Dalam sistem perekonomian terbuka saat ini perekonomian Kota Bandung dipengaruhi oleh kondisi perekonomian wilayah luar Kota Bandung. Demikian juga sebaliknya, perekonomian Kota Bandung sedikit banyak memberikan pengaruh terhadap perekonomian wilayah sekitar Kota Bandung. Wilayah di luar Kota Bandung yang memenuhi sebagian besar kebutuhan pangan di Kota Bandung adalah wilayah sekitar Kota Bandung, seperti Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Sumedang, dan Kota Cimahi. Sebetulnya, keterkaitan industri antara Kota Bandung dengan wilayah sekitarnya tidak hanya sebatas pemenuhan dan distribusi hasil produksi pangan saja, namun hampir terjadi di semua sektor ekonomi, baik sektor barang maupun sektor jasa. Keterkaitan industri ini erat kaitannya dengan potensi sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki oleh masing-masing wilayah. Berikut ini disajikan gambaran mengenai potensi ekonomi wilayah Bandung Raya tahun 2012 – 2016 melalui gambaran struktur ekonomi, laju pertumbuhan ekonomi, dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita.
http://bandungkota.bps.go.id
BPS Kota Bandung | Produk Domestik Regional Bruto Kota Bandung 2012 - 2016 110 4.1 Struktur Ekonomi
PDRB Provinsi Jawa Barat (dengan migas) atas dasar harga berlaku tahun 2016 mencapai 1.652,59 trilyun rupiah. Adapun jika dihitung atas dasar harga konstan, PDRB Provinsi Jawa Barat tahun 2016 mencapai 1.275,55 trilyun rupiah. Wilayah Bandung Raya (Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Sumedang, dan Kota Cimahi) memberikan sumbangan yang cukup besar dalam pembentukan PDRB Provinsi Jawa Barat.
Pada tahun 2016 wilayah Bandung Raya berperan sebesar 24,20 persen terhadap pembentukan PDRB Provinsi Jawa Barat.
Tabel 4.1 PDRB Wilayah Bandung Raya dan Provinsi Jawa Barat termasuk Migas Tahun 2012 – 2016 (Trilyun Rupiah)
PDRB 2012 2013 2014*) 2015**) 2016***) Atas Dasar Harga Berlaku
Kota Bandung 131,99 151,79 172,70 195,84 217,04
Kabupaten Bandung 60,05 67,86 76,37 85,80 94,17
Kabupaten Sumedang 18,14 20,26 22,35 24,83 27,01
Kabupaten Bandung Barat 24,14 27,38 30,68 34,01 37,08
Kota Cimahi 16,50 18,39 20,57 22,65 24,55
Bandung Raya 250,82 285,68 322,67 363,14 399,85
Provinsi Jawa Barat 1.128,25 1.258,99 1.385,83 1.524,83 1.652,59 Atas Dasar Harga Konstan 2010
Kota Bandung 119,63 129,01 138,96 149,58 161,23
Kabupaten Bandung 54,47 57,69 61,10 64,70 68,80
Kabupaten Sumedang 16,40 17,19 18,00 18,95 20,03
Kabupaten Bandung Barat 21,65 22,94 24,26 25,49 26,92
Kota Cimahi 15,21 16,07 16,96 17,88 18,88
Bandung Raya 227,37 242,90 259,29 276,59 295,86
Provinsi Jawa Barat 1.028,41 1.093,54 1.149,22 1.207,08 1.275,55 Sumber : BPS Provinsi Jawa Barat, diolah
Ket :*)angka perbaikan;**)angka sementara;***)angka sangat sementara
http://bandungkota.bps.go.id
BPS Kota Bandung | Produk Domestik Regional Bruto Kota Bandung 2012 - 2016 111
Dari tabel 4.1 terlihat bahwa di wilayah Bandung Raya, capaian PDRB tertinggi diraih oleh Kota Bandung, kemudian disusul oleh Kabupaten Bandung. Pada tahun 2016, PDRB atas dasar harga berlaku Kabupaten Bandung mencapai 94,17 trilyun rupiah. Pada urutan ketiga adalah Kabupaten Bandung Barat dengan capaian PDRB atas dasar harga berlaku senilai 37,08 trilyun rupiah. Adapun pada urutan keempat adalah Kabupaten Sumedang dengan nilai PDRB atas dasar harga berlaku tahun 2016 sebesar 27,01 trilyun rupiah dan pada urutan terakhir di wilayah Bandung Raya adalah Kota Cimahi dengan capaian PDRB atas dasar harga berlaku sebesar 24,55 trilyun rupiah.
Grafik 4.1 Struktur Perekonomian Wilayah Bandung Raya Tahun 2016 (Persen)
Sumber : BPS Provinsi Jawa Barat, diolah
Grafik 4.1 menunjukkan bahwa Kota Bandung menyumbang sebesar 54,28 persen pembentukan PDRB wilayah Bandung Raya.
Kota Bandung;
54,28
Kabupaten Bandung;
23,55 Kabupaten Sumedang;
6,76
Kabupaten Bandung Barat;
9,27
Kota Cimahi; 6,14
http://bandungkota.bps.go.id
BPS Kota Bandung | Produk Domestik Regional Bruto Kota Bandung 2012 - 2016 112
Kemudian Kabupaten Bandung memberikan peranan sebesar 23,55 persen, Kabupaten Bandung Barat sebesar 9,27 persen, Kabupaten Sumedang sebesar 6,76 persen, dan Kota Cimahi sebesar 6,14 persen.
4.2 Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi menunjukkan kinerja perekonomian seluruh aktivitas/kegiatan perekonomian di suatu wilayah. Dari tahun 2012 hingga 2016, pertumbuhan ekonomi Kota Bandung lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kota di wilayah Bandung Raya dan pertumbuhan ekonomi rata-rata Provinsi Jawa Barat. Pada tahun 2016 LPE rata-rata Provinsi Jawa Barat berada pada level 5,67 persen, mengalami peningkatan dari LPE tahun 2015 yang hanya mencapai 5,04 persen.
Tabel 4.2 LPE Wilayah Bandung Raya dan Provinsi Jawa Barat termasuk Migas Tahun 2012 – 2016 (Persen)
LPE 2012 2013 2014*) 2015*) 2016***)
[1] [2] [3] [4] [5] [6]
Kota Bandung 8,53 7,84 7,72 7,64 7,79
Kabupaten
Bandung 6,28 5,92 5,91 5,89 6,33
Kabupaten
Sumedang 6,56 4,84 4,71 5,25 5,70
Kabupaten
Bandung Barat 6,04 5,94 5,79 5,03 5,64
Kota Cimahi 6,24 5,65 5,49 5,43 5,62
Provinsi Jawa
Barat 6,50 6,33 5,09 5,04 5,67
Sumber : BPS Provinsi Jawa Barat, diolah
Ket :*)angka perbaikan;**)angka sementara;***)angka sangat sementara
http://bandungkota.bps.go.id
BPS Kota Bandung | Produk Domestik Regional Bruto Kota Bandung 2012 - 2016 113
Tabel 4.2 menunjukkan bahwa pada tahun 2016 hampir seluruh kabupaten/kota di wilayah Bandung Raya mengalami percepatan pertumbuhan ekonomi jika dibandingkan tahun 2015.
LPE Kabupaten Bandung pada tahun 2015 mencapai 5,89 persen dan meningkat menjadi 6,33 persen pada tahun 2016. LPE Kabupaten Sumedang meningkat dari 5,25 persen menjadi 5,70 persen. LPE Kabupaten Bandung Barat meningkat dari 5,03 persen menjadi 5,64 persen. Terakhir, untuk Kota Cimahi juga mengalami percepatan pertumbuhan ekonomi yaitu dari 5,43 persen pada tahun 2015 menjadi 5,62 persen pada tahun 2016. Percepatan ekonomi yang terjadi merupakan dampak dari meningkatnya kinerja beberapa sektor ekonomi potensi di wilayah masing-masing kabupaten/kota.
Grafik 4.2 Laju Pertumbuhan Ekonomi Wilayah Bandung Raya dan Provinsi Jawa Barat 2012 – 2016 (Persen)
Sumber : BPS Provinsi Jawa Barat, diolah
2012 2013 2014*) 2015**) 2016***)
Kota Bandung 8,53 7,84 7,72 7,64 7,79
Kabupaten Bandung 6,28 5,92 5,91 5,89 6,33
Kabupaten Sumedang 6,56 4,84 4,71 5,25 5,7
Kabupaten Bandung
Barat 6,04 5,94 5,79 5,03 5,64
Kota Cimahi 6,24 5,65 5,49 5,43 5,62
0
BPS Kota Bandung | Produk Domestik Regional Bruto Kota Bandung 2012 - 2016 114
Jika rata-rata LPE Provinsi Jawa Barat pada tahun 2016 dijadikan sebagai dasar analisis, maka tiga kabupaten/kota di wilayah Bandung Raya memiliki LPE lebih tinggi dibanding LPE rata-rata Provinsi Jawa Barat. Tiga kabupaten/kota tersebut adalah Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Sumedang. Lebih tinggi nya LPE dibanding LPE rata-rata Provinsi Jawa Barat mengindikasikan bahwa kinerja sektor ekonomi di Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Sumedang lebih tinggi dari rata-rata kinerja sektor ekonomi Provinsi Jawa Barat. Hal tersebut dapat dimaklumi karena Kota Bandung sebagai ibukota Provinsi Jawa Barat menjadi salah satu pusat pertumbuhan berbagai kegiatan ekonomi, sedangkan Kabupaten Bandung dan Kabupaten Sumedang merupakan daerah penyangga ibukota provinsi. Untuk Kabupaten Bandung Barat dan Kota Cimahi, kinerja sektor ekonominya masih lebih rendah dibanding rata-rata kinerja sektor ekonomi Provinsi Jawa Barat, ditunjukkan dengan LPE yang lebih rendah dari LPE Jawa Barat pada tahun 2016.
4.3 Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Per Kapita PDRB per kapita merupakan salah satu pendekatan untuk mengetahui pendapatan per kapita masyarakat. Indikator pendapatan per kapita sering digunakan sebagai base line yang menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat. Kendati masih banyak kelemahan dari indikator ini, namun sampai dengan saat ini
http://bandungkota.bps.go.id
BPS Kota Bandung | Produk Domestik Regional Bruto Kota Bandung 2012 - 2016 115
indikator PDRB per kapita banyak digunakan untuk mengetahui perkembangan pembangunan di suatu wilayah.
PDRB per kapita Provinsi Jawa Barat atas dasar harga berlaku tahun 2016 mencapai 34,88 juta rupiah. PDRB per kapita Kota Bandung dan Kota Cimahi berada di atas rata-rata PDRB per kapita Provinsi Jawa Barat. Adapun PDRB per kapita Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Sumedang masih berada di bawah rata-rata Provinsi Jawa Barat.
Tabel 4.3 PDRB Per Kapita Wilayah Bandung Raya dan Provinsi Jawa Barat Tahun 2012 - 2016 (Juta Rupiah) Kabupaten/Kota 2012 2013 2014*) 2015**) 2016***)
[1] [2] [3] [4] [5] [5]
Kota Bandung 53,99 61,74 69,9 78,92 87,14 Kabupaten
Bandung 17,98 19,93 22,01 24,28 26,18 Kabupaten
Sumedang 16,23 18,01 19,75 21,84 23,65 Kabupaten
Bandung Barat 15,40 17,24 19,06 20,87 22,50 Kota Cimahi 29,32 32,20 35,52 38,61 41,32 Provinsi Jawa
Barat 25,27 27,77 30,11 32,64 34,88
Sumber : BPS Provinsi Jawa Barat, diolah
Ket :*)angka perbaikan;**)angka sementara;***)angka sangat sementara
Untuk mengetahui gambaran tentang pola dan struktur pertumbuhan ekonomi daerah digunakan analisis Klassen Typology.
Sjafrizal (1997:28-38) mengemukakan analisis ini digunakan untuk membedakan suatu daerah menjadi empat klasifikasi yaitu :
http://bandungkota.bps.go.id
BPS Kota Bandung | Produk Domestik Regional Bruto Kota Bandung 2012 - 2016 116
1. daerah maju dan tumbuh cepat (rapid growth region) apabila kabupaten/kota memiliki laju pertumbuhan ekonomi dan tingkat pendapatan per kapita lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi dan pendapatan per kapita provinsi;
2. daerah maju tapi tertekan (retarded region) apabila laju pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota lebih kecil dari pada laju pertumbuhan ekonomi provinsi akan tetapi pendapatan per kapita kabupaten/kota lebih besar dari pendapatan per kapita provinsi;
3. daerah berkembang cepat (growing region) yaitu daerah yang berkembang dengan cepat apabila laju pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota lebih besar dibandingkan dengan laju pertumbuhan ekonomi provinsi akan tetapi pendapatan per kapita kabupaten/kota lebih rendah dari pendapatan per kapita provinsi;
4. daerah relatif tertinggal (relatively backward region) apabila kabupaten/ kota memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi dan pendapatan per kapita lebih rendah dari tingkat pertumbuhan ekonomi dan pendapatan per kapita provinsi.
http://bandungkota.bps.go.id
BPS Kota Bandung | Produk Domestik Regional Bruto Kota Bandung 2012 - 2016 117
Tabel 4.4 Laju Pertumbuhan Dan PDRB Per Kapita
Wilayah Bandung Raya Dibandingkan Dengan Provinsi Jawa Barat Tahun 2016
Sumber : BPS Provinsi Jawa Barat, diolah
Tabel 4.4 menunjukkan perbandingan laju pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota di wilayah Bandung Raya dan PDRB per kapita kabupaten/kota di wilayah Bandung Raya dengan laju pertumbuhan dan PDRB per kapita Provinsi Jawa Barat tahun 2016.
LPE Jawa Barat tahun 2016 mencapai 5,67 persen dan PDRB per kapita mencapai 34,88 juta rupiah.
Kabupaten/ kota yang mempunyai laju pertumbuhan ekonomi dan PDRB per kapita lebih tinggi dari laju pertumbuhan ekonomi dan PDRB per kapita Provinsi Jawa Barat terletak pada kuadran I. Kabupaten/kota di wilayah Bandung Raya yang terletak pada kuadran I adalah Kota Bandung. Hal ini menunjukkan bahwa Kota Bandung adalah daerah maju dan tumbuh cepat (rapid growth region), karena merupakan kota yang memiliki laju pertumbuhan
5,67%
L P
E Kota Bandung
PDRB Per Kapita Jawa Barat RP 34,88 juta
Kab Bandung Kab Sumedang Kab Bandung Barat
Kota Cimahi
http://bandungkota.bps.go.id
BPS Kota Bandung | Produk Domestik Regional Bruto Kota Bandung 2012 - 2016 118
ekonomi dan tingkat pendapatan per kapita lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi dan pendapatan per kapita provinsi.
Pada kuadran II, adalah kabupaten/kota di wilayah Bandung Raya yang memiliki laju pertumbuhan ekonomi lebih rendah dengan PDRB per kapita lebih tinggi dari laju pertumbuhan ekonomi dan PDRB per kapita Provinsi Jawa Barat. Adapun kabupaten/kota di wilayah Bandung Raya yang masuk pada kuadran II adalah Kota Cimahi. Hal ini menunjukkan bahwa Kota Cimahi adalah daerah maju tapi tertekan (retarded region), karena merupakan kota yang memiliki laju pertumbuhan ekonomi lebih rendah dan tingkat pendapatan per kapita lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi dan pendapatan per kapita provinsi.
Kabupaten/kota yang memiliki laju pertumbuhan ekonomi dan PDRB per kapita yang lebih rendah dari laju pertumbuhan ekonomi dan PDRB per kapita Provinsi Jawa Barat ada pada kuadran III. Pada kuadran ini terdapat Kabupaten Bandung Barat. Dengan demikian Kabupaten Bandung Barat merupakan daerah relatif tertinggal (relatively backward region), yaitu kabupaten/ kota yang memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi dan pendapatan per kapita lebih rendah dari tingkat pertumbuhan ekonomi dan pendapatan per kapita provinsi.
Pada kuadran IV adalah kabupaten/kota di wilayah Bandung Raya yang memiliki laju pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dari laju
http://bandungkota.bps.go.id
BPS Kota Bandung | Produk Domestik Regional Bruto Kota Bandung 2012 - 2016 119
pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Barat, namun PDRB per kapitanya lebih rendah. Pada kuadran ini terdapat Kabupaten Bandung dan Kabupaten Sumedang. Dengan demikian kedua kabupaten ini merupakan daerah berkembang cepat (growing region) yaitu daerah yang berkembang dengan cepat karena laju pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota lebih besar dibandingkan dengan laju pertumbuhan ekonomi provinsi akan tetapi pendapatan per kapita kabupaten/kota lebih rendah dari pendapatan per kapita provinsi.
http://bandungkota.bps.go.id
BPS Kota Bandung | Produk Domestik Regional Bruto Kota Bandung 2012 - 2016 120