BAB IV HASIL PENELITIAN
C. Pengolahan dan Analisis Data
1. Perencanaan Kegiatan Rumah Singgah Al-Abror
Dalam mempertimbangkan segala macam bentuk kegiatan yang akan
dilaksanakan di setiap yayasan atau lembaga harus direncanakan secara matang dan sesuai dengan kebutuhan berdasarkan program kegiatan yang dilaksanakan agar proses kegiatan dapat berjalan dengan lancar, menghasilkan sesuatu yang maksimal dan mencapai sasaran yang dituju. Begitupula dengan kegiatan di Yayasan Rumah Singgah Al-Abror dalam upaya peningkatan pendidikan akhlak anak jalanan perlu direncanakan dengan baik dan matang.
Pelaksanaan program kegiatan Yayasan Al-Abror tidak lepas dari bantuan pengurus dan pendidik yang senantiasa membantu kegiatan di Rumah Singgah Al-Abror. Program kerja Yayasan Al-Abror dibagi menjadi 2, yaitu program kerja jangka panjang dan program kerja jangka pendek.8 a. Program Kerja Jangka Pendek
1) Pemberian bahan makanan/sembako setiap satu bulan sekali.
Kegiatan bantuan pemberian bahan makanan ini dilakukan setiap akhir bulan. Bantuan ini berupa sembako yaitu beras, minyak sayur, mie instan, susu instan, kecap, saos, gula, teh, dsb.
2) Pengajian setiap minggu sekali.
Kegiatan pengajian ini dilaksanakan pada malam Sabtu ba’da Isya.
Yang diketuai oleh Ust. Fikri Amin dan diikuti oleh semua anak jalanan dan anak yatim. Dan juga didampingi oleh pemilik Yayasan Al-Abror. Pengajian ini menggunakan metode ceramah yang membahas kitab-kitab, diantaranya kitab Ta’lim Muta’alim.
3) Tasyakur dan zikir setiap malam Jum’at.
Pada setiap malam Jum’at diadakan sholat maghrib berjama’ah dan
dilanjutkan pembacaan Surah Yasin dan Zikir bersama yang diketuai oleh pemilik Yayasan Rumah Singgah Al-Abror yaitu Bapak H. Matropi, S.Sos.
4) Memperingati hari-hari besar Islam.
Seperti disekolah lain pada umumnya, Yayasan Al-Abror juga mengadakan kegiatan hari-hari besar Islam seperti, Muharram (Tahun
Baru Islam), Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, Isra’ dan Mi’raj
dan hari Raya Idul Adha dengan melakukan pemotongan hewan kurban.
5) Rekreasi setiap tahun.
Kegiatan jalan-jalan atau rekreasi biasanya dilaksanakan pada akhir tahun. Pada akhir tahun 2014 kemarin di bulan Desember bertepatan liburan akhir Semester, Yayasan Al-Abror mengadakan rekreasi bersama ke kota Garut Jawa Barat selama 4 hari.9
6) Pemberian bingkisan dan pakaian setiap hari Raya Idul Fitri.
Mendekati hari Raya Idul Fitri atau biasanya H-5, yayasan Al-Abror memberikan bingkisan berupa sembako serta amplop yang berisi uang
9 Wawancara dengan Bapak. H. Matropi Musa, S. Sos.(Ketua Yayasan Rumah Singgah Al-Abror Palmerah) 18 Januari 2015, 14.00 WIB.
dan pakaian (baju koko untuk laki-laki dan baju muslim untuk perempuan) kepada anak yatim dan anak jalanan.
7) Pemotongan hewan qurban setiap hari Raya Idul Adha.
Kegiatan ini dilakukan setahun sekali. Setelah melaksanakan shalat Idul Adha maka diadakan pemotongan hewan qurban. Pembelian hewan qurban adalah hasil pengumpulan dana kas yayasan serta dana sumbangan dari Dinas Sosial dan masyarakat sekitar.
8) Pengisian kegiatan selama bulan Ramadhan.
Kegiatan selama bulan Ramadhan biasanya diadakan Pesantren Kilat yang diikuti oleh semua anggota Yayasan Al-Abror.
9) Kerja bakti di lingkungan Yayasan dan Masyarakat.
Setiap seminggu sekali dilaksanakannya kerja bakti oleh anak yatim dan anak jalanan serta dibantu juga oleh pengurus dan masyarakat sekitar.
10)Pengobatan setiap bulan kerjasama dengan Puskesmas 11)Latihan kesenian Hadroh.
Kegiatan ini biasanya dilaksanakan setiap seminggu sekali. Kegiatan ini salah satu kegiatan yang disukai anak-anak. Latihan hadroh ini dibimbing oleh pengurus yang juga membantu anak-anak di lingkungan Rumah Singgah.10
b. Program Kerja Jangka Panjang
1) Pemberian beasiswa sekolah SD, SLTP, SLTA.
Kegiatan pemberian bantuan berupa beasiswa diperuntukkan bagi yang melanjutkan sekolah formal diluar yayasan rumah singgah Al-Abror. Misalnya anak yang selesai sekolah paket B akan melanjutkan SMA/SLTA, maka yayasan tetap memberikan santunan beasiswa untuk sekolahnya.
2) Pemberian bantuan makan
Pemberian bantuan makanan berupa sembako diberikan setiap satu bulan sekali.
3) Pengajian yang dilaksanakan setiap Jum’at dan pembinaan Yatim serta
Anak Jalanan dan Lansia.
Kegiatan pengajian dilaksanakan setiap hari Jum’at malam Sabtu yang
dilaksanakan oleh ketua yayasan, pendidik, anak jalanan, serta anak yatim. Sedangkan pembinaan biasanya dilakukan setahun sekali untuk semua anggota sekaligus pemberian bingkisan.
4) Kerjasama dengan instansi guna penyaluran kerja bagi Yatim serta Anak Jalanan yang dibina.
Kegiatan ini dilakukan oleh ketua, pengajar, dan pendidik bekerjasama dengan instansi penyaluran kerja bagi anak jalanan dan anak yatim yang sudah dibina.
5) Kerjasama dengan para donatur.
Peran donatur disini juga sangat mempengaruhi kegiatan yang dilakukan oleh semua anggota yayasan rumah singgah Al-Abror. Karena bantuan para donatur lah yang membuat acara berjalan dengan lancar.11
Perencanaan kegiatan program rumah singgah memuat unsur-unsur sebagai berikut:
a) Penyusunan Rencana dan Program Rumah Singgah Al-Abror
Rumah singgah Al-Abror dalam merencanakan program kegiatan yang dilaksanakan, perlu adanya pertimbangan yang matang agar kegiatan berjalan dengan lancar dan sesuai yang diharapkan.
Pertimbangan dalam merencanakan program kegiatan yang dilaksanakan di rumah singgah Al-Abror tentu saja harus dilihat dari segi kemanfaatan serta nilai gunanya, yang mana melalui kegiatan program yang disusun diharapkan dapat meningkatkan pendidikan akhlak dalam kegiatan sehari-hari.12
11 Ibid.
Selain memperhatikan kebutuhan dasar yaitu makanan, pakaian dan pendidikan, anak-anak ini juga membutuhkan perhatian dan kasih sayang. Pengurus dan pendidik inilah yang berperan besar dalam membentuk perkembangan anak jalanan.
Untuk pengelolaan kegiatan rumah singgah semua anggota yang ada di yayasan rumah singgah turut berpartisipasi dalam mengelola kegiatan yang dilaksanakan, seperti pimpinan, pengurus, pendidik, dan anak-anak.
Dapat dilihat dari aspek perencanaan untuk mengelola kegiatan Rumah Singgah Al-Abror, ketua dan pengurus-pengurus Rumah Singgah ini sudah terjalin adanya kerjasama yang baik. Semua anggota berpartisipasi dalam menyusun rencana kegiatan Rumah Singgah Al-Abror. Kemudian, adanya komunikasi yang baik juga, dapat dilihat ketika sedang mengadakan rapat antara ketua, pengurus, pendidik dan masyarakat sekitar yang turut membantu.
b) Waktu dan Tempat
Untuk waktu dan tempat kegiatan dilaksanakan di Yayasan Rumah Singgah Al-Abror sesuai dengan kegiatan yang dilakukan. Seperti kegiatan pengajian setiap malam Jum’at dan malam Sabtu dilaksanakan di mushola. Kegiatan hadroh dan marawis dilaksanakan di aula serba guna tepatnya diatas mushola.
Dalam menentukan waktu kegiatan program rumah singgah direncanakan dengan baik, seperti adanya program jangka pendek dan jangka panjang yang sudah terorganisir secara formal dan struktural yang mana rancangan tersebut sudah disetujui oleh pimpinan agar dapat berjalan dengan baik dan lancar.13
Dalam mengatur jadwal untuk pelaksanaan kegiatan Rumah Singgah Al-Abror, tentunya ketua Yayasan juga mendiskusikan masalah waktu dan tempat kepada pendidik dan pengurus Yayasan Rumah Singgah Al-abror. Dilihat dari waktu dan tempat, sudah berjalan
dengan prosedur yang telah ditentukan. Maka, proses kegiatan dapat berjalan dengan baik dan lancar.
c) Sarana Prasarana dan Anggaran Kegiatan Rumah Singgah Al-Abror Sarana prasarana dan anggaran kegiatan adalah faktor yang berperan penting mendukung keberhasilan suatu kegiatan. Tersedianya sarana prasarana dan anggaran kegiatan yang dibutuhkan dapat membantu menyukseskan tujuan kegiatan sesuai dengan perencanaan program kegiatan.
Peran rumah singgah dalam upaya peningkatan pendidikan akhlak anak jalanan ini dapat dilihat dari aktifitas anak-anak jalanan di kehidupan sehari-hari. Tentunya disetiap aktifitas terbentuknya program kerja yang membutuhkan biaya atau anggaran yang dikeluarkan pimpinan rumah singgah. Untuk mendapatkan biaya ini pimpinan juga dibantu oleh Dinas Sosial dan donatur dari masyarakat sekitar. Dari kerjasama dari berbagai pihak ini, maka berjalan lah program kegiatan rumah singgah ini.14
Membicarakan masalah sarana dan prasarana, Yayasan Rumah Singgah Al-Abror tidak mempunyai Sarana dan prasarana yang lengkap. Tidak seperti sekolah-sekolah yang lain yang memiliki fasilitas yang lengkap dan bagus. Karena Rumah Singgah Al-Abror hanya sebuah yayasan yang bertujuan hanya untuk membina anak-anak yatim dan anak jalanan, jadi sarana dan prasarana hanya yang ada saja di yayasan. Berjalannya kegiatan juga tergantung adanya sarana dan prasarana disini, seperti latihan hadroh dapat berjalan karena disediakan alat-alatnya.
Untuk anggaran biaya Rumah Singgah Al-Abror secara garis besar sudah tercukupi. Dengan adanya donatur tetap dari Pemda DKI melalui Dinas Sosial, maka pihak Yayasan Rumah Singgah Al-Abror tidak
14 Wawancara dengan Bapak. H. Matropi Musa, S. Sos.(Ketua Yayasan Rumah Singgah Al-Abror Palmerah) 18Januari 2015, 14.00 WIB.
merasa takut kekurangan biaya untuk anak-anak jalanan. Ditambah lagi bantuan dari masyarakat sekitar.
d) Pengurus dan Pendidik Rumah Singgah Al-Abror
Keberadaan pengurus dan pendidik ini sangat berpengaruh kepada aktifitas anak jalanan. Pengurus dan pendidik inilah yang membantu anak-anak dalam melaksanakan kegiatan dan yang mengajari akhlak yang baik untuk anak-anak jalanan.
Pengurus biasanya membantu menyiapkan keperluan anak-anak, sedangkan pendidik lebih yang membimbing, membina, serta mengajari anak-anak di rumah singgah. Pendidik juga yang menumpahkan perhatian dan kasih sayang kepada anak-anak ini. Pendidik juga sangat memperhatikan segala perubahan sikap anak-anak jalanan.15
Namun sayangnya, pendidik dan pengurus anak-anak jalanan di Yayasan Rumah Singgah Al-Abror ini kurang. Dilihat dari jumlah anak yang berjumlah kurang lebih 40 orang, sedangkan hanya ada 2 orang pendidik dan 6 orang pengurus saja. Ketua Yayasan Rumah Singgah juga mengatakan pengurus tidak pasti untuk datang setiap hari, karena mereka juga bekerja. Jadi, pendidik dan pengurus disini tidak tetap atau tidak pasti ada semuanya.