• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perbandingan Perancangan Vertical Greenery Pada Bidang Kolom

IV. KONDISI UMUM PT Envirospace Consultant Indonesia

5.4. Perbandingan Perancangan Vertical Greenery Pada Bidang Kolom

Kedua proyek yang diikuti mahasiswa magang dengan PT. ESCI, memiliki bentuk bidang vertikal yang berbeda, yaitu bidang kolom dan bidang dinding. Bidang kolom merupakan bentuk dari bangun tabung atau silinder yang dibentuk oleh dua buah lingkaran identik yang sejajar dan sebuah persegi panjang yang melengkung mengelilingi lingkaran (selimut tabung). Selimut tabung tersebut

membuat permukaan tabung yang dirancang untuk vertical greenery menjadi

melengkung. Bidang dinding berbentuk 4 persegi panjang dengan bentuk permukaan yang datar. Bidang persegi yang membentuk permukaan dinding membuat bentuk permukaan menjadi datar. Perbedaan bentuk dimensi dari kedua

bidang vertikal tersebut menjadi dasar untuk membandingkan perancangan

vertical greenery yang digunakan PT. ESCI yang mencakup struktur pendukung, tanaman, media tanam, dan sistem irigasi (Tabel13).

Tabel 13. Perbandingan Perancangan Vertical Greenery Bidang Kolom dan Bidang Dinding

No Sistem Vertical Greenery

Bidang Kolom Bidang Dinding

1 Konsep Desain Pola desain memberikan aksen

ketinggian dan pengarah

Pola desain sebagai lukisan untuk merefleksikan karakter lanskap sekitar

2 Struktur Pendukung

  a.VGM Tidak cocok untuk permukaan melengkung

Cocok untuk permukaan datar

  b.Frame Module Tidak cocok untuk permukaan melengkung

Cocok untuk permukaan datar

  c.Rel Module Tidak tergantung bentuk bidang Tidak tergantung bentuk bidang

3 Tanaman Tidak tergantung bentuk bidang Tidak tergantung bentuk

bidang

4 Media Tidak tergantung bentuk bidang Tidak tergantung bentuk

bidang 5 Irigasi

  a.Aliran irigasi Mengelilingi bentukan dasar lingkaran

lurus mengikuti lebar dinding

  b.Pembelok aliran Menggunakan pembelok aliran elbow knee 45° Pipa lurus tanpa pembelok

c.Pembagi aliran Menggunakan elbow knee 90° Menggunakan 90 elbow knee

°

5.4.1 Konsep Desain

Konsep desain yang digunakan pada setiap bidang memiliki perbedaan tergantung bentuk bidang dan kondisi lingkungan sekitar. Bidang kolom yang

berada di area jalan raya berfungsi sebagai tiang penopang fly over dan dapat

diaplikasikan sebagai pengarah jalan. Bidang kolom berbentuk bangun tabung panjang dipasang secara vertikal memberikan aksen ketinggian. Pola desain yang dirancang mengikuti arah vertikal untuk memperkuat aksen ketinggian tersebut serta sebagai pengarah jalan bagi pengendara. Warna hijau digunakan untuk memberikan aksen sejuk mengurangi kesan gersang dan panas, sedangkan warna kuning dan merah berfungsi sebagai aksen. Selain itu, pola desain yang berjumlah 2 yaitu pola A dan pola B diaplikasikan dengan komposisi berselang a-b-a-b menikuti laju kendaraan agar dapat dinikmati pengguna yang merupakan pengendara.

Bidang dinding yang berada pada interior Menteng Square lantai 4 berfungsi sebagai pembentuk ruang interior. Bidang dinding tersebut dapat diakses oleh pengguna dan dilihat dari berbagai sudut sehingga dapat diaplikasikan sebagai elemen yang dapat dinikmati secara visual. Bidang dinding yang berbentuk bidang persegi dapat diaplikasikan sebagai kanvas untuk

mengekspos vertical greenery yang berfungsi sebagai lukisan untuk

merefleksikan karakter lanskap sekitar. Pola desain yang menggunakan bentukan alami dan warna alami serta ceria berfungsi untuk merefleksikan karakter lanskap lantai 4 yang didominasi bentukan alami, warna alami, aktivitas olahraga, dan aktivitas bermain anak.

5.4.2 Struktur Pendukung

Rancangan struktur yang dibandingkan adalah perbedaan aplikasi dari

VGM, frame module dan rel module terhadap bentuk bidang kolom dan bidang

dinding. Bentuk bidang kolom yang memiliki permukaan melengkung lebih sulit

jika menggunakan sistem vertical green module (VGM) dan frame module yang

memiliki permukaan datar. Hal tersebut dikarenakan permukaan kolom yang

melengkung tidak optimal ditutupi oleh VGM dan frame module dengan

permukaan datar, sehingga menciptakan sudut permukaan bidang kolom yang tidak tertutup. Hal ini dapat mempengaruhi penutupan tanaman yang berada dipermukaan VGM karena tanaman tidak akan optimal menutupi permukaan

kolom sehingga dapat mengganggu pandangan user. Rel module yang dipasang

tegak lurus sesuai digunakan pada kolom yang tegak lurus terhadap lantai.

Sistem VGM dan frame module lebih cocok digunakan pada bidang

dinding yang memiliki bentuk permukaan yang sama. Struktur VGM yang memiliki permukaan datar dapat menutupi permukaan dinding yang datar, sehingga tidak ada sudut yang terbuka. Hal tersebut dapat menciptakan penutupan

optimal oleh tanaman yang berada pada VGM. Rel module cocok digunakan pada

bidang dinding sama seperti pada bidang kolom karena tegak lurus terhadap lantai. Ilustrasi perbandingan struktur pendukung bidang kolom dan bidang dinding dapat dilihat pada Gambar 103.

5.4.3 Tanaman

Jenis tanaman tidak dipengaruhi bentuk bidang vertikal. Penutupan tanaman dipengaruhi oleh penutupan VGM terhadap bidang, karena VGM merupakan wadah tanaman dan media tanam. Jika penutupan VGM terhadap bidang vertikal tidak optimal, maka penutupan tanaman akan mengikuti penutupan VGM tersebut. Jenis tanaman yang digunakan lebih dipengaruhi oleh posisi bidang vertikal terhadap cahaya matahari.

Gambar 103. Ilustrasi Perbandingan Struktur Pendukung (a. Bidang Kolom, b. Bidang Dinding)

(Digambar Oleh: Fauzi, 2012 ) Tertutup Sudut tidak tertutup VGM dan Frame Kolom Kolom Tertutup ISOMETRI TOP ISOMETRI TOP VGM dan Frame a b No Scale No Scale Dinding

Tiang kolom yang terletak di bawah fly over jalan Pramuka mengakibatkan cahaya matahari yang masuk setengah penuh (semi naungan). Hal ini dikarenakan bidang kolom yang berfungsi sebagai tiang penopang berada di

bawah fly over. Hal tersebut menyebabkan cahaya matahari tidak penuh menyinari

tanaman, tetapi semi naungan dimana cahaya matahari masuk dari bagian samping.

Posisi dinding pada lantai empat juga berada pada posisi semi naungan.

Lantai empat yang terdapat void di bagian tengah tower dan beberapa dinding

kaca menyebabkan cahaya matahari masuk semi naungan dari arah samping bangunan. Kedua kondisi bidang vertikal terhadap cahaya tersebut menjadi dasar pemilihan tanaman yang toleran terhadap kondisi semi naungan agar pertumbuhannya optimal.

5.4.4 Media Tanam

Media tanam yang digunakan tidak dipengaruhi bentuk bidang vertikal, tetapi lebih berpengaruh terhadap keberhasilan pertumbuhan tanaman pada bidang

vertikal dan bentuk VGM. Perancangan vertical greenery pada bidang kolom

menggunakan media campuran (mixed media). Media tersebut memiliki

kandungan unsur hara dan nutrisi lebih banyak dibanding pakis lempeng pada proyek vertical greenery bidang dinding. Selain itu, mixed media yang berbentuk

serpihan memerlukan VGM bag yang berfungsi sebagai wadah untuk menopang

media.

Perancangan vertical greenery pada bidang dinding menggunakan media

pakis lempeng. Pakis yang berbentuk lempeng memiliki sifat mengikat akar dan menyimpan air, sehingga tidak perlu menggunakan VGM yang berfungsi sebagai

wadah. Pakis lempeng lebih praktis dalam proses pemasangan dibanding mixed

media, sehingga lebih cocok menggunakan VGM panel yang berfungsi sebagai

frame untuk membingkai media. 5.4.5 Sistem Irigasi

Sistem irigasi yang digunakan pada kedua bidang vertikal sama yaitu menggunakan irigasi tetes. Perbedaaan sistem irigasi terletak pada pemasangan pipa dan arah aliran irigasi.

Arah aliran irigasi pada bidang kolom melingkar mengikuti bentukan dasar lingkaran dari kolom. Hal tersebut dilakukan agar seluruh media dan akar tanaman pada bidang kolom dapat disiram. Untuk membelokkan aliran irigasi

menggunakan elbow knee 45º yang menyambungkan pipa irigasi. Untuk membagi

aliran irigasi setiap deret VGM menggunakan elbow tee 90º.

Arah aliran irigasi pada bidang dinding berbeda dengan bidang kolom yaitu lurus mengikuti lebar dinding. Hal tersebut dikarenakan dinding yang dibentuk oleh bidang persegi memiliki permukaan datar, sehingga aliran irigasi mengikuti bentukan tersebut. Aliran irigasi yang mengikuti lebar bidang dinding dapat mengairi seluruh media dan akar tanaman. Untuk pemasangan pipa irigasi

pada bidang dinding lebih sederhana dibandingkan dengan bidang kolom. Hal

tersebut dikarenakan pipa irigasi yang memiliki bentuk dasar memanjang dapat disesuaikan dengan bidang dinding yang datar. Selain itu, pipa irigasi dapat

dikombinasikan hanya dengan elbowtee dan elbow knee 90º tanpa menggunakan

elbow knee 45º. Ilustrasi perbandingan sistem irigasi kedua bidang dapat dilihat pada Gambar 104.

Gambar 104. Ilustrasi Tampak Atas Perbandingan Sistem Irigasi (a. Bidang Kolom, b. Bidang Dinding)

(Digambar Oleh: Fauzi, 2012 ) Aliran Irigasi

a b

VI. SIMPULAN DAN SARAN

Dokumen terkait