2009 2010 Bank Konvensional
4.3. Perbandingan Kinerja Keuangan dan Efisiensi BUK dan BUS
Hasil analisis uji beda data berpasangan menyatakan rata-rata rasio CAR BUK lebih tinggi dibandingkan rasio CAR BUS. Artinya, BUK memiliki rasio kecukupan modal lebih baik dibandingkan BUS pada periode tersebut. Akan tetapi, berdasarkan analisis deskriptif BUK memiliki rasio CAR yang cenderung turun setiap tahunnya. Kondisi ini disebabkan oleh sifat BUK yang rentan terhadap resiko sehingga jumlah ATMR BUK setiap tahun semakin meningkat. Semakin tinggi ATMR maka akan semakin rendah nilai CAR perbankan.
Rasio likuiditas BUS lebih baik dibandingkan BUK. Hal ini dapat dilihat dari nilai FDR BUS yang lebih tinggi dibanding LDR BUK. Akan tetapi, analisis deskriptif menunjukkan rasio FDR yang menurun lebih besar jika dibanding rasio LDR. Kondisi ini disebabkan oleh laju peningkatan pembiayaan BUS yang tidak secepat laju dengan peningkatan DPK BUS.
Tingkat efisiensi usaha dan profitabilitas BUK dan BUS dibandingkan berdasarkan rasio ROA. Hasil uji data berpasangan menunjukkan rasio ROA BUK lebih baik dibandingkan rasio BUS karena rata-rata rasio ROA BUK lebih tinggi dibandingkan BUS. Kondisi ini disebabkan oleh keunggulan BUK dalam mengubah aset yang dimiliki menjadi aktiva yang menghasilkan laba usaha.
Rasio BOPO BUS lebih baik dibandingkan dengan BUK. Rata-rata rasio BOPO BUS dibandingkan dengan BUK. Artinya, BUS dapat lebih menekan biaya yang dikeluarkan dalam kegiatan operasionalnya.
Dari analisis deskriptif kinerja keuangan dan analisis efisiensi BUK BUS maka didapatkan hasil sebagai berikut.
Tabel 4.11. Perbandingan Rata-Rata Kinerja Keuangan dan Analisis Efisiensi BUK dan BUS Tahun 2006-2011
Rasio BUK BUS Keterangan
CAR 17,997 13,48 Terdapat perbedaan yang nyata. Kinerja BUK lebih baik dalam rasio permodalan.
FDR dan LDR 71,64 95,10 Terdapat perbedaan yang nyata. Kinerja BUS lebih baik dalam rasio likuiditas. NPF dan NPL 3,56 3,77 Rasio kualitas aktiva
produktif relatif sama. ROA 2,71 1,66 Terdapat perbedaan yang
nyata. Kinerja BUK lebih baik dalam rasio rentabilitas.
BOPO 86,30 79,73 Terdapat perbedaan yang nyata. Kinerja BUS lebih baik dalam rasio efisiensi. EFISIENSI 99,51 99,26 Nilai efisiensi intermediasi
BUK dan BUS relatif sama.
5.1. Kesimpulan
Hasil analisis kinerja keuangan dan efisiensi perbankan pada periode pengamatan 2006 sampai 2011 dan setelah krisis global tahun 2008 memberikan beberapa kesimpulan. Rasio CAR BUS dan BUK berada di atas ketentuan Bank Indonesia (8%) artinya BUK dan BUS berada pada posisi yang baik dalam memenuhi kecukupan modal. CAR BUK cenderung turun dibandingkan CAR BUS disebabkan oleh ATMR konvensional yang lebih bervariasi.
LDR BUK mengalami kenaikan dari tahun 2006 sampai 2011 kecuali di tahun 2008. Penurunan LDR tersebut terjadi akibat dampak dari krisis global yang juga dialami oleh Indonesia. FDR BUS mengalami kenaikan dari tahun 2006 hingga tahun 2008 tetapi dari tahun 2008 hingga 2009 mengalami penurunan yang cukup jauh karena semakin banyak nasabah menyimpan dana di bank syariah.
Rasio NPL BUK cenderung mengalami penurunan. Penurunan NPL tersebut disebabkan oleh adanya usaha BUK untuk memitigasi risiko kredit dengan membentuk Penyisihan Penghapusan Aktiva (PPAP) kredit. Pertumbuhan NPF BUS lebih tinggi pada periode setelah krisis karena bank syariah baru bisa melakukan restrukturisasi kredit jika masuk dalam kolektibilitas tiga.
Pergerakan rasio ROA BUS dan BUK menunjukkan tren yang sama dari tahun 2006 hingga 2011. Krisis menyebabkan ROA menurun karena kenaikan beban-beban dan kerugian transaksi valas/derivatif yang cukup tinggi.
Nilai BOPO BUK dan BUS masih cukup tinggi dan berfluktuasi karena rasio tersebut masih di atas 75%. Rasio BOPO tertinggi terjadi pada saat krisis 2008. Krisis menyebabkan peningkatan biaya operasional perbankan.
BUK mencapai kinerja yang efisien di tahun 2006,2007, 2010, dan 2011. Inefisiensi terjadi di tahun 2008 (97,27%), dan 2009 (99,76%). Inefisiensi terjadi pada variabel output yaitu DPK, pendapatan operasional, dan kredit yang belum maksimal. BUS mencapai kinerja yang efisien di tahun 2006 sampai 2008 serta 2011. Inefisiensi terjadi di tahun 2009 (96,85%) dan 2010 (98,73%). Inefisiensi terjadi pada variabel input yaitu DPK dan beban operasional serta variabel output yaitu pendapatan operasional dan pembiayaan.
Pada periode setelah krisis (2009) terdapat 4 BUK dan 2 BUS yang mengalami inefisiensi. Bank yang mengalami inefisiensi adalah Bank Artha Graha (98,54%), Bank Maspada Internasional (92,69), Bank Syariah Mandiri (92,65%), Bank Nusantara (91,72%), Bank Ekonomi Raharja (75,04%), dan BRI Syariah (72,68%).
Pada periode setelah krisis (2010) terdapat 4 BUK dan 1 BUS yang mengalami inefisiensi. Bank yang mengalami inefisiensi adalah Bank Mutiara (97,25%), Bank Artha Graha (97,54%), Bank Maspada Internasional (94,36), Bank Ekonomi Raharja (77,65%), dan BRI Syariah (85,24%).
Bedasarkan uji t data berpasangan terdapat perbedaan nyata pada rasio CAR, FDR/LDR, ROA, dan BOPO. BUK memiliki keunggulan pada rasio CAR dan ROA sedangkan BUS memiliki keunggulan pada rasio FDR dan BOPO.
5.2. Saran
Berdasarkan hasil kesimpulan di atas, maka saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut.
1. Analisis kinerja keuangan perbankan perlu dilakukan setiap periode dengan mengamati perekonomian nasional.
2. Hasil perhitungan tingkat efisiensi menggunakan metode DEA dapat dijadikan sebagai alternatif atau pembanding dalam menilai kinerja operasional perbankan.
3. Perlu dilakukan penelitian serupa dengan menggunakan variabel input dan
Abdurohman. 2003. The Role of Financial Development in Promoting Economic
Growth: Empirical Evidence of Indonesian Economic. Jurnal Keuangan dan Moneter, Vol. 6, No.2.
Abidin, Zainal. 2007. Kinerja Efisiensi pada Bank Umum. Paper dalam
Proceeding PESAT (Psikologi, Ekonomi, Sastra, Arsitek dan Sipil) Auditorium Kampus Gunadarma tanggal 21-22 Agustus 2007, Vol. 2,
Jakarta.
Adam, Latif. 22 April 2009. Kredit Bermasalah, Penyebab dan Dampaknya. Harian Seputar Indonesia.
Amirillah, Muhammad Afif. 2010. Efisiensi Perbankan Syariah di Indonesia
Tahun 2005-2009. [tesis]. Program Pascasarjana. Universitas Diponegoro.
Ascarya, Diana Yumanita, dan Guruh S. Rokhimah. 2008. Analisis Efisiensi
Perbankan Konvensional dan Perbankan Syariah di Indonesia dengan Data Envelopment Analysis (DEA). Paper dalam Buku Current Issues Lembaga Keuangan Syariah Tahun 2009, TIM IAEI, Jakarta: Kencana Prenada Media
Group.
Astiyah, Siti dan Jardine A. Husman. 2006. Fungsi Intermediasi dalam Efisiensi
Perbankan di Indonesia: Derivasi Fungsi Profit. Paper dalam Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan pada bulan Maret 2006, Jakarta: Bank
Indonesia.
Almilia, Luciana Spica dan Winny Herdiningtyas. 2005. Analisis Rasio Camel
terhadap Prediksi Kondisi Bermasalah Pada Lembaga Perbankan Perioda 2000- 2002. Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Volume 7. No.2 November,
Jakarta.
Antonio, M. Syafi’i. 2001. Bank Syari’ah Dari Teori ke Praktek. Jakarta: Gema Insani Press.
Arifin, Zainul. 2009. Dasar-Dasar Manajemen Bank Syariah. Jakarta: Pustaka Alvabeth.
Bank Indonesia. 2006-20101. Statistik Perbankan Indonesia. Jakarta.
Bank Indonesia. 2006-2011. Statistik Perbankan Indonesia Syariah. Jakarta. Banker, R. D., Charmes, A., dan Cooper, W. W. 1984. Some Models for
Estimating Technical and Scale Inefficiencies in Data Envelopment Analysis. Management Science, 30, 1078-1092.
Barr, Richard. S., Killgo, Kory. A. , Siems, Thomas. F. and Zimmel, Sheri. 1999.
Evaluating the Productive Efficiency dan Performance of U.S. Commercial Banks. Managerial Finance.
Bauer, P. W., Berger, A. N. and Ferrier, G. D. 1998. Consistency Condition for
Regulatory Analysis of Financial Institutions: A Comparison of Frontier Approuch Methods. Journal of Economics and Bussines. USA.
Berger, A. N. dan Mester, L. J. 1997. Inside the Black Box: What explains
diffeerences in the efficiency of financial institutions?. Journal of Banking and Finance, 21, 895-947.
Farrell, M.J. 1957. The measurement of Productive Efficiency. Journal of the
Royal Statistical Society, Vol 120 No. 3, pp.253-281.
Febryani, Anita dan Rahadian Zulfadin. 2002. Analisis Perbandingan Bank
Devisa dan Non Devisa Dengan Menggunakan rasio ROA, ROE, dan LDR.
Jurnal Akuntansi dan Keuangan.
Hanafi, Mamduh dan Abdul Halim. 2003. Analisis Laporan Keuangan. AMP-YKPN. Yogyakarta.
Huri, Mumu Daman dan Indah Susilowati. 2004. Pengukuran Efisiensi Relatif
Emiten Perbankan dengan Metode Data Envelopment Analysis (DEA). (Studi Kasus: Bank-Bank yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta Tahun 2002).
Dinamika Pembangunan,Vol. 1. No. 2.
Isna, Rahmawati. 2008. Analisis Komparasi Kinerja Keuangan Antara PT. Bank
Syariah Mandiri Dan PT. Bank Rakyat Indonesia. Skripsi Program Sarjana.
Jurusan Ekonomi Islam. Program Studi Keuangan Dan Perbankan.
Judisseno, Rimsky K. 2005. Sistem Moneter dan Perbankan di Indonesia. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Karim, Adiwarman. 2004. Bank Islam Analisis Fiqh dan Keuangan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Kasmir. 2010. Pemasaran Bank. Edisi Revisi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Kasmir. 2003. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.
Kuncoro, Mudradjat. (2002). Manajemen Perbankan. Yogyakarta. BPFE.
Kurnia, Akhmad Syakir. 2004. Mengukur Efisiensi Intermediasi Sebelas Bank
Terbesar Indonesia dengan Pendekatan Data Envelopment Analysis/ DEA. Jurnal Bisnis Strategi, Vol. 13. Jurnal Penelitian Ekonomi Universitas
Dipenogoro, Jawa Tengah.
Magrianti, Tessa. 2011. Analisis Perbandingan Efisiensi Bank Umum Syariah
dengan Bank Umum Konvensional di Indonesia. [tesis]. Fakultas Ekonomi
dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Merindawati, Rinda. 2006. Pengaruh Simpanan Dana Pihak Ketiga Terhadap
Perolehan Laba Operasional Bank Jabar. Bandung: Universitas Padjajaran.
Muliaman D. Hadad, Wimboh Santoso, Dhaniel Ilyas dan Eugenia Mardanugraha. 2003. Analisis Efisiensi Industri Perbankan Indonesia: Penggunaan Metode
Non-Parametrik Data Envelopment Analysis (DEA). Bank Indonesia Research Paper, Jakarta: Bank Indonesia.
Muharram, H. dan Pusvitasari, R. 2007. Analisis Perbandingan Efisiensi Bank
Syariah di Indonesia dengan Metode Data Envelopmet Analysis (Periode Tahun 2005). Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam, Vol II, No. 3, Yogyakarta.
M. Noor Agung. 2005. Perbandingan Kinerja Bank Umum Syariah dengan Bank
Umum Konvensional: Indonesia . Yogyakarta: Fakultas Ekonomi Universitas
Gadjah Mada.
Nurul Komaryatin. 2006. Analisis Efisiensi Teknis Industri BPR di Eks
Karesidenan Pati. Semarang : Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.
Prasetyo, Indra. 2008. Analisis Kinerja Keuangan Bank Syariah dan Bank
Konvensional di Indonesia. Jurnal Aplikasi Manajemen Volume 6. No. 2.
Agustus. FE Ubiversitas Brawijaya: Malang.
Pratin, Akhyar Adnan. 2005. Analisis Hubungan Simpanan, Modal Sendiri, NPL,
Prosentase Bagi Hasil dan Markup Keuntungan Terhadap Pembiayaan Pada Perbankan Syariah: Studi Kasus Pada Bank Muamalat Indonesia (BMI).
Jurnal Sinergi, Kajian Bisnis dan Manajemen, Edisi Khusus on Finance, Hal.
35-52.
Purwanto, Rakhmat. 2011. Analisis Perbandingan Efisiensi Bank Umum
Konvensional (Buk) Dan Bank Umum Syariah (Bus) Di Indonesia Dengan Metode Data Envelopment Analysis (DEA) (Periode 2006-2010). [skripsi].
Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Diponegoro.
Ramanathan, R. 2003. An Introdustion to Data Envelopment Analysis. London : Sage Publications.
Rindawati, Erna. 2007. Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Perbankan
Syariah dengan Perbankan Konvensional. [skripsi]. Universitas Ialam
Indonesia.
Siamat, Dahlan, 2005, Manajemen Lembaga Keuangan, Edisi Keempat, Badan Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta.
Subaweh, Imam. 2008. Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Bank Syariah
dan Bank Konvensional Periode 2003-2007. Jurnal Ilmiah Ekonomi Bisnis.Vol.13, No.2.
Sudarsono, Heri. 2009. Dampak Krisis Keuangan Global terhadap Perbankan di
Indonesia: Perbandingan antara Bank Konvensional dan Bank Syariah. Jurnal Ekonomi Islam. Vol III, No. 1.
Sutawijaya, Adrian dan Etty Puji Lestari. 2009. Efisiensi Teknik Perbankan
Indonesia Pascakrisis Ekonomi: Sebuah Studi Empiris Penerapan Model DEA. Jurnal Ekonomi Pembangunan. Vol 10, No.1.
Yudhistira, Donsyah. 2003. Efficiency in Islamic Banking an Empirical Analysis
Lampiran 1. Efisiensi Perbankan Setelah Krisis BANK ARTHA GRAHA 2009
Variabel Aktual Target Potensial Improvement Input Beban Tenaga Kerja 212.584 212.584 0
Aset 15.432.309 15.432.309 0
Simpanan 12.443.300 12.260.796,07 -1,47 Output Kredit 11.016.610 11.179.459,28 1,48
Pendapatan Operasional 1.675.291 1.857.155,61 10,86