• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN

B. Pembahasan Hasil Penelitian

1. Perbedaan Kemampuan Membaca Pemahaman Teks Eksplanas

Kelompok Kontrol dan Kelompok Eksperimen

Setelah dipastikan bahwa kelompok kontrol dan kelompok eksperimen homogen, selanjutnya kedua kelompok ini diberi perlakuan pada saat pembelajaran membaca pemahaman teks eksplanasi. Kelompok kontrol mendapat pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik. Sementara itu, kelompok eksperimen mendapat pembelajaran dengan menggunakan strategi LRD. Kedua kelompok ini dikenai empat kali perlakuan secara berturut-turut.

Kelompok eksperimen diberi perlakuan sesuai tahapan-tahapan pada strategi LRD. Strategi LRD dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran pemahaman teks eksplanasi karena dapat membina penalaran siswa. Dalam strategi ini, siswa dirancang lebih aktif karena memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan diri, selain itu siswa juga diharapkan mampu bekerja untuk memecahkan masalah. Ada tiga tahap strategi LRD yaitu tahap presentasi, membaca, dan diskusi. Berikut ini masing-masing penjelasan setiap tahapnya.

1) Pada tahap presentasi, siswa diminta untuk mempresentasikan pengetahuannya seputar jenis-jenis teks yang akan dipelajari. Tujuannya, siswa dapat memaparkan ide dan pengetahuannya tentang teks sesuai kemampuan dan pengetahuannya. Selain itu, dapat membangun rasa percaya diri pada diri siswa.

2) Pada tahap membaca, siswa diminta untuk membaca sebuah teks yang akan dipelajari. Tujuannya, dengan membaca siswa dapat memperoleh pengetahuan yang lebih banyak yang berkaitan dengan kemampuan siswa mempresentasikan pengetahuannya sebelum membaca. Setelah membaca, siswa diharapkan mampu menemukan kata-kata, ide-ide, maupun fakta yang sulit untuk dipahami.

3) Pada tahap diskusi, siswa dikelompokkan ke dalam beberapa kelompok. Tujuannya setelah siswa dapat menemukan kata-kata, ide-ide, maupun fakta yang sulit untuk dipahami, siswa dapat mendiskusikan kesulitan-kesulitan tersebut dengan kelompoknya serta mampu pemahaman dan menjawab beberapa pengetahuan seputar teks yang dipelajari.

Pemberian perlakuan pada kelompok kontrol berbeda dengan kelompok eksperimen. Pembelajaran pemahaman teks eksplanasi kelompok kontrol tidak dilengkapi dengan strategi LRD. Pembelajaran yang berlangsung sama seperti biasanya guru mengajar di kelas itu. Perlakuan untuk kelompok kontrol juga sebanyak empat kali.

Perbedaan perlakuan pada kedua kelompok ini bertujuan untuk melihat perbedaan pembelajaran pemahaman teks eksplanasi pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan perolehan skor rata- rata saat postes di kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan perolehan kelompok kontrol. Perbedaan kemampuan pemahaman teks eksplanasi juga tampak pada saat perlakuan. Siswa yang diberi pembelajaran dengan menggunakan strategi LRD jauh lebih aktif, mandiri, dan antusias dalam

pemahaman teks eksplanasi. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa strategi LRD digunakan dalam pemebelajaran pemahaman teks eksplanasi, berupa struktur dan unsur kebahasaan teks eksplanasi. Berikut ini penjelasan setiap pembelajaran pemahaman teks eksplanasi kelompok kontrol dan kelompok eksperimen:

Kelompok kontrol diberi pembelajaran pemahaman teks eksplanasi tanpa menggunakan strategi LRD. Pada perlakuan pertama, siswa masih banyak yang antusias dan bersemangat mengikuti pembelajaran, namun masih banyak yang diam ketika guru meminta siswa untuk bertanya atau menjawab pertanyaan dari guru. Pada perlakuan kedua, ada beberapa siswa yang mulai mengeluh ketika mengetahui bahwa soal yang diberikan sama dengan pertemuan sebelumnya. Pada perlakuan ketiga, sudah mulai terlihat beberapa siswa yang kurang antusias mengikuti pembelajaran dan banyak yang diam ketika guru meminta bertanya atau menjawab. Pada perlakuan keempat, sudah terlihat bahwa semakin banyak siswa yang mulai jenuh dan hanya mengejerjakan penugasan dengan asal-asalan.

Dari keempat perlakuan pada kelompok kontrol di atas, terlihat bahwa masih ada beberapa siswa yang kurang memperhatikan pembelajaran yang diajarkan oleh guru dan masih banyak pula siswa yang hanya diam ketika guru meminta untuk bertanya atau menjawab pertanyaan dari guru. Selain itu, ada beberapa siswa yang justru asyik bermain ataupun berbicara dengan teman lain, dan cukup banyak pula siswa yang kurang antusias atau kurang aktif untuk bertanya serta sering mengeluh ketika diminta untuk membaca dan mengerjakan soal terkait struktur dan unsur kebahasaan teks eksplanasi.

Sementara itu, kelompok eksperimen diberi pembelajaran pemahaman teks eksplanasi dengan menggunakan strategi LRD. Pada perlakuan pertama, banyak siswa yang antusias dan bersemangat mengikuti pembelajaran dengan menggunakan strategi LRD karena siswa merasa kegiatan pembelajaran yang dilakukan beda dengan kegiatan pembelajaran pada umumnya. Pada perlakuan kedua, ada sedikit siswa yang mulai mengeluh ketika mengetahui bahwa soal yang diberikan sama dengan pertemuan sebelumnya, namun banyak pula yang sungguh-sungguh mengerjakan penugasan dengan baik. Pada perlakuan ketiga, sudah mulai terlihat ada siswa yang kurang antusias mengikuti pembelajaran, namun masih banyak pula siswa tetap mengikuti setiap tahapan strategi LRD dengan baik. Pada perlakuan keempat, sudah terlihat bahwa sudah mulai terlihat siswa yang jenuh.

Dari keempat perlakuan pada kelompok eksperimen di atas, terlihat bahwa keaktifan dan antusias siswa pada kelompok eksperimen jauh lebih baik dibandingkan kelompok kontrol dan hanya ada sedikit siswa yang kurang antusias. Meskipun demikian, siswa pada kelompok eksperimen mampu mengikuti setiap tahap pembelajaran sesuai dengan strategi LRD.

Setelah kedua kelompok selesai diberi empat kali perlakuan, tahap selanjutnya yaitu pascates (postes). Postes yang diberikan kedua kelompok ini berupa tes objektif berjumlah 40 soal dengan empat alternatif jawaban. Postes bertujuan untuk memperoleh data yang selanjutnya dianalisis untuk melihat perbedaan pembelajaran membaca pemahaman teks eksplanasi pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.

Perbedaan proses pembelajaran kelompok kontrol dan kelompok eksperimen sebagaimana telah diuraikan di atas akan mempengaruhi perbedaan kemampuan siswa dalam membaca pemahaman teks eksplanasi, meskipun kedua kelompok berangkat dari kemampuan yang sama.

Hasil analisis uji-t skor postes kelompok kontrol dan kelompok eksperimen menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan membaca pemahaman teks eksplanasi antara siswa yang mendapat pembelajaran dengan menggunakan strategi LRD dan siswa yang mendapat pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik.

Hasil penelitian ini tidak berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Stevi Ditta Nirmala (2014) berjudul “Keefektifan Model Pembelejaran ERICA (Effective Reading in The Content Areas) dalam pembelajaran Membaca

Pemahaman Teks Eksplanasi bagi Siswa kelas VII SMP RSBI pelaksana Kurikulum 2013 Se-Kabupaten Magelang”. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa ada perbedaan kemampuan membaca pemahaman teks eksplanasi yang signifikan antara siswa yang mendapat pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran ERICA dengan siswa yang mendapat pembelajaran membaca pemahaman teks eksplanasi tanpa menggunakan model pembelajaran ERICA.

2. Keefektifan Strategi LRD dalam Pembelajaran Membaca Pemahaman

Dokumen terkait