BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan
1. Perencanaan dan Pemrograman
1.2 Perencanaan Operasi dan Pemeliharaan
Perencanaan operasi dan pemeliharaan disusun guna melaksanakan tindakan pengoperasian pemanfaatan sarana prasarana drainase serta usaha untuk menjaga agar sarana dan prasarana drainase selalu berfungsi dengan baik. Langkah-langkah perencanaan operasi dan pemeliharaan ini mengacu pada masukan dari masyarakat atau hasil dari Musrembangcam dan atau Musrembangkot. Kegiatan tersebut menjadi bahan masukan dalam penentuan program atau kegiatan di waktu mendatang. Untuk pemeliharaan karena terbatasnya personil maka masyarakatlah yang aktif dalam memberi masukan kegiatan yang akan dilakukan DPU terutama
commit to user
Seksi O&P seperti yang diungkapkan Bapak Widodo S.T Kasi Operasi dan Pemeliharaan DPU Kota Surakarta:
“Untuk perencanaan drainase khususnya O&P saluran primer sekunder, itu tiap-tiap tahun, adapun yang direncankan itu,dari masyarakat, menanggapi usulan masyarakat dari kelurahan ditujukan kepada walikota, terus disposisikan ke PU trus nanti kita dicek ke lokasi survey lapangan, kemudian dihitung estimasi, setelah itu dilaporkan pimpinan PU, O&P Kerusakan-krusakan saluran yang ada di solo ini, karena keterbatasn tenaga untuk mensurvey, jadinya kalo ada kerusakan disana dikampung- kampung atau jalan-jalan raya itu yang aktif kelurahan atau masyarakat,” (wawancara 3 April 2012)
Hal ini diperkuat oleh keterangan Kepala Sub Dinas Drainase Budi Ir. Budi Santoso. MM seperti berikut:
“Ya…ya… perencanaan itu disusun dari pola genangan atas usulan
masyarakat, atau musrenbangcam atau musrenbangkot, yang akan kami tidak lanjuti dengan survey ke lapangan, digambar, terus dilelangkan“ (wawancara, 5 April 2012)
Musrenbangkot dan musrenbangcam menjadi acuan dalam pengelolaan sarana prasarana drainase. Selain itu juga usulan atau laporan secara tertulis yang disampaikan masyarakat kepada Kepala Dinas PU Hal ini merupakan pernyataan Warga Kadipiro Bapak Cahyo Pamuji sebagai berikut :
“Jadi kalau ada masalah sebatas melaporkan mas , karena kita ndak mungkin mengelola kan karena dana yang sifatnya dana itu bisa dikelola SKPD DPU ya kita Cuma bisa lapor. (Wawancara, 24 Mei 2012)
Hal ini didukung oleh penjelasan Bapak Joko sebagai warga kadipiro sebagai berikut :
commit to user
“Iya memang setiap permasalahan yang terkait infrastuktur baik jalan, maupun drainase itu kan harus mengajukan dana. Ya kita musyawarah saja mana yang akan diperbaiki, di masukan dalam murenbangkel, dari kelurahan ke musrenbangcam terus musrenbangkot nanti kalo cair dananya dari kelurahan diberikan bertahap untuk bangun ini itu dan sebagainya. Trus kalau yang usul pembangunan yang dananya besar, kita masukkan di formulir A dalam Musrenbangkel ke Kecamatan terus ke kota nanti yang melaksanakan DPU mas.” (wawancara, 24 Mei 2012)
Setelah mendapat masukan dari masyarakat maupun melalui Musrembang Bidang Drainase tidak serta merta melaksanakan semua usulan tersebut, dikarenan terbatasnya dana yang ada dari APBD maka Bidang Drainase membuat skala prioritas dalam hal pemeliharaan atau perbaikan sarana prasaranaa drainase, hal ini dijelaskan oleh Bapak Widodo S.T sebagai berikut :
“….karena keterbatasan dana di Pemkot ini dibagi-bagi dalam
beberapa paket, Untuk OP. kemungkinan nanti kan tidak mencukupi kalau semua itu dikerjakan maka trus dibuatlah skala prioritas yang memunculkan kita, saya dan pak hono (kasi pembangunan) yang menentukan bapak kepala bidang dan pak
Kadin” (wawanara 3 April 2012)
Jadi ketika akan menyusun skala prioritas yang dilakukan oleh DPU, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Hal tersebut antara alain dengan melihat dampak langsung yang diberikan genangan terhadap masyarakat dan Sistem yang ada, selain itu suatu genangan dijadikan proritas karena genangan sangat luas dalam serta durasi yang lama, hal tersebut menjadi sesuatu yang diprioritaskan untuk diselesaikan baik dalam pembangunan, ataupun perbaikan. Hal ini seperti yang diungkapkan Bapak Ir. Budi Santoso, MM sebagai berikut:
commit to user
“Drainase kan Sistem hla kita harus pembenahan Sistem, selain aspirasi musren, pembenahan Sistem itu lebih penting, ini menjadi prioritas itu misalnya lama genangan, dampak genangannya, luasan genangannya gitu hlo, jadi tidak semua usulan masyarakat atau musrembang bisa diakomodir masalahnya satu dana terbatas, yang kedua mengingat Sistem, itu tidak terkait dengan Sistem kan percuma, nanti tidak terlihat kinerjanya, kalo dengan pembenahan Sistem kan tuntas trus terlihat kinerjanya (DPU)” (wawancara, 23 April 2012)
Kemudian setelah berakhirnya penyususnan skala prioritas, seperti halnya perencanaan pembangunan, pelaksanaan program dan anggarannya setiap tahunnya harus mendapat persetujuan dari Tim Anggaran Pemerintah Kota dan DPRD.
Setelah mendapat persetujuan dari Anggaran dari DPRD Kota Surakartabeberapa kegiatan perbaikan masih dikelompokkan berdasar Harga Perkiraan yang disusun sendiri oleh Bidang Drainase, Kegitan Pemeliharaan yang dananya lebih dari 100 Juta akan menjadi program kegiatan seksi pembangunan, hal ini dijelaskan oleh Bp. Widodo ST,
bahwa “ nanti dikelompokkan nah yang walaupun masuk OP tapi dananya
diatas 100 Juta itu masuk ke seksi pembangunan,” (wawancara, 3 April
2012)
Perencanaan Operasinal dan pemeliharaan jika digambarkan dalam urutan diagram adalah sebagai berikut :
commit to user
Gambar 4.5
Proses perencanaan Operasi dan Pemeliharaan
Perencanaan Operasi dan Pemeliharaan Drainase yang dilakukan pada tahun 2010 untuk Tahun Anggran 2011 terdiri dari 1 Program Pengendalian Banjir/Genangan Air yang terdiri dari 26 paket pengerjaan Konstruksi Pemeliharaan sarana prasarana drainase dengan berbagai jenis kegiatan seperti, perbaikan gorong-gorong, pengerukan saluran dan inlet, Perbaikan turap/talud, dan perbaikan pada prasarana pintu air dan pompa. Selain itu juga ada 2 Paket Pengadaan Prasarana Pompa Air dan Genset Kegiatan sumber dana dari APBD sebesar 2,95 Miliyar Rupiah.
Usulan Masyarakat, Hasil Musrembangcam/ Musrembangkot Penyusunan Kegiatan operasi dan pemeliharaan Penentuan Prioriatas Kegiatan Persetujuan Anggaran dari DPRD
commit to user
Tabel 4.3
Perencanaan Bidang Dranase DPU Kota Surakarta Tahun Anggaran 2011
No. Nama Program Kegiatan Anggaran APBD
1. Program Pembangunan Saluran/Gorong-gorong
3 Paket Konstruksi Peningkatan Saluran Lingkungan
6 Paket Pembuatan DED (Detail Engineering Design) Saluran Drainase Primer.
Rp. 1.300.000.000,00
2. Program
Turap/Talud/Bronjong
1 Paket Pembuatan DED
1 Paket Konstruksi Talud
1 Paket Pengawasan
Rp. 1.000.000.000,00
3. Program Pengendalian Banjir/Genangan air
Konstruksi pemeliharaan Saluran, yang terdiri dari :
13 Paket Perbaikan Saluran 5 Paket perbaikan Talud/Bronjong/Dinding saluran 4 Paket Pengerukan Saluran & Inlet
4 Paket perabaikan di Parasarana pintu air dan pompa
Rp. 2.950.000.000,00
1 Paket pengadaan genset portable
1 Paket pengadaan pompa portable
Sumber : Bidang Drainase DPU Kota Surakarta 2011
Selain perencanaan diatas, Bidang Drainase DPU Kota Surakarta juga merencanakan Proyek Perbaikan Saluran-saluran Primer yang sumber dananya berasal dari Kementerian Pekerjaan Umum yang cora perolehan dananya dengan mengirimkan Proposal Proyek kepada Kementerian PU
commit to user
melalui Satuan Kerja Pengembangan Penyehatan Lingkungan Pemukiman (PPLP) Provinsi Jawa Tengah.Satuan kerja ini memberikan bantuan perbaikan dan penyehatan lingkungan kepada daerah-daerah di seluruh Indonesia.Keterbatasan APBD Kota Surakarta untuk pengelolaan sarana prasarana drainase membuat Bidang Drainase mengirimkan proposal proyek peningkatan saluran primer di beberapa lokasi yang sering terjadi genangan. Hal ini disampaikan oleh Bapak Ir. Budi Santoso M.Mberikut :
“kementerian PU di bawahnya ada Dirjen Cipta Karya,
kepanjangan dirjen itu ada satker PPLP yang mengelola proyek di daerah, kita menyiapkan perencanaan DED-nya, kita kirim kesana,
mereka siapkan dananya untuk dikerjakan,… untuk pekerjaan
misalnya dijalan adisucipto itu, dananya brapa itu, hampir 25 milyar, hla kita aja pemeliharaan pertahun hanya 4 sampai 5
milyar, makanya dari kementerian itu juga memberikan bantuan.”
(Wawancara 23 April 2012)
Rencana Lokasi Proyek Peningkatan Saluran yang diajukan kepada Kementerian Pekerjaan Umum melalui Satker PPLP Tahun anggaran 2011 adalah Jalan Adisucipto Surakarta, Jalan Ki Hajar DewantoroJebres (Belakang Kampus UNS), Jalan Beton Pucangsawit, Kelurahan Joyotakan Kulon, Saluran disekitar Pintu Air Makam Bergolo Tipes.