Tanggal No. Dx Perencanaan Keperawatan Senin 17/06/13 1 Tujuan:
Pasien mengatakan bahwa rasa nyeri dapat terkontrol atau hilang.
Kriteria Hasil:
1.Melaporkan penghilangan
nyeri maksimal atau dapat terkontrol.
2. Pasien dapat mengikuti
aturan farmakologis yang ditentukan
3. Pasien tampak rileks,
dapat beristirahat/tidur dan melakukan pergerakan yang berarti sesuai toleransi.
Rencana Tindakan Rasional
Mandiri
1.Tentukan riwayat nyeri (lokasi nyeri, frekuensi, durasi dan intensitas skala 0-10).
2.Kaji tanda-tanda vital,
perhatikan takikardia, hipertensi dan peningkatan
pernafasan.
1. Informasi memberikan
data dasar untuk mengevaluasi kebutuhan/ keefektifan intervensi.
2. Dapat mengindikasikan
rasa nyeri akut dan ketidaknyamanan.
3.Berikan tindakan kenyamanan dasar (reposisi: semi fowler atau miring kanan dan kiri) dan aktifitas hiburan (musik atau televisi).
4.Dorong penggunaan
keterampilan manajemen nyeri (teknik relaksasi, visualisasi, bimbingan imajinasi), tertawa, musik dan
sentuhan terapeutik.
5.Observasi penggunaan efek
analgesik.
Kolaborasi
1.Kembangkan rencana
manajemen nyeri dengan pasien dan dokter.
2.Berikan analgesik IV sesuai
kebutuhan. 3. Meningkatkan relaksasi dan membantu memfokuskan kembali perhatian. 4. Memungkinkan pasien
untuk berpartisipasi secara aktif dan meningkatkan rasa kontrol.
5. Dapat menghilangkan atau
mengkontrol nyeri.
1.Rencana terorganisasi
mengembangkan
kesempatan untuk mengontrol nyeri. Pada
pasien/keluarga terdekat yang harus aktif menjadi
partisipan dalam manajeman nyeri di rumah.
2.Nyeri adalah komplikasi
sering dari kanker, meskipun respon individual berbeda. Saat
pengobatan terjadi, penilaian dosis dan
pemberian akan diperlukan. Senin 17/06/13 2 Tujuan: Untuk mempertahankan konsistensi dan pola defekasi
normal, menghindari kekurangan cairan.
Kriteria Hasil:
1.Konsistensi feses lunak 2.Bising usus normal
Rencana Tindakan Rasional
Mandiri
1. Pastikan kebiasaan eliminasi
umum
2. Kaji bising usus dan
pantau/catat gerakan usus
termasuk frekuensi, konsistensi
3. Pantau masukan dan haluaran
serta BB
4. Berikan makan sedikit dan
sering, mempertahankan kebutuhan protein dan karbohidrat (misalnya, telur, sereal, sayur).
1. Dapat diperlukan sebagai dasar untuk evaluasi masa datang 2. Mendefinisikan masalah misalnya diare 3. Dehidrasi, penurunan BB dan ketidakseimbangan elektrolit adalah
komplikasi dari diare. 4. Munurunkan iritasi
gaster. Penggunaan makanan rendah serat dapat menurunkan iritabilitas dan memberikan istirahat pada usus bila ada diare
5. Pastikan diet yang tepat; hindari makanan yang tinggi lemak (misalnya, mentega, makanan gorengan, kacang); makanan dengan kandungan serat tinggi yang diketahui menyebabkan diare dan gas (misalnya, kol, buncis, cabai); makanan/cairan dengan kafein tinggi atau sangat panas/dingin.
6. Periksa terhadap infeksi bila pasien tidak defekasi dalam 3 hari atau ada distensi abdomen, kram, sakit kepala Kolaborasi
1. Berikan cairan IV
5. Stimulan GI yang dapat meningkatkan motilitas/frekuensi defekasi 6. Intervensi lanjut/perawatan usus alternatif mungkin diperlukan 1. Mencegah dehidrasi, mengencerkan agen kemoterapi untuk
menurunkan efek samping Senin
17/06/13
3 Tujuan:
Pasien memiliki cukup energi untuk beraktivitas. Kriteria Hasil: 4. Perilaku menampakan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan diri. 5. Pasien mengungkapkan
mampu untuk melakukan beberapa aktivitas tanpa dibantu.
6. Koordinasi otot, tulang dan anggota gerak lainya baik.
Rencana Tindakan Rasional
Mandiri
5. Rencanakan periode istirahat
yang cukup
6.Kaji respon pasien terhadap
aktivitas, perhatikan keletihan dan kelemahan yang berlebihan
7.Instruksikan pasien tentang
teknik penghematan energi, misalnya menggunakan kursi saat mandi, duduk saat menyisir rambut atau menyikat gigi, melakukan aktifitas dengan perlahan
8.Berikan dorongan untuk
melakukan aktifitas/perawatan diri bertahap jika dapat ditoleransi. Berikan bantuan
5. Mengurangi aktivitas yang tidak diperlukan, dan energi terkumpul dapat digunakan untuk aktivitas seperlunya secara optimal.
6. Menyebutkan parameter
membantu dalam mengkaji respon fisiologi terhadap stres aktifitas dan, bila ada merupakan indikator dari kelebihan kerja yang berkaitan dengan tingkat aktifitas
7. Teknik menghemat energi
mengurangi penggunaan energi
8. Kemajuan aktifitas secara
bertahap dapat membantu
mobilisasi dini. Memberikan bantuan
sesuai kebutuhan
9. Bantu pasien dalam
memenuhi kebutuhan sesuai kebutuhan.
10.Setelah latihan dan aktivitas kaji respons pasien.
hanya sebatas kebutuhan
akan mendorong kemandirian dalam aktifitas
9.Menjaga kemungkinan
adanya respons abnormal dari tubuh sebagai akibat dari latihan.
10. Menjaga
kemungkinan adanya respons abnormal dari tubuh sebagai akibat dari latihan. X. Implementasi Keperawatan Hari/ Tanggal No. Dx
Implementasi Keperawatan Evaluasi (SOAP)
Senin 17/06/13
1 1.Menentukan
Lokasi nyeri:
Suprapubik dan tidak menyebar Durasi:
Nyeri semakin terasa saat ingin BAK
Intensitas nyeri: Skala 9 2.Mengkaji tanda-tanda vital
HR: 110 x/menit TD: 130/80 mmHg RR: 24 x/menit T : 37,6 0C
S: Pasien mengatakan nyeri berkurang dan dapat dikontrol O: HR: 84 x/ menit TD: 120/80 mmHg RR: 22 x/menit T : 36, 80C Nyeri 4
Pasien terlihat rileks
A:Masalah teratasi sebagian
3. Memberikan tindakan kenyamanan reposisi miring ke
kiri
4. Mengajarkan dan menganjurkan
pasien untuk mengikuti teknik relaksasi
5. Memberikan medikasi kepada
pasien sesuai dengan kolaborasi dengan dokter:
Ketorolac 30 mg/ml 3x1 Ranitidine 25 mg/ml 3x1 Senin
17/06/13
2 1.Mengkaji bising usus dan
memantau gerakan usus termasuk frekuensi, konsistensi
2.Memantau masukan dan
haluaran serta BB
3.Memberikan makan sedikit dan
sering, mempertahankan kebutuhan protein dan karbohidrat.
4.Memastikan diet yang tepat;
menghindari makanan yang tinggi lemak, makanan dengan kandungan serat tinggi yang diketahui menyebabkan diare dan gas, makanan/cairan dengan kafein tinggi atau sangat panas/dingin.
S: Pasien mengatakan fesesnya sudah lunak
dan berwarna kuning kecoklatan
O: Konsistensi lunak, berwarna kuning kecoklatan
Tidak ada distensi abdomen
Bising usus 6 x/menit A: Masalah teratasi P: Intervensi dihentikan
5.Memberikan cairan IV RL 500 20 tetes/menit
Senin 17/06/13
3 1.Merencanakan periode istirahat
yang cukup
2.Mengkaji respon pasien terhadap
aktivitas, memperhatikan keletihan dan kelemahan yang
berlebihan
3.Menginstruksikan pasien tentang teknik penghematan energi, misalnya menggunakan kursi saat mandi, duduk saat menyisir rambut atau menyikat gigi, melakukan aktifitas dengan perlahan
4.Memberikan dorongan untuk
melakukan aktifitas/perawatan diri bertahap jika dapat ditoleransi. Memberikan bantuan sesuai kebutuhan
5.Membantu pasien dalam
memenuhi kebutuhan sesuai kebutuhan.
6.Mengkaji respon pasien latihan
dan aktivitas.
S: Pasien mengatakan mulai mampu
melakukan aktivitas
kecil seperti duduk O: Pasien masih dibantu oleh keluarga pasien
seperti latihan berjalan Pasien terlihat sudah tidak kesulitan untuk bergerak
Kemandirian tingkat 2 A: Masalah belum teratasi P: Intervensi dilanjutkan