PENDAHULUAN
Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan modal yang harus dijaga dan dilindungi dengan baik demi kemajuan suatu daerah. Hal mendasar yang harus dilakukan salah satunya adalah menjamin perkembangan anak usia dini sebagai generasi unggul yang akan menentukan masa depan bangsa.
Jika fondasi dasar yang dibutuhkan pada anak sejak usia dini sudah dibangun secara baik, maka akan lebih mudah untuk mengembangkan kemampuan selanjutnya di masa yang akan datang.
Hal ini sesuai dengan visi Gubernur terpilih, maka visi pembangunan jangka menengah daerah Provinsi Sumatera Barat tahun 2021-2026 adalah: “Terwujudnya Sumatera Barat Madani yang Unggul dan Berkelanjutan”. Visi Pembangunan Provinsi Sumatera Barat ini diharapkan akan mewujudkan keinginan dan amanat masyarakat Provinsi Sumatera Barat dengan tetap mengacu
pada pencapaian tujuan nasional seperti diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945 khususnya bagi masyarakat Provinsi Sumatera Barat, memperhatikan RPJMN 2019-2024, dan RPJPD Provinsi Sumatera Barat tahun 2005-2025.
Dengan turunan salah satu misi pembangunan jangka menengah Provinsi Sumatera Barat Tahun 2021-2026 adalah Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia yang sehat, berpengetahuan, terampil dan berdaya saing.
Visi dan misi Provinsi Sumatera Barat 2021-2026 selanjutnya dijabarkan dalam tujuan sasaran pembangunan jangka menengah. Misi dalam Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia yang sehat, berpengetahuan, terampil dan berdaya saing. Misi pertama ini memiliki tujuan yaitu mewujudkan Sumber daya manusia yang sehat, unggul dan berdaya saing. Sasaran yang ingin dicapai meliputi: (i) meningkatnya derajat kesehatan masyarakat, (ii) menurunnya prevalensi stunting, (iii) meningkatnya kualitas Pendidikan, dan (iv) meningkatnya kemandirian dan daya saing masyarakat.
Dalam mendukung visi dan misi pembangunan Sumbar peran Majelis
Pertimbangan Kelitbangan mampu memikirkan kebijakan strategis untuk memperkuat sektor pendidikan, kesehatan, pertanian dan sektor lainnya dalam pengelolaan inovasi untuk penyelenggaraan pemerintahan sesuai kewenangan Pemerintah Provinsi.
Untuk itu Majelis Pertimbangan Kelitbangan Propinsi Sumatera Barat telah melakukan analisa dan membuatkan saran dan rekomendasi kebijakan bagi bapak Gubernur untuk sebagai upaya membantu pemerintah Sumatera Barat Upaya pemeliharaan kesehatan bayi dan anak ini ditujukan untuk mempersiapkan generasi yang akan datang yang sehat, cerdas, dan berkualitas serta untuk menurunkan prevalensi stunting dan menurunkan angka kematian bayi dan anak.
Hasil Analisa pemetaan kategori tinggi dan rendah antara IPM dengan Stunting yang dilakukan dapat mengelompokkan daerah-daerah dengan Program Intervensi yang dilakukan tepat sasaran/Optimal dan yang belum optimal terhadap penanganan stunting di daerah tersebut.
Untuk daerah dengan program intervensi tepat sasaran, pada daerah dengan IPM Tinggi dan pencapaian angka prevalensi Stunting Rendah yaitu : Kota Solok, Kota Padang, Kota Sawahlunto, Kota Bukit Tinggi, Kota Payakumbuh, Kota Pariaman. Dan selanjutnya, daerah yang walaupun memiliki IPM Rendah, akan tetapi angka prevalensi Stunting Rendah yaitu: Kab Solok Selatan, Kab Padang Pariaman, Kab Dharmasraya. Hal ini perlu diapresiasi oleh Pemerinta Propinsi.
Untuk daerah dengan program intervensi belum tepat sasaran, yaitu pada daerah IPM yang Tinggi namun memiliki angka prevalensi Stunting Tinggi yaitu Kota Padang Panjang, Kabupaten Agam.
Untuk daerah dengan IPM Rendah dan memiliki angka prevalensi Stunting Tinggi adalah daerah Kab Pasaman Barat, Kab Pasaman, Kab Solok, Kab Mentawai, Kab Pessel, Kab Sijunjung, Kab Tanah Datar, Kab 50 Kota. Kabupaten-kabupaten ini perlu mendapat perhatian dan monitoring dari Pemerintah Provinsi.
REKOMENDASI KEBIJAKAN
Target penurunan stunting menjadi 14% sangat berat untuk dicapai dalam kondisi normal, apa lagi di tengah pandemi. Untuk itu, diperlukan
komitmen di tingkat tinggi melalui berbagai kebijakan/regulasi, mengembangkan inovasi, SDM, dan kelembagaan demi memperluas cakupan program. Pentingnya memperkuat kualitas program yang ada dengan kreativitas dan inovasi berbasis budaya sesuai potensi masing-masing daerah.
Untuk itu berikut saran dan rekomendasi yang diberikan Majelis Pertimbangan Kelitbangan Propinsi Sumatera Barat sebagai upaya membantu pemerintah Sumatera Barat Upaya pemeliharaan kesehatan bayi dan anak ini ditujukan untuk mempersiapkan generasi yang akan datang yang sehat, cerdas, dan berkualitas serta untuk menurunkan prevalensi stunting dan menurunkan angka kematian bayi dan anak.
Ada 4 tingkatan rekomendasi yang diberikan tertuju pada (1) Aspek Kebijakan untuk Kabupaten Kota atau Desa; (2) Aspek Organisasi Masyarakat dan (3) Aspek Personal, Individu. Keseluruhan aspek ini dijabarkan rekomendasi dalam Input, Proses dan Output serta terakhir adalah Dampaknya; (4) Rekomendasi Monitoring dan Evaluasi Data Pencegahan Berbasis Bukti Penjabaran sebagai berikut:
1. Rekomendasi Aspek Kebijakan untuk Kabupaten/Kota atau Desa
2. Rekomendasi Aspek Organisasi Masyarakat
3. Rekomendasi Aspek Personal, Individu
4. Rekomendasi Monitoring dan Evaluasi Data Pencegahan Berbasis Bukti
a. Meningkatkan pendekatan pencegahan berbasis bukti berupa Early Warning Balita dengan status Gizi dengan By Name By Address untuk mengatasi stunting dan wasting pada anak, dan pendekatan kuratif untuk mengobati wasting;
b. Menghasilkan data dan informasi berkualitas tentang stunting dan wasting pada anak; Melalui data e-PPGBM – Kemenkes, Data e-HWD - Kemendes
c. Meningkatkan akses ke komoditas esensial yang diproduksi secara lokal untuk perawatan wasting anak.
d. Layanan gizi untuk anak-anak dan keluarga yang rentan, termasuk pemantauan pertumbuhan, distribusi gizi mikro, dukungan bagi para ibu untuk pemberian makan bayi dan anak secara memadai, dan penapisan serta perawatan anak balita karena gizi buruk.
PENUTUP
Demikianlah usulan rekomendasi dari Majelis Pertimbangan Kelitbangan Sumatera Barat. Dari usulan rekomendasi di atas, jika bisa secara bersama kita laksanakan, dengan adanya kemampuan pemerintah dan adanya komitmen yang kuat untuk mengarahkan dan mengintegrasikan gerakan masyarakat sipil sebagai sebuah kebijakan yang terarah, akan semakin mempercepat efektifitas dan efisiensi kinerja dalam penanganan Stunting di Propinsi Sumatera Barat. Semoga.
REKOMENDASI 4: PERCEPATAN VAKSINASI COVID-19