• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perbedaan Kinerja Karyawan Antar Bagian Kerja Dilihat

BAB II. LANDASAN TEORI

C. Perbedaan Kinerja Karyawan Antar Bagian Kerja Dilihat

Seperti pada penjelasan sebelumnya bahwa di era globalisasi seperti sekarang ini, organisasi yang ada saling berbenah diri agar dapat tetap eksis. Berbagai usaha dilakukan agar kinerja organisasi tetap baik atau bahkan dapat meningkat. Kinerja sendiri diartikan sebagai kesuksesan yang dicapai seseorang di dalam

melaksanakan suatu pekerjaan. Kesuksesan yang dimaksudkan disini ukurannya tidak dapat disamakan pada semua orang, Namun lebih merupakan hasil yang dicapai seseorang menurut ukuran yang berlaku sesuai dengan pekerjaan yang ditekuninya. Kinerja seorang karyawan pada dasarnya adalah hasil kerja seorang karyawan selama periode waktu tertentu dibandingkan dengan berbagai kemungkinan, misalnya standar, target, sasaran atau kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulu dan telah disepakati bersama.

Dalam suatu organisasi, sumber daya manusia (dalam hal ini karyawan) merupakan aset yang sangat berharga bahkan paling berharga. Merekalah yang akan membawa organisasi pada titik tertentu. Keberhasilan suatu organisasi dapat terlihat dari kinerja organisasi tersebut yang ditentukan oleh kinerja sumber daya manusia yang ada di dalamnya. Oleh sebab itu, karyawan perlu mendapatkan perhatian khusus karena kinerja karyawan inilah yang nantinya akan menentukan kinerja organisasi. Untuk dapat mewujudkan hal tersebut, pihak organisasi sendiri melakukan berbagai hal untuk dapat mendorong karyawan agar menghasilkan kinerja yang baik.

Banyak hal yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan. Salah satunya adalah motivasi kerja. Menurut Gibson (Mansyur, 2005), motivasi kerja ini mempengaruhi banyak hal dalam suatu organisasi. Motivasi kerja yang rendah tentunya akan menghambat organisasi dalam mencapai tujuannya. Motivasi kerja sendiri dapat diartikan sebagai sesuatu yang menimbulkan, mengarahkan dan mempertahankan perilaku karyawan menuju pada tujuan tertentu dari organisasi

yang bersumber dari dalam maupun dari luar diri. Dalam bekerja, karyawan tentunya memiliki motivasi baik yang berasal dari dalam (intrinsik) maupun dari luar dirinya (ekstrinsik). Hanya saja kadar motivasi setiap karyawan berbeda-beda. Motivasi intrinsik sendiri dapat diartikan sebagai usaha melakukan tindakan untuk mendapatkan kepuasan yang diinginkan secara sadar dan mantap, yang berasal dari dalam dirinya. Sedangkan motivasi ekstrinsik dapat diartikan sebagai dorongan untuk melakukan suatu perilaku yang berasal dari luar diri/ lingkungan luar yang mendukung pelaksanaan pekerjaan individu. Misalnya, pujian, hukuman, jabatan, status, gaji, bonus, dll. Ada karyawan yang lebih termotivasi secara intrinsik namun ada pula yang lebih termotivasi secara ekstrinsik. Bagi mereka yang termotivasi secara intrinsik, mereka bekerja karena adanya kepuasan yang muncul dari dalam dirinya atau karena adanya tantangan dalam melakukan suatu pekerjaan. Sedangkan yang termotivasi secara ekstrinsik, mereka bekerja karena ingin mendapatkan imbalan atau untuk menghindari konsekuensi tertentu. Perbedaan motivasi kerja tiap karyawan ini ditimbulkan oleh banyak faktor, baik dari dalam maupun dari luar diri. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Ahmad Yaseer Mansyur dan Lukman (2005) dikemukakan bahwa salah satu hal mempengaruhi motivasi kerja karyawan adalah tingkat pendidikan karyawan itu sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa faktor dalam diri karyawan juga ikut menentukan motivasinya yang pada akhirnya akan berpengaruh pada kinerja karyawan dan organisasi itu sendiri. Dalam penelitian ini dikemukakan pula bahwa tidak hanya faktor dari dalam diri, namun juga faktor dari luar diri

karyawan dapat mempengaruhi kinerja karyawan tersebut. Salah satu faktor dari luar yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan yaitu kemanan kerja, pengawasan yang dilakukan oleh atasan. Penelitian Nowlin (1985) dan Amaryliss (1990) juga mengungkapkan bahwa faktor intrinsik seperti adanya rasa penghargaan, rasa tanggung jawab, kemajuan dan faktor ekstrinsik seperti gaji, keadaan kerja, status, keselamatan dapat mempengaruhi motivasi kerja seorang karyawan dan pada akhirnya akan mempengaruhi kinerja karyawan dan organisasi tempatnya bekerja. Dalam penelitian mengenai self determination theory seperti yang dilakukan oleh Baard (2004); Deci (2001); Gagne (2000); Hardi, Leone, Kasser & Ryan (1993); Davey (1992) diungkapkan bahwa adanya dukungan dari pihak manajemen terhadap karyawan menyebabkan kepuasan dari

3 Basic Psychological Needs yang terdiri dari competence, relatedness, autonomy

meningkat. Hal ini menyebabkan kepuasaan kerja dan kinerja karyawan juga meningkat. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Baard (2004) juga ditunjukkan bahwa adanya rasa kebebasan dalam menentukan tingkah laku pribadi dapat memprediksikan hasil pekerjaan yang positif. Hal ini didukung pula oleh Deci, dkk (2000) yang mengugkapkan bahwa terpenuhinya/ terpuaskannya 3 Basic Psychological Needs merupakan sesuatu yang sangat penting untuk meningkatkan motivasi kerja seseorang. Blais dan Briere (1992) juga menemukan bahwa adanya dukungan pihak manajemen dapat memberikan pengaruh yang positif terhadap motivasi dan kinerja karyawan. Penelitian yang dilakukan oleh Koestner dan Losier (2002) juga mengungkapkan bahwa motivasi intrinsik menghasilkan

kinerja yang lebih baik pada pekerjaan yang menarik bagi seorang karyawan, sedangkan motivasi ekstrinsik menghasilkan kinerja yang lebih baik pada pekerjaan yang penting dan memberikan suatu kedisiplinan serta ketentuan. Hal ini menunjukkan bahwa baik faktor intrinsik dan ekstrinsik akan mempengaruhi motivasi seseorang dan pada akhirnya akan mempengaruhi kinerja karyawan dan organisasi.

Motivasi tiap karyawan tentunya berbeda-beda satu dengan yang lainnya, baik karyawan dalam satu bagian pekerjaan yang sama maupun antara bagian pekerjaan yang berbeda. Bahkan tingkat motivasi yang sama, namun mereka bekerja pada bagian pekerjaan yang berbeda akan menghasilkan tingkat kinerja yang berbeda pula. Adanya tugas pokok, fungsi, dan rincian tugas yang berbeda membuat kinerja masing-masing karyawan berbeda-beda pula. Di samping itu, suasana kerja, rekan kerja, fasilitas kerja dan pemimpin yng berbeda-beda antar bagian kerja juga mempengaruhi kinerja karyawan tersebut yang tentunya berbeda-beda satu dengan yang lainnya.

Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat diasumsikan bahwa ada perbedaan kinerja karyawan dilihat dari motivasi kerja (intrinsik dan ekstrinsik) dan dalam penelitian ini dapat dilihat pula perbedaan kinerja antar bagian kerja yang berbeda.

Dokumen terkait