1. Mengatakan nyeri berkurang atau hilang, sakal nyeri 0.
Kriteria Hasil :
1. Klien menunjukkan tindakan santai, mampu berpartisipasi dalam aktivitas /istirahat dengan cepat.
2. Klien menampilkan keterampilan relaksasi dan aktivitas terapeutik sesuai indikasi untuk situasi individual.
Rencana Tindakan Rasional
1. Kaji skala nyeri (0-10).
2. Berikan posisi nyaman ketika nyeri muncul.
3. Ajarkan tekhnik relaksasi (tarik nafas dalam) ketika nyeri muncul.
4. Kaji tanda-tanda vital.
5. Bantu pasien
mengidentifikasi tingkat kenyamanan yang efektif, seperti memperhatikan lokasi/intensitas nyeri
1. Mengetahui seberapa besar tingkat nyeri yang dialami pasien.
2. Untuk mengurangi meringankan rasa nyeri sampai pada tingkat yang dapat diterima pasien.
3. Untuk meringankan rasa nyari.
4. Mengetahui keadaan umum pasien.
5. Membantu pasien mengidentifikasi nyeri yang dialami agar dapat
meringankan dan
(0-10), relaksasi, atau kompres hangat dingin disekitar nyeri.
mengurangi nyeri sampai pada kenyamanan yang diterima pasien.
1. Klien mampu melakukan adaptasi terhadap perubahan citra tubuh yang dialami klien.
Kriteria Hasil :
1. Klien mampu menerima keadaannya, klien mampu meningkatkan kepercayaan dirinya secara bertahap.
Rencana Tindakan
1. Diskusikan arti kehilangan /perubahan pada klien.
2. Berikan stimulasi positif mengenai penerimaan klien terhadap dirinya.
Rasional
1. Beberapa pasien memandang situasi sebagai tantangan, beberapa orang lainnya sulit menerima perubahan hidup / penampilan peran
atau kehilangan
kemampuan control diri sendiri
2. Dukungan yang besar kepada klien dapat membantu klien
perlahan-lahan menerima
keadaannya.
3. Dorong klien untuk merawat diri dan berperan serta dalam asuhan klien secara bertahap.
4. Ajak keluarga dalam berpartisipasi memberikan dukungan kepada klien.
3. Menyertakan klien dalam memberikan perawatan diri dapat meningkatkan
kemandirian dan
penerimaan klien.
4. Dukungan yang cukup dari orang terdekat dan teman dapat membantu proses rehabilitasi yang bertahap pada klien.
2.5 Implementasi dan Evaluasi
PELAKSANAAN KEPERAWATAN
Hari/tanggal No.DX Implementasi Keperawatan Evaluasi (SOAP) Rabu,02 Juni
2016
1. a. Mengukur skala nyeri (0-10).
b. Memberikan posisi nya- man ketika nyeri muncul.
S:pasien c. Mengajarkan tekhnik
relaksasi ketika nyeri muncul (tekhnik tarik nafas dalam.
d. Mengukur tanda-tanda vital.
e. Membantu pasien mengi- dentifikasi tingkat kenya- manannya seperti mena- nyakan skala nyeri, lokasi nyeri.
f. Membantu pasien untuk fokus pada aktifitasnya bukan pada nyerinya seperti menganjurkannya menonton TV yang ada diruangan, menganjurkan untuk bercakap-cakap dengan orang yang ada disekitarnya atau dengan pasien yang ada disebelahnya.
g. Pasien mengalami kebas dibagian lengan dan punggung, dikarenakan adanya bekas luka operasi/nyeri visceral.
2. a. Diskusikan persepsi pasien tentang citra tubuhnya yang dulu dan saat ini, perasaan dan harapan yang dulu dan saat ini terhadap citra tubuhnya.
b. Diskusikan potensi tubuh yang lain.
c. Bantu pasien untuk mening katkan fungsi bagian tubuh yang terganggu.
d. Ajarkan untuk mening katkan citra tubuh.
S:pasien mengatakan malu dengan keadaannya yang sekarang.
O: ekspresi wajah terlihat lemah, gelisah, pasien malu untuk berinteraksi dengan orang disekitarnya.
A:masalah teratasi sebagian
P: intervensi dilanjutkan
Kamis,03 Juni 2016
1. a. Mengkaji skala nyeri.
b. Memperhatikan lokasi dan intensitas nyeri.
c. Mengobservasi tanda-tan- da vital.
d. Mengajarkan teknik relak- sasi (teknik tarik nafas dalam).
S:pasien mengata
kan masih lemah
dan masih terasa
nyeri dipayudara
dan sekitar luka,
menggunakan
teknik relaksasi
jika nyeri muncul.
O: skala nyeri 6,
terlihat lemah,
jika berjalan
masih terlihat
menahan nyeri,
gelisah masih
ada.
TD:120/80mmHg, HR: 80 x/i,
RR: 20 x/i
A:masalah teratasi
sebagian
P: intervensi
dilanjutkan
2. a. Melakukan ajakan kepada klien agar klien menyiap- kan untuk menghadapi perubahan citra tubuh.
b. Melakukan pengkajian terhadap perasaan pasien tentang citra tubuhnya yang sekarang.
c. Melakukan dan mengajar- kan latihan fungsi bagian tubuh yang masih baik.
d. Melakukan evaluasi perasa an pasien.
S:pasien masih malu dengan keadaan yang sekarang.
O: ekspresi wajah terlihat lemah, gelisah, pasien malu untuk berinteraksi dengan orang disekitarnya.
A:masalah teratasi sebagian
P: intervensi dilanjutkan
BAB III
Kesimpulan dan Saran
A. Kesimpulan.
Kanker payudara (Ca Mammae) adalah suatu penyakit neoplasma yang ganas yang berasal dari parenchyma. Penyebab sfesifik kanker payudara masih belum diketahui,tetapi terdapat banyak factor yang diperkirakan mempunyai pengaruh terhadap terjadinya kanker payudara seperti faktor reproduksi, penggunaan hormon estrogen, obesitas, radiasi dan riwayat keluarga.
Nyeri bersifat subyektif, tidak ada dua kesamaan yang identik pada seseorang indiividu yang mengalami nyeri yang sama dan tidak ada kejadian nyeri yang sama menghasilkan respons atau perasaan identik pada seseorang individu, pada pengkajian ibu post mastektomi, pasien mengatakan nyeri pada bekas luka mastektomi seperti tertusuk-tusuk dengan skala nyeri 6, tekanan darah 120/80mmHg, nadi 80kali per menit, respirasi 20 kali per menit, suhu 36,7C, ekspresi wajah tampak meringis, sehingga dapat diambil diagnosa prioritasnya yaitu kebutuhan dasar gangguan rasa nyaman nyeri pada kanker payudara di RSUD Dr. Pirngadi Medan sesuai dengan konsep.
Intervensi asuhan keperawatan pada Ny.S dengan gangguan rasa nyaman nyeri dilakukan dengan tujuan masalah nyeri pada Ny.S dapat teratasi.
Implementasi yang dilakukan pada Ny.S telah dilaksanakan dengan baik. Evaluasi tindakan setelah melakukan implementasi pada pasien dengan pemenuhan kebutuhan dasar gangguan rasa nyaman nyeri, intervensi masih tetap dipertahankan dikarenakan nyeri masih dirasakan klien setiap saat.
B. Saran.
1. Bagi Pelayanan Kesehatan.
Rumah sakit, melalui perawat yang ada diruangan lebih aktif dalam meningkatkan mutu asuhan keperawatan pada pasien dengan Kebutuhan Dasar Gangguan Rasa Nyaman Nyeri
2. Bagi Institusi Pendidikan.
Diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan yang lebih\
berkualitas dan professional agar tercipta perawat yang profesional, terampil, inovatif, aktif dan bermutu yang dapat memberikan asuhan keperawatan secara menyeluruh berdasarkan kode etik keperawatan.
3. Bagi Keluarga.
Keluarga adalah orang terdekat dari pasien, diharapkan dapat
mendukung pasien dan mengetahui cara mengurangi rasa nyeri yang dihadapi oleh pasien.
4. Bagi Perawat.
Diharapkan selalu berkoordinasi dengan tim kesehatan lainnya dalam memberikan asuhan keperawatan agar lebih maksimal, khususnya pada pasien dengan kebutuhan gangguan rasa nyaman nyeri. Perawat diharapkan dapat memberikan pelayanan kesehatan yang profesional terutama dalam memfasilitasi pasien dalam memenuhi kebutuhannya.
5. Bagi Penulis.
Perlu untuk menambah dan meningkatkann kemampuan dalam memberikan asuhan keperawatan pasien dengan masalah gangguan rasa nyaman nyeri serta perlu memperbaiki agar karya tulis ini lebih sempurna.