BAB II. PENGELOLAAN KASUS
2.1. Konsep Dasar perawatan diri/personal hygiene
2.1.4. Perencanaan
1. klien mampu mandi secara mandiri
2. klien mampu melakukan berhias/berdandan secara baik 3. klien mampu melakukan makan dengan baik
4. klien mampu membersihkan diri setalah BAB B. Tindakan keperawatan
Tindakan keperawatan untuk klien menurut Azis (2006) yaitu:
1. Melatih klien cara perawatan diri mandi untuk menjaga kebersihan diri:
a. mengidetifikasi penyebab malas mandi
b. menjelaskan pentingnya mandi untuk kebersihan diri.
c. Menjelaskan cara menjaga kebersihan diri
d. Bantu klien mempraktekkan cara menjaga kebersihan diri e. Menganjurkan klien memasukkan dalam jadwal kegiatan 2. Melatih klien berdandan/berhias
Perawat dapat melatih pasien berdandan. Pasien laki-laki harus dibedakan dengan wanita
Untuk pasien laki-laki latihan meliputi:
a. Berpakaian
b. Menyisir rambut c. Bercukur
Untuk pasien wanita latihan meliputi:
a. Berpakaian b. Menyisir rambut c. Berhias
3. Melatih pasien untuk makan secara mandiri
Untuk melatih pasien makan secara mandiri adalah sebagai berikut:
a. Menjelaskan cara mempersiapkan makan b. Menjelaskan cara makan yang tertib
c. Menjelaskan cara merapikan peralatan makan setelah makan d. Praktek makan sesuai dengan tahapan makan yang baik 4. Melatih klien perawatan diri toileting
a. Menjelaskan tempat BAB/BAK
b. menjelaskan pentingnya membersihkan diri setelah BAB/BAK
c. menganjurkan klien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian pasien C. Batasan Karakteristik mandi menurut NANDA (2007)
Objektif
Ketidakmampuan untuk (melakukan tugas sebagai berikut):
a. Mengeringkan badan
b. Mengambil perlengkapan mandi.
c. Masuk dan keluar kamar mandi.
d. Mendapatkan atau menyediakan air.
e. Mengatur suhu dan aliran air mandi.
f. Membersihkan tubuh atau anggota tubuh.
Faktor lain yang berhubungan (non-NANDA) a. Penurunan kekuatan dan pertahanan.
b. Depresi
c. Disabilitas perkembangan d. Intoleransi aktivitas.
e. Pembatasan karena pengobatan.
f. Gangguan muskuloskeletal.
g. Gangguan psikologis.
Hasil yang disarankan NOC :
1. Perawatan Diri: Aktivitas kehidupan sehari-hari (AKS) : kemampuan untuk melakukan tugas fisik paling dasar aktivitas perawayan pribadi.
2. Perawatan diri mandiri : kemampuan untuk membersihkan tubuhnya sendiri.
3. Perawatan diri hygiene : kemampuan untuk mempertahankan hygiene dirinya.
Intervensi Prioritas NIC :
1. Mandi : membersihkan tubuh yang berguna untuk relaksasi, kebersihan dan penyembuhan.
2. Bantuan perawatan diri, mandi/hygiene : membantu pasien untuk memenuhi hygiene pribadi.
Batasan karakteristik toileting menurut Nanda (2007) Objektif
1. Ketidak mampuan untuk melakukan kegiatan eliminasi atau kekamar kecil.
2. Ketidakmampuan untuk duduk atau bangun dari toilet atau kamar kecil 3. Ketidakmampuan untuk melepas atau mengenakan pakaian.
4. Ketidakmampuan untuk membersihkan diri sehabis eliminasi.
5. Ketidakmampuan untuk menyiram toilet . Faktor yang berhubungan
1. Penurunan atau kurang motivasi.
2. Hambatan lingkungan.
3. Kerusakan status mobilitas.
4. Hambatan kemampuan untuk berpindah.
5. Kerusakan muskuloskeletal.
6. Kerusakan neuromuskular.
7. Nyeri.
8. Kerusakan persepsi atau kognitif.
9. Ansietas berat.
10. Kelemahan atau kelelahan.
Batasan karakteristik lain yang mungkin (non-NANDA) 1. Depresi.
2. Disabilitas perkembangan.
3. Intoleransi terhadap aktivitas.
4. Restriksi yang berhubungan dengan pengobatan 5. Kerusakan psikologis
Hasil yang disarankan NOC :
1. Perawatan diri : aktivitas kehidupan sehari-hari (AKS) : kemampuan untuk melakukan aktivitas perawatan fisik dan pribadi paling dasar.
2. Perawatan diri : eliminasi : kemampuan untuk melakukan aktivitas eliminasi sendiri.
Intervensi Prioritas NIC :
1. Pengelolaan lingkungan : manupulasi lingkungan sekitar pasien untuk keperluan terapeutik.
2. Batasan perawatan diri : toileting : bantuan untuk eliminasi.
2.2. Pengelolahan Kasus 2.2.1 Pengkajian
PROGRAM DII KEPERAWATAN FAKULTAS KEPERAWATAN USU
FORMAT PENGKAJIAN KLIEN DI RUMAH SAKIT JIWA I. BIODATA
IDENTITAS PASIEN
Nama : Tn. R
Jenis Kelamin : laki-laki
Umur : 37 tahun
Status Perkawinan : sudah menikah
Agama : Kristen
Pendidikan : SMP
Pekerjaan : wiraswasta
Alamat : Desa Situnggaling kec. Merek kab. karo Tanggal Masuk RS : 24 maret 2016
No. Register : 003737 Ruangan/kamar : Bukit Barisan Golongan darah : -
Tanggal Pengkajian : 23-28 mei 2016 Tanggal operasi : tidak pernah operasi Diagnosis Medis : Skizofrenia Paranoid
II. KELUHAN UTAMA:
Klien tampak kotor dan bau, pakaian klien terlihat berantakan, klien sering melamun dan jika diajak bicara klien mudah marah dan tersinggung. dan setelah diperhatikan klien tidak pernah membersihkan diri setelah BAB/BAKSetiap hari klien tidak mau melakukan apa-apa, sejak dirawat di RSJ. Prof. Muhammad Ildrem Medan klien merasa dirinya tidak berguna lagi dan sudah tidak pantas untuk bersih dan klien lebih suka menyendiri.
III. RIWAYAT KESEHATAN SEKARANG A. Provocative/palliative
1. Apa penyebabnya
Klien merasa dirinya tidak berguna lagi dan klien mudah tersinggung dan gampang marah.
2. Hal-hal yang memperbaiki keadaan
Klien mengatakan dengan menyendiri keadaan menjadi lebih tenang B. Quantity/quality
1. Bagaimana dirasakan
Klien mengatakan sudah lebih tenang selama dirawat dirumah sakit, karena banyak teman,meskipun tidak berkomunikasi dengan mereka.
2. Bagaimana dilihat
Klien tampak belum mau berkomunikasi dengan orang yang disekitar nya, klien tampak sering menyendiri.
C. Region
1. Dimana lokasinya :- 2. Apakah menyebar:- D. Severity
Klien merasa terganggu dengan kondisinya sekarang yang kotor dan bau.
E. Time
Sampai saat ini klien masih mengalami kondisi tersebut.
IV. RIWAYAT KESEHATAN MASA LALU A. Penyakit yang pernah dialami
Klien sudah mengalami gangguan jiwa 4 tahun terakhir ini B. Pengobatan/tindakan yang dilakukan
Klien berobat jalan di rumah sakit jiwa 3 tahun terakhir ini C. Pernah dirawat/dioperasi
Klien tidak pernah di operasi.
D. Lama dirawat
Klien tidak pernah dirawat sebelumnya
E. Alergi
Kien mengatakan tidak memiliki riwayat alergi terhadap makanan dan obat.
F. Imunisasi Lengkap
V. RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA A. Orang tua
Orang tua klien tidak memiliki riwayat penyakit gangguan jiwa seperti klien dan kedua orang tua klien sudah meninggal
B. Saudara kandung
Klien mengatakan anak ke enam dari sepuluh bersaudara.
C. Penyakit keturunan yang ada
Klien mengatakan tidak mempunyai penyakit keturunan.
D. Anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa Tidak ada kecuali klien.
E. Anggota keluarga yang meninggal Kedua orang tua klien sudah meninggal F. Penyebab meninggal
Sakit
VI. RIWAYAT KEADAAN PSIKOSOSIAL A. Persepsi pasien tentang penyakitnya
Klien mengatakan malu dengan penyakitnya saat ini dan klien ingin cepat pulang untuk bertemu dengan keluarganya, karena selama klien dirawat jarang dijenguk oleh keluarga.
B. Konsep Diri:
1. Gambaran diri :Klien mengatakan menyukai tubuh nya
2. Ideal diri :Klien berharap agar ia cepat sembuh dan dapat segera pulang, agar dapat kembali berkumpul dengan keluarganya.
3. Harga diri :Klien mengatakan tidak bisa lagi menafkahi istri
dan anaknya, klien merasa tidak berguna sebagai seorang suami dan ayah.
4. Peran diri :Klien berperan sebagai kepala keluarga dan seorang ayah untuk anak- anaknya.
5. Identitas :Klien merupakan anak ke enam dari sepuluh bersaudara dan klien adalah seorang wiraswasta C. Keadaan emosi
Perasaan Klien saat ini merasa sedih dan susah di ajak berkomunikasi dengan orang lain, klien lebih senang menyendiri
D. Hubungan sosial 1. Orang yang berarti :
klien mengatakan orang yang paling berarti dalam hidupnya adalah kedua orang tua nya terumata ibunya karna klien paling dekat dengan ibunya, namun ibunya sudah meninggal 3 tahun yang lalu, sejak ibunya meninggal klien merasa sedih karena ibu nya adalah satu-satu nya orang terdekat klien.
2. Hubungan dengan keluarga :
Klien memiliki hubungan baik dengan keluarga.
3. Hubungan dengan orang lain :
Sejak 4 tahun terakhir klien tidak mau bergaul dengan orang lain karena klien merasa tidak percaya dengan orang lain, dan klien merasa minder dengan orang lain karena penyakit yg dialaminya sekarang.
4. Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain :
Klien mengatakan tidak mau berkomunikasi dengan orang lain selama dirumah sakit.
E. Spritual
1. Nilai dan keyakinan :
Klien menganut agama Kristen dan klien percaya dengan agama yang dianut.
2. Kegiatan ibadah :
Sebelum masuk rumah sakit klien mengatakan rajin mengikuti ibadah, tapi Selama dirumah sakit klien tak pernah lagi mengikuti kegiatan ibadah.
VIII. STATUS MENTAL
1. Tingkat kesadaran : bingung
2. Penampilan :kotor, bau, rambut acak-acakan.
3. Pembicaraan : lambat
4. Alam perasaan : lesu dan putus asa
5. Interaksi selama wawancara : selama diwawancara klien kooperatif.
6. Persepsi : klien malu bergaul dengan teman nya karena merasa kotor dan bau.
7. Proses pikir : sirkumstansial
8. Isi pikir : saat diwawancara klien tidak mengalami gangguan isi pikir
9. Waham : klien tidak memiliki waham
10. Memori : ingatan baik
IX. PEMERIKSAAN FISIK A. Keadaan Umum
Kondisi klien lesu, klien tampak suka menyendiri, klien gelisah, kondisi penampilan tidak rapi, tampak kotor dan bau, baju kotor, kuku panjang dan kotor
B. Tanda-tanda vital
1. Suhu tubuh : 37 C
2. Tekanan darah : 130/80 mmHg 3. Nadi : 80x/i
4. Pernafasan : 20x/i
5. TB : 155 cm
6. BB : 65 kg
C. Pemeriksaan Head to toe Kepala dan Rambut
1. Bentuk : normal dan simetris 2. Ubun-ubun : normal
3. Kulit kepala : kotor dan berbau
Rambut
1. Penyebaran dan keadaan rambut : merata kotor dan berbau
2. Bau : rambut berbau
3. Warna kulit : sawo matang
Wajah
1. Warna kulit : sawo matang
2. Struktur wajah : simetris Mata
1. Kelengkapan dan kesimetrisan : kanan dan kiri simetris
2. Palpebra : normal
3. Konjungtiva dan sklera : Anemis dan sclera normal
4. Pupil :normal
5. Cornea dan iris : normal
6. Visus : normal
7. Tekanan bola mata : normal Hidung
1. Tulang hidung dan posisi septum nasi : normal
2. Lubang hidung : normal
3. Cuping hidung : normal
Telinga
1. Bentuk telinga : normal
2. Ukuran telinga : simetris kanan dan kiri
3. Lubang telinga : normal
4. Ketajaman Pendengaran : pendengaran kurang baik Mulut dan Faring
1. Keadaan bibir : bibir kering
2. Keadaan gusi dan gigi : gigi kotor dan kuning 3. Keadaan lidah : lidah kering
4. Orofaring : baik dan mampu menelan
Leher
1. Posisi trachea : media normal
2. Thyroid : tidak ada pembesaran kelenjar tiroid
3. Suara : lambat dan kurang jelas 4. Kelenjar limfe : tidak ada pembesaran 5. Vena Jugularis : normal
6. Denyut nadi karotis : teraba Pemeriksaan Integumen
1. Kebersihan : kulit kotor dan berbau
2. Kehangatan : suhu normal
3. Warna : sawo matang
4. Turgor : kembali
5. Kelembaban : kulit kering
6. Kelainan pada kulit : tidak ada bekas luka dikulit
X. POLA KEBIASAAN SEHARI-HARI I. Pola makan dan minum
1. Frekuensi makan/hari : 3 x sehari 2. Nafsu/selera makan : Baik 3. Nyeri ulu hati : Tidak ada
4. Alergi : Tidak ada riwayat alergi 5. Mual dan muntah : Tidak ada mual dan muntah 6. Tampak makan memisahkan diri : Pada saat makan pasien tampak
memisahkan diri dari teman nya 7. Waktu pemberian makan : pagi, siang, sore
8. Jumlah dan jenis makan : 1 porsi nasi, lauk, dan sayur 9. Waktu pemberian cairan/minum : Tidak ditentukan
10.Kesulitan menelan, mengunyah : Tidak ada kesulitan menelan
II.Perawatan diri/personal hygiene
1. Kebersihan tubuh : klien terlihat kotor dan bau, malas mandi,
2.Kebersihan gigi dan mulut : gigi klien tampak kuning dan kotor 3.Kebersihan kuku kaki dan tangan : kuku terlihat bersih karena sering
dipotong perawat ruangan.
4. Klien tidak pernah melakukan kebersihan diri setelah BAB/BAK
III. Pola kegiatan/aktivitas
- Uraian aktivitas pasien untuk mandi, makan, eliminasi, ganti pakaian dilakukan sebahagian.
- Tn. R melakukan aktivitas mandi, makan, eliminasi, dan ganti pakaian harus diarahkan terlebih dahulu
- Uraikan aktivitas ibadah pasien selama dirawat/sakit
- Tn. R selama dirawat di RSJ tidak pernah mengikuti ibadah
IV. Pola eliminasi 1. BAB
- Pola BAB : 1x/hari
- Karakter feses : lembek
- Riwayat perdarahan : tidak ada
- BAB terakhir : pagi hari
- Diare : tidak ada
- Penggunaan laksatif : tidak ada 2. BAK
- Pola BAK : 4-6 x/ hari
- Karakter Urine : jernih
- Nyeri/rasa terbakar/kesulitan BAK : tidak ada - Riwayat Ginjal/kandung kemih : tidak ada - Penggunaan diuretic : tidak ada
V. Mekanisme Koping - Adaptif
- Klien hanya memendam masalahnya sendiri tanpa menceritakan kepada siapapun.
- Maladaptif
Klien mengatakan kalau ada masalah selalu menhindari, klien tidak peduli dengan masalahnya. Klien lebih memilih untuk berdiam diri.
2.2.2Analisa Data
No Data Penyebab Masalah keperawatan
1. Data subyektif:
- Klien mengatakan malas mandi, karena mengantri.
- Klien mengatakan tidak ada sikat gigi dan sabun
- Klien mengatakan malas cebok ketika selesai BAB dengan alasan tidak ada air.
Data obyektif:
Klien tampak kotor, bau, gigi kuning, kulit berdaki, kulit kepala kotor, dan rambut acak-acakan.
Skizofrenia
↓
Defisit Perawatan Diri
Mandi dan Toileting
Defisit perawatan diri mandi dan toileting
2. Data subyektif:
1. Klien mengatakan klien suka menyendiri
2. Klien merasa sedih karena tidak pernah dijenguk keluarga
3. Klien merasa tidak malu dan tidak mampu melakukan apapun
Data obyektif:
1. Klien tidak mampu memulai pembicaraan, harus perawat terlebih dahulu yang memulai 2. Pembicaraan klien lambat,
suara pelan
Isolasi Sosial
2.2.3 Rumusan Masalah
Dari hasil pengkajian yang dilakukan maka rumusan masalah dari kasus tersebut adalah sebagai berikut:
1. Defisit perawatan diri: Mandi dan Toileting 2. Isolasi sosial
DIAGNOSA KEPERAWATAN (PRIORITAS)
1. Defisit perawatan diri kebutuhan dasar: mandi dan toileting berhubungan dengan penurunan motivasi dan kendala lingkungan ditandai dengan klien malas mandi, klien tampak kotor dan bau, kulit kaki dan tangan tampak berdaki, gigi klien tampak kotor.
2. Isolasi sosial berhubungan dengan status mental ditandai dengan klien kerusakan komunikasi, menarik diri, tidak mau bergabung dengan temannya, suka menyendiri
2.2.4 Perencanaan Keperawatan Dan Rasional Hari/Tanggal No.
Dx
Perencanaan Keperawatan 1. Tujuan dan kriteria Hasil:
Tujuan:
1. Klien mampu mandi secara mandiri
2. Klien mampu membersihkan diri setalah BAB kriteria hasil:
1. Klien dapat melakukan mandi secara mandi tanpa bantuan.
2. Klien dapat membersihkan diri setelah BAB tanpa bantuan
Rencana Tindakan Rasional
Srategi pertemuan 1
1. Menyediakan alat mandi (sabun, odol, sikat gigi)
2. Mengidetifikasi penyebab malas mandi
3. Menjelaskan pentingnya mandi untuk kebersihan diri.
4. Menjelaskan cara menjaga kebersihan diri
5. Bantu klien mempraktekkan cara menjaga kebersihan diri
6. Menganjurkan klien memasukkan dalam jadwal
kegiatan.
1. Memotivasi klien untuk melakukan kegiatan yang
dilakukan.
Srategi pertemuan 2
1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien
2. Menjelaskan tempat BAB/BAK
3. Menjelaskan pentingnya membersihkan diri setelah BAB
4. Menganjurkan klien memasukkan dalam jadwal
kegiatan harian pasien
1. Memantau kegiatan yang telah dilakukan 2. Klien mengetahui
tempat BAB/BAK 3. Klien mengetahui
pentingmembersihka n diri setelah BAB
4. Sebagai bukti kegiatan
Hari/Tanggal No.
Dx
Perencanaan Keperawatan
2 Tujuan dan kriteria Hasil:
1. Mampu membina hubungan sosial satu sma lain
2. Mampu berpastisipasi dalam kegiatan Rencana Tindakan Rasional Strategi pertemuan 3
1. Bina hubungan
dengan oaring lain dan kerugian
4. Fasilitasi individu untuk berinteraksi dengan orang lain
5. Buat jadwal kegiatan klien agar
berinteraksi dengan orang lain
1. Mendekatkan diri pada klien
2. Agar klien termotivasi untuk berinteraksi
3. Memotivasi klien
agar dapat
5. Meningkatkan rasa percaya diri klien
2.2.5 Pelaksanaan Keperawatan
Hari/tanggal No.Dx Implementasi Keperawatan Evaluasi (SOAP) Selasa 24
Mei 2016
1 1. Mengidetifikasi penyebab malas mandi
2. Menjelaskan pentingnya mandi untuk kebersihan diri.
3. Menjelaskan cara menjaga kebersihan diri
4. Bantu klien mempraktekkan cara menjaga kebersihan diri
5. Menganjurkan klien memasukkan dalam jadwal
kegiatan.
S: Klien mengatakan sudah mengerti cara kebersihan diri, dan klien mngatakan tidak malas mandi
O:Klien tampak bersih dan senang A:Masalah teratasi
1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien
2. Menjelaskan tempat BAB/BAK
3. Menjelaskan pentingnya membersihkan diri setelah BAB
4. Menganjurkan klien memasukkan dalam jadwal
kegiatan harian pasien
S: Klien mengatakan sudah mengerti pentingnya
membersihkan diri setelah BAB
O:Klien tidak bau lagi
saling percaya dengan klien 2. Jelaskan makna manfaat
berhubungan dengan oaring lain dan kerugian menarik diri
3. Bantu klien membinah hubungan terapeutik dengan klien yang mengalami kesulitan berinteraksi
4. Fasilitasi individu untuk berinteraksi dengan orang lain
5. Buat jadwal kegiatan klien agar berinteraksi dengan orang lain
S: kien mengatakan mengerti manfaat hubungan sosial dan kerugian menarik diri setelah dijelaskan.
O: klien mau
mengungkapkan nya dengan bahasa ferbal
(klien mau
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
3.1 Kesimpulan
Pengkajian keperawatan pada Tn. R ditemukan data pendukung mengatakan malas mandi, karena mengantri, dan air yang sedikit, klien terlihat kotor dan bau, dikarenakan klien tidak pernah membersihkan diri setalah BAB/BAK. kulit kotor, kuku panjang dan kotor, dengan data tersebut ditegakkan beberapa masalah keperawatan seperti Defisit Pearawatan Diri : Mandi dan toileting.
Diagnosa yang didapat dalam kasus ini adalah Defisit perawatan diri mandi dan toileting berhubungan dengan penurunan motivasi dan kendala lingkungan ditandai dengan klien mengatakan malas mandi, klien tampak kotor dan bau, kulit kaki dan tangan berdaki, dan gigi tampak kuning.
Rencana tidakan yang akan dilakukan adalah menyediakan alat mandi, mengidentifikasi penyebab malas mandi tersebut, kemudian menjelaskan bahwa pentingnya mandi untuk kebersihan diri, menjelaskan tempat BAK/BAB, dan menjelaskan pentingnya membersihkan diri setelah BAK/BAB. Tujuannya adalah agar klien mampu mandi secara mandiri dan mampu membersihkan diri setelah BAB. Dan menciptakan hasil yang diinginkan adalah klien dapat melakukan mandi secara mandiri tanpa bantuan dan klien dapat membersihkan diri setelah BAB tanpa bantuan.
Evaluasi yang didapat setelah melakukan tindakan keperawatan adalah klien mengatakan sudah membiasakan mandi 2 kali dalam sehari, karena dapat membuat badan segar, klien juga mengatakan sudah dapat membersihkan diri setelah BAB. Saat perawat mengobservasi klien terlihat tidak bau seperti biasanya dan klien memiliki keinginan untuk membersihkan dirinya, gigi klien juga tidak kuning seperti dulu. Masalah sudah dapat teratasi, tetapi intervensi tetap dilanjutkan.
3.2. Saran
1. Bagi Institusi Pendidikan
Bagi institusi pendidikan agar lebih banyak menyediakan buku yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan dasar mandi dan toileting, sebagai bahan bacaan bagis setiap mahasiswa guna meningkatkan kualitas pendidikan bagi setiap mahasiswa khususnya mahasiswa DIII Keperawatan Universitas Sumatera Utara.
2. Bagi Praktik Keperawatan
Para praktisi keperawatan dapat meningkatkan pelayanan asuhan keperawatan pada klien dengan prioritas mandi dan toileting.
3. Bagi Mahasiswa
Agar lebih menggali dan memahamu ilmu tentang kebutuhan dasar mandi dan toileting.
DAFTAR PUSTAKA
Carpenito, L J. (2009). Diagnosis Keperawatan Aplikasi Pada Praktik Klinis, Jakarta: EGC 9 ed.
Departeman Kesehatan. (2000). Standar Pedoman Perawatan Jiwa : Jakarta.
Fitria. (2009). Prinsip Dasar dan Aplikasi Penulisan Laporan Pendahuluan dan Strategi Pelaksanaan Tindakan Keperawatan (LP dan SP), Jakarta:
Salemba Medika.
Hidayat, A.A. (2006). Kebutuhan Dasar Manusia, Aplikasi konsep dan proses Keperawatan, Jakarta: Salemba Medika
Mubarak. (2007). Kebutuhan Dasar Manusia, Jakarta: Salemba Medika Nanda Internasional. 2012. Diagnosis keperawatan 2012-2014. EGC: Jakarta.
Potter, P & Perry, A. (2005). Buku Ajaran Fundamental Keperawatan Konsep, Proses dan Praktek. Edisi 4. Jakarta: EGC.
Tarwoto, Wartonah. (2006). Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan, Jakarta: Salemba Medika.
Tarwoto, Wartonah. (2010). Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan, Jakarta: Salemba Medika.
Lampiran
CATATAN PERKEMBANGAN Implementasi dan Evaluasi Keperawatan No.
Dx
Hari/
Tanggal
Pukul Tindakan Keperawatan Evaluasi (SOAP) 1 Rabu 25
Mei 2016
09.00 1.Membina hubungan saling percaya dengan klien.
2. Memantau kebersihan diri klien dan perawatan diri.
3. Memfasilitasi dan mengarahkan klien untuk melakukan aktivitas kebersihan diri mandi secara mandiri.
4.Meningkatkan motivasi klien dalam kebersihan badan, mulut, rambut dan kuku.
5. Melakukan penkes mengenai pentingnya kebersihan diri, pola kebersihan
S: Klien sudah membiasakan mandi secara teratur yaitu 2 kali dalam sehari, karena dapat membuat badan segar.
O: Klien memiliki keinginan untuk
Pukul Tindakan Keperawatan Evaluasi (SOAP)
1 Kamis
26Mei 2016
09.00 1.Membina hubungan saling percaya dengan klien.
2. Memantau kebersihan diri klien dan perawatan diri.
3. Memfasilitasi dan mengarahkan klien untuk melakukan aktivitas kebersihan diri mandi secara mandiri.
4. Meningkatkan motivasi klien dalam kebersihan badan, mulut, rambut dan kuku.
5. Melakukan penkes mengenai pentingnya kebersihan diri, pola kebersihan
S: Klien sudah
membiasakan mandi secara teratur yaitu 2 kali dalam sehari, karena dapat membuat badan segar.
No.
Dx
Hari/
Tanggal
Pukul Tindakan Keperawatan Evaluasi (SOAP) 2 Jumat 27
Mei 2016
09.00 1. Membina hubungan saling percaya dengan klien.
2. Membantu klien
mengembangkan dan meningkatkan keterampilan sosial interpersonal.
3. Membantu klien membina hubungan terapeutik dengan klien yang mengalami kesulitan berinteraksi dengan orang lain.
4. Memfasilitasi kemampuan individu untuk berinteraksi dengan orang lain.
5. Membuat jadwal kegiatan klien agar berinteraksi dengan orang lain.
6. Membantu klien berkenalan dengan orang lain.
S: Klien mengatakan
lebih tenang berinteraksi dengan
orang lain, dengan bercakap-cakap.
O:Klien berinisiatif untuk berinteraksi dengan orang lain.
A:Pengkajian
dilanjutkan, klien sudah mengerti keguanaan mandi,dan sudah ada kemauan mandi sendiri/
Pukul Tindakan Keperawatan Evaluasi (SOAP) 2 Sabtu 28
Mei 2016
09.00 1. Membina hubungan saling percaya dengan klien
2. Membantu klien mengembangkan dan meningkatkan
keterampilan sosial interpersonal.
3. Membantu klien membina hubungan terapeutik dengan klien yang mengalami kesulitan berinteraksi dengan orang lain.
4. Memfasilitasi kemampuan individu untuk berinteraksi dengan orang lain.
5. Membuat jadwal kegiatan klien agar berinteraksi dengan orang lain.
6. Membantu klien berkenalan dengan orang lain.
S: Klien mengatakan
lebih tenang berinteraksi dengan
orang lain, dengan bercakap-cakap.
O:Klien berinisiatif untuk berinteraksi dengan orang lain.
A:Pengkajian
dilanjutkan, klien sudah mengerti keguanaan mandi,dan sudah ada kemauan mandi sendiri/
P: Intervensi dilanjutkan.
LEMBAR KONSULTASI
Nama Mahasiswa : Brain Harrys Sitompul
NIM : 132500072
Judul : Asuhan Keperawatan pada Tn.R dengan Prioritas Masalah Kebutuhan Dasar Perawatan Diri: Mandi dan Toileting di RumahSakit Jiwa
Prof. Dr. Muhammad Ildrem Provinsi Sumatera Utara Medan
No Tanggal Materi Konsul Saran Paraf
1. 12 Mei 2016
Perkenalan dengan dosen Pembimbing KTI
Acc
2. 19 Mei 2016
Membahas Judul Mengambil Judul 3. 3 Juni
2016
Mengajukan Judul Acc 4. 11 Juni
2016
Konsul Bab I Acc
5. 12 Juni 2016
Konsul Bab II Baca dan pelajarin buku NANDA,NIC,NOC dan buatlah sesuai standart panduan NIC dan NOC 6. 13 Juni
2016
Membahas perbaikan Analisa Data Bab II pada Askep dan perencanaan keperawatan dan
pelaksanaan keperawatan sesuai NIC dan NOC
Buat Askep berdasarkan NANDA,NIC dan NOC dan buat Bab III
7. 15 Juni 2016
Konsul Bab II dan III Perbaiki sesuai saran dan standart panduan
8. 17 Juni 2016
Revisi Bab II dan III Perbaiki sesuai saran dan standart panduan
9 20 Juni 2016
Konsultasi dari cover, Bab I,II,dan III
Pelajarin Buku KTI serta perbaiki tata cara
penulisan, buat pengantar dan daftar pustaka buat
penulisan, buat pengantar dan daftar pustaka buat