• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perempuan Kepala SKPD

Dalam dokumen 42ac45c0 6439 4b92 8f56 787a5c6ad54f (Halaman 40-43)

18% Kader Posyandu 10% Perguruan Tinggi (PSW) 8% Majlis Ta'lim Ibu 14% PKK 27% Org. Perempuan 23%

Persentase Keterlibatan Perempuan dalam Musrenbang

Grafik 5.3

Jumlah Daerah dengan Kepala SKPD Perempuan

1 1 4 14 0 1 3 16 0 5 10 15 20 > dari 30% 20-30 % 10-20 % < dari 10 %

Perempuan Kepala SKPD

2014 2011

34

Untuk representasi perempuan di legislatif, tidak ada satupun daerah penelitian KINERJA yang proporsi anggota DPRD perempuannya lebih dari 30 persen. Hanya ada empat daerah dengan proporsi anggota DPRD perempuan antara 20-30 persen, yakni Barru, Probolinggo, Bener Meriah, dan Simeulue. Tujuh kabupaten, yakni Kota Makassar, Bulukumba, Jember, Kota Probolinggo, Kota Singkawang, Sambas, dan Aceh Tenggara, keterwakilan perempuan dalam parlemen antara 10-20 persen. Kebanyakan daerah (sembilan) jumlah anggota DPRD perempuannya di bawah 10 persen. Hal ini mencerminkan bahwa pemilih perempuan belum tentu memilih wakilnya di DPRD berdasarkan jenis kelamin perempuan, meski setiap Pemilu ada gerakan ‘Perempuan Pilih Perempuan’. (lihat grafik 5.4)

Meski demikian, bila dibanding hasil Pemilu Legislatif 2009, ada peningkatan jumlah daerah dalam hal peningkatan jumlah anggota legislatif perempuan, sebagaimana terlihat dalam grafik 5.4 di bawah ini. Jumlah daerah dengan anggota legislatif 20-30 persen bertambah 3 daerah, yang antara 10-20 persen bertambah satu daerah, dan yang kurang dari 10 persen berkurang empat daerah.

C. Pemenuhan Prasyarat PUG melalui PPRG

Selain wahana khusus partisipasi perempuan dan representasi perempuan dalam pemerintahan, indikator yang tidak kalah penting dalam pembentukan indeks kesetaraan adalah pemenuhan prasyarat pengarusutamaan gender (PUG) melalui Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG). Studi ini menilai pemenuhan tiga dari tujuh prasyarat PPRG, yakni 1) Keberadaan dan kinerja kelembagaan PUG, 2) Ketersediaan dan penggunaan data pilah atau profil gender, dan 3) Penggunaan instrumen analisis gender (GAP dan GBS) dalam perencanaan dan anggaran.

Dalam hal pembentukan kelembagaan PUG, 11 dari 20 daerah KINERJA belum membentuk satupun dari tiga lembaga PUG, yakni Kelompok

Kerja/Pokja PUG, Focal Point, dan Tim Anggaran Responsif Gener/ARG.17 Provinsi Aceh dan Kalimantan Barat tampak tertinggal dibandingkan dua provinsi KINERJA lainnya, karena di masing-masing provinsi hanya satu kabupaten yang telah membentuk 2-3 lembaga PUG. Sebailknya, ada empat daerah, yakni Bulukumba, Luwu, Tulungagung, dan Kota Banda Aceh yang telah membentuk ketiga lembaga PUG ini.

Grafik 5.3

Jumlah Daerah dengan Kepala SKPD Perempuan

1 1 4 14 0 1 3 16 0 5 10 15 20 > dari 30% 20-30 % 10-20 % < dari 10 %

Perempuan Kepala SKPD

2014 2011

17 PPokja PUG diketuai oleh Kepala Bappeda dengan sekretariat di Badan Pemberdayaan Perempuan dan anggota seluruh Kepala SKPD. Tugas Pokja PUG adalah melakukan akselerasi PUG melalui PPRG di daerah. Focal Point PUG didentuk oleh Pokja PUG atau ditunjuk oleh Kepala SKPD untuk mendiseminasi pengatahuan dan ketrampilan PUG dan PPRG di lingkungan SKPD-nya masing-masing. Sedangkan Tim ARG adalah tim yang dibentuk oleh Pokja

Tabel 5.1

Keberadaan Kelembagaan PUG

Daerah/Lembaga PUG Pokja PUG Vocal Point Tim ARG

Provinsi Sulawesi Selatan

Kota Makassar я × я

Kab. Barru я я ×

Kab. Bulukumba я я я

Kab. Luwu Utara × × ×

Kab. Luwu я я я

Provinsi Jawa Timur

Kota Probolinggo я я ×

Kab. Jember я я ×

Kab. Probolinggo × × ×

Kab. Bondowoso × × ×

Kab. Tulungagung я я я

Provinsi Kalimantan Barat

Kota Singkawang я × я

Kab. Sambas × × ×

Kab. Bengkayang × × ×

Kab. Sekadau × × ×

Kab. Melawi × × ×

Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam

Kota Banda Aceh я я я

Kab. Bener Meriah × × ×

Kab. Aceh Tenggara × × ×

Kab. Simeulue × × ×

Kab. Aceh Singkil × × ×

Jumlah Lembaga PUG 9 7 6

Kelembagaan PUG disebut berkinerja baik bila telah mempunyai rencana kerja yang jelas, memilikidukungan dana operasinal, menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD) Percepatan PUG melalui PPRG, dan memfasilitasi penyusunan profil gender/data terpilah gender. Dari seluruh daerah yang diteliti, ada enam daerah yang menyusun Rencana Kerja PUG, yakni Barru, Jember, Kota Probolinggo, Kota Makassar, Tulungagung, dan Kota Singkawang, di tiga daerah yang disebut terakhir sudah mendapat dukungan dana operasional dari APBD. Ada dua daerah yang Pokja PUG-nya telah menyusun RAD PUG sekaligus memfasilitasi penyusunan profil gender bagi SKPD, yakni jember

dan Tulungagung. Dua daerah lain hanya mengerjakan salah satunya, yakni Bulukumba dan Kota Singkawang.

Prasyarat lain adalah ketersediaan dan penggunaan data pilah atau profil gender yang akan sangat membantu SKPD dalam efektifitas dan efisiensi program/kegiatan, terutama memastikan kelompok sasaran. Melalui data terpilah pula, SKPD dapat melihat tingkat kesenjangan gender, sehingga dapat berinovasi terhadap program/kegiatan baru yang sesuai. SKPD yang telah memiliki data pilah gender di wilayah Program Kinerja berjumlah 12 untuk SKPD Pendidikan dan 11 untuk SKPD Kesehatan.

36

Selebihnya tidak memiliki data pilah. Dari 12 SKPD Pendidikan, 9 diantaranya menggunakan data pilah tersebut dalam penyusunan RKA-SKPD Pendidikan.18 Sementara dari 11 SKPD Kesehatan, 8 diantaranya memanfaatkannya

untuk penyusunan RKA-SKPD Kesehatan.19

Instrumen analisis gender berupa Gender Analysis Pathway (GAP) dan Gender Budget

Statement (GBS) selama ini masih banyak digunakan untuk menganalisis pada level kegiatan, dan baru sedikit yang digunakan untuk menganalisis pada level program, apalagi level Renja SKPD. Tidak heran jika belum ada

satupun daerah KINERJA yang menggunakan instrument GAP dan GBS pada saat penyusunan Renja SKPD.

18 Daerah yang SKPD Pendidikannya menyusun data pilah gender yakni Kota Makassar, Barru, Luwu Utara, Luwu, Bondowoso, Kota Probolinggo, Kota Singkawang, Sekadau, Bener Meriah, Bulukumba, Melawi, dan Kota Banda Aceh. Sembilan daerah yang disebut di awal telah menggunakan data pilah gender tersebut dalam penyusunan RKA-SKPD Pendidikan.

19 Daerah yang SKPD Kesehatannya menyusun data pilah gender yakni Kota Makassar, Barru, Bondowoso, Kota Probolinggo, Tulungagung, Kota Singkawang, Sekadau, Melawi, Bulukumba, Sambas, dan Kota Banda Aceh. delapan

Grafiks 5.5

Penggunaan Data Pilah Gender dalam RKA Pendidikan dan Kesehatan

9 3 8 8 3 9 0 5 10

Memiliki & Menggunakan Memiliki tapi Tidak Digunakan Tidak Memiliki

Penggunaan Data Pilah Gender dalam

Dalam dokumen 42ac45c0 6439 4b92 8f56 787a5c6ad54f (Halaman 40-43)

Dokumen terkait