• Tidak ada hasil yang ditemukan

Halaman Monitoring

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

3.5 Perancangan Perangkat Lunak

3.5.2 Perancangan Sisi Server

3.5.2.3 Halaman Monitoring

Halaman monitoring digunakan oleh pengguna untuk melihat data-data yang telah

disimpan ke dalam database. Halaman web ini dapat diakses melalui web browser computer

maupun smartphone. Halaman web disimpan pada sebuah server. Halaman monitoring terdiri

dari beberapa halaman web, yaitu halaman monitoring daya, halaman monitoring arus, halaman

monitoring tegangan, halaman monitoring faktor daya, dan halaman monitoring tabel.

Halaman monitoring daya, arus, tegangan, dan faktor daya menampilkan data berupa grafik

dari masing-masing parameter. Sedangkan halaman monitoring tabel menampilkan besar

konsumsi daya, dan waktu dalam bentuk tabel, serta berisi total penggunaan daya pada hari

yang ditentukan.

Untuk mengakses halaman monitoring, pertama pengguna akan diminta input tanggal

dari hari yang ingin dilihat penggunaan daya. Lalu pengguna akan diminta memilih halaman

monitoring, yaitu yaitu halaman monitoring daya, halaman monitoring arus, halaman

monitoring tegangan, halaman monitoring faktor daya, dan halaman monitoring tabel.

Data-data pada halaman monitoring diambil dari Data-database. Tabel Data-database yang diambil yaitu tabel

dayatemp. Tabel dayatemp berisi data-data pada tanggal yang di-input. Pertama, halaman

monitoring akan melakukan pengkosongan table dayatemp. Lalu melakukan penyalinan semua

data pada tabel daya2 ke tabel dayatemp. Setelah melakukan penyalinan, lalu dilakukan

penyaringan data pada tabel dayatemp dimana menghapus semua data pada kolom tanggal

dimana data yang tidak sama antara data kolom tanggal pada tabel dayatemp dengan tanggal

yang di input di awal. Gambar 20 menunjukkan diagram alir halaman monitoring.

BAB IV

PENGUJIAN DAN ANALISIS

4.1 Pengujian Koneksi Arduino dengan RTC

Pengujian koneksi Arduino dengan RTC menggunakan Arduino UNO, RTC DS3231, dan

perangkat lunak Arduino IDE. Data pembacaan waktu akan dilihat pada serial monitor pada

serial monitor Arduino IDE. Data waktu tersebut akan dibandingkan dengan waktu pada

komputer.

Pengujian koneksi Arduino dengan RTC dilakukan dengan meng-upload program yang telah

ada di pustaka DS3231.h. Program ini bermaksud untuk membaca dan menampilkan data

waktu yang ada di modul RTC DS3231 di serial monitor.

Gambar 22 Hasil Percobaan koneksi Arduino dengan RTC

Pada gambar 22 menunjukkan serial monitor menampilkan data waktu dengan format

hari/bulan/tahun dan jam:menit:detik. Pada gambar 22 juga terlihat waktu yang terdapat pada

komputer menunjukkan tidak ada selisih yang signifikan antara waktu RTC dengan waktu yang

ditampilkan oleh komputer. Waktu pada komputer terhubung ke NTP Server dari windows

dengan alamat NTP server time.windows.com

4.2 Pengujian Koneksi RTC dengan NTP Server

Pengujian koneksi RTC dengan NTP Server menggunakan Arduino UNO, RTC DS3231,

SIM900 dan perangkat lunak Arduino IDE. Data pembacaan waktu akan dilihat pada serial

monitor pada serial monitor Arduino IDE.

Gambar 23 Hasil Koneksi RTC dengan NTP Server

Hasil koneksi RTC dengan NTP server menunjukkan perbedaan nilai waktu antara RTC

dengan waktu lokal tidak ada selisih yang signifikan. Selisih diperoleh karena inisialisasi dari

SIM900 untuk mengambil data waktu pada NTP Server membutuhkan waktu, sehingga waktu

update pada RTC terdapat delay beberapa detik.

4.3 Pengujian Koneksi Arduino dengan Modul GPRS SIM900

Pengujian koneksi Arduino dengan Modul GPRS SIM900 menggunakan Arduino UNO,

Modul SIM900, kartu SIM yang mendukung GSM/GPRS dan perangkat lunak Arduino IDE.

Data hasil pengujian akan dilihat pada serial monitor.

Gambar 24 Source Code Pengujian Koneksi Arduino dengan Modul GPRS SIM900

Pengujian koneksi Arduino dengan SIM900 dilakukan dengan memberikan input kepada

SIM900 melalui komunikasi secara serial. SIM900 bekerja berdasarkan AT command yang

di-input-kan oleh user ke Arduino. SIM900 hanya mengenali AT command sesuai dengan

datasheet. Gambar 25 menunjukkan hasil pengujian koneksi SIM900 dengan Arduino.

Gambar 25Hasil Pengujian Koneksi SIM900 dengan Arduino

Pada Gambar 25 terlihat status koneksi antara SIM900 dengan Arduino UNO yang

menunjukkan kondisi “OK”. Kondisi ini menunjukkan adanya komunikasi antara dua

perangkat keras tersebut.

4.4 Pengujian dan Analisis sensor CT (Current Transformator)

Pengujian koneksi Arduino dengan Modul GPRS SIM900 menggunakan Arduino UNO,

sensor CT (Current Transformator), dan perangkat lunak Arduino IDE. Data hasil pengujian

akan ditampilkan pada serial monitor Arduino IDE.

Gambar 26 Pengujian Sensor CT pada KWH Meter

Pengujian dilakukan dengan meng-upload program pembacaan arus pada Arduino

UNO. Sebelum meng-upload program, terlebih dahulu di input nilai kalibrasi yang diperoleh

pada Sub-Bab 3.3.2.1. Nilai kalibrasi untuk system yang dirancang yaitu 60. Selain nilai

kalibrasi, nilai sampling juga diubah. Nilai sampling dapat diatur sendiri, tetapi jika nilai

sampling terlalu kecil, nilai menjadi tidak akurat, sedangkan jika nilai sampling terlalu besar,

pembacaan nilai arus akan semakin lama, dan akan mengganggu proses lainnya. Nilai sampling

yang ditentukan pada perancangan ini yaitu 1185.

Gambar 28 Hasil Pengujian sensor Arus pada Komputer

Dari gambar 28 dan gambar 29 menunjukkan hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai

yang dibaca pada serial monitor dengan clampmeter tidak memiliki perbedaan yang signifikan.

Perbedaan terdapat pada nilai dibelakang koma dikarenakan Arduino UNO membaca nilai

dengan 2 nilai dibelakang koma, sedangkan pada clampmeter membaca dengan 1 nilai

dibelakang koma.

4.5 Pengujian dan Analisis sensor PT (Potential Transformator)

Pengujian koneksi Arduino dengan Modul GPRS SIM900 menggunakan Arduino UNO,

sensor PT (Potential Transformator), dan perangkat lunak Arduino IDE. Data hasil pengujian

akan ditampilkan pada serial monitor Arduino IDE.

Gambar 30 Pengujian Sensor PT (Potential Transformator)

Pengujian dilakukan dengan meng-upload program pembacaan tegangan pada Arduino

UNO. Sebelum meng-upload program, terlebih dahulu di input nilai kalibrasi yang diperoleh

pada Sub-Bab 3.3.3.1. Nilai kalibrasi untuk sistem yang dirancang yaitu 235.

Gambar 32 Hasil pembacaan sensor tegangan pada Serial Monitor

Dari gambar 32 dan gambar 33, diperoleh hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai

yang dibaca pada serial monitor dengan clampmeter/multimeter tidak memiliki perbedaan yang

signifikan. Perbedaan terdapat pada nilai dibelakang koma dikarenakan Arduino UNO

membaca nilai dengan 2 nilai dibelakang koma, sedangkan pada clampmeter membaca dengan

1 nilai dibelakang koma.

4.6 Pengujian Pengiriman Data ke Web

Pengujian pengirim data ke web membutuhkan semua komponen perangkat keras dari

system yang dirancang. Komponen-komponen tersebut yaitu Arduino UNO, Modul GPRS

SIM900, Modul RTC DS3231, Sensor CT (Current Transformator), dan Sensor PT (Potential

Transformator). Pengujian dilakukan dengan melihat proses pengiriman data pada serial

monitor dan juga membandingkan data pada database sebelum dan sesudah pengiriman.

Dari hasil pengujian pengiriman data ke web, diperoleh bahwa data yang dikirim ke web

berhasil tersimpan ke database. Data yang dikirim pada proses pengiriman (Gambar 34) yaitu :

 d (daya) : 6.86

 a (arus) : 0.07

 v (tegangan) : 199.50

 p (faktor daya) : 0.72

 t (tanggal) : 2017-03-16

 j (jam) : 09:20:00

Sedangkan data pada database (Gambar 32), pada baris terakhir menunjukkan data yang

dikirim oleh Arduino sesuai dengan data pada website. Nilai arus, daya tegangan, faktor daya,

tanggal, dan jam tersimpan pada kolom yang sesuai pada database.

Gambar 35 Kondisi database

4.7 Analisis Hasil Pengukuran Sistem

4.7.1 Hasil Pengukuran

Pengukuran dilakukan dengan menggunakan Clampmeter/Multimeter. Pengukuran

dilakukan sebanyak 10 kali. Parameter yang diambil yaitu nilai Arus (Ampere) dan Tegangan

(Volt). Nilai Arus dan Tegangan pada modul yang dirancang dibaca melalui serial monitor dan

dicatat. Sedangkan untuk nilai pada clampmeter/multimeter diambil saat pengambilan data

pada sensor. Tabel 2 merupakan hasil pengambilan data modul dan clampmeter/multimeter.

No Percobaan Modul yang Dirancang Percobaan dengan Clampmeter

Arus (Amp) Tegangan (V) Jam Arus (Amp) Tegangan (V) Jam

1 5,34 197,36 15:30 5,3 196 15:30 2 5,65 196,99 15:40 5,6 196 15:40 3 5,7 197,39 15:50 5,6 197 15:50 4 5,64 197,37 16:00 5,6 197 16:00 5 0,82 202,08 16:10 0,8 202 16:10 6 0,88 201,86 16:20 0,9 203 16:20 7 1,02 202,83 16:30 1 202 16:30 8 0,69 203,23 16:40 0,7 202 16:40 9 0,67 203,23 16:50 0,6 202 16:50 10 0,76 203,98 17:00 0,7 202 17:00

4.7.2 Perbandingan Arus pada Modul yang Dirancang dengan Arus pembacaan

Clampmeter

Hasil pembacaan Arus pada modul yang dirancang dan pembacaan Arus pada

Clampmeter dapat dilihat pada tabel 3.

Tabel 3 Tabel Pembacaan Arus

No Arus pada Modul (Amp) Arus pada Clampmeter (Amp) 1 5,34 5,3 2 5,65 5,6 3 5,7 5,6 4 5,64 5,6 5 0,82 0,8 6 0,88 0,9 7 1,02 1 8 0,69 0,7 9 0,67 0,6 10 0,76 0,7

Setelah diperoleh data hasil pembacaan, maka dilakukan pengujian akurasi dari alat

yang dirancang. Penentuan akurasi menggunakan rumus sebagai berikut :

��� � � = −

Sehingga diperoleh tabel akurasi sebagai berikut :

Tabel 4 Tabel Akurasi Arus

No Arus pada Modul (Amp) Arus pada Clampmeter (Amp) Akurasi (%) 1 5,34 5,3 , 2 5,65 5,6 , 3 5,7 5,6 , 4 5,64 5,6 , 5 0,82 0,8 , 6 0,88 0,9 - , 7 1,02 1,0 , 8 0,69 0,7 - , 9 0,67 0,6 , 10 0,76 0,7 ,

Dari tabel 4 diperoleh akurasi dari pembacaan arus berkisar antara -2,27% sampai

dengan 10,44%. Hal tersebut dikarenakan pembacaan pada Clampmeter yang hanya memiliki

nilai satu digit dibelakang koma, sedangkan pada pembacaan Arduino memiliki nilai dua digit

dibelakang koma.

4.7.3 Perbandingan Tegangan pada Modul yang Dirancang dengan Tegangan

pembacaan Clampmeter/Multimeter

Hasil pembacaan tegangan pada modul yang dirancang dan pembacaan tegangan pada

Clampmeter/multimeter dapat dilihat pada tabel 5.

Tabel 5 Tabel Pembacaan Tegangan

No Tegangan pada Modul (V) Tegangan pada Clampmeter (V) 1 197,36 196 2 196,99 196 3 197,39 197 4 197,37 197 5 202,08 202 6 201,86 203 7 202,83 202

8 203,23 202

9 203,23 202

10 203,98 202

Setelah diperoleh data hasil pembacaan, maka dilakukan pengujian akurasi dari alat

yang dirancang. Penentuan akurasi menggunakan rumus sebagai berikut :

��� � � = −

× (18)

Sehingga diperoleh tabel akurasi pada tabel 6.

Tabel 6 Tabel Akurasi Tegangan

No Tegangan pada Modul (V) Tegangan pada Clampmeter (V) Akurasi 1 197,36 196 , 2 196,99 196 , 3 197,39 197 , 4 197,37 197 , 5 202,08 202 , 6 201,86 203 - , 7 202,83 202 , 8 203,23 202 , 9 203,23 202 , 10 203,98 202 ,

Dari tabel 6 diperoleh akurasi dari pembacaan arus berkisar antara -0,56% sampai

dengan 0,97%. Hal tersebut dikarenakan pembacaan pada Clampmeter/Multimeter tidak

memiliki digit dibelakang koma, sedangkan pada pembacaan Arduino memiliki nilai dua digit

dibelakang koma.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Dari hasil pengujian dan implementasi yang telah dilakukan pada bab sebelumnya, maka

dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut:

1. Data yang dikirim dapat diterima dan disimpan pada database, dan halaman monitoring

dapat menampilkan data hasil pembacaan.

2. Akurasi dari pembacaan arus yang diperoleh yaitu berkisar antara -2,27% sampai dengan

10,44%.

3. Akurasi dari pembacaan tegangan yang diperoleh yaitu berkisar antara -0,56% sampai

dengan 0,97%.

5.2 Saran

Beberapa saran yang dapat diberikan sehubungan dengan pelaksanaan tugas akhir ini

adalah sebagai berikut:

1. Pada melakukan pengujian disarankan menggunakan clampmeter/multimeter yang lebih

akurat, dan memiliki tampilan hasil dengan nilai dibelakang koma yang lebih banyak.

2. Pada perancangan sensor PT (Potential Transformator) disarankan menggunakan

Adaptor AC yang lebih bagus, karena pada Adaptor AC yang bagus memiliki filter sinyal

yang lebih baik.

3. Untuk perancangan selanjutnya diharapkan dapat menghitung konsumsi listrik pada

jaringan listrik 3 fasa.

4. Untuk perancangan selanjutnya diharapkan perhitungan energi listrik dilakukan pada sisi

server, tidak pada sisi Arduino.

ϰ

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Listrik

Listrik merupakan suatu muatan yang terdiri dari muatan positif dan muatan negatif,

dimana sebuah benda akan dikatakan memiliki energi listrik apabila suatu benda itu

mempunyai perbedaan jumlah muatan. Energi listrik banyak di gunakan untuk berbagai

peralatan atau mesin. Energi listrik tidak dapat dilihat secara langsung namun dampak atau

akibat dari energi listrik dapat dilihat seperti sinar atau cahaya bola lampu[1].

Satuan-satuan listrik yang paling umum kita gunakan sehari-hari adalah (ILR,2011) :

 Tegangan listrik (voltage) dalam satuan volt (V)

 Arus listrik (current) dalam satuan ampere (A)

 Frekuensi (frequency) dalam satuan Hertz (Hz)

 Daya listrik (power) dalam satuan watt (W) atau volt-ampere (VA) dan energi listrik

dalam satuan watt-hour (Wh) atau kilowatt-hour (kWh).

2.1.1 Daya Listrik

Untuk menghitung pemakaian listrik dapat dihitung dari daya listrik. Daya listrik

merupakan jumlah energi yang digunakan untuk melakukan kerja atau usaha. Dalam sistem

listrik arus bolak-balik, dikenal 3 jenis daya yaitu :

 Daya Nyata ( simbol : S ; satuan : VA (Volt Ampere))

 Daya Aktif (simbol : P ; satuan : W (Watt))

ϱ

(1)

Daya Aktif adalah daya yang digunakan untuk energi kerja sebenarnya. Daya inilah yang

dikonversikan menjadi energi tenaga (mekanik), cahaya atau panas. Satuan daya aktif adalah

watt.

Daya Reaktif adalah daya yang digunakan untuk pembangkitan fluks magnetik atau

medan magnet. Satuannya adalah VAR. contoh peralatan listrik yang memerlukan daya reaktif

adalah motor listrik atau dinamo, trafo, bola lampu konvensional dan peralatan listrik lain yang

menggunakan proses induksi listrik lilitan untuk operasinya.

Daya Nyata dengan satuan VA adalah total perkalian antara arus dan tegangan pada suatu

jaringan listrik atau penjumlahan dengan metode trigonometri dari daya aktif dan reaktif dalam

segitiga daya.

Hubungan antara ketiga jenis daya ini dapat dilihat pada Gambar 1.

Gambar 1 Segitiga Daya Listrik

Dengan melihat hubungan ketiga daya tersebut. Rumus untuk daya nyata adalah

perkalian antara arus dan tegangan, yaitu :

� = � × �

Dimana :

ϲ

(2)

(3)

(4)

S = Daya Nyata (VA)

V = Voltage/Tegangan (Volt)

I = Arus (Ampere)

Sedangkan hubungan antara daya nyata dan daya aktif dapat dihitung dengan rumus

trigonometri sebagai berikut :

cos � =

� = � × cos �

Rumus untuk daya aktif adalah :

� = � × � × cos �

Dimana :

P = Daya Aktif (watt)

V = Tegangan (volt)

I = Arus (ampere)

cos � = Faktor Daya

Faktor daya yang dinotasikan sebagai cos φ didefinisikan sebagai perbandingan antara

arus yang dapat menghasilkan kerja didalam suatu rangkaian terhadap arus total yang masuk

kedalam rangkaian atau dapat dikatakan sebagai perbandingan daya aktif (kW) dan daya semu

(kVA). Daya reaktif yang tinggi akan meningkatkan sudut ini dan sebagai hasilnya faktor daya

akan menjadi lebih rendah[1].

2.1.2 Biaya Pemakaian Listrik

Biaya listrik sangat tergantung dari jumlah pemakaian listrik (industri, bisnis, sosial, dan

rumah tangga). Berikut adalah Tabel tarif tenaga listrik PLN bulan Januari 2017.

ϳ

Tabel 1 Tarif Tenaga Listrik PLN Bulan Januari 2017

Sumber : www.pln.co.id

2.2 Arduino

Arduino didefinisikan sebagai sebuah platform elektronik yang open source, berbasis

pada software dan hardware yang fleksibel dan mudah digunakan, yang ditujukan untuk para

seniman, desainer, hobbies, dan setiap orang yang tertarik dalam membuat objek atau

lingkungan yang interaktif[2].

Nama Arduino di sini tidak hanya dipakai untuk menamai papanrangkaiannya saja, tetapi

juga untuk menamai bahasa dan software pemrogramannya, serta lingkungan pemrogramannya

atau IDE-nya (IDE = Integrated Development Environment). Gambar 2 menunjukkan tampilan

dari beberapa Arduino.

ϴ

Gambar 2 Jenis-jenis Arduino

Kelebihan Arduino dari platformhardware mikrokontroler lainnya adalah:

1. IDE Arduino merupakan multiplatform, yang dapat dijalankan di berbagai sistem

operasi, seperti Windows, Macintosh, dan Linux.

2. IDE Arduino dibuat berdasarkan pada IDE Processing, yang sederhana sehingga

mudah digunakan.

3. Pemrograman Arduino menggunakan kabel yang terhubung dengan port USB,

bukan port serial. Fitur ini berguna karena banyak komputer yang sekarang ini tidak

memiliki port serial.

4. Arduino adalah hardware dan software open source.

5. Biaya hardware cukup murah.

6. Proyek Arduino ini dikembangkan dalam lingkungan pendidikan, sehingga bagi

pemula akan lebih cepat dan mudah mempelajarinya.

7. Memiliki begitu banyak pengguna dan komunitas di internet yang dapat membantu

setiap kesulitan yang dihadapi.

2.2.1 Bahasa Pemrograman Arduino

Arduino merupakan perangkat yang berbasiskan mikrokontroler. Program Arduino

merupakan komponen yang membuat sebuah Arduino dapat bekerja. Arduino akan bekerja

sesuai dengan perintah yang ada dalam program yang ditanamkan padanya. Bahasa

ϵ

pemrograman Arduino menggunakan bahasa pemrograman C++ yang dikembangkan sesuai

dengan Arduino IDE (Integrated development environment).

2.2.1.1 Struktur

Setiap program dalam Arduino terdiri dari dua fungsi utama yaitu setup() dan loop().

Fungsi digambarkan sebagai kumpulan kode yang ditujukan untuk melaksanakan tugas tertentu

dan kode tersebut akan dijalankan ketika nama fungsi tersebut dipanggil di dalam program[5].

Instruksi yang berada dalam fungsi setup() dieksekusi hanya sekali, yaitu ketika Arduino

pertama kali dihidupkan. Biasanya instruksi yang berada pada fungsi setup() merupakan

konfigurasi dan inisialisasi dari Arduino. Instruksi yang berada pada fungsi loop() dieksekusi

berulang-ulang hingga Arduino dimatikan (catu daya diputus). Fungsi loop() merupakan tugas

utama dari Arduino. Jadi setiap program yang menggunakan bahasa pemrograman Arduino

memilliki struktur yang ditunjukkan pada Gambar 3.

Gambar 3 Struktur Umum Pemrograman Arduino

Program pada Gambar 3 dapat dianalogikan dalam bahasa pemrograman Arduino seperti

ditunjukkan pada Gambar 4.

ϭϬ

2.2.1.2 Konstanta

Konstanta adalah variabel yang sudah ditetapkan sebelumnya dalam bahasa

pemrograman Arduino. Konstanta digunakan agar program lebih mudah untuk dibaca dan

dimengerti. Konstanta dibagi menjadi 3 kelompok yaitu:

1. Konstanta yang digunakan untuk menunjukkan tingkat logika (konstanta Boolean), yaitu

true dan false.

2. Konstanta untuk menunjukkan keadaan pin, yaitu HIGH dan LOW.

3. Konstanta untuk menunjukkan fungsi pin, yaitu INPUT, INPUT_PULLUP, dan

OUTPUT.

Konstanta yang digunakan untuk menunjukkan benar atau salah dalam bahasa

pemrograman Arduino adalah true dan false. False didefinisikan sebagai 0 (nol). True sering

didefinisikan sebagai 1(satu), namun true memiliki definisi yang lebih luas. Setiap integer yang

bukan nol adalah true dalam pengertian Boolean.

Ketika membaca atau menulis ke sebuah pin digital, terdapat hanya dua nilai, yaitu HIGH

dan LOW. HIGH memiliki arti yang berbeda tergantung dengan konfigurasinya. Ketika pin

dikonfigurasi sebagai masukan dengan fungsi pinMode(), mikrokontroler akan melaporkan

nilai HIGH jika tegangan yang ada pada pin tersebut berada pada tegangan 3 volt atau lebih.

Ketika sebuah pin dikonfigurasi sebagai masukan dan kemudian dibuat bernilai HIGH dengan

fungsi digitalWrite(), maka resistor pull-up internal dari chip ATmega akan aktif, yang akan

membawa pin masukan ke nilai HIGH, kecuali pin tersebut ditarik (pull-down) ke nilai LOW

oleh rangkaian dari luar. Ketika pin dikonfigurasi sebagai keluaran dengan fungsi pinMode()

dan diatur ke nilai HIGH dengan fungsi digitalWrite(), maka pin berada pada tegangan 5 volt.

Untuk mengkonfigurasi fungsi pin pada Arduino digunakan konstanta INPUT,

INPUT_PULLUP, dan OUTPUT. Pin Arduino yang dikonfigurasi sebagai masukan dengan

fungsi pinMode() dikatakan berada dalam kondisi berimpedansi tinggi. Pin yang dikonfigurasi

ϭϭ

sebagai masukan memiliki permintaan yang sangat kecil kepada rangkaian yang di-sampling

-nya, setara dengan sebuah resistor 100 Megaohm dipasang seri dengan pin tersebut. Chip

ATmega pada Arduino memiliki resisitor pull-up internal (resistor yang terhubung ke sumber

tegangan secara internal) yang dapat digunakan. Untuk menggunakan resistor pull-up internal

ini kita menggunakan konstanta INPUT_PULLUP pada fungsi pinMode(). Pin yang

dikonfigurasi menjadi sebuah keluaran dikatakan berada dalam kondisi berimpedansi rendah.

2.2.2 Komunikasi Data

2.2.2.1 I2C

Inter Integrated Circuit (I

2

C) bus adalah standar antarmuka dua arah yang digunakan

sebuah pengontrol, dikenal sebagai master, untuk berkomunikasi dengan perangkat lain yang

terhubung dengannya. Perangkat lain tidak dapat mengirim data sebelum perangkat tersebut

diberi alamat atau sudah dikenal oleh master. Setiap perangkat yang terhubung dengan bus I

2

C

memiliki alamat yang spesifik untuk membedakan dengan perangkat lainnya yang terhubung

dengan bus I

2

C yang sama.

Bentuk fisik antarmuka I

2

C terdiri dari jalur serial clock (SCL) dan serial data (SDA).

Keduanya harus terhubung ke Vcc (sumber tegangan) melalui sebuah resistor pull-up. Besar

resistor pull-up ditentukan oleh banyaknya kapasitas pada jalur I

2

C.

I

2

C merupakan protocol yang sangat popular dan handal yang digunakan untuk

komunikasi antar perangkat. Gambar 2.2.1 mengilustrasikan bagaimana beberapa perangkat

dapat saling berbagi bus yang terhubung ke prosesor hanya melalui dua kabel dan ini

merupakan suatu efisiensi yang diberikan oleh protokol ini [3].

2.2.2.2 UART

Universal Asynchronous Receiver/Transmitter (UART) adalah sebuah rangkaian terpadu

(IC) yang deprogram untuk mengontrol sebuah antarmuka komputer dengan perangkat yang

terhubung dengannya secara serial. Secara spesifik, IC ini menyediakan sistem dengan

ϭϮ

antarmuka RS-232C Data Terminal Equipment (DTE) yang membuat dapat saling

berkomunikasi dan bertukar data dengan perangkat serial lainnya [4].

2.3 GPRS

GPRS (General Packet Radio Service) merupakan salah satu metode protokol

pengiriman data seluler. Pada GPRS terdapat dua elemen baru yang diperkenalkan untuk

membuat mode transfer paket end-to-end. Sebagai tambahan, HLR dikembangkan dengan data

pelanggan GPRS dan informasi routing. Dua layanan yang dihasilkan yaitu point-to-point

(PTP) dan point-to-multipoint (MTP)[6]. Gambar 5 menunjukkan arsitektur dari GPRS.

Gambar 5 Arsitektur GPRS

Routing paket yang independen dan transfer di dalam public land mobile network

(PLMN) didukung oleh sebuah node jaringan logika yang baru yang disebut GPRS support

node (GSN). Gate-way GPRS support node (GGSN) berperilaku sebagai sebuah interface

logika ke jaringan data paket eksternal. Serving GPRS support node (SGSN) bertanggung

jawab atas pengiriman paket-paket ke MS dalam area layanannya. Dalam jaringan GPRS,

protocol data unit (PDU) dikemas pada GSN asal dan dimuat pada GSN tujuan. Di antara GSN,

ϭϯ

Internet Protocol (IP) digunakan sebagai backbone pengiriman PDU. Semua proses ditetapkan

sebagai tunneling pada GPRS. GGSN juga mempertahankan informasi routing yang

digunakan untuk menembus PDU ke SGSN secara langsung melayani MS. Keseluruhan data

pengguna yang berhubungan dibutuhkan oleh SGSN untuk menampilkan routing dan transfer

data secara fungsional ke dalam HLR.

2.4 Current Transformator

Trafo Arus (Current Transformator - CT) yaitu peralatan yang digunakan untuk

melakukan pengukuran besaran arus pada instalasi tenaga listrik disisi primer yang berskala

besar dengan melakukan transformasi dari besaran arus yang besar menjadi besaran arus yang

kecil secara akurat dan teliti untuk keperluan pengukuran dan proteksi. Current Transformator

akan menurunkan arus yang masuk dengan perbandingan tertentu.[7]

Seperti trafo yang lain, Current Transformator mempunyai lilitan primer, inti magnetik,

dan lilitan sekunder. Arus bolak-balik yang Mengalir di primer menghasilkan medan magnet

di inti, yang menginduksi arus di lilitan sekunder. Gambar 6 merupakan salah satu contoh

Current Transformator.

Gambar 6 Current Transformator (CT)

Prinsip kerja trafo arus adalah sebagai berikut:

ϭϰ

(5)

(6)

(7)

Gambar 7 Rangkaian pada Current Transformator

Untuk trafo arus yang dihubung singkat :

� . � = � . �

Untuk trafo arus pada kondisi tidak berbeban :

� =

Dimana :

� =

� > � sehingga � < �

� = Jumlah lilitan primer

� = Jumlah lilitan sekunder

2.5 Potential Transformator

Dokumen terkait