HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Deskriptif Daerah Penelitian
4.1.2. Perekonomian Kota Pematang Siantar
Secara umum PDRB Kota Pematang Siantar dalam periode 2004-2010 mengalami peningkatan baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan (lihat lampiran 4 dan 5). PDRB atas dasar harga berlaku yang terbentuk pada tahun 2010 adalah sebesar Rp. 4.163.437,74 juta, mengalami pertumbuhan sebesar 11,14 persen dibandingkan dengan tahun 2009 sebesar Rp. 3.746.215,84 juta. Sedangkan PDRB atas dasar harga konstan pada tahun 2010 sebesar Rp. 2.038.924,45 juta, mengalami pertumbuhan sebesar 5,85 persen dibandingkan dengan tahun 2009 sebesar Rp. 1.926.298,65 juta (lihat tabel 4.4).
Sektor-sektor ekonomi yang mendominasi pembentukan PDRB Kota Pematang Siantar pada tahun 2010 adalah sektor perdagangan, hotel dan
restoran; sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan; dan sektor jasa-jasa. Peranan dari ketiga sektor ini dalam pembentukan PDRB Kota Pematang Siantar adalah 59,33 persen atas dasar harga berlaku dan 58,51 persen atas dasar harga konstan 2000.
4.2. Perkembangan dan Struktur Perekonomian Kota Pematang Siantar
4.2.1. Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota
Pematang Siantar
Sebagaimanatelah kita ketahui bahwa PDRB adalah merupakan salah satu indikator ekonomi makro yang dapat memberikan petunjuk bagi kita ada tidaknya atupun sejauh mana perkembangan ekonomi yang telah dicapai oleh suatu daerah.
Ditinjau dari sajian angka-angka PDRB atas dasar harga berlaku/ tahun berjalan ataupun menurut harga konstan 2000, perkembangan PDRB Kota Pematang Siantar selama periode 2004-2010 mengalami kenaikan yang cukup berarti. Untuk lebih jelasnya dalam melakukan evaluasi selanjutnya dahulu kita lihat tabel berikut ini :
Tabel 4.3
Produk Domestik Regional Bruto Kota Pematang Siantar tahun 2004-2010
Tahun
Atas Dasar Harga Berlaku (Juta Rp)
Atas Dasar Harga Konstan 2000 (Juta Rp) 2004 2.400.683,08 1.467.879,16 2005 2.556.769,18 1.552.523,79 2006 2.749.779,17 1.645.113,63 2007 3.094.556,17 1.729.273,45 2008 3.464.686,68 1.828.251,13 2009 3.746.215,84 1.926.298,65 2010 4.163.437,74 2.038.924,45
Dari data pada tabel diatas kita peroleh gambaran bahwa selama periode tahun 2004-2010 baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan 2000 PDRB Kota Pematang Siantar mengalami kenaikan. Untuk lebih jelasnya mengenai kenaikan tersebut dari tabel 4.3 dapat disajikan tabel 4.4 berikut ini :
Tabel 4.4
Rata-rata Pertumbuhan dan Persentase Pertumbuhan PDRB Kota Pematang Siantar Atas Dasar Harga Berlaku dan Atas Dasar Harga Konstan
2000
Tahun
Atas Dasar Harga Berlaku
Atas Dasar Harga Konstan 2000 Pertumbuhan (Juta Rp) % Pertumbuhan (Juta Rp) % 2005 156.086,10 6,50 84.644,63 5,77 2006 193.009,99 7,55 92.589,84 5,96 2007 344.777,00 12,54 84.159,82 5,12 2008 370.130,51 11,96 98.977,68 5,72 2009 281.529,16 8,13 98.047,52 5,36 2010 417.221,90 11,14 112.625,80 5,85 Rata-rata 293.792,44 9,64 95.174,22 5,63
Sumber : BPSKotaPematangSiantar(Data Diolah)
Selama periode 2005-2010 rata-rata pertumbuhan PDRB atas dasar harga berlaku adalah sebesar Rp. 293.792,44 juta atau sebesar 9,64 % sedangkan atas dasar harga konstan 2000 tumbuh sebesar Rp. 95.174,22 juta atau sebesar 5,63 % rata-rata per-tahun.
4.2.2. Peranan Sektor terhadap Produk Domestik Regional Bruto
(PDRB) Kota Pematang Siantar
Dengan mengetahui peranan dari masing-masing sektor perekonomian kita akan dapat mendapatkan gambaran sektor-sektor mana yang paling besar peranannya terhadap perekonomian daerah tersebut. Dengan mengetahui peranan dari pada masing-masing sektor berarti kita dapat membuat gambaran
keterkaitannya dengan skala prioritas pembanguan yang akan difokuskan ataupun sebagai landasan dalam pembangunan ekonomi khususnya.
Distribusi atau besarnya peranan setiap sektor PDRB atas dasar harga yang berlaku selama kurun waktu tahun 2004-2010, setiap tahunnya tampak mengalami perubahan. Apabila dilakukan perbandingan, maka sektor yang mengalami kenaikan ataupun sektor yang cenderung mengalami penurunan selama kurun waktu 2004-2010 dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 4.5
Distribusi Persentase PDRB Kota Pematang Siantar Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku tahun 2004-2010 (%)
No. Lapangan Usaha 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010
1. Pertanian 4,11 4,08 3,76 3,20 3,01 2,89 2,72
2. Pertambangan &
Penggalian 0,20 0,03 0,03 0,03 0,02 0,02 0,02
Sektor Primer 4,31 4,11 3,79 3,23 3,03 2,91 2,74
3. Industri Pengolahan 27,02 26,32 26,43 26,85 25,46 24,05 22,23 4. Listrik, Gas, & Air
Minum 1,81 1,78 1,81 1,66 1,55 1,49 1,40 5. Bangunan 6,64 6,90 6,87 6,22 5,63 5,35 5,05 Sektor Sekunder 35,47 35,00 35,11 34,73 32,64 30,89 28,68 6. Perdagangan, Hotel & Restoran 28,90 28,75 28,41 29,22 30,28 31,69 34,02 7. Pengangkutan & Komunikasi 11,82 11,75 10,98 10,35 9,97 9,70 9,24
8. Keuangan & Jasa
Perusahaan 8,95 10,19 10,90 11,57 11,99 12,74 13,40
9. Jasa-jasa 10,53 10,21 10,79 10,90 12,08 12,06 11,91
Sektor Tersier 60,20 60,90 61,08 62,04 64,32 66,19 68,57
Total 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
Sumber : BPSKotaPematangSiantar, 2011
Dilihat pada tabel 4.5 tersebut maka dapat diambil kesimpulan bahwa hanya beberapa sektor saja yang mengalami kenaikan seperti sektor perdagangan, hotel, dan restoran pada tahun 2004 sebesar 28,90 % naik menjadi 34,02 % pada tahun 2010. Sektor keuangan dan jasa perusahaan pada
tahun 2004 sebesar 8,95 % menjadi 13,40 % pada tahun 2010 dan sektor jasa-jasa pada tahun 2004 sebesar 10,53 % naik menjadi 11,91 % pada tahun 2010.
Sektor yang cenderung mengalami penurunan adalah sektor pertanian pada tahun 2004 sebesar 4,11 % turun menjadi 2,72 % pada tahun 2010. Sektor pertambangan dan penggalian pada tahun 2004 sebesar 0,20 % turun menjadi 0,02 % pada tahun 2010. Sektor industri pengolahan pada tahun 2004 sebesar 27,02 % turun menjadi 22,23 % pada tahun 2010. Sektor listrik, gas, dan air minum pada tahun 2004 sebesar 1,81 % turun menjadi 1,40 % pada tahun 2010. Sektor bangunan pada tahun 2004 sebesar 6,64 % turun menjadi 5,05 %
pada tahun 2010 dan sektor pengangkutan dan komunikasi pada tahun 2004
sebesar 11,82 % turun menjadi 9,24 % pada tahun 2010.
Dilihat dari sektor primer, sekunder, dan tersier dapat diambil kesimpulan bahwa pada periode tahun 2004-2010, peranan sektor tersier terhadap PDRB Kota Pematang Siantar pada tahun 2004 sebesar 60,20 % naik menjadi 68,57 % pada tahun 2010. Sedangkan sektor primer dan sekunder
mengalami penurunan. Sektor primer pada tahun 2004 sebesar 4,31 % turun
menjadi 2,74 % pada tahun 2010. Sektor sekunder pada tahun 2004 sebesar 35,47% turun menjadi 28,68 % pada tahun 2010.
Selanjutnya pada distribusi atau besarnya peranan setiap sektor terhadap PDRB atas dasar harga konstan 2000 dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 4.6
Distribusi Persentase PDRB Kota Pematang Siantar Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 tahun 2004-2010 (%)
No. Lapangan Usaha 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010
1. Pertanian 4,92 4,70 4,35 3,79 3,56 3,37 3,20
2. Pertambangan &
Penggalian 0,24 0,02 0,03 0,03 0,02 0,02 0,02
Sektor Primer 5,16 4,72 4,38 3,82 3,58 3,39 3,22
3. Industri Pengolahan 14,28 13,52 13,56 13,32 13,11 12,64 12,14 4. Listrik, Gas, & Air
Minum 1,33 1,31 1,36 1,25 1,21 1,18 1,14 5. Bangunan 9,22 9,33 9,36 8,96 8,50 8,34 8,16 Sektor Sekunder 24,83 24,16 24,28 23,53 22,82 22,16 21,44 6. Perdagangan, Hotel & Restoran 28,79 29,63 29,23 29,19 30,34 31,36 32,34 7. Pengangkutan & Komunikasi 17,14 17,43 17,25 17,36 17,20 17,07 16,84
8. Keuangan & Jasa
Perusahaan 11,37 11,28 11,69 12,45 12,69 12,90 13,19
9. Jasa-jasa 12,71 12,78 13,18 13,66 13,37 13,13 12,98
Sektor Tersier 70,01 71,12 71,35 72,66 73,60 74,46 75,35
Total 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
Sumber : BPSKotaPematangSiantar, 2011
Dari data pada tabel 4.6 diatas tercatat 3 (tiga) sektor yang memberikan sumbangan atau berperan yang relatif besar setiap tahunnya yaitu sektor perdagangan, hotel dan restoran pada tahun 2004 berperan sebesar 28,79 %, tahun 2005 sebesar 29,63 %. Pada 2006 sebesar 29,23 % dan pada tahun 2007 sebesar 29,19 %, kemudian pada tahun 2008 berperan sebesar 30,34 %. Pada tahun 2009 sebesar 31,36 % dan naik lagi menjadi 32,34 % pada tahun 2010. Sektor keuangan dan jasa perusahaan berperan sebesar 11,37 % pada tahun 2004 dan sebesar 11,28 % pada tahun 2005, sebesar 11,69 % pada tahun 2006 dan sebesar 12,45 % pada tahun 2007. Kemudian pada tahun 2008 berperan sebesar 12,69 %, pada tahun 2009 sebesar 12,90 % dan sebesar 13,19 % pada tahun 2010. Dan sektor jasa-jasa berperan sebesar 12,71 % pada tahun
2004 dan sebesar 12,78 % pada tahun 2005, sebesar 13,18 % pada tahun 2006 dan sebesar 13,66 % pada tahun 2007. Kemudian pada tahun 2008 berperan sebesar 13,37 %, pada tahun 2009 sebesar 13,13 % dan sebesar 12,98 % pada tahun 2010.
Dilihat dari sektor primer, sekunder, dan tersier dapat diambil kesimpulan bahwa pada periode tahun 2004-2010, peranan sektor tersier terhadap PDRB Kota Pematang Siantar pada tahun 2004 sebesar 70,01 % naik menjadi 75,35 % pada tahun 2010. Sedangkan sektor primer dan sekunder
mengalami penurunan. Sektor primer pada tahun 2004 sebesar 5,16 % turun
menjadi 3,22 % pada tahun 2010. Sektor sekunder pada tahun 2004 sebesar 24,83% turun menjadi 21,44 % pada tahun 2010.
4.2.3. Perkembangan Tenaga Kerja Kota Pematang Siantar
Pertumbuhan tenaga kerja di Kota Pematang Siantar sejalan dengan pertumbuhan penduduk. Namun pertumbuhan ini tidak sebanding dengan pertumbuhan lapangan pekerjaan sehingga mengakibatkan tingginya jumlah pengangguran. Angkatan kerja merupakan salah satu unsur utama dalam proses produksi barang dan jasa serta mengatur sarana produksi untuk menghasilkan barang dan jasa tersebut. Semakin banyak angkatan kerja dalam satu wilayah atau daerah maka akan semakin besar pula kontribusi yang diberikan pada pertumbuhan ekonomi daerah tersebut.
Perkembangan tenaga kerja Kota Pematang Siantar selama periode 2004-2010 mengalami kenaikan yang cukup berarti. Untuk lebih jelasnya dalam melakukan evaluasi selanjutnya dahulu kita lihat tabel berikut ini.
Tabel 4.7
Tenaga Kerja Kota Pematang Siantar tahun 2004-2010 (Jiwa)
Tahun Tenaga Kerja (Jiwa)
2004 74.800 2005 89.220 2006 81.666 2007 88.251 2008 98.088 2009 103.737 2010 108.513
Sumber : BPS Kota PematangSiantar, 2011
Dari data pada tabel diatas kita peroleh gambaran bahwa selama periode tahun 2004-2010 tenaga kerja Kota Pematang Siantar mengalami kenaikan. Untuk lebih jelasnya mengenai kenaikan tersebut dari tabel 4.7 dapat disajikan tabel 4.8 berikut ini :
Tabel 4.8
Rata-rata Pertumbuhan dan Persentase Pertumbuhan Tenaga Kerja Kota Pematang Siantar
Tahun Pertumbuhan (Jiwa) %
2005 14.420 19,28 2006 -7.554 -8,47 2007 6.585 8,06 2008 9.837 11,15 2009 5.649 5,76 2010 4.776 4,60 Rata-rata 5.619 6,73
Sumber : BPS Kota PematangSiantar (Data Diolah)
Selama periode 2005-2010 rata-rata pertumbuhan tenaga kerja Kota Pematang Siantar adalah sebesar 5.619 jiwa atau sebesar 6,73 % rata-rata per-tahun.
4.2.4. Peranan Sektor terhadap Tenaga Kerja Kota Pematang Siantar
Distribusi atau besarnya peranan setiap sektor terhadap tenaga kerja Kota Pematang Siantar selama kurun waktu tahun 2004-2010, setiap tahunnya
tampak mengalami perubahan. Apabila dilakukan perbandingan, maka sektor yang mengalami kenaikan ataupun sektor yang cenderung mengalami penurunan selama kurun waktu 2004-2010 dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 4.9
Distribusi Persentase Tenaga Kerja Kota Pematang Siantar Berdasarkan Sektor Primer, Sekunder dan Tersier tahun 2004-2010
No. Lapangan Usaha 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010
1. Sektor Primer 3,41 3,41 7,53 8,81 11,61 9,12 8,63 2. Sektor Sekunder 16,02 16,02 14,48 17,68 14,80 19,37 13,50 3. Sektor Tersier 80,57 80,57 77,99 73,51 73,59 71,51 77,87
Total 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
Sumber: BPS KotaPematangSiantar, 2011
Dilihat dari sektor primer, sekunder, dan tersier dapat diambil kesimpulan bahwa pada periode tahun 2004-2010, peranan sektor primer terhadap tenaga kerja Kota Pematang Siantar pada tahun 2004 sebesar 3,41 % naik menjadi 8,63 % pada tahun 2010. Sedangkan sektor sekunder dan tersier mengalami penurunan. Sektor sekunder pada tahun 2004 sebesar 16,02% turun menjadi 13,50 % pada tahun 2010. Sektor tersier pada tahun 2004 sebesar 80,57% turun menjadi 77,87 % pada tahun 2010.
4.3. Analisis Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari berbagai sumber penerbitan, seperti yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), dan sumber-sumber lain yang terkait dengan objek yang diteliti. Data tersebut digunakan untuk menganalisis perubahan pertumbuhan tenaga kerja dan konstribusi PDRB pada sektor-sektor ekonomi di Kota Pematang Siantar dibandingkan perubahan pertumbuhan tenaga kerja dan konstribusi PDRB pada sektor-sektor perekonomian Sumatera Utara. Dalam
penelitian ini menggunakan alat analisis Shift-Share. Data-data tersebut adalah data jumlah penduduk berumur 15 tahun ke atas yang bekerja menurut lapangan usaha utama dan jumlah PDRB pada sektor-sektor ekonomi di Kota Pematang Siantar dan Provinsi Sumatera Utara, dimana data tersebut dimulai dari tahun 2004–2010.
4.3.1. Hasil Analisis Shift Share Berdasarkan Jumlah Tenaga Kerja di
Kota Pematang Siantar tahun 2004-2010 pada masing-masing Sektor Ekonomi
Tabel 4.10
Hasil Analisis Shift Share Jumlah Tenaga Kerja Kota Pematang Siantar
tahun 2004-2010 (Jiwa)
Lapangan Usaha Nij % Mij % Cij % Dij %
Sektor Primer 4.471 6,63 -1.532 -4,26 12.885 108,34 15.823 13,72 Sektor Sekunder 10.844 16,08 4.022 11,18 -15.287 -128,54 -421 -0,37 Sektor Tersier 52.119 77,29 33.500 93,08 14.295 120,20 99.914 86,64
Sumber: BPS KotaPematangSiantar (Data Diolah)
Gambar 4.1
Grafik ShiftShare Tenaga Kerja di Kota Pematang Siantar tahun 2004-2010
-20000 0 20000 40000 60000 80000 100000
Nij Mij Cij Dij
Sektor Primer Sektor Sekunder Sektor Tersier
a. Sektor Primer
Sektor primer (pertanian) di Kota Pematang Siantar berdasarkan analisis Shift Share tahun 2004–2010 dipengaruhi oleh beberapa komponen. Pengaruh komponen pertumbuhan provinsi (Nij) sektor ini mempunyai efek positif dalam menyerap tenaga kerja yaitu sebesar 4.471 atau 6,63 % tenaga kerja terhadap penyerapan tenaga kerja provinsi. Pengaruh komponen bauran industri (Mij) mempunyai efek negatif, hal ini menyebabkan pertumbuhan tenaga kerja di Kota Pematang Siantar tertinggal sebanyak -1.532 atau 4,26 % tenaga kerja. Pertumbuhan sektor primer dalam sisi tenaga kerja tumbuh relatif lebih lambat dibandingkan pertumbuhan sektor yang sama di tingkat provinsi.
Pengaruh komponen keunggulan kompetitif (Cij) sektor primer mempunyai efek positif, dimana pertumbuhan tenaga kerja di Kota Pematang Siantar sebanyak 12.885 atau 108,34 % tenaga kerja lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan sektor yang sama di tingkat provinsi. Untuk jumlah keseluruhan (Dij), sektor primer menunjukkan jumlah yang positif sebanyak 15.823 atau 13,72 % tenaga kerja yang mempunyai arti bahwa pertumbuhan sektor primer di Kota Pematang Siantar relatif lebih cepat dibanding pertumbuhan tenaga kerja sektor yang sama ditingkat provinsi. Sektor primer mengalami pergeseran atau peningkatan dalam penyerapan tenaga kerja di Kota Pematang Siantar disebabkan oleh upah yang relatif tinggi sehingga menarik banyak tenaga kerja untuk berpindah (migrasi) dari sektor sekunder atau tersier ke sektor primer.
b. Sektor Sekunder
Sektor sekunder (industri) di Kota Pematang Siantar berdasarkan analisis Shift Share tahun 2004–2010 dipengaruhi oleh beberapa komponen. Pengaruh komponen pertumbuhan provinsi (Nij) sektor ini mempunyai efek positif dalam menyerap tenaga kerja yaitu sebesar 10.844 atau 16,08 % tenaga kerja terhadap penyerapan tenaga kerja provinsi. Pengaruh komponen bauran industri (Mij) mempunyai efek positif yaitu sebanyak 4.022 atau 11,18 % tenaga kerja. Hal ini menunjukkan sektor industri dapat menyerap tenaga kerja lebih banyak atau pertumbuhan sektor sekunder dalam sisi tenaga kerja tumbuh relatif lebih cepat dibandingkan pertumbuhan sektor yang sama di tingkat provinsi.
Pengaruh komponen keunggulan kompetitif (Cij) sektor sekunder mempunyai efek negatif, dimana pertumbuhan tenaga kerja di Kota Pematang Siantar sebanyak -15.287 atau 128,54 % tenaga kerja lebih lambat dibandingkan dengan pertumbuhan sektor yang sama di tingkat provinsi. Untuk jumlah keseluruhan (Dij), sektor sekunder menunjukkan jumlah yang negatif sebanyak -421 atau 0,37 % tenaga kerja yang mempunyai arti bahwa pertumbuhan sektor sekunder di Kota Pematang Siantar relatif lebih lambat dibanding pertumbuhan tenaga kerja sektor yang sama ditingkat provinsi. Sektor sekunder mengalami pergeseran atau penurunan dalam penyerapan tenaga kerja di Kota Pematang Siantar disebabkan oleh tingkat upah yang rendah akan mendorong terjadinya migrasi tenaga kerja untuk mencari pekerjaan yang mempunyai tingkat upah tinggi pada sektor ekonomi lainnya.
c. Sektor Tersier
Sektor tersier (jasa) di Kota Pematang Siantar berdasarkan analisis Shift Share tahun 2004–2010 dipengaruhi oleh beberapa komponen. Pengaruh komponen pertumbuhan provinsi (Nij) sektor ini mempunyai efek positif dalam menyerap tenaga kerja yaitu sebesar 52.119 atau 77,29 % tenaga kerja terhadap penyerapan tenaga kerja provinsi. Pengaruh komponen bauran industri (Mij) mempunyai efek positif yaitu sebanyak 33.500 atau 93,08 % tenaga kerja. Hal ini menunjukkan sektor tersier dapat menyerap tenaga kerja lebih banyak atau pertumbuhan sektor tersier dalam sisi tenaga kerja tumbuh relatif lebih cepat dibandingkan pertumbuhan sektor yang sama di tingkat provinsi.
Pengaruh komponen keunggulan kompetitif (Cij) sektor tersier mempunyai efek positif, dimana pertumbuhan tenaga kerja di Kota Pematang Siantar sebanyak 14.295 atau 120,20 % tenaga kerja lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan sektor yang sama di tingkat provinsi. Untuk jumlah keseluruhan (Dij), sektor tersier menunjukkan jumlah yang positif sebanyak 99.914 atau 86,64 % tenaga kerja yang mempunyai arti bahwa pertumbuhan sektor tersier di Kota Pematang Siantar relatif lebih cepat dibanding pertumbuhan tenaga kerja sektor yang sama ditingkat provinsi. Sektor tersier mengalami pergeseran dalam tenaga kerja yang disebabkan oleh perekonomian modern yang dapat menarik banyak tenaga kerja yang tiap tahunnya mengalami kenaikan.
4.3.2. Hasil Analisis Shift Share Berdasarkan Nilai PDRB di Kota