• Tidak ada hasil yang ditemukan

TUNNEL SEBELUM DAN SESUDAH MODIFIKASI DAN TIPE SERE

Berbagai jenis dan tipe greenhouse telah banyak digunakan di Indonesia. Bentuk greenhouse yang paling banyak ditemukan di Indonesia yaitu bentuk greenhouse dengan bukaan pada bagian atap. Bentuk seperti ini lebih cocok untuk penggunaan di negara-negara tropis, dengan pertimbangan bahwa di daerah tropis penerimaan sinar matahari relatif lebih banyak

29 sehingga bentuk ruang harus memungkinkan terjadinya sirkulasi udara berlangsung dengan tanpa hambatan.

Di lokasi penelitian terdapat beberapa jenis dan tipe greenhouse yang digunakan, diantaranya yaitu greenhouse tipe tunnel, tipe sere, dan tipe arc.

Greenhouse yang diamati berjumlah 3 buah dengan tipe yang berbeda,

diantaranya greenhouse tipe tunnel sebelum (A9) dan sesudah modifikasi (A8), serta greenhouse tipe sere (MS). Untuk mengetahui perbedaan dari ketiga greenhouse tersebut perlu dilakukan pengukuran menurut suhu udara di dalam dan di luar greenhouse. Pada kondisi suhu udara luar yang sama, suhu udara di dalam greenhouse berbeda. Grafik suhu udara di dalam dan di luar

greenhouse terhadap waktu selama pengamatan dapat dilihat pada Gambar 12.

dan Gambar 13.

Data untuk perbandingan ketiga tipe greenhouse tersebut dilakukan pengukuran selama 2 hari dari pukul 9.30 WIB sampai pukul 14.30 WIB. Pengambilan data dilakukan pada waktu yang berlainan dari pengambilan data sebelumnya. Hal ini bertujuan agar proses pengambilan data berjalan maksimal. 25 30 35 40 9.30 10.30 11.30 12.30 13.30 14.30 Waktu (Jam) S u h u U d ar a (o C ) A8 A9 MS Luar

Gambar 12. Grafik suhu udara di dalam dan di luar greenhouse pada hari ke-1 pengamatan.

30 25 30 35 40 9.30 10.30 11.30 12.30 13.30 14.30 Waktu (Jam) S u h u U d ar a (o C ) A8 A9 MS Luar

Gambar 13. Grafik suhu udara di dalam dan di luar greenhouse pada hari ke-2 pengamatan.

Berdasarkan Gambar 12. dan Gambar 13. terlihat bahwa suhu udara di luar greenhouse lebih rendah daripada suhu udara di dalam ketiga tipe

greenhouse. Tetapi pada pengamatan hari ke-2 pukul 14.30 WIB suhu udara

luar lebih tinggi dari suhu udara di dalam ketiga tipe greenhouse. Hal ini terjadi karena pada waktu pengamatan cuaca di luar greenhouse berawan, tetapi suhu udara di dalam greenhouse hanya mengalami sedikit penurunan karena masih ada pengaruh dari cuaca sebelumnya yang masih cerah sehingga perubahan suhu udara tidak telalu besar.

Suhu udara tertinggi di dalam greenhouse terjadi pada pukul 11.00-12.00 WIB yang besarnya mencapai 36 - 37oC pada greenhouse A9. Suhu yang terlalu tinggi dapat menghambat proses pertumbuhan tanaman karena tanaman akan mengalami kekeringan dan kesulitan dalam menangkap CO2 dan mengeluarkan O2.

Perbedaan suhu udara di dalam greenhouse tipe tunnel yang telah dimodifikasi dengan greenhouse tipe tunnel sebelum dimodifikasi dan tipe

sere dapat dilihat pada Tabel 2. Sedangkan perbedaan suhu udara di luar greenhouse dengan suhu udara di dalam greenhouse tipe tunnel sebelum dan

31 Tabel 3. Perbedaan suhu udara di dalam greenhouse tipe tunnel yang telah

dimodifikasi dengan greenhouse tipe tunnel sebelum dimodifikasi dan tipe sere.

Waktu H-1 H-2 A8 : A9 A8 : MS A8 : A9 A8 : MS 9.30 0.0 2.5 -2.0 1.5 10.00 -1.0 -0.5 2.5 10.30 -1.0 -0.5 1.5 11.00 -3.0 3.0 -1.0 2.0 11.30 -2.5 0.5 -2.5 1.0 12.00 -1.5 1.0 -1.0 3.0 12.30 -0.5 1.5 0.5 1.5 13.00 -1.5 2.0 0.0 2.0 13.30 -1.0 3.5 -1.5 1.5 14.00 -1.0 3.0 -1.5 1.0 14.30 0.0 3.5 -1.0 -1.0

Ket: Tanda (-) menunjukkan bahwa suhu udara yang diterima pada

greenhouse tersebut lebih rendah daripada greenhouse pembanding.

Pada Tabel 3. dapat dilihat bahwa suhu udara di dalam greenhouse tipe

tunnel yang telah dimodifikasi pada pagi dan sore hari lebih rendah 0 – 2oC, dan pada siang hari antara pukul 11.00 – 12.30 WIB lebih rendah 0.5 – 3oC daripada suhu udara di dalam greenhouse tipe tunnel yang belum dimodifikasi. Greenhouse tipe tunnel merupakan pengumpul panas yang baik, sehingga suhu udara yang masuk ke dalam greenhouse terperangkap seluruhnya dan tidak dapat dikeluarkan lagi terutama pada siang hari. Tetapi, dengan menambahkan modifikasi pada bagian atap maka suhu udara yang masuk ke dalam greenhouse dapat diturunkan dengan adanya sedikit perpindahan panas dari dalam greenhouse melalui atap. Walaupun suhu udara di dalam greenhouse tipe tunnel yang telah dimodifikasi lebih rendah daripada suhu udara pada greenhouse tipe tunnel yang belum dimodifikasi, tetapi suhu udara yang diterima masih lebih tinggi dari syarat kebutuhan tanaman. Untuk mengatasi hal tersebut, maka kipas angin (exhause fan) masih perlu digunakan untuk menurunkan suhu udara sehingga suhu udara yang ada sesuai dengan kebutuhan tanaman.

Suhu udara di dalam greenhouse tipe sere pada pagi dan sore hari lebih rendah 1 – 3.5oC, dan pada siang hari lebih rendah 0.5 – 3oC dibandingkan suhu udara di dalam greenhouse tipe tunnel yang telah dimodifikasi. Hal ini dikarenakan greenhouse tipe sere mempunyai bentuk konstruksi yang lebih

32 baik untuk proses pertukaran udara. Pada bagian dinding terdapat ventilasi udara yang berfungsi sebagai tempat masuknya udara (inlet) dan ventilasi atap seluruhnya berfungsi sebagai tempat keluarnya udara (outlet) dari dalam

greenhouse. Sedangkan pada greenhouse tipe tunnel yang telah dimodifikasi

hanya terdapat ventilasi pada bagian atap saja yang berfungsi sebagai lintasan aliran udara.

Tabel 4. Perbedaan suhu udara di luar greenhouse dengan suhu udara di dalam

greenhouse tipe tunnel sebelum dan sesudah dimodifikasi dan tipe sere. Waktu H-1 H-2 Luar : A8 Luar : A9 Luar : MS Luar : A8 Luar : A9 Luar : MS 9.30 3.2 3.2 0.7 1.3 3.3 -0.2 10.00 4.2 5.2 4.6 5.1 2.1 10.30 3.7 4.7 4.3 4.8 2.8 11.00 3.5 6.5 0.5 5.8 6.8 3.8 11.30 1.5 4 1 3.9 6.4 2.9 12.00 2 3.5 1 5.8 6.8 2.8 12.30 1.8 2.3 0.3 4.4 3.9 2.9 13.00 2.6 4.1 0.6 4 4 2 13.30 3.7 4.7 0.1 3.5 5 2 14.00 3.9 4.9 0.9 1.7 3.2 0.7 14.30 4.4 4.4 0.9 -1.7 -0.7 -0.7 Ket: Tanda (-) menunjukkan bahwa suhu udara di dalam greenhouse lebih

rendah daripada suhu udara di luar greenhouse.

Berdasarkan Tabel 4. terlihat bahwa suhu udara di dalam greenhouse tipe tunnel yang telah dimodifikasi pada pagi dan sore hari lebih tinggi 1.3 – 4.6oC, dan pada siang hari lebih tinggi 1.5 – 5.8oC daripada suhu udara di luar

greenhouse. Suhu udara di dalam greenhouse tipe tunnel yang belum

dimodifikasi pada pagi dan sore hari lebih tinggi 0 – 5.2oC, dan pada siang hari lebih tinggi 2.3 – 6.8oC daripada suhu udara di luar greenhouse. Sedangkan, suhu udara di dalam greenhouse tipe sere pada pagi dan sore hari lebih tinggi 0 – 2.8oC, dan pada siang hari lebih tinggi 0.3 – 3.8oC daripada di luar greenhouse. Dari data diatas terlihat bahwa perbedaan suhu udara di dalam dan di luar greenhouse pada siang hari paling tinggi terjadi pada

greenhouse tipe tunnel yang belum dimodifikasi, sedangkan perbedaan yang

33 Dari Tabel 3. dan Tabel 4. dapat disimpulkan bahwa jenis dan tipe

greenhouse yang efektif digunakan di lokasi penelitian yaitu greenhouse tipe sere, karena suhu udara di dalam greenhouse lebih mendekati dengan suhu

udara di luar greenhouse dibandingkan dengan 2 tipe lain.

Dokumen terkait