi awal dan siklus I hasilnya 0,164 < 0,005 artinya signifikan, perbandingan ketuntasan pada studi awal dengan siklus II hasilnya 0,041 < 0,005 artinya signifikan, perbandingan ketuntasan pada studi awal dengan siklus III hasilnya 0,001 < 0,005 artinya signifikan.
B. S aran
1. M ata pelajaran IPS sebaiknya disampaikan dengan dukungan penggunaan media pembelajaran yang sifatnya konkret. Hal ini akan meningkatkan motivasi dan keingintahuan siswa sehingga hasil belajar yang diperoleh dapat maksimal. Penggunaan media benda konkret lebih mudah membantu pemahaman kognitif siswa sehingga dapat mempercepat dan mempermudah pemahaman tewrhadap materi pembelajaran.
STIE
Widya
Wiwaha
Jangan
2. M edia pembelajaran dan lembar kerja siswa yang telah dibuat perlu terus dikembangkan dan direvisi agar benar-benar dapat membantu siswa dalam memahami materi pelajaran. Sangat diperlukan niat dan langkah guru konkret guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran.
3. Untuk peneliti selanjutnya, diharapkan agar dapat mengembangkan dan memperkuat hasil penelitian ini dengan mengadakan penelitian lebih lanjut. 4. Sekolah sebaiknya menyediakan alat peraga yang lebih lengkap dan
inovatif untuk menunjang keberhasilan pembelajaran.